71404 research outputs found
Sort by
Modul Pelatihan Microsoft Project 2019
Manajemen proyek saat ini berkembang sedemikian pesat. Pekerjaan berkarakteristik proyek tersebar di berbagai bidang dan kebutuhan akan pengelolaan proyek yang lebih baik terus bertumbuh. Tulisan ringkas ini berupaya menjelaskan bagian-bagian penting manajemen proyek menggunakan dukungan perangkat lunak Microsoft Project. Versi yang digunakan adalah versi terbaru yakni versi 2019 dengan tampilan yang lebih menarik serta fitur yang lebih kaya untuk dielaborasi lebih jauh. Buku ini membahas tentang pengenalan Microsoft Project 2019, mengolah data perencanaan, mengolah sumber daya dan jadwal proyek, menyusun rencana anggaran proyek, evaluasi perkembangan dan pergerakan proyek, dan menyusun laporan proyek
GAMBARAN SISTEM PELAPORAN PEMANTAUAN WILAYAH SETEMPAT KESEHATAN IBU DAN ANAK (PWS KIA) BERDASARKAN INDIKATOR KESEHATAN ANAK DI KOTA KEDIRI JAWA TIMUR
Sistem pelaporan berperan dalam upaya penurunan jumlah kesakitan dan kematian bayi. Cakupan pelayanan neonatus pertama di Dinas Kesehatan Kota Kediri pada tahun 2018 yakni 100.14% melebihi dari ketetapan target nasional hal ini membuktikan pelayanan neonatus perlu adanya evaluasi. Empat pusat kesehatan masyarakat Mrican, Campurejo, Balowerti, dan Sukorame merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat utama di Kota Kediri yang memiliki kematian bayi sebanyak 8 bayi. Tujuan Penelitian ini untuk mengevaluasi efektifitas komponen input, proses, output dalam PWS KIA. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif evaluatif. Reponden penelitian ini adalah bidan sebanyak 30 orang, terdiri dari , bidan desa, bidan koordinator pemegang program PWS KIA di Pusat Kesehatan Masyarakat Mrican, Campurejo, Balowerti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel input yang meliputi komponen jenis data, sumber data, proses ketepatan waktu telah dilaksanakan secara efektif, di Kabupaten Kediri. Presentase evaluasi dalam kategori cukup efektif dengan komponen kompilasi data 72,5%, grafik PWS KIA 60,75%, dan penelusuran data kohort sebesar 76,8% variabel analisis kesenjangan 21,67%, proses output kurang efektif. Evaluasi efektivitas pelaksanaan komponen input kategori cukup efektif, komponen proses cukup efektif dalam pembuatan grafik, dan penyusunan data kohort, dan rencana tindak lanjut, kategori kurang efektif adalah variabel analisis kesenjangan.
Perlu dilakukan sosialisasi terkait langkah pelaksanaan PWS KIA guna menyamakan presepsi antar para bidan pelaksana program PWS KIA di tiap-tiap puskesmas.
Kata Kunci : Sistem Pelaporan PWS KIA, kematian bayi, Surveilans KI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENGAKSES INTERNET TERHADAP AKSES SITUS PORNOGRAFI PADA REMAJA AWAL (12-15 TAHUN) DI SMP KECAMATAN SEMARANG BARAT
Remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Saat ini internet bukanlah hal yang sulit dijumpai, terutama dikalangan remaja. Penggunaan teknologi yang semakinmasifmembawasejumlahimplikasi yang berdampakpositifmaupunnegatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku mengakses internet terhadap akses situs pornografi pada remaja awal (12-15 tahun) di SMP Kecamatan Semarang Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan random sampling dan proporsi sampel. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil uji univariatmenunjukan bahwa lebih dari separuh responden adalah kelompok usia pubertas awal (52,2%), jenis kelamin laki-laki (54,3%), dengan tingkat pengetahuan baik (53,2%), sikap baik (51,1%), terfasilitasi internet (64,9%), ketersediaan perangkatyang memadai (69,1%), pengawasan orang tua kurang baik (64,9%) dan teman sebaya dengan pengaruh positif (53,2%). Variabel yang berhubungan dengan perilaku mengakses pornografi antara lain : fasilitas internet (p = 0,017), ketersediaan perangkat (p = 0,025), pengawasan orang tua (p = 0,017). Sebagian besar responden pernah mengakses pornografi melalui internet sebesar 61,7%. Pemberian edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pendidikan seksualitas diperlukan sejak dini baik oleh pihak sekolah maupun pihak orangtua guna untuk mencegah perilaku mengakses pornografi melalui internet di usia remaja awal.
