Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KAMBING PERAH DI KELOMPOK TANI TERNAK KUNCEN FARM KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pendapatan peternak anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) Kuncen Farm, menganalisis faktor internal berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang ada di KTT Kuncen Farm dan menganalisis faktor eksternal berkaitan dengan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh KTT Kuncen Farm. Metode penelitian adalah metode sensus dimana seluruh populasi dijadikan responden penelitian sebanyak 21 orang anggota Kelompok Tani Ternak Kuncen Farm dan responden pada Forum Group Discussion terdiri dari 2 responden anggota Dinas Pertanian, 2 responden anggota Dinas Ketahanan Pangan dan 5 responden anggota Kelompok Tani Ternak Kuncen Farm. Metode analisis data dengan analisis perhitungan pendapatan dan analisis tiga formulasi strategis menggunakan matriks Internal Factor Evaluation(IFE), matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal-External (IE), Matriks Strenght-Weakness- Opportunity-Threats (SWOT) dan matriks Quantitative Strategic Planning (QSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Kelompok Tani Ternak Kuncen Farm memiliki rata-rata pendapatan Rp 883.864/bulan dan perhitungan R/C ratio sebesar 1,58>1 yang artinya secara ekonomi usaha kambing perah menguntungkan. Analisis faktor internal pada pengembangan usaha kambing perah memiliki kekuatan terbesar yaitu pengolahan produk susu dan kelemahan terbesar yaitu tidak ada peran kelompok dalam pemasaran. Analisis faktor eksternal pada pengembangan usaha kambing perah memiliki peluang terbesar yaitu daya beli masyarakat tinggi sedangkan ancaman terbesar yaitu produk kurang menarik dan penyerapan produk di pasar rendah. Prioritas strategi yang menarik Kelompok Tani Ternak Kuncen Farm adalah menginformasikan kepada masyarakat manfaat susu kambing secara berkelompok. Kata kunci: kambing perah, strategi bisnis, SWO

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN CHICKEN NUGGET DI PASAR SWALAYAN KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Peningkatan konsumsi daging olahan dan pertumbuhan jumlah perusahaan yang menawarkan produk sejenis menimbulkan persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian chicken nugget dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian chicken nugget di Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan metode survei pada konsumen chicken nugget di Kota Semarang. Penelitian dilakukan di 4 Pasar Swalayan di Kota Semarang yang ditentukan secara purposive. Pengambilan responden menggunakan accidental sampling. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 120 responden dengan kriteria responden berusia dewasa minimal 17 tahun dan pernah membeli produk chicken nugget di Pasar Swalayan Kota Semarang. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan pembelian chicken nugget terdiri dari tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan evaluasi pasca pembelian. Faktor budaya, sosial, pribadi, psikologis, produk, harga, lokasi dan faktor promosi berpengaruh secara serempak terhadap keputusan pembelian chicken nugget. Secara parsial, faktor budaya, pribadi, psikologis, produk dan faktor promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian chicken nugget

    ANALISIS HUBUNGAN ASPEK PERILAKU PETANI HORTIKULTURA DENGAN KEBERHASILAN POLA KEMITRAAN DI ASOSIASI ASPAKUSA MAKMUR KABUPATEN BOYOLALI

    Get PDF
    This research aims to (1) analyze the level of knowledge, attitudes, skills of horticultural farmers with the Aspakusa Makmur Association (2) analyze the success of the partnership pattern of horticultural farmers with the Aspakusa Makmur Association (3) analyzing the relationship of behavior of partner farmers with the success of partnership patterns in the Aspakusa Makmur Association The study was conducted in March-April 2019 at the Association of Aspakusa Makmur in Boyolali District. The method used in the research is survey. Data collection through interviews using a questionnaire. Sampling is done using the Complete Enumeration method by taking all members of the population as the study sample. All members of the Aspakusa Makmur Association farmer group numbered 35 respondents. Data were analyzed descriptively and quantitatively. The results showed that the level of knowledge of farmers in the Aspakusa Makmur Association was high, the level of attitudes of farmers in the Aspakusa Makmur Association was also high and the skill level of farmers in the Aspakusa Makmur Association was high, while farmers 'behavior had a positive relationship with farmers' knowledge and skills with success patterns unidirectional partnership. Keywords: correlation analysis, knowledge, attitudes, skills, partnership

