Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Usahatani Sayuran Organik Anggota Kelompok Tani Tranggulasi

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi atas adanya kerjasama yang dijalin oleh kelompok tani Tranggulasi dengan Super Indo dalam penyediaan sayuran organik dengan kualitas terbaik, di mana kinerja usahatani anggota kelompok tani Tranggulasi menjadi kunci utamanya. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui tingkat kinerja usahatani sayuran organik anggota kelompok tani Tranggulasi. 2) Menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan kinerja usahatani sayuran organik anggota kelompok tani Tranggulasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2017 di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Lokasi ditentukan secara purposive. Metode pengambilan data dilakukan secara sensus. Data primer penelitian diperoleh dari wawancara kepada responden dan data sekunder diperoleh dari BPS Kabupaten Semarang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan analisis kuantitatif uji korelasi Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Sayuran organik milik anggota kelompok tani Tranggulasi yang diserap oleh Super Indo berkisar antara 0 – 33,3%, yang artinya sebagian besar petani memiliki tingkat kinerja yang rendah. Hal tersebut dikarenakan sayuran organik yang diserap oleh Super Indo harus melalui proses sortasi dan grading (pengkelasan) untuk memenuhi standar kualitas, serta keputusan anggota kelompok tani Traggulasi yang lebih memilih menjual ke tengkulak karena memperoleh uang lebih cepat jika dibandingkan dengan menyerahkan ke kelompok tani untuk kemudian dijual ke Super Indo. 2) Luas lahan yang dimiliki petani, motivasi petani dalam berkelompok, dan pengalaman berusahatani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja usahatani anggota kelompok tani Tranggulasi. Kata Kunci: Kinerja, Usahatani , Sayuran organik

    PENGARUH CURAHAN WAKTU KERJA WANITA TANI TEMBAKAU TERHADAP PENERIMAAN KELUARGA DI KECAMATAN JUMO KABUPATEN TEMANGGUNG THE INFLUENCE OF CHARACTERISTICS OF WOMEN TOBACCO WORKING TIMES ON FAMILY REVENUE IN JUMO DISTRICT, TEMANGGUNG REGENCY

    Get PDF
    ABSTRACT The purpose of this study was to find out 1) Working time by woman tobacco farmers in Jumo District, Temanggung Regency 2) Contribution of women's revenue to family revenue 3) Effect of revenue of women's working time on tobacco plantations toward family revenue. This research was conducted in February - March 2018 in Jumo District, Temanggung Regency. The research method was survey. The method of determining the sample was done by Slovin method with 82 samples. The analysis used is descriptive analysis and simple regression analysis. The results showed that the average HKSP of female farmers was 83HKSP/total activity during 1 period of harvesting by average revenue Rp.5,596,451. Family welfare can be seen from the dual role of women farmers as housewives and as women tobacco farmers to increase family revenue. This can be seen from contribution of female farmers of 39% to family revenue. The contribution of farming can be categorized as sufficient because it corresponds to the scale of contribution interval where 30,01%-40,00% is categorized sufficient. There is no significant influence between the working time on family revenue because the wages of women farmers are not given from how many hours the women work but are given per-activity. Keywords: outpouring of work time, women farmers, acceptance, tobacco

    Sikap Petani terhadap Produk Bank Syariah Mandiri di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan

