71404 research outputs found
Sort by
REPRESENTASI AKTUALISASI DIRI TOKOH KUN CHAN DALAM ANIME MIRAI KARYA MAMORU HOSODA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) 細田守のアニメーション映画 『MIRAI』に表現されたクンちゃんの自己実現
ABSTRACT
Sandra, Clara Monica. 2020. “Self Actualization Representation of Character Kun Chan in Anime Mirai by Mamoru Hosoda (A Literature Psychology Research)”. A thesis of Japanese and Cultural Studies, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang.
This thesis uses a material object in the form of an anime entitled Mirai by Mamoru Hosoda. Meanwhile, the formal object of this research is the self-actualization representation of Kun Chan's character. The theory used in this research is the theory of film narrative structure by Himawan Pratista and Abraham Maslow's theory of self-actualization.
The purpose of this research is to analyze the narrative structure of the anime Mirai and the self-actualization representation of Kun Chan's character. The results of this study indicate that every human being or individual has a tendency to actualize himself. This is influenced and affects the people around him.
Keyword : anime Mirai, self-actualization, Abraham Maslo
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, ZAT BESI, SENG, DAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA: KAJIAN PUSTAKA
Stunting merupakan masalah gizi yang terjadi pada balita. Balita dikategorikan stunting jika nilai z-score TB/U <-2 SD s/d -3 SD. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 27,6%, prevalensi tersebut masih tinggi dibandingkan dengan target penurunan stunting secara nasional yaitu sebesar 19%. Stunting dalam jangka panjang memiliki dampak buruk seperti produktivitas dan kemampuan kognitif yang rendah. Salah satu faktor risiko terjadinya stunting yaitu asupan zat gizi inadekuat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan asupan energi, protein, zat besi, seng, dan vitamin A dengan kejadian balita stunting di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan melalui jurnal, laporan, dan prosiding dalam 10 tahun terakhir. Didapatkan 606 studi dan dilakukan seleksi. Berdasarkan 606 studi didapatkan 40 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan telaah, menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2019 paling tinggi di provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 43,82%. Hasil telaah menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan energi, protein, zat besi, seng, dan vitamin A yang rendah dengan kejadian stunting. Studi menjelaskan asupan energi yang rendah berisiko 2,52-16,71 kali, asupan protein yang rendah berisiko 1,6-26,71 kali, asupan zat besi yang rendah berisiko 2,87-4 kali, asupan seng yang rendah berisiko 1,29-9,24 kali, dan asupan vitamin A yang rendah berisiko 20,6 kali lebih besar terhadap kejadian stunting. Asupan zat gizi yang rendah disebabkan karena konsumsi sumber karbohidrat, protein hewani, dan pengetahuan ibu mengenai pola pemberian makan masih rendah. Diperlukan pemantauan status gizi secara berkala dan memperkuat program pencegahan stunting seperti edukasi kepada ibu mengenai pola pemberian makan.
Kata Kunci : Stunting, Asupan Zat Gizi, Balit
HUBUNGAN INDEKS PENCEMARAN (IP) AR DENGAN INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR KOTA SEMARANG
Wilayah pesisir Kota Semarang memiliki kerentanan terjadinya pencemaran air, salah satunya disebabkan intrusi air laut. Diare merupakan penyakit infeksius yang salah satu penyebabnya adalah air dan menyebabkan lebih dari 26,93% kematian pada balita. Kasus diare pada balita di wilayah pesisir Kota Semarang rata-rata di atas 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Pencemaran (IP) air dengan Insidensi diare pada balita di wilayah pesisir Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observational dengan desain studi cross sectional. Sampel berjumlah 18 responden dari 7 kelurahan di wilayah pesisir Kota Semarang. Variabel bebas adalah indeks pencemaran air tanah yang dihitung berdasarkan parameter pH, salinitas, TDS, dan E.coli. Variabel terikat adalah insiden diare balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate menggunakan Rank Spearman serta analisis spasial menggunakan GIS. Pengukuran menunjukkan bahwa IP kategori cemar sedang terdapat di Kelurahan Mangkang Kulon, Mangunharjo, Mangkang Wetan dan Bandarharjo. Sedangkan insidensi diare kategori tinggi terdapat di Kelurahan Mangkang Kulon, Mangunharjo, dan Mangkang Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pencemaran Air (p 0,014), total E.coli (p 0,017), TDS (p 0,011), dan Salinitas (p 0,013)memiliki korelasi bermakna (p0,05). IP menyediakan informasi status mutu air dan air yang terkontaminasi baik secara kimia, biologi maupun berpotensi menyebabkan infeksi pencernaan. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara indeks pencemaran air dengan insidensi diare pada balita di wilayah peisisr Kota Semarang.
