71404 research outputs found
Sort by
SOLUSI FISIBEL AWAL MASALAH TRANSPORTASI DENGAN FOUR DIFFERENT PROPOSED MEAN METHOD
Masalah tranportasi merupakan proses pendistribusian suatu barang dari
beberapa sumber ke beberapa tempat. Dalam masalah transportasi, secara umum
penyelesaiannya dilakukan dengan dua tahap yakni penyelesaian awal dan
penyelesaian akhir untuk mendapatkan solusi yang optimal. Pada Skripsi ini,
dibahas tentang mencari solusi fisibel awal dari metode Proposed Arithmetic Mean
(PAM), Proposed Harmonic Mean (PHM), Proposed Geometric Mean (PGM), dan
Proposed Quadratic Mean (PQM). Untuk menguji keoptimalan menggunakan
metode Modified Distribution (MODI), dalam penyelesaian Skripsi ini melakukan
study kasus dan didapatkan biaya transportasi yang minimum dengan Four
Different Proposed Mean Method mendapatkan solusi fisibel awal yang sama,
hasilnya tidak jauh berbeda dengan solusi optimal menggunakan metode Modified
Distribution (MODI
PENYELESAIAN MASALAH PROGRAM FRAKSIONAL LINIER FUZZY TIDAK PENUH MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI LU
Permasalahan program fraksional linier fuzzy merupakan permasalahan linier yang
fungsi objektifnya berupa perbandingan dua fungsi linier dimana variabel dan
parameternya dalam bentuk bilangan fuzzy. Permasalahan tersebut diselesaikan
dengan mengubah ke dalam model program fraksional linier fuzzy tidak penuh yang
selanjutnya membawa model bilangan fuzzy ke dalam bentuk bilangan tegas (crisp)
menggunakan ranking function. Bentuk permasalahan program fraksional linier
ditransformasikan ke dalam permasalahan program linier dengan metode Charnes
Cooper yang selanjutnya diselesaikan dengan metode dekomposisi LU. Solusi
optimal dari permasalahan program linier tersebut merupakan solusi optimal dari
program fraksional linier fuzzy tidak penuh yang dapat menghasilkan nilai efisiensi
terbaik. Sedemikian hingga, metode dekomposisi LU dapat menjadi salah satu
metode penyelesaian yang dapat mengoptimalkan permasalahan yang sesuai. Pada
bagian akhir dari tugas akhir ini, dibahas penerapan dari permasalahan program
fraksional linier fuzzy tidak penuh pada usaha kuliner Cik Yeni dengan solusi
optimal yang diperoleh yaitu 91 buah karamel dan 119 buah martabak dan efisiensi
keuntungan terhadap biaya produksinya yaitu 37%.
Kata Kunci : Program Fraksional Linier Fuzzy, metode Charnes Cooper, ranking
function, metode dekomposisi LU
PEMBENTUKAN DAJARE DAN EFEKNYA KEPADA MITRA TUTUR DALAM ANIME MONOGATARI SERIES アニメシリーズ「物語」におけるダジャレの形成と対談者に対しての影響
ABSTRACT
Widianto, Aldhimas Kurnia, 2020. “Pembentukan Dajare dan Efeknya kepada Mitra Tutur dalam Anime Monogatari Series”. Thesis, Department of Languages and Japanese Studies, Faculty of Humanities, Diponegoro University. Advisor: Elizabeth Ika Hesti ANR, S.S., M.Hum.
This research aims to describe the formation of dajare and to examine its effect to interlocutor. The data was taken from an anime series titled Monogatari Series.
The data from said anime series was collected using note-taking technique. Then the collected data was analyzed using the contextual analysis method.
The research result shows that there are seven formation of dajare. Those are homophony, mora transformation, mora metathesis, blend, division, kanji reading change, and pause transference. Afterwards, the most found effect of dajare on the interlocutor was positive.
Keyword: formation, effect, dajare, Monogatari Series.