Kata Kunci : Akses Pornografi, Internet, Remaj
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA MENTAL DAN DURASI KERJA DENGAN KEJADIAN HUMAN ERROR PADA PETUGAS AIR TRAFFIC CONTROL (STUDI KASUS DI JAKARTA AIR TRAFFIC SERVICES CENTER – AIRNAV INDONESIA)
Human error bukanlah penyebab tunggal dari suatu kecelakaan karena penyebab kecelakaan sangat bersifat multifactor (multiple causes), tetapi diperkirakan kontribusinya sangatlah besar pada suatu kecelakaan. Menurut teori Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) menggambarkan human error terdapat 4 (empat) tingkatan kegagalan. Pada penelitian ini fokus kepada faktor yang berada dibawah tingkatan tindakan petugas yang tidak aman yang dapat menyebabkan eror, diantaranya adalah faktor pribadi petugas (usia, pendidikan, masa kerja), tuntutan kerja (durasi kerja) dan kondisi mental petugas (beban kerja mental). Petugas ATC memerlukan kedisiplinan, konsentrasi tinggi, keakuratan, dan ketelitian untuk menjamin keselamatan pengguna jasa penerbangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara usia, pendidikan, masa kerja, durasi kerja, dan beban kerja mental dengan kejadian human error pada petugas ATC di Jakarta Air Traffic Services Center – Airnav Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan studi cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan rumus Lameshow dan didapatkan sebanyak 72 orang. NASA-TLX dan angket merupakan instrumen penelitian ini. Berdasarkan uji statistik hubungan dengan Rank Spearman (p value = 0,024) menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi kerja dan beban kerja mental dengan kejadian human error. Peneliti memberi saran kepada perusahaan untuk menciptakan crew resource management (CRM) yang efektif di antara petugas ATC yang bertugas sebagai pengendalian error.
Keywords : durasi kerja, beban kerja mental, human error, petugas air traffic contro
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN JUMLAH ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG OPERASI RUMAH SAKIT SUMBER HIDUP DI KOTA AMBON PROPINSI MALUKU TAHUN 2020
Rumah sakit merupakan tempat dengan kontaminasi cukup tinggi. Kamar operasi sebagai tempat pembedahan memerlukan kondisi steril. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan jumlah angka kuman udara di ruang operasi di RS Sumber Hidup GPM di Kota Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan desain cross sectional.Jumlah ruang operasi yang diperiksa ada 2 ruangan. Berdasarkan Permenkes 07 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit batas maksimum angka kuman udara pada ruang operasi adalah 10 CFU/m3.Suhu maksimum sebelum operasi 27.7 0C sedangkan suhu minimum 23 0C, untuk suhu tidak memenuhi syarat sesuai dengan baku mutunya yaitu 22 0C – 27 0C. Kelembaban maksimum sebelum operasi 59.2 % RH, kelembaban minimum 51 % RH, untuk kelembaban memenuhi syarat sesuai dengan baku mutunya 40 % RH– 60 % RH. Pencahayaan maksimum sebelum operasi 397.8 Lux, pencahayaan minimum 303 lux RH untuk pencahayaan memenuhi syarat sesuai dengan baku mutunya 40 % RH– 60 % RH. Lama operasi di ruangan operasi yaitu lama operasi waktu maksimum 210 menit dan waktu minimum 75 menit. Desinfeksi permukaan operasi Tidak Memenuhi Syarat sebanyak 24 (66.7 %) sampel, dan memenuhi Syarat sebanyak 12 (33.3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara suhu (p=0.32), kelembaban (p=0.91), cahaya (p=0.67) dan lama operasi (p=0.83) dengan angka kuman.