Kata Kunci : Indeks Pencemaran (IP) Air, Diare Balita, Kota Semaran
ELEMEN DESAIN GANG YANG INKLUSIF SEBAGAI RUANG BERMAIN ANAK DI KAMPUNG SOSROWIJAYAN WETAN, KOTA YOGYAKARTA BERDASARKAN PREFERENSI PENGGUNA
Kota Yogyakarta berhasil mempertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak Kategori Nindya sejak
tahun 2018. Namun, dalam perkembangannya, program Kampung Ramah Anak belum dapat
diimplementasikan secara optimal pada beberapa kampung kota, terutama pada kampung kota yang berada
pada kawasan wisata cepat tumbuh dengan jumlah anak-anak yang tinggi. Salah satunya yaitu Kampung
Sosrowijayan Wetan. Persentase penduduk anak-anak pada kelompok usia 0 – 14 tahun di Kampung
Sosrowijayan Wetan yaitu sebesar 16%. Pembangunan yang masif akibat desakan penyediaan sarana
penunjang wisata dirasa memberi dampak yang signifikan pada inklusivitas ruang publik, khususnya ruang
bermain sebagai ruang untuk beraktivitas fisik dan berinteraksi sosial bagi anak-anak. Oleh karena itu,
fenomena tersebut penting untuk diteliti, sehingga muncul rumusan masalah yaitu bagaimana preferensi
pengguna terhadap elemen desain yang diperlukan agar tercipta inklusivitas ruang bermain anak di
Kampung Sosrowijayan Wetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan elemen desain gang yang
inklusif sebagai ruang bermain anak di Kampung Sosrowijayan Wetan, Kota Yogyakarta berdasarkan
preferensi pengguna. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif
dengan mengidentifikasi karakteristik anak-anak berdasarkan aktivitas fisik dan interaksi sosialnya melalui
analisis behavior mapping. Tahap selanjutnya yaitu mengidentifikasi dan merumuskan preferensi elemen
desain gang permukiman berdasarkan 3 aspek yaitu keamanan dan keselamatan, kenyamanan, serta
ketersediaan fasilitas bermain melalui kuesioner. Tahap terakhir yaitu menentukan prioritas preferensi
elemen desain tersebut. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa berdasarkan jenis kelamin, terdapat
kesamaan kecenderungan pemilihan kebutuhan elemen desain gang. Sedangkan berdasarkan kelompok usia,
terdapat perbedaan kecenderungan pemilihan kebutuhan elemen desain gang akibat adanya perbedaan
aktivitas fisik dan interaksi sosialnya. Perbedaan preferensi desain tersebut disebabkan karena pada setiap
tahapan usia anak memerlukan desain ruang bermain yang berbeda-beda sesuai kemampuan motorik,
emosional, dan kemampuan adaptasi anak dengan lingkungan sekitar. Sehingga, penyediaan kebutuhan
elemen desain gang yang inklusif sebagai ruang bermain anak di Kampung Sosrowijayan Wetan, Kota
Yogyakarta, lebih ditekankan pada preferensi berdasarkan kelompok usia dan tahapan perkembangan anak
UJI RESISTENSI VEKTOR MALARIA TERHADAP INSEKTISIDA (DELTAMETRIN 0,05%) DI DESA PIRU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU
Malaria merupakan penyakit parasit tropis yang menjadi penyebab kematian nomor empat setelah ISPA, HIV / AIDS dan Diare. Provinsi Maluku terdiri dari 11 kabupaten/kota dengan geografis kepulauan dan jumlah penduduk sebesar 1.765.417 jiwa. Kasus malaria tertinggi terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat terdapat 260 Kasus dengan (API>1). Salah satu insektisida yang digunakan dalam pengendalian vektor malaria di Kabupaten Seram Bagian Barat yaitu Deltamethrin 0,05% dengan dosis 1,25mg/L yang digunakan dalam IRS (Indoor Residual Spraying).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status resisitensi Anopheles sp terhadap insektisida (Deltamethrin 0,05%) di desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel uji nyamuk Anopheles hasil rearing generasi pertama (F0) dari hasil survey jentik diDesa Piru. Survei entomologi dilakukan selama 7 hari.Hasil survei menangkap nyamuk sebanyak 310 ekor Aedes sp, 620 ekor Culex sp dan 195 ekor Anopheles sp. Berdasarkan uji resistensi menunjukkan nyamuk uji mati 100% pada menit ke-30 (berstatus Rentan). Disimpulkan Deltamethrin 0,05% dengan dosis 1,25mg/Lmasih bisa digunakan dalam pengendalian vektor malaria yaitu nyamuk Anopheles spp di Desa Piru Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kata Kunci : Resistensi, Vektor Malaria, Insektisid
PEMAHAMAN KONTEN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI FILM DUA GARIS BIRU PADA REMAJA DI SMP X KOTA SEMARANG
Kehamilan Tidak Diinginkan merupakan dampak dari perilaku seks bebas yang dapat berujung pada pernikahan dini dan aborsi. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. Film Dua Garis Biru merupakan salah satu media promosi kesehatan yang efektif dalam perubahan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman remaja mengenai pesan kesehatan reproduksi yang disampaikan melalui film Dua Garis Biru pada remaja di SMP X Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 567 siswa kelas VIII dan IX tahun ajaran 2020/2021 yang bersekolah di SMP X Kota Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden yang ditentukan melalui perhitungan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan sikap responden yang sudah baik setelah terpapar konten kesehatan reproduksi remaja melalui film Dua Garis Biru yaitu sebesar 58,8% dan 68,2%. Film Dua Garis Biru dapat dijadikan sebagai media dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan didampingi orang tua maupun guru sekaligus sebagai bentuk kampanye kesehatan reproduksi remaja.