GAMBARAN PERILAKU(PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK) PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA MAHASISWA (Studi pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang)
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yangmengalami peningkatan kasus setiap tahun.Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi penyakit hingga kematian pada penderitanya.Kesadaran yang rendah dalam mencegah hipertensi dapat meningkatkan jumlah kasus hipertensi.Belum diketahui gambaran perilaku pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Diponegoro.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku terkait pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Diponegoro.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 425 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (76,5%), jenis studi non kesehatan (50,6%), bukan perokok (91%), tidak memiliki riwayat hipertensi keluarga (60%), memiliki keluarga yang mendukung (50,6%). Sebanyak 51,5% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 52% responden memiliki sikap yang baik, dan 58,1% responden memiliki praktik yang baik. Kesimpulannya perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Diponegoro sudah cukup baik.Perlu mengadakan kegiatan seminar atau penyuluhan di lingkungan kampus tentang pencegahan hipertensi sehingga dapat meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa.
Kata Kunci: Hipertensi;Perilaki;Pengetahuan;Sikap;Praktik;Mahasisw
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN PASIEN PADA INSTALASI RAWAT INAP DI RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO KOTA SEMARANG
Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut dapat memberikan dampak membahayakan keselamatan pasien apabila tidak segera diberi perlakuan. Program manajemen risiko membantu organisasi dalam menyusun strategi untuk mengelola ketidakpastian yang mempengaruhi tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen risiko di Instalasi Rawat Inap Semarang ditinjau dari aspek ISO 31000:2018 yaitu penetapan ruang lingkup, konteks, dan kriteria; penilaian risiko; perlakuan risiko; komunikasi dan konsultasi; monitoring dan review; serta pencatatan dan pelaporan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 6 informan dan data sekunder diperoleh dari observasi serta telah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen risiko di Instalasi Rawat Inap RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang belum berjalan optimal. Masih ditemukan beberapa kekurangan seperti belum adanya regulasi khusus di instalasi, identifikasi yang dilakukan reaktif, belum efektifnya komunikasi serta tahap monitoring dan review yang belum optimal. Penelitian ini menyarankan untuk melibatkan semua pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan manajemen risiko di Instalasi Rawat Inap, advokasi untukmenerbitkan regulasi dan pedoman teknis, melakukan pembahasan manajemen risikoserta meningkatkan komunikasi, monitoring, dan review.
Kata kunci : manajemen risiko, instalasi rawat inap, ISO 31000:201
KAJIAN PERUBAHAN LAHAN SAWAH DAN JUMLAH PENDUDUK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP MULTIFUNGSI LAHAN SAWAH DI KECAMATAN BATANG, KABUPATEN BATANG, PROVINSI JAWA TENGAH
Terus bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah dapat mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan lahan dan kompetisi penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan sawah menjadi non-pertanian akan mengakibatkan berkurangnya luas lahan sawah di wilayah tersebut. Hilangnya lahan sawah akan menghilangkan multifungsi lahan sawah yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan jumlah penduduk di Kecamatan Batang tahun 2008-2017, mengetahui perubahan luas lahan sawah di Kecamatan Batang tahun 2008-2017, mengetahui perubahan lahan sawah secara spasial pada tahun 2012-2018, mengetahui luas alih fungsi lahan sawah di Kecamatan Batang tahun 2008-2017, mengetahui hubungan jumlah penduduk dan
luas lahan sawah di Kecamatan Batang tahun 2008-2017, menemukan dan mengenali multifungsi lahan sawah yang hilang akibat alih fungsi lahan sawah menjadi non pertanian di Kecamatan Batang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengolahan data dilakukan dengan teknik tabulasi, yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.Untuk melihat sebaran keruangan perubahan lahan sawah dilakukan dengan analisis spasiotemporal menggunakan teknik overlay dengan software Arc.Gis 10.3. Analisis hubungan jumlah penduduk dan luas lahan sawah dilakukan dengan analisis korelasi menggunakan software Microsoft Excel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2008-2017 jumlah penduduk di wilayah Kecamatan Batang mengalami peningkatan. Sebaliknya luas lahan sawah mengalami penyusutan / berkurang. Hasil overlay Peta Lahan Sawah Tahun 2012 dan 2018 menghasilkan Peta Perubahan Lahan Sawah di Kecamatan Batang Tahun 2012-2018. Telah terjadi alih fungsi lahan sawah menjadi nonpertanian di Kecamatan Batang pada tahun 2008-2017 sebesar 56,9 hektar. Hubungan antara jumlah penduduk dan luas lahan sawah di Kecamatan Batang tahun 2008-2017 sangat kuat, signifikan dan berlawanan arah (negatif). Berkurangnya luas lahan sawah di Kecamatan Batang yang disebabkan karena alih fungsi lahan sawah menyebabkan hilangnya multifungsi lahan sawah.