    Get PDF
    Bank merupakan lembaga keuangan yang penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian serta bank juga menjadi alternatif sumber permodalan bagi petani untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap produk Bank Syariah Mandiri, menganalisis sikap petani terhadap produk bank syariah Mandiri, menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani meliputi umur, pendidikan, lamanya usahatani, jumlah tanggungan keluarga serta pendapatan terhadap produk bank syariah Mandiri di Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan 14 Juni - 30 Juli 2019 di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Lokasi penelitian dipilih secara disengaja (purposive). Metode penentuan jumlah sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan menggunakan teknik non probability. Jumlah responden 47 orang kelompok Tani Subur Makmur. Data dianalisis dengan analisis deskriptif untuk menganalisis sikap petani dan faktor-faktor pembentuk sikap petani terhadap produk bank syariah Mandiri sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui pengaruh antara faktor pembentuk sikap dengan sikap petani pada produk bank syariah Mandiri di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan dengan menggunakan regresi linier berganda. Sikap petani terhadap produk bank Syariah Mandiri dalam kategori setuju dengan skor 77,78%. Berdasarkan uji F menunjukkan bahwa secara serempak ada pengaruh yang signifikan antara umur petani, tingkat pendidikan, lamanya usahatani, jumlah tanggungan keluarga, dan pendapatan pada Sikap Petani terhadap Produk bank Syariah Mandiri di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Berdasarkan uji t didapatkan hasil bahwa umur petani, tingkat pendidikan dan pendapatan secara parsial berpengaruh pada Sikap Petani terhadap Produk bank Syariah Mandiri. Lamanya usahatani serta jumlah tanggungan keluarga secara parsial tidak berpengaruh pada Sikap Petani terhadap Produk bank Syariah Mandiri . Kata Kunci: faktor pembentuk sikap, produk Bank Syariah Mandiri, sikap petani

    Willingness to Pay of The Native Chicken Eggs in Supermarkets in Semarang city

    Get PDF
    This research aims to identify market segmentation and analyze willingness to pay (WTP) for consumers of native chicken eggs. The research was conducted at four places in the supermarket in Semarang city. Respondents as many as 100 people selected using an accidental sampling method. Data were analyzed by descriptive and Contingent Valuation Method (CVM). The results show that consumer market segmentation can explain the analysis of WTP. Marked characteristics of consumers of the native chicken egg include in between 25-50 years old (50%), female (89%), go shopping as family motivation (70%), and purchasing once a week (85%). 87% of respondents show the WTP in the range of 5% to 20% above the existing price. The maximum WTP is 23.45 thousand rupiahs per pack (@ 6 eggs). The highest of maximum WTP found in rattan packaging in Superindo supermarket is 26.79 thousand rupiahs per pack. The highest aggregate WTP value is found in Gelael with mica packaging at the 373 thousand rupiahs. Furthermore, supermarkets can contribute to applying quality standards for native chicken eggs, and protect the interests of consumers. Keywords: CVM; native chicken eggs; modern market; willingness to pa

    THE ANALYSIS OF POLIANTHES TUBEROSA SUPPLY CHAIN IN AMBARAWA SUBDISTRICT

    Get PDF
    ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the description of performance of the supply chain and analyze the marketing channels for Polianthes tuberosa based on margin calculation and marketing efficiency.The research method used was a survey. Respondents consisted of farmers and actors at the flower marketing agency as well as night. Polianthes tuberosa farmers in Baran Village who were respondents as many as 26 and the number of samples of marketing institutions as many as 30 people consisting of market traders, florists and consumers. The data analysis method used is descriptive qualitative and quantitative based on thesupply chain development method in the Asian Productivity Organization (APO). The results of the study show that supply chain performance can be said to be quite good, marked by the fulfillment of demand for Polianthes tuberosainterest to consumers. Clear and directed supply chain goals, good supply chain structure, good supply chain management, sufficient and adequate resources and overall good supply chain performance.There are 3 marketing channels that are already efficient with the value of farmer share in marketing channel I that is 50.19%, marketing channel II which is 50.19% and marketing channel III which is 77.21%. Keywords:farmer’s share, polianthes tuberosa, supply chai

    ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN KOPI ARABIKA DI DESA TLAHAB, KECAMATAN KLEDUNG, KABUPATEN TEMANGGUNG

