71404 research outputs found
Sort by
CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP BAYI PADA HIGH RISK COMMUNITY DI KABUPATEN BREBES TAHUN 2017-2019
Selama tahun 2013-2015 angka cakupan imunisasi di Indonesia terus mengalami penurunan.Pada daerah risiko tinggi, capaian angka cakupan imunisasi dasar lengkap juga cenderung lebih rendah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cakupan imunisasi dasar lengkap bayi pada daerah risiko tinggi di Kabupaten Brebes tahun 2017-2019 serta mengetahui faktor-faktor penyebabnya.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi berusia < 2 tahun di daerah risiko tinggi di Kabupaten Brebes.Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat bayi yang tidak mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap serta ketepatan imunisasi dasar bayi juga tergolong rendah.Beberapa faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi adalah persepsi ibu, sikap ibu, dan keyakinan ibu terhadap imunisasi.Berbagai upaya diperlukan untuk dapat meningkatkan peran aktif masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap balita di Indonesia, khususnya di wilayah risiko tinggi.
Kata Kunci : Imunisasi, Imunisasi Dasar Lengkap, Balit
ANALISIS KONTRASTIF ADVERBIA TINGKATAN PENANDA NEGASI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA 日本語とインドネシア語の否定を表現する程度の副詞の対照分析
ABSTRACT
Putri, Anita Kurnia. 2020. “Analisis Kontrastif Adverbia Tinkatan Penanda Negasi dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Jepang”. Thesis, department of Japanese Language and Culture, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The Advisor: Lina Rosliana, S.S., M.Hum.
The problems that will be discussed in this thesis include: 1. What is the structure and meaning of the adverb in the level of negation markers in Japanese sentences? 2. What is the structure and meaning of the adverb at the level of the negation marker in Indonesian sentences? 3. How are the adverbs of the level of negation markers similar and different in Japanese and Indonesian sentences?
Meanwhile, the purpose of this study is to describe the structure and meaning of adverbs in Japanese and Indonesian sentences. After knowing the structure and meaning, we will examine the similarities and differences in the structure and meaning of the adverbial levels of the negation markers of the two languages.
In analyzing the data, this study used the agih method followed by contrastive techniques. The data were obtained from the Japanese language website and news articles in Indonesian. Then the data is presented in words or descriptive.
Based on the research, the structural similarities are both followed by verbs, adjectives. While the difference, adverbs in Japanese can be followed by phrases or clauses and negative forms, Indonesian adverbial followed by nouns. In meaning, the adverbs of the level of negation markers in Japanese and Indonesian indicates the meaning of the situation, the action is under adequate. And in terms of meaning it has 7 differences.
Keywords : contrastive, adverbs, teido no fukush
Pengaruh Terapi Ozon Bagging Terhadap Proses Penyembuhan Ulkus Kaki Diabetik
Terapi ozon bagging pada penyembuhan ulkus kaki diabetik adalah bentuk terapi
adjuvant dengan cara membungkus ulkus kaki diabetik dengan plastic bag yang
kedap udara yang disambungkan dengan generator ozon medis yang mengubah
oksigen murni menjadi ozon untuk percepatan penyembuhan ulkus kaki diabetik.
Tujuannya menganalisis pengaruh terapi Ozon Bagging terhadap proses
penyembuhan ulkus kaki diabetik. Metode penelitian kuantitatif menggunakan
quasy experimental design dengan pendekatan pretest-posttest nonequivalent
control group. Sampel 30 responden dengan 15 kelompok kontrol mendapatkan
perawatan luka lembab (moist) dan 15 kelompok intervensi mendapatkan terapi
ozon bagging dan perawatan luka lembab (moist). Sampel diambil dengan simple
random sampling. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu seluruh pasien diabetes
mellitus yang mengalami ulkus kaki diabetik grade 2 skala Meggit-Wagner, usia
20-70 tahun, kadar GDS 200 gr/dL. Kriteria eklusi ulkus kaki
diabetik grade 3-5 Meggit-Wagner, penyakit penyerta lain dan obat-obatan.Terapi
ozon bagging dilakukan 4 hari sekali selama 7 sesi (28 hari), pada awal sesi terapi
1 kali waktu 15 menit, konsentrasi adjustment 25 (96 ppm), sesi ke 2-7 waktu 10
menit persesi, konsentrasi adjustment 15 (28,8) ppm). Penilaian penyembuhan
ulkus kaki diabetik menggunakan skala Bates-Jensen Wound Assesment Tool
(BWAT) dilakukan setiap sesi. Data dianalisa menggunakan mann whitney dan
Independet Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi
skor BWAT pretest 38,07 dan posttest 18,47; dalam kategori healed 13,3% (2
responden), regenerasi 86,7% (13 responden), dan degenerasi 0%. serta perubahan
skor yang signifikan p= 0,000. Pada kelompok kontrol skor BWAT pretest 40,0
dan posttest 29,33; dalam kategori healed 0 %, regenerasi 100 % (15 responden)
dan degenerasi 0%, serta perubahan skor signifikan p= 0,000. Hasil uji
Independent t-test perbedaan proses penyembuhan ulkus kaki diabetik pada
xx
kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai sgnifikasi p =0,001 (p <
0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh
terapi ozon bagging terhadap proses penyembuhan ulkus kaki diabetik. Dengan
nilai selisih delta dari kelompok kontrol dan intervensi 8,933 dan nilai Effect size
= 0,7 yang berarti pengaruh terapi ozon bagging terhadap penyembuhan ulkus
kaki diabetik dalam klasifikasi sedang.
