71404 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KEGIATAN KOMERSIAL DI KORIDOR JALAN KEDUNGMUNDU RAYA DAN SAMBIROTO RAYA
Kota mengalami perkembangan dari waktu ke waktu yang berdampak terhadap
perkembangan kawasan pinggiran, dan dipengaruhi oleh daya dorong pusat kota terhadap suatu
kawasan. Kota Semarang merupakan salah satu kota dengan kondisi struktur ruang perkotaan
yang konsentris sehingga mendorong berkembangnya pusat kegiatan ekonomi atau yang disebut
Central Bussiness District (CBD). Pada beberapa kawasan Kota Semarang tumbuh pusat-pusat
aktivitas baru dengan fungsi komersial salah satunya pada Koridor Jalan Kedungmundu Raya
dan Sambiroto Raya. Pada koridor jalan ini terdapat 2 universitas yakni Universitas
Muhamadiyah dan Stikes Karya Husada dan terdapat beragam aktivitas komersial. Dalam RTRW
Kota Semarang koridor jalan tersebut masuk dalam BWK VI yang merupakan kawasan yang
difungsikan sebagai kawasan pendidikan dengan tingkat kepadatan permukiman yang cenderung
sedang
ESTIMASI CADANGAN KARBON AKIBAT PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KABUPATEN KENDAL
Emisi gas rumah kaca menjadi penyebab utama pemanasan global melalui peristiwa
Efek Rumah Kaca. Hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan emisi gas rumah kaca yang
berasal dari berbagai sumber emisi salah satunya adalah perubahan tutupan lahan. Tutupan
lahan di permukaan bumi memiliki nilai ketetapan cadangan karbon masing-masing yang
berkontribusi menyimpan cadangan karbon melalui kemampuan penyerapannya. Sehingga,
apabila terjadi perubahan tutupan lahan satu menjadi tutupan lahan lainnya akan menyebabkan
cadangan karbon suatu tutupan lahan akan berubah. Penelitian tentang perubahan cadangan
karbon akibat perubahan tutupan lahan dilakukan di Kabupaten Kendal
KAJIAN EVALUASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL LINGKUNGAN DI DESA LEREP KABUPATEN SEMARANG
Awal munculnya konsep pembangunan berkelanjutan diakibatkan oleh kondisi lingkungan
yang sudah memperihatinkan, yang mana sumber daya alam tidak dapat diperbaharui sedangkan
ekspoitasi terus menerus dilakukan. Untuk itu, dibutuhkanlah kontribusi dan kepedulian terhadap
lingkungan dari semua pihak termasuk masyarakat. Pembangunan berkelanjutan dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan dan menstabilkan ekonomi serta lingkungan dalam waktu panjang. Dalam
menstabilkan ekonomi dan lingkungan ini hanya dapat dicapai melalui integrasi dan pengetahuan
tentang masalah ekonomi, sosial dan lingkungan. Untuk menyelesaikan masalah itu dapat mengacu
pada konsep kewirausahaan sosial dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui kajian evaluasi kewirausahaan sosial lingkungan di Desa Lerep Kabupaten Semarang
POLA SPASIAL URBANISASI DAN PERTUMBUHAN KOTA BANDA ACEH
Kota Banda Aceh merupakan pusat administratif pemerintahan Provinsi Aceh sehingga menjadi pusat
utama semua kegiatan seperti ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan kesehatan. Tingginya kegiatan di Kota
Banda Aceh ini menyebabkan terjadinya perubahan lahan di Kota Banda Aceh. Hal ini ditandai dengan
semakin meningkatnya lahan terbangun di Kota Banda Aceh. Peningkatan lahan terbangun ini salah satu
dampak dari adanya pertambahan panjang jalan di setiap kawasan di Kota Banda Aceh. Ini dikarenakan
jaringan jalan merupakan faktor penting dalam menunjang mobilitas manusia maupun barang. Selain itu,
jaringan jalan juga menjadi penghubung antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. Perkembangan ruang
Kota Banda Aceh yang mengakibatkan peningkatan lahan terbangun juga terjadi karena adanya pertumbuhan
penduduk di Kota Banda Aceh. Ini dilihat dari adanya pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahunnya.
