71404 research outputs found
Sort by
KAJIAN PUSTAKA FAKTOR STRES KERJA, PERILAKU KESELAMATAN DAN SUPERVISI DENGAN KEJADIAN MINOR INJURY PADA SEKTOR KONSTRUKSI
Kecelakaan kerja adalah kejadian tidak terduga serta tidak diinginkan dan dapat menimbulkan kerugian waktu, harta benda maupun korban jiwa yang terjadi saat proses kerja sedang berlangsung di sebuah perusahaan. Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sebuah perusahaan sangat diperlukan untuk mengontrol kejadian kecelakaan kerja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja, perilaku keselamatan dan supervisi dengan kejadian kecelakaan ringan pada sektor konstruksi. Metode yang digunakan yaitu studi literatur secara kuantitatif. Literatur yang didapat berasal dari sumber website yang terpercaya seperti Sciendirect, JSTOR, ProQuest, and Google Scholar. Pada penelitian ini terdapat 15 artikel yang terdiri dari 7 artikel nasional dan 8 artikel internasional. Artikel dianalisis secara bivariat melalui beberapa tahapan yaitu pengeditan, pengorganisasian dan analisis diseminasi. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa dalam semua artikel dinyatakan terdapat hubungan antara perilaku keselamatan dan supervisi dengan kejadian kecelakaan ringan, tiga artikel menyatakan adanya hubungan stres kerja dengan kejadian kecelakaan ringan dan satu artikel menyatakan tidak adanya hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kejadian kecelakaan ringan.
Kata kunci : Stres Kerja, Perilaku Keselamatan, Pengawas, Kecelakaan, Konstruks
NAMA-NAMA DALAM SESAJEN TRADISI OBONG MASYARAKAT KALANG DESA LUMANSARI, KABUPATEN KENDAL
Widya Hapsari Nur Safitri. 2020. The names in the Sesajen tradition of the Obong community of Kalang Village of Lumansari, Kendal Regency. Thesis (S1) of Indonesian literary Sciences. Faculty of Humanities. Undip Semarang. Supervisor: Dr. Suyanto, M.Si., dan Drs. Suharyo, M.Hum.
The tradition of Obong is a tradition believed in by the Kalang people as a memorial to the death by burning various kinds of offerings. Therefore, this study aims to explain the lexical meaning, cultural significance and cultural value in the names of the offerings of Obong traditions.
The theory used in this study is Ethnolinguistic while the data collection methods used are observation and in-depth interview techniques. In the Obong tradition, offerings are only available in four processions and one stopover. This research data is qualitative that is analyzed by using a descriptive method of ethnographic. Data analysis results are described informally. Found from the results of the study are the names of the offerings of Obong traditions as follows (1) in the procession Andheg-andheg, There are 16 names of “Isine Kandhi” offerings in the form of ‘wiji-wijian’ to be planted, (2) in the salvation of core families, there are 9 names of Uborampe in the form of ‘Sega and Lawuh’, (3) in the Aweh Mangan, there are 8 names of offerings and 18 names of Uborampe in the form of ‘sandhangan, Sega, Beras, Lawuh and so forth’, (4) in the Omah Kajang, there are 7 names of offerings in the form of ‘gedhang, ndog bebek, and so forth’, and (5) in the procession Obong, there are 5 names of offerings in the form of a collection of all the offerings from the early to the last procession to be burn (so-called Obong). The value of culture in the Obong tradition consists of the value of human relations with God, human relationships with nature, human relations with society, human relationships with other human beings, and human relationships with themselves.
Keywords: tradition obong, Kalang society, sesajen, uborampe, meanings
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETUGAS GROUND HANDLING PT.GAPURA ANGKASA BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU
Kebisingan yang ditimbulkan akibat mesin pesawat udara termasuk ke dalam jenis kebisingan terputus-putus (Intermitten). Kebisingan pesawat saat bergerak ke area apron sebesar 91,7 dBa. Kebisingan yang melebihi ambang batas dapat menyebabkan kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan kejadian hipertensi pada petugas Ground Handling. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional dan dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Sampel pada penelitian ini adalah 50 orang petugas PT.Gapura Angkasa dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Rata-rata kebisingan di bagian apron 86,068 dBA. Rerata tekanan darah sistolik dan diastolik petugas berturut-turut yaitu 121,76 mmHg (Pra Hipertensi) dan 82,78 mmHg (Pra Hipertensi). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara kebisingan dengan hipertensi sistolik (p = 0,015; RP = 6,000; 95 % CI = 1,558 – 23,113) dan ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan kejadian hipertensi (p = 0,042; RP = 4,762; 95 % CI = 1,085 – 20,907) pada petugas ground handling PT.Gapura Angkasa Bandara Internasional Minangkabau tahun 2020. Kesimpulan, Petugas yang terpapar kebisingan ≥ 85 dBa berisiko 5 kali lebih besar mengalami hipertensi.