Kata Kunci: Proses Penyembuhan Luka, Ozon Bagging, Ulkus Kaki Diabetik
Daftar Pustaka: 87 (2009-2019
Pengaruh Intervensi Modifikasi Hot Pack pada Konstipasi dan Tingkat Kenyamanan Pasien Stroke Non Hemoragik
Penderita stroke sering kali mengalami immobilisasi yang berimplikasi pada
terjadinya gangguan fungsional system tubuh seperti gangguan eliminasi bowel
konstipasi. Penderita stroke sebisa mungkin diberikan intervensi yang dapat
mencegah terjadinya konstipasi dan meningkatkan kenyaman. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi modifikasi hot pack terhadap
pencegahan konstipasi dan tingkat kenyamanan pasien stroke non hemoragik.
Metode pendekatan yang digunakan berupa quasi eksperimen dengan memberikan
intervensi kompres hangat dengan suhu 40 – 42OC pada daerah abdomen dan
lumbal selama 15 menit dalam 4 hari berturut – turut. Hasil: Jumlah sampel
penelitian ini yaitu 40 responden yang terbagi dalam group intervensi (n=20) dan
group kontrol (n=20). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi modifikasi
hot pack berpengaruh terhadap frekwensi defekasi(p=0,033) dan tingkat
kenyaman (p=0,026)pasien stroke non hemoragik namun tidak berdampak
signifikan pada konsistensi feses (p=0,875) pasien SNH yang menjalani
perawatan. Kesimpulan : intervensi modifikasi hot pack dapat digunakan dalam
meningkatkan kenyaman dan memperbaiki frekwensi pasien stroke
PHONOLOGICAL PROCESSES IN THE PRONUNCIATION OF ENGLISH LOANWORDS IN INDONESIAN ON THE WEB SERIES “REWRITE”
ANALISIS EFISIENSI EKONOMIS PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI DAN MINA PADI DI GAPOKTAN TANI MANDIRI KECAMATAN TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO
Tujuan dari penelitian (1) menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi yang terdiri dari luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan variabel dummy terhadap produksi padi usahatani padi dan mina padi, (2) membandingkan hasil produksi padi pada usahatani padi dan mina padi, (3) menganalisis efisiensi ekonomis penggunaan faktor produksi usahatani padi dan mina padi (4) mengetahui pendapatan usahatani padi dan mina padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 – Januari 2020 di Gapoktan Tani Mandiri, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Metode pengambilan sampel dengan teknik sampel jenuh. Analisis data yang digunakan adalah uji pengaruh secara serempak (Uji F) dan parsial (Uji t), uji beda independent sample t-test dan one sample t-test, regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas, analisis efisiensi teknis berdasarkan nilai elastisitas produksi, analisis ekonomis berdasarkan rasio NPM dan BKM, serta analisis pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan variabel dummy berpengaruh secara serempak terhadap produksi padi. Faktor produksi luas lahan dan benih berpengaruh secara parsial terhadap produksi padi sedangkan pupuk, tenaga kerja, dan variabel dummy tidak berpengaruh. Tidak terdapat perbedaan jumlah produksi tiap satuan lahan antara produksi padi pada usahatani padi dan mina padi. Penggunaan faktor produksi usahatani padi tidak efisien secara teknis dan ekonomis begitu juga dengan penggunaan faktor produksi usahatani mina padi. Usahatani padi menghasilkan pendapatan sebesar Rp 9.792.683,33 dengan rata-rata penggunaan lahan 0,5767 ha dan usahatani mina padi menghasilkan pendapatan sebesar Rp 10.946.700,00 dengan rata-rata penggunaan lahan 0,3692 ha.