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PEMBELIAN BUAH SALAK DI AGROWISATA OMAH SALAK KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah pembelian konsumen terhadap buah salak dan menganalisis pengaruh faktor harga buah salak, harga produk subtitusi, pendapatan konsumen, jumlah anggota keluarga konsumen, dan selera konsumen terhadap jumlah pembelian buah salak di Agrowisata Omah Salak Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Agustus 2019. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada Agrowisata Omah Salak di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan sampel sebanyak 100 orang konsumen salak yang diambil secara accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pembelian salak di Agrowisata Omah Salak rata-rata sebanyak 5,3 kg dan jenis buah salak yang paling banyak dibeli adalah salak pondoh super. Variabel harga buah salak (X1), harga buah jeruk (X2), pendapatan konsumen (X3), jumlah anggota keluarga konsumen (X4), selera konsumen (X5) secara serempak berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian salak di Agrowisata Omah Salak. Secara parsial variabel pendapatan konsumen (X3), jumlah anggota keluarga konsumen (X4), dan selera konsumen (X5) berpengaruh nyata terhadap jumlah pembelian salak di Agrowisata Omah Salak. Variabel harga buah buah salak (X1) dan harga buah jeruk (X2) secara parsial tidak berpengaruh terhadap jumlah pembelian salak di Arowisata Omah Salak. Kata kunci : buah salak, faktor, jumlah pembelian

    ANALISIS KETERJANGKAUAN DAYA BELI MASYARAKAT PERMUKIMAN KUMUH DALAM BERALIH KE PDAM DI KELURAHAN MANGKANG WETAN, SEMARANG

    Get PDF
    Penyediaan air bersih masih menjadi masalah bagi Indonesia, diantaranya pelayanan penyediaan air bersih yang belum merata dan belum optimalnya sumber air bersih yang tersedia. Proyek SPAM Semarang Barat bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang memenuhi standar secara kontinu bagi masyarakat terutama di wilayah Semarang Barat. Proyek pembangunan SPAM Semarang Barat menggunakan skema KPBU di Indonesia dengan penanggung jawab proyek adalah PDAM Kota Semarang. SPAM Semarang Barat akan melayani kebutuhan air minum dengan kapasitas produksi sekitar 1000 liter/detik untuk 31 kelurahan dan 3 kecamatan, salah satunya Kecamatan Tugu. Kecamatan Tugu merupakan green area, dimana jaringan pelayanan air bersih perpipaan PDAM belum menjangkau wilayah tersebut. Kecamatan Tugu yang juga merupakan wilayah pesisir Kota Semarang mengalami penurunan kualitas air tanah akibat intrusi air laut. Salah satu lokasi yang mengalami kondisi tersebut adalah Kelurahan Mangkang Wetan. Berdasarkan SK Walikota Semarang No 050/801/2014, Kelurahan Mangkang Wetan termasuk salah satu kawasan permukiman kumuh di Kota Semarang yang terletak di Kecamatan Tugu. Permukiman kumuh di Kelurahan Mangkang Wetan tersebar di RW 5, 6 dan 7 dengan luas 13 Ha. Tingkat pelayanan air bersih perpipaan PDAM yang rendah menjadi salah satu sebabnya. Sebagian besar masyarakat di Kelurahan Mangkang Wetan masih menggunakan air dari sumur atau Pamsimas yang belum optimal. Tahun 2019, BPBD Kota Semarang menyebutkan Kelurahan Mangkang Wetan sebagai titik rawan kekurangan air bersih. Lebih lanjut, sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan air bersih, SPAM Semarang Barat melalui PDAM dapat memberikan jaminan air bersih yang siap minum. PDAM sebagai penyedia layanan air bersih berharap semua masyarakat menjadi pelanggan, sehingga perlu mengetahui daya beli masyarakat sebagai konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya beli masyarakat berdasarkan nilai kemampuan membayar (ATP) dan kemauan membayar (WTP) masyarakat dalam beralih ke PDAM di kawasan permukiman kumuh, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebar kepada masyarakat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 103 kepala keluarga yang tersebar di RW 5, RW 6 dan RW 7. Selain itu, teknik pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara kepada beberapa pengelola SPAM eksisting. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu karakteristik pemenuhan air bersih eksisting, ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP). Teknik analisis yang digunakan meliputi metode deskriptif, metode household budget dan metode stated preference. Hasil dari penelitian ini menunjukkan daya beli warga terhadap tarif resmi PDAM berdasarkan ATP dan WTP responden berada pada range tarif antara Rp 1.000/m 3 sampai dengan Rp 2.999/m 3 . Sebagian besar tarif resmi PDAM yang berlaku berada di atas daya beli warga dengan biaya pemakaian air minimum sebesar Rp 1.550/m 3 dan maksimum sebesar Rp 8.500/m . Nilai ability to pay warga berdasarkan pendekatan pendapatan rumah tangga dominan pada range < Rp 1.999/m 3 sebanyak 32,04%, dengan rata-rata sebesar Rp 3.211/m 3 . Sementara nilai willingness to pay warga berdasarkan persepsi sebagai pemakai air bersih jika ditawarkan adanya peningkatan pelayanan PDAM dominan pada range Rp 2.000 - Rp 2.500 /m 3 sebanyak 42,72% dengan rata-rata sebesar Rp 1.598/m . Berdasarkan analisis willingness to connect, sebagian besar warga mau beralih ke PDAM jika tarifnya terjangkau dan jaminan pelayanan yang lebih bagus. 3