Kata Kunci : Rumah Sakit, Ruang Operasi, Angka Kuma
IMPLIKATUR METAFORA PADA LIRIK LAGU SOUNDTRACK ANIME “AOKI HAGANE NO ARPEGGIO” アニメ『蒼き鋼のアルペジオ』のサウンドトラックの歌詞に隠喩含意
ABSTRACT
Rohmah, Minati. “Metaphoric Implicature in the soundtrack of Anime Aoki Hagane no Arpeggio’s lyrics”. Thesis, Japanese Literature, Diponegoro University, Semarang. Counsellor Zaki Ainul Fadli, S.S., M.Hum.
There is a symbolic nuance that disguise the real meaning of every arts. Therefore to understand that, semiotic theory and the approach of metaphoric implicature is strongly needed. The goal of this research is to explain symbols and metaphoric implicature in the soundtrack of Anime Aoki Hagane no Arpeggio’s lyrics.
This research employs descriptive qualitative method with the help of literature study. Pierce’s semiotic theory is used to understands every symbols in the song’s lyrics, including blank symbol, private symbol, and natural symbol. Meanwhile the approach of metaphoric implicature is used to understands metaphorc implicature in the lyrics.
The result of the research shows that there is 15 symbols and 11 metaphoric implicature in the soundtrack of Anime Aoki Hagane no Arpeggio’s lyrics. The most abundance symbol there is natural symbol which accounts for 53,3% of overall symbol, followed by blank symbol at 33,3%, and private symbols at 13,3%. Meanwhile the author only found three kind of the metaphoric implicatures, which is heroism metaphoric implicature (ode) at 36,36%; amourous metaphoric implicature (serenada) at 54,54%; and scescenerical metaphoric implicature at 9,09%.
Keywords : Pierce’s Semiotic Theory, Metaphoric Implicature, Song’s Lyrics
INTERJEKSI DAN PERLOKUSI PADA TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DRAMA JEPANG KOINAKA [恋仲]というドラマにおける指示的発話内行為の発話媒介行為と感動詞
ABSTRACT
Maulinda, Nindy. 2020. “Interjection and Perlokutionary of Directive Sentences in Japanese DramaKoinaka”. Undergraduate Thesis, Japanese Language and Culture Department, Faculty of Humanities, Diponegoro University. Thesis advisor Reny Wiyatasari, S.S., M. Hum.
This paper discusses about “Interjection and Perlokutionary of Directive Sentences in Japanese DramaKoinaka”. The purpose of this research are to describe kinds of kandoushi (interjection) and perlokusioner that can be found in directive sentences. The author uses the method of recording to obtained data, then analyzing data using extralingual equivalent method.The last was presenting data using informal method.
As the result of the research, it is found that there are four kinds of kandoushi (interjection) such as kandoushi kandou, yobikake, outou, and aisatsugo.This shows that the characters in the Koinaka drama are very expressive in telling something.Because directive speech acts are speech to make an influence so that the speech partner performs the actions desired by the speaker, kandoushi yobikake is most often used to attract the attention of the speech partner.Also found 10 kinds of perlocutionary verb, such as convincing verb, confusing verb, annoying verb, relieve tension verb, irritate verb, attract attension verb,bore verb, frighten verb, persuade verb and laugh verb.
Keywords : interjection,perlocutinary, directiv
TELEVISI DAN AGAMA: KOMODIFIKASI SIARAN ACARA AGAMA (Analisis Wacana Program Acara Damai Indonesiaku)
Da'wah has always been used as a reference for Muslims in Indonesia as additional knowledge about Islam. One form of development of the propaganda model is the propagation of propaganda on television since the 1900s. Da'wah shows then developed from the form of preaching and grand tabligh.
The research is aimed at answering questions relating to da'wah and its forms of commodification. The problem in this research is how the contents of Da'wah events aired by television stations presented to the community and how the form of commodification on religious broadcasts on the Da'wah Impressions "Peace Indonesiaku". It is researched because of the religious display in the news TV and associated its rules with the theme that is as a matter of a week. Therefore, this study aims to deepen how the form of commodification conducted by the television industry in the view of Da'wah. The research also tries to explain how the media are being pursued in their preaching on television. This is done by the combined approach between discourse analysis and the political economic theory of the media in the form of commodification. The research method used is a qualitative descriptive with the empirical paradigm.
The results of this study can be concluded that the commodification of the audience, place and event filler is a unique commodification in the case under study, and at the same time becomes an important point so that the commodity is formed with the strongest exchange rate. This is the cause of the perpetual propaganda broadcasts in Indonesia