    Get PDF
    Kopi merupakan komoditas perkebunan yang dibudidayakan diberbagai wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Temanggung. Desa Tlahab merupakan daerah pengolahan kopi arabika yang dalam pelaksanaan usahanya mengalami beberapa kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis besarnya nilai tambah pada pengolahan kopi gelondong menjadi kopi green bean dan kopi bubuk, (2) menganalisis lingkungan internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan usaha pengolahan kopi arabika di Desa Tlahab. Penelitian menggunakan metode studi kasus. Responden berjumlah 13 orang . Metode analisis pada penelitian ini menggunakan metode hayami, matriks IFAS, matriks EFAS dan matriks SWOT. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan rata-rata nilai tambah kopi green bean sebesar Rp 3.414,72 dan kopi bubuk sebesar Rp 16.916,05. Rata-rata rasio nilai tambah kopi green bean sebesar 26,37% yang berarti memiliki nilai tambah sedang. Sedangkan rata-rata rasio nilai tambah kopi bubuk sebesar 54,94% yang berarti bahwa memiliki nilai tambah tinggi. 2. Analisis matriks IFAS dan EFAS pada usaha pengolahan kopi arabika di Desa Tlahab menghasilkan 6 faktor kekuatan, 5 faktor kelemahan, 5 faktor peluang dan 3 faktor ancaman. Berdasarkan diagram SWOT diketahui bahwa usaha pengolahan kopi arabika di Desa Tlahab berada pada kuadran I yang memiliki arti bahwa strategi yang dapat diterapkan yaitu menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada. Terdapat 3 strategi yang dapat di terapkan untuk mengembangkan usaha pengolahan kopi arabika di Desa Tlahab yaitu 1) mengembangkan sumberdaya yang dimiliki, 2) meningkatkan kerjasama antara stakeholder dan pemilik usaha, 3) mengembangkan manajemen pemasaran. Kata kunci : kopi arabika, nilai tambah, strategi pengembanga

    The optimation of cow-calf beef cattle and paddy farming integration on farmer household

    Get PDF
    Abstract Farmer households generally operate food crops and livestock subsectors that have not fully implemented well, so an optimal farming has not been achieved. This study aimed to analyze optimation of cow-calf beef cattle and paddy farming integration and simulation changing in input prices and the usage of resources to the optimal model. Survey method was used in the research in Grobogan Regency by determining Wirosari District and Purwodadi District. Quota sampling method is used to determine the number of respondents without counting the population as a sampling frame. The number of respondents in each district was 40 farmers so the total respondent was 80 farmers. Data were analyzed using linear programing. Results showed that optimum conditions of integration were achieved in 0.45 ha land, 2.75 AU of cow-calf beef cattle with maximum income of IDR 52,112,440/year. The simulation results regarding in changing in input usege indicated that the addition of 0.25% land area gives a change in scale of cow-calf beef cattle by 0.018% and income of 14.78%. In conclusion, integration optimation was achieved on 0.4 5ha land, 2.75 UT cow-calf beef cattle and optimal solution simulations indicated that farmers have the ability to develop their farming. Keywords: beef cattle; integration; income; optimation; padd