    PEMODELAN SPASIAL RISIKO BENCANA BANJIR ROB PADA KAWASAN PESISIR KABUPATEN DEMAK

    Get PDF
    Perubahan iklim saat ini menjadi isu yang dibahas di berbagai negara karena memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas manusia khususnya pada aspek lingkungan. Perubahan iklim yang terus terjadi menyebabkan salah satunya adalah peningkatan muka air laut. Peristiwa ini menyebabkan berbagai bencana alam terjadi terutama pada kawasan pesisir. Indonesia sebagai negara yang kawasan pesisir yang luas perlu untuk waspada terhadap permukaan air yang terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini dapat menyebabkan banjir rob dan memperbesar risiko bencana pada kota-kota yang terletak pada kawasan pesisir salah satunya Kabupaten Demak. Pembangunan kawasan industri serta reklamasi Pantai Marina telah menyebabkanmasuknyaair laut menuju pesisir Demak. Selain itu, ketinggian air laut Demak mengalami peningkatan antara 0,6 – 0,8 cm per tahun dan mencapai 24 cm pada tahun 2050. Kawasan pesisir Kabupaten Demak banyak dijadikan sebagai permukiman oleh masyarakat terutama yang berprofesi sebagai nelayan. Jika hal ini dibiarkan maka peristiwa dusun yang tenggelam seperti yang terjadi pada Desa Bedono, Kabupaten Demak dapat terjadi kembali. Hal ini mendorong pentingnya pemodelan risiko banjir rob sehingga dapat dibuat perencanaan masa mendatang yang memperhatikan aspek kebencanaan terutama pada kawasan pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah weighted overlay dalam pembuatan peta kerentanan, raster calculator dalam pembuatan peta bahaya masa mendatang, serta query untuk mengklasifikasikan risiko bahaya. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi sosial, ekonomi, fisik, serta topografi wilayah. Diidentifikasi bahwa luas wilayah berisiko rendah adalah 1.638,58 ha atau 16,45% dari seluruh wilayah studi. Wilayah berisiko menengah pada kawasan pesisir Kabupaten Demakadalah 5.321,43 ha atau 53,42% dari keseluruhan wilayah studi. Wilayah dengan risiko tinggi yaitu 3.009,11 ha atau 30,21%. Wilayah yang berisiko tinggi akan banjir rob pada tahun 2050 merupakan permukiman yang dekat dengan perairan dan kawasan yang pada tahun 2050 tenggelam akibat peningkatan permukaan air laut. Hal ini perlu untuk diperhatikan oleh pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait agartidak menimbulkankerugianjiwa dan ekonomi padamasa mendatang

    THE ANALYSIS OF PRICE AND MARKET INTEGRATION OF BANANA COMMODITIES IN LAMPUNG, INDONESIA

    Get PDF
    ABSTRACT Price Stability is a price condition since all parts which relate to marketing relationship reach the same information of price with CV 9% as the threshold value. Market integration is the rate of price movement in a different territory, where the same product will have the same price. Even though it is sold in a different place, the price signal and market information are evenly transmitted. The purpose of this research is to analyze the price stability of banana and to vertically analyze the market integration of banana commodities in Lampung. This research had been done in December 2019. The location election was done purposely. It was located in Lampung with the consideration that Lampung is a region of Indonesia's number one productivity crop of Banana. The used method of this research is a secondarydata analysis method. The data types and sources that are used in this research are secondary data such as the price list in producer and consumer‟s level of banana in Lampung. The collected secondary data had been time-series data for 10 years recently from 2009 to 2018 or as much as 120 monthly data. The data analysis used analysis variant and testing data by using Johansen‟s cointegration and VAR. Based from the research showing that the rate of stability for the banana supply in Lampung is stable. The vertical market integration analysis shows that the market at the farmer level is not a long-term relationship related to the consumer level, yet it still has a short-time relationship. KEY WORDS Price, market integration, banana, stabilit