Peningkatan jumlah penduduk ini yang menyebabkan semakin banyaknya aktivitas yang terjadi di Kota Banda
Aceh sehingga menyebabkan perkembangan kota hingga ke pinggiran Kota Banda Aceh. Dengan demikian,
penting untuk diketahui bagaimana pola spasial urbanisasi dan pertumbuhan kota yang terjadi di Kota Banda
Aceh
AKEELAH ANDERSON’S STRUGGLE IN PURSUING AMERICAN DREAM BASED ON MASLOW’S HIERARCHY OF NEEDS THEORY IN AKEELAH AND THE BEE MOVIE
ANALYSIS OF WORD FORMATION PROCESS IN REGISTER USED BY ENGLISH AND INDONESIAN FOOTBALL COMMENTARY
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, KEPATUHAN TERHADAP SAFETY, REWARD PUNISHMENT PEKERJA KONSTRUKSI DENGAN KESIAPSIAGAAN KEBAKARAN DI PROYEK APARTEMEN X SEMARANG
Pelimpahan kapasitas operasional saat keadaan darurat terjadi. Pembangunan gedung apartemen sebagai tempat bekerja harus terjamin keselamatan dan keamanannya atau pekerjanya. Sebagian besar memiliki aktivitas yang beragam seperti penggunaan alat-alat listrik sehingga memiliki resiko tinggi dan resiko kebakaran meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, kepatuhan terhadap keselamatan kerja, reward punishment dengan kesiapan karyawan pada proyek apartemen Semarang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 203 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 orang dengan teknik simple random sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square didapatkan variabel yang berhubungan dengan kesiapsiagaan karyawan peningkatan risiko kebakaran adalah kepatuhan terhadap keselamatan (p value = 0,022). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran adalah pengetahuan (p value = 0,504), reward (p value = 0,117), punishment (p value = 0,967). Peneliti menyarankan untuk memberikan informasi tentang kesiapsiagaan kebakaran, dan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap proses pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kata Kunci : Pengetahuan, terhadap safety, Reward punishment, kesiapsiagaan kebakara
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BERKENDARA AMAN (SAFETY RIDING) PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA SEMARANG
Latar belakang: Angka kejadian kecelakaan lalu lintas meningkat tiap tahun. Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak terlibat kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1335 kejadian dan pelaku kecelakaan lalu lintas berdasarkan pendidikan terbanyak pada tingkat SLTA atau sederajat SMA, serta pada golongan usia 16 -25 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku berkendara siswa yang terbentuk melalui niat, kontrol perilaku dan karakteristik responden dengan berdasarkan theory planned behavior khususnya pada siswa SMA kota Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode cross-sectional dengan sampel penelitian sebanyak 300 siswa SMA kota Semarang dan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling.
Hasil: Sebesar 67,3% siswa sudah berperilaku berkendara aman (safety riding) yang baik. Niat berperilaku, Pengetahuan, Jarak tempuh sekolah dan Kepemilikan SIM C pada siswa memiliki hubungan terhadap perilaku safety riding. Penelitian ini ditemukan perbedaan dengan penelitian sebelumnya yang dimana jenis kelamin dapat mempengaruhi perilaku berkendara aman.
Simpulan : Rata-rata perilaku siswa SMA dalam berkendara aman sudah baik, namun masih dilakukan karena dorongan oleh perintah atau arahan orangtua dalam penggunaan alat pelindung diri (berupa helm, sepatu, jaket dan lainnya) bukan dari niat diri sendiri dan masih banyak siswa yang belum mempunyai
SIM C sehingga perlu menjadi perhatian bagi instansi terkait.
Kata kunci: Perilaku, Berkendara aman, Siswa, Kecelakaan Lalu linta
EVALUASI PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGARORO
Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) merupakan suatu pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi dengan melakukan pemicuan di komunitas(3). Pilar kedua dalam program program STBM adalah cuci tangan pakai sabun. Pelaksanaan STBM di Kecamatan Nangaroro selama 7 tahun mengalami peningkatan jumlah sarana cuci tangan pakai sabun yaitu sebanyak
2.014 dan yang belum memiliki sarana sebanyak 1351 rumah(8). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan cuci tangan pakai sabun di wilayah kerja Puskesmas Nangaroro. Metode penelitian ini menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan kualitatif(29). Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan dilakukan dengan wawancara mendalam(29). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 orang yaitu petugas sanitarian 1 orang, petugas Promkes 1 orang serta 14 orang tim STBM desa. Hasil penelitian ini menunjukan hanya ada satu orang petugas sanitarian, tidak ada sarana transportasi, dan tidak adanya evaluasi lintas sector, tetapi ada peningkatan ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun sebanyak 2.014 sarana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan program STBM pilar kedua cuci tangan pakai sabun di wilayah kerja Puskesmas Nangaroro belum dapat berjalan dengan baik karena terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya yaitu kurangnya sumber daya manusia,tidak adanya sarana transportasi, tidak adanya evaluasi serta kurangnya keterlibatan dari Dinas Kesehatan Nagekeo. Diharapkan adanya pendampingan dan keikutsertaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo dalam pelaksanaan program STBM.
Kata Kunci : Evaluasi, STBM, Cuci tangan, sabu
Enhancement of M15 Engine Performance by the Addition of Propylene Glycol
The researches on fuel alternative for the spark-ignition
engine are currently conducted intensively, including the use
of methanol-gasoline blend. One of the problems faced
against the use of this fuel is the decreasing of engine
performance. In this research, the use of the additive in a
spark-ignition engine fueled with methanol-gasoline M15was
investigated. The purpose of the research was to find an
additive that could overcome the decrease of power and
torque of an engine fueled with M15 methanol-gasoline blend.
So, the study was intended to determine the effect of additive
on the engine torque and power, as well as to find the best
additive composition which produced relatively the same
performance if compared with the pure gasoline engine. The
measurements were performed by using a 1200 cc electronic
fuel injection car that has maximum power and torque of 51.7
kW and 84.5 Nm, respectively. The engine was tested on a roll
chassis dynamometer equipped with an engine scanner and
the acquisition data system. The composition of the additive
being tested was between 3 to 10 cc/l. It was found that the
power and torque relatively unchanged on the additive
composition of 9 cc/l. It can be concluded that the engine
performance can be kept up by adding the propylene glycol as
an additive for methanol-gasoline blend. Therefore, through
this study, a method has been found to overcome the decrease
in power and torque of an engine fueled with M15
methanol-gasoline blend