Kata kunci : Kesehatan reproduksi, film, Dua Garis Biru, remaj
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU PEKERJA SEKTOR FORMAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBAKKRAMAT I, KABUPATEN KARANGANYAR
Gizi sempurna pada ASI menjadikannya sebagai makanan paling sempurna bagi bayi. Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulann akan mempengaruhi kualitas kesehatan bayi dimana bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif akan memiliki kualitas kesehatannya cenderung buruk. Capaian ASI eksklusif di Kecamatan Kebakkramat pada tahun 2018 hanya sebesar 38,24% dan masih dibawah target nasional yaitu 50%. Pada wilayah ini banyak tenaga kerja perempuan karena wilayah ini merupakan wilayah industry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja sektor formal. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitaif dengan desain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu pekerja sektor formal yang memiliki bayi umur 6-12 bulan dengan jumlah 113. Penentuan sampel penelitian menggunakan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 55 responden. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Hasilnya, sebanyak 58,2 % reponden telah memberikan ASI eksklusif. Pada uji Chi-Square menunjukkan variable keikutsertaan kelas ibu hamil (p=0,034), keikutsertaan ojek ASI (p=0,000), dukungan suami (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,029), dan fasilitas penunjang menyusui (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan variabel umur (p = 0,944), pendidikan (p = 0,068), pendapatan ibu (p = 0,633), pendapatan keluarga (p = 1,000), paritas (p = 0,212), pengalaman menyusui (p = 0,187), pengetahuan (p = 0,326), sikap (p-value = 0,220), dukungan petugas kesehatan (p = 0,166), dukungan lingkungan kerja (p = 0,244), dan akses informasi (p = 0,326) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Analisis multivariate menunjukkan bahwa variable keikutsertaan kelas ibu hamil memiliki pengaruh paling besar (p= 0,004) dan OR= 30,68. Kesimpulannya, keikutsertaan kelas ibu hamil merupakan factor yang paling berpengaruh dengan nilai OR=30,68 yang artinya ibu yang mengikuti kelas ibu hamil akan memiliki peluang sebanyak 30,68 kali untuk memberikan ASI eksklusif. Petugas kesehatan perlu menggencarkan promosi program kelas ibu hamil agar lebih banyak masyarakat yang berpartisiapsi dalam program tersebut.
Kata kunci : ibu pekerja, menyusui, ASI eksklusi
The strategy of capture fisheries development in Pamekasan Regency, Madura Island
An effective capture fisheries strategy in Pamekasan Regency needs to be implemented for
job creation, food security, and economic growth. Pamekasan Regency is a coastal regency located on
Madura Island, Indonesia. The purpose of this study was to develop a capture fisheries development
strategy in Pamekasan Regency. We used several analytical methods, including maximum sustainable
yield (MSY), SWOT analysis and TOWS matrix. This study used several data, including statistical data,
observations and interviews. Interviews were conducted involving keypersons and 30 fishermen as
respondents. The research revealed that the waters of Pamekasan Regency have experienced
overfishing. We recommend some capture fisheries development strategies including: diversification of
fishermen family businesses, optimization of fish auction place, regulation of fishing gear, development
of the fish processing industry, climate change mitigation, fisheries resources research, extension and
empowerment of coastal communities. The implementation of these strategies can be applied in future
fisheries policy