Kata Kunci: padi, mina padi, faktor produksi, efisiensi ekonomi
PERAN IBU RUMAH TANGGA PEDAGANG SAYUR DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN KELUARGA DI PASAR PAGI DESA SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis sumbangan pendapatan ibu rumah tangga di dalam keluarga 2) Menganalisis pembagian kerja produktif, reproduktif dan soaial masyarakat berdasarkan gender dalam keluarga 3)Menganalisis curahan waktu kerja produktif, reproduktif dan sosial masyarakat dalam keluarga 4) Menganalisis akses dan kontrol ibu rumah tangga pedagang sayur dalam keluarga. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 November 2018 – 17 Desember 2018 di Pasar Pagi Desa Sumowono Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survai. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 34 orang pedagang dengan kriteria 1) pedagang sayur merupakan seorang lbu rumah tangga. 2) pedagang sayur memiliki suami yang masih aktif bekerja. 3) pedagang sayur tidak dibantu orang karyawan dalam bekerja 4) khusus menjual sayuran hasil pertanian 5) tidak memiliki pekerjaan lain di sektor produktif. Analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan ibu rumah tangga pedagang sayur di dalam perekonomian keluarga adalah 51,79%. Pembagian peran berdasarkan gender pada sektor produktif 100% dilakukan bersama-sama antara suami dan istri. Sektor reproduktif dan sosial masyarakat pada lokasi penelitian sebagian besar didominasi oleh ibu rumah tangga pedagang sayur. Ibu Rumah Tangga pedagang sayur rata rata bekerja pada sektor produktif selama 6 jam 33 menit per hari, atau sebesar 27%. Curahan waktu pedagang sayur pada sektor reproduktif adalah sebesar 31% atau rata-rata selama 7 jam 28 menit per hari serta sosial masyarakat selama 1 jam 24 menit (5,8%). Ibu Rumah Tangga pedagang sayur memiliki akses dan kontrol yang tinggi di dalam keluarga.
Kata Kunci : Ibu rumah tangga, pedagang sayur, perekonomian keluarg
PENGARUH FAKTOR SOSIAL TERHADAP KINERJA PENYADAP KARET DI PT. PERKEBUNAN SIDOREDJO KABUPATEN SEMARANG
ABSTRAK
Faktor sosial yang mempengaruhi kinerja penyadap karet perlu dikaji lebih dalam mengingat bahwa PT. Perkebunan Sidoredjo merupakan perusahaan perkebunan swasta satu-satu nya yang ada di Kabupaten Semarang dengan potensi produktivitas yang mampu bersaing di pangsa pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan faktor sosial 2) mendeskripsikan kinerja penyadap karet dan 3) menganalisis pengaruh faktor sosial terhadap kinerja penyadap karet di PT. Perkebunan Sidoredjo. Penelitian di laksanakan pada tanggal 15 Juli – 15 Agustus 2019 di PT. Perkebunan Sidoredjo Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode survei, teknik pengambilan sampel dengan metode sensus sebanyak 51 responden, metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung kepada penyadap karet dengan bantuan kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan faktor sosial dan kinerja dan metode analisis kuantitatif dengan Regresi Linear Berganda untuk menganalisis pengaruh faktor sosial terhadap kinerjapenyadap karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa umur penyadap karet di PT. Perkebunan Sidoredjo berada pada usia produktif, pengalaman bekerja sebagian besar pekerja berada pada 1-11 tahun bekerja, jumlah tanggungan keluarga yang ditanggung oleh penyadap sebagian besar berjumlah 3-4 orang, pendidikan yang dimiliki oleh penyadap sebagian besar tidak lulus SD-lulus SD dan motivasi yang dimiliki oleh penyadap karet di PT. Perkebunan Sidoredjo tergolong sedang ke rendah. Kinerja penyadap karet di PT. Perkebunan Sidoredjo tergolong sedang 50,98%. Faktor sosial berpengaruh terhadap kinerja penyadap karet dengan presentase 64,1%.
Kata Kunci : faktor sosial, kinerja, penyadap
Role Of Agricultural Extension On Farmers Attitude Toward The Application Of Inpari 32 Rice Seeds In Farmer Groups Sari Tani 01 District Pati
The role of extension workers in carrying out their duties is one of them by helping farmers in carrying out farming activities. The role of agricultural extension workers can influence farmers knowledge, skills and attitudes. The purpose of the research were (1) to analyze the role of instructors as educators, innovators, motivators, facilitators in the application of inpari 32 rice seeds, (2) to analyze the attitudes of farmers in the application of inpari 32 rice seeds, (3) to analyze the influence of the role of instructors on attitudes farmers in the application of inpari rice seeds 32. The research was conducted on 6 January 2020 - 30 January 2020 in Farmer Groups Sari Tani 01 District Pati. The research method used was a survey. The research location was chosen purposively. The method of determining respondents was purposive sampling. Data collection methods were interviews and observation. Data analysis method were descriptive analysis and statistical analysis including F test and t test, as well as multiple linear regression. The results showed that the role of instructors as educators, innovators, motivators, and facilitators was categorized high because of the high sums of sums of 100%, 78%, 100%, and 88%. The attitude of farmers in applying inpari 32 rice seeds based on sapta usahatani was categorized high. The role of instructors as educators and motivators partially influenced the attitudes of farmers, innovators and facilitators had no partial effect on the attitudes of farmers. The role of extension workers had simultaneously affects the attitudes of farmers.
Keywords: Rice Seeds, Farmer Groups, Role of Instructors, Attitude