Continuing increase in population in an area can encourage an increase in land demand and land use competition. Changing the use of paddy fields to nonagricultural land will result in reduced paddy fields in the region. Loss of paddy fields will eliminate multifunctional paddy fields that are beneficial to humans and the environment.
The purpose of this study was to determine changes in population in the District of Batang in 2008-2017, find out changes in the area of paddy fields in the District of Batang in 2008-2017, find out changes in spatial paddy fields in 2012- 2018, find out the extent of land use change in the District of Batang year 2008- 2017, knowing the relationship between population and area of paddy fields in Batang District in 2008-2017, found and recognized multifunctional paddy fields that were lost due to the conversion of paddy fields to non-agriculture in Batang District.
The method used in this study is a combination of quantitative and qualitative methods with descriptive analysis. Data processing is done by tabulation technique, which is presented in tabular and graphical form. To see the spatial distribution of changes in paddy fields is done by spatialemporal analysis using overlay techniques with Arc.Gis 10.3 software. Analysis of the relationship between the number of inhabitants and the area of paddy fields is done by correlation analysis using Microsoft Excel software.
The results showed that in 2008-2017 the population in the Batang District area had increased. Conversely, the area of paddy fields has decreased / decreased. The overlay results of the 2012 and 2018 paddy fields map resulted in a map of changes in paddy fields in Batang District in 2012-2018. There has been a change in the function of paddy fields to non-agriculture in Batang District in 2008-2017 amounting to 56.9 hectares. The relationship between population and paddy fields
in Batang District in 2008-2017 is very strong, significant and in the opposite direction (negative). The decrease in the area of paddy fields in Batang District due to the change of function of paddy fields causes the loss of multifunctional paddy fields
SISTEM INFORMASI CLUSTERING KUALITAS PROGRAM STUDI MENGGUNAKAN OLAP (ONLINE ANALYTICAL PROCESSING) DAN K-MEDOIDS
Penelitian tentang analisis data pada perguruan tinggi saat ini sangatlah penting dan memiliki banyak manfaat. Penelitian tersebut didasarkan belum adanya analisis data secara realtime data warehouse perguruan tinggi mengakibatkan informasi yang didapat kurang efektif. Oleh karena itu dibutuhkan sistem yang mampu melakukan klaster data kualitas program studi pada perguruan tinggi.Online Analytical Processing (OLAP) dan K-medoidsclustering digunakan pada clustering kualitas program studi. OLAP sistem digunakan untuk menganilis data dilakukan proses Extract, Transform dan Loading kemudian data dimasukkan kedalam data warehouse sedangkan K-medoids digunakan untuk klaster data kualitas program studi untuk mengelompokkan program studi masuk kategori baik maupun program studi cukup. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi untuk melakukan analisa data realtime serta pengambilan keputusan strategis terhadap data akademik dan non akademik dan K-medoids clustering digunakan untuk mengklaster kualitas program studi termasuk klaster baik maupun program studi cukup untuk evaluasi perguruan tinggi kedepannya, dengan menggunakan pengujian evaluasi klasterdavies bouldin indexklaster data terbaik yaitu 0,4 yang dapat melakukan clustering kualitas program studi secara realtime.
Kata kunci: clustering, data warehouse, OLAP, k-medoids, davies bouldin index
Research on data analysis at tertiary institutions is now very important and has many benefits. The research is based on the absence of data analysis in realtime at the college data warehouse, resulting in the information obtained is less effective. Therefore we need a system that is able to cluster data quality in study programs at tertiary institutions. Online Analytical Processing (OLAP) and K-medoids clustering are used in clustering the quality of study programs. OLAP system is used to analyze the data in the process of Extract, Transform, and Loading then the data is entered into the data warehouse while K-medoids are used to cluster study program quality data to classify study programs into both good and sufficient study programs. This research resulted in an information system for analyzing real-time data and strategic decision making on academic and non-academic data and K-medoids clustering is used to cluster the quality of study programs including both good clusters and study programs for future college evaluations, by using cluster evaluation testing davies The best Bouldin cluster data index is 0.4 which can cluster the quality of study programs in real-time.