    PENENTUAN LOKASI PRIORITAS PEMBANGUNAN HUNIAN TERJANGKAU DENGAN KONSEP TOAHD DI WILAYAH AGLOMERASI BREGASMALANG

    Get PDF
    Kondisi perkotaan yang tidak terencana menyebabkan disintegrasi antara lokasi hunian dengan lokasi pemenuhan kebutuhan. Disintegrasi tersebut mempengaruhi besaran rata-rata biaya transportasi dan hunian yang harus dikeluarkan masyarakat, seperti di Provinsi Jawa Tengah dan Wilayah Aglomerasi Bregasmalang dengan persentase masing-masing sebesar 69,88% dan 67,63%. Hal tersebut dinilai sebagai penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) karena hanya memiliki sisa alokasi pendapatan sebesar 32,37 – 30,12% untuk mencukupi kebutuhan lainnya. Permasalahan disintegrasi ini dapat diminimalkan dengan perbaikan layanan infrastruktur hunian dan transportasi. Dengan penetapan Wilayah Aglomerasi Bregasmalang sebagai salah satu kawasan prioritas quick-win melalui pembangunan Kawasan Industri Brebes, penyediaan hunian dengan konsep Transit Oriented Affordable Housing Development (TOAHD) dinilai dapat mendukung peran pembangunan KI Brebes dengan memangkas biaya hunian dan transportasi sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi prioritas hunian terjangkau menggunakan pendekatan TOAHD. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, analisis spasial SIG berupa fishnet, dan AHP. Penelitian ini menganalisis variabel aksesibilitas, ketersediaan sarana, kepadatan penduduk, harga lahan, KLB, serta kesesuaian guna lahan untuk menghasilkan lokais prioritas hunian terjangkau. Penelitian menggunakan data primer berupa penyebaran kuesioner terhadap 10 responden yang merupakan ahli perencana transportasi dan perumahan permukiman dari pihak pemerintah, swasta, dan akademisi yang dikumpulkan secara daring. Data sekunder yang digunakan merupakan data spasial yang didapatkan dari basis data pemetaan oleh instansi. Hasil penelitian menunjukkan Wilayah Aglomerasi Bregasmalang memiliki 22 lokasi prioritas hunian terjangkau di Wilayah Aglomerasi Bregasmalang. Lokasi tersebut tersebar di tiga PKL, yaitu PKL Slawi – Adiwerna sebanyak 15 lokasi, PKL Ketanggungan – Kersana sebanyak 4 lokasi, dan PKL Tegal – Timur sebanyak 3 lokasi. Lokasi prioritas hunian terjangkau dengan urutan pertama terletak di Kelurahan Dukuhsalam, PKL Slawi – Adiwerna. Sebaliknya, PKL Pemalang dan PKL Comal tidak memiliki lokasi prioritas hunian terjangkau akibat kualitas spasial yang rendah. Dalam prosesnya, penentuan lokasi prioritas hunian terjangkau dipengaruhi secara signifikan oleh beberapa faktor, seperti faktor aksesibilitas, harga lahan, dan tata guna lahan. Penyediaan hunian terjangkau dengan konsep TOAHD perlu dipertimbangkan sebagai upaya menekan biaya hunian dan transportasi yang dibangun secara bertahap melalui prioritisasi lokasi menimbang adanya keterbatasan sumber daya. Lokasi prioritas hunian terjangkau diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan hunian melalui pertimbangan kualitas spasial lokasi yang digunakan. Dengan demikian, Pemerintah Daerah di Aglomerasi Bregasmalang dapat mempertimbangkan hasil lokasi prioritas hunian terjangkau berbasis TOAHD tersebut untuk diimplementasikan di Bregasmalang

    The predator-prey model on squids and anchovies fisheries in Jepara District, Central Java, Indonesia

    Get PDF
    Traditional fisheries dominate marine fisheries in Jepara District, Central Java, Indonesia, including the lift net. The catch of the lift net includes squids and anchovies. The ecological relationship between squids and anchovies must be investigated to develop squids and anchovies management. Without proper modeling, the management of anchovies and squids can lead to over-exploitation of both types of commodities. This study aimed to develop the predator-prey model of squids and anchovies fish in the Jepara District. We conducted predator-prey modeling in squids and anchovies using production and fishing effort data from 2010 to 2019. This research showed a predator-prey relationship between squids (as a predator) and anchovies (as prey) in Jepara District. The anchovy’s production function follows the equation: CA = 14,507 E-51 E2 + 0.41 CS or CA = 4,444 E-15.49 E2. The production function of squids follows the equation: CS = 35,156 E-124 E2-2.42 CA or CS = 24,385 E-86 E2. The optimal fishing effort for anchovies and squids production is 144 units of lift net and 141 units of lift net

    The impact of planting distance on productivity and profit of Eucheuma cottonii seaweed cultivation in Karimunjawa Islands, Indonesia

    Get PDF
    Eucheuma cottonii seaweed cultivation has become one of the main livelihoods for the local community of Karimunjawa Islands, Indonesia. Therefore, research on seaweed cultivation is important to improve the welfare of seaweed farmers, including planting distance of seaweed. The purpose of this research was to estimate the effect of different planting distance treatments on the growth and profitability of E. cottonii farming in Kemojan Island, Karimunjawa Islands. In this study, a field experiment using simple longline was conducted with planting distance of 25 cm, 30 cm and 35 cm in 42 days culture time. The variables studied include absolute biomass growth, specific growth rate (SGR), and RC (revenue cost) ratio, as well as a statistical test on these variables. The research results showed that the planting distance of seaweed have not a significant effect on the confidence level of 95% (α = 0.05). The planting distance treatment of 25 cm gave the highest yield, both on seaweed growth and RC ratio. The planting distance treatment of 35 cm provided the lowest performance, both the growth of absolute biomass, SGR and RC ratio. With an average initial biomass of 3,532 g per line, treatment of 25 cm can produce an average final biomass of 11,318 g per line, or an average biomass growth of 7,787 g per line, with an average SGR value of 2.72% and an average RC ratio of 2.3

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