    EFFICIENCY AND EFFECTIVENESS ANALYSIS OF SUGARCANE MILLING AT MADUKISMO SUGAR FACTORY OF YOGYAKARTA, INDONESIA

    Get PDF
    ABSTRACT The research is aimed to measure milling activities technical efficiency level and equipment effectiveness at Madukismo Sugar Factory. The research method used DEA (Data Envelopment Analysis) with input assumption oriented to measure efficiency scores from observed each milling year and Overall Equipment Effectiveness method to measure equipment effectiveness. The result showed 2 sugarcane milling years has operated efficiently and 5 sugarcane milling years has not operated efficiently yet (inefficient). Efficiency calculation using Variable Return to Scale (VRS) assumption produced average efficiency value 1.000. Efficiency was reached by all milling year from 2012 to 2017. On the contrary, observation from SE value showed 2 people have reached full efficiency. It means that DMU has reached efficiency either from CRS assumption or VRS while the other 5milling years is still grouped in inefficiency category. KEY WORDS Efficiency, effectiveness, sugarcane mill, production

    GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PEMILIHAN JAJAN SISWA PADA KANTIN SEHAT SDN SENDANGMULYO 04 KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Gizi yang baik pada anak usia sekolah merupakan investasi suatu bangsa. Untuk mencapai status gizi yang baik pada anak sekolah tersebut diperlukan perilaku makan yang baik sesuai dengan kebutuhannya. Perilaku tersebut didapat melalui pendidikan dan dukungan lingkungannya. Selain lingkungan rumah, sekolah juga merupakan lingkungan yang membentuk pola makan anak. siswa menghabiskan waktu makannya disekolah,dan juga memenuhi kebutuhannya dengan jajan. Kantin sebagai tempat jajan siswa mempengaruhi perilaku makan siswa sehari- hari.Kantin SDN Sendangmulyo 04 merupakan salah satu kantin berlebel baik di Kota Semarang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pemilihan jajan siswa pada kantin sehat SDN Sendangmulyo 04. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif melalui angket online yang diberikan kepada siswa SDN Sendangmulyo 04, dengan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil 98,9% responden memiliki pengetahuan pemilihan jajan yang baik. Sebanyak 95,9% responden juga memiliki sikap pemilihan jajan yang baik. Dan diketahui 56,3% responden memiliki perilaku pemilihan jajan yang sudah cukup baik. Kata kunci : Sekolah, Kantin Sehat, Perilaku pemilihan jaja

    HUBUNGAN FAKTOR FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGADENGAN KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN BIMA

    Get PDF
    Latar Belakang : Kabupaten Bima merupakan daerah endemis kusta.Tahun 2018Penemuan kasus kusta di kabupaten Bima tahun 2018 sebesar 25,42 per 100.000 penduduk dan data prevalensi kusta 2,91 per 10.000 penduduk. Cakupan Rumah sehat di Kabupaten Bima belum memenuhi target (75%). Rumah yang memenuhi syarat 78.739 rumah sehat (66,91%). Dan cakupan Rumah Tangga Ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Kabupaten Bima Tahun 2018 yang memenuhi syarat (33,95%). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor fisik rumah dan perilaku keluarga dengan kejadian kusta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan disain studi kasus kontrol terdiri dari 49 sampel kasus dan 98 kontrol.Variabel penelitian luas Ventilasi, keberadaan jendela, jenis lantai, Kamarisasi, jenis dinding, kepadatan hunian, pengetahuan, sikap, penggunaan handuk bersama, frekuensi penggantian alas tidur dan kebiasaan pembersihan lantai. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan ujichi-square dan regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara luas ventilasi (p value =0,012), keberadaan jendela (p value=0,004), jenis lantai (p value=0,011) Kamarisasi (p value=0,000), jenis dinding (p value=0,029), kepadatan hunian (p value=0,003), tingkat pengetahuan (p value=0,000), sikap (p value=0,000), frekuensi mandi (p value=0,000), penggunaan handuk bersama (p value=0,000), frekuensi penggantian alas tidur (p value=0,006) dan kebiasaan membersihkan lantai (p value=0,003) dengan kejadian kusta. Orang yang tinggal di rumah yang tidak ada pembagian ruangan dan orang dengan tingkat pengetahuan yang buruk memiliki peluang mengalami kusta sebesar 90 %. Kesimpulan : luas ventilasi, keberadaan jendela, jenis lantai, Kamarisasi, jenis dinding, kepadatan hunian, pengetahuan, sikap, penggunaan handuk bersama, frekuensi penggantian alas tidur dan kebiasaan pembersihan lantai memiliki hubungan dengan kejadian kustadi Kabupaten Bima. Kata kunci :Kusta, fisik rumah, perilaku, Bim

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