Keywords:clustering, data warehouse, OLAP, k-medoids, davies bouldin index
KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) TERHADAP PRODUK COFFEE LATTE DI KOTA SEMARANG
ABSTRACT
The development of the coffeeshop grew rapidly in the last 10 years, with the change of adolescent lifestyle patterns in consuming coffee in the coffeeshop. Coffee Latte is one of the usual menu served by the coffeeshop at varying prices. This research aims to analyzethe characteristics of consumers, analyzing the value of Willingness to Pay and analyzing the influence of consumer characteristics against the value of consumer Willingness to Pay on coffee latte products. The study was conducted on 15 January to 15 February 2020 located in the coffeeshop around the campus Undip Tembalang with the determination of the location purposive. The research method used is the survey method. Respondents weretaken as much as 99 people using accidental sampling. Data collection using primary and secondary data. Analysis of the data used are descriptive analysis, quantitative analysis and the analysis of logistic regression. The results of the study gained thatmost consumers of coffee latte were men with a percentage of 58.6% and women with a percentage of 41.4%. Consumers who are willing to pay more than the current price are 94.9% of respondents and amounting to 5.05% of the respondents are not willing to increase by 5% to 25%. A significant factor affecting the willingness of pay is quality.
Keywords:Coffee Latte, Willingness to Pay, Consumer
“Saya Percaya dan Berbagi dengan Strangers”: Interpretative Phenomenological Analysis pada Pengguna Aplikasi Couchsurfing
Couchsurfing is a hospitality app that was built in 2004. Each year, the members of the Couchsurfing increase significantly. In 2006, the community had as many as 6,000 members. It has been growth to have more than 12 million members in 2019. There are various benefits that could be obtained by using this application. Members can apply for homestay in host's house when traveling overseas, and vice versa. In addition, they also get the other benefit from Couchsurfing, such as new experiences; honing foreign language skills and fostering self-confidence when interacting with foreigners; increasing knowledge about local wisdom of the visited area; discovering information about the visited area; and expanding the network of friends to international scope. Apart from the benefits mentioned above, Couchsurfing also cannot be separated from the dark side, such as vulnerability to sexual harassment, robbery, and theft because the hosts allow strangers to enter and stay at their homes.
From the benefits and disadvantages of Couchsurfing, research was emerged the following questions subsequently: (1) How is the experience of host and surfer in building trust in each other through the Couchsurfing? (2) How is the experience of host and surfer forming close relationships through the Couchsurfing? (3) How is the experience of community members in sharing economy transactions through the Couchsurfing?
This study used interpretive paradigm, phenomenological tradition, uncertainty reduction theory, social penetration theory, concept of indebtedness from social exchange theory, and qualitative method with phenomenological approach. For data collection in the field, the researcher conducted in-depth interviews with 12 informants. The informants consists of men and women with various ages. They also have different characteristics, such as living in various city with different conditions of their residence. The results of data collection were analyzed and presented with interpretative phenomenological analysis.
Trust between host and surfer is built by reading the information posted on online media. Individual analyzes the data of the potential partner through bio and photos posted on the application, reference comments, and social media. In addition, they cultivate a sense of trust with each other by exchanging conversations through chat features. Trust can also grow if both parties share the same identity and hobbies. The Couchsurfing system, such as verification, ambassador, and comments that cannot be deleted are also factors that can build the trust too. The relationship between the host and the surfer starts from hospitality and fostering trust through online media first. Subsequently, self-disclosure is carried out when the host and surfer have met face to face. If one or the other creates an unpleasant impression or commits acts that are detrimental, depenetration in the relationship would be unavoidable. The characteristic of the exchange system in the Couchsurfing is not only from sharing economy transactions but also from commercial transactions. For this reason, the findings in this study describe the concept of exchange that combines the two types of economic transactions. This
new transaction concept relies on the strengths of the community and its technology