Kata kunci : Kebisingan, Hipertensi, Ground Handlin
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PABRIK TAHU X SEMARANG
Alat pelindung diri adalah seperangkat alat yang wajib digunakan oleh pekerja di area kerja sebagai upaya untuk melindungi diri dari bahaya agar tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Saat melakukan pekerjaan, pekerja Pabrik Tahu X Semarang wajib menggunkanan alat pelindung diri agar terhindar dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis hubungan antara umur, sikap, pengetahuan, pengawasan, rekan kerja, kenyamanan dan ketersediaan APD dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja Pabrik Tahu X Semarang. Metode penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan melakukan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 35 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan 65,7% responden patuh menggunakan APD. Berdasarkan uji chi-squre menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD adalah pengetahuan (p=0,0) dan sikap (p=0,03). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD adalah umur (p=0,918), pengawasan (p=0,49), kenyamanan (p=1,000), rekan kerja (p=0,47) dan ketersediaan APD (p=0,45). Peneliti memberi saran untuk pihak pabrik menyediakan APD sesuai kebutuhan pekerja dan membuat promosi K3 berupa safety sign dan poster yang ditempat di daerah yang mudah terbaca pekerja.
Kata kunci : Alat Pelindung Dir
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN ASIN DI UD. X
Kelelahan kerja merupakan suatu perasaan yang bersifat subjektif yang disertai penurunan efisiensi dan kebutuhan dalam bekerja, salah satu faktor yang mempengaruhi kelelahan adalah kapasitas kerja. Pekerja industri pengolahan ikan asin banyak menggunakan kekuatan fisik untuk bekerja, apabila beban kerja fisik yang diterima pekerja meningkat maka pekerja akan lebih cepat merasa kelelahan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, masa kerja, IMT, masalah kesehatan) dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Intrumen penelitian ini adalah menggunakan lembar data responden untuk mengetahui karakteristik individu, SNI 7269:2009 untuk mengukur beban kerja fisik berdasarkan kebutuhan kalori dan Kuesioner IFRC (Industrial Fatique Research Commite) untuk megukur kelelahan kerja secara subjektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan populasi dan sampel dalam penelitian yaitu 30 pekerja. Berdasarkan uji statistik dengan Fisher Exact didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan usia (p-value = 0,638), jenis kelamin (p-value = 0,431), masa kerja (p-value = 1.000), IMT (p-value = 1.000), masalah kesehatan (p-value = 0,070) dan terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan beban kerja fisik (p-value = 0,010). Saran bagi pemilik perusahaan agar dapat memperhatikan pekerja yang mengalami kelelahan untuk melakukan istirahat atau peregangan otot. Bagi pekerja sebaiknya melakukan peregangan secara berkala setiap 2 jam sekali.
Kata Kunci : Karakteristik individu, beban kerja fisik, kelelahan kerj
In vitro rumen fermentability of urea-limestone mixture combined with different sources of non-fiber carbohydrate
MODUL Pendampingan Perawatan Kesehatan Mandiri Dalam Manajemen Penyakit Ginjal Kronik-Hipertensi
Buku ini berisikan tentang pengenalan secara singkat tentang
Manajemen Perawatan Kesehatan Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dan
Hipertensi (HT). Selain itu, di dalam buku ini juga diulas mengenai
perubahan pola hidup pasien yang mengalami PGK-HT. Ini melipu
terapi penggan ginjal, pembatasan konsumsi cairan, nutrisi , akvitas,
perubahan psikologis, dukungan keluarga, dan hal-hal yang sering
dijumpai sehari-hari
PeerReview_In vitro rumen fermentability of urea-limestone mixture combined with different sources of non-fiber carbohydrate
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI INFORMASI PETA HAZARD DENGAN PRAKTIK PEKERJA DALAM MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI INDUSTRI MANUFAKTUR
Peta bahaya adalah representasi visual dari tempat kerja di mana ada bahaya yang dapat menyebabkan cedera atau sakit. PT. Phapros Tbk adalah perusahaan farmasi yang merupakan salah satu sektor manufaktur yang memproduksi 284 jenis obat-obatan yang diklasifikasikan dalam kelompok produk etikal, generik, OTC, dan Agromed. Salah satu unit di PT. Phapros Tbk yang memiliki kategori risiko tinggi adalah Tablet, Tablet Coated dan Kapsul (TTSK) karena ada banyak potensi bahaya yang mungkin dapat menyebabkan kecelakaan atau insiden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai informasi peta hazard dengan praktik pekerja dalam mencegah kecelakaan kerja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan dalam unit TTSK kemas dan olah PT. Phapros Tbk dengan total 50 pekerja. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 pekerja dengan teknik total sampling. Data diambil dengan menggunakan angket kuesioner penelitian yang diisi melaluiGoogle Formuntuk meminimalisir kontak dengan pekerja karena pembatasan terhadap orang yang tidak memiliki kepentingan pada proses produksi selama pandemi SARS CoV-19. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Uji Chi-Square diperoleh variabel yang berhubungan dengan praktik pekerja dalam mencegah kecelakaan kerja adalah sikap tentang informasi peta bahaya (p-value = 0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan praktik pekerja dalam mencegah kecelakaan kerja adalah pengetahuan tentang informasi peta bahaya (p-value = 0,706). Peneliti menyarankan untuk melakukan pendekatan pemetaan bahaya dengan sekelompok kecil pekerja atau unit kerja dengan beberapa kesamaan dalam deskripsi pekerjaan, sehingga pendekatannya lebih efektif dan efisien.
Kata kunci : hazard map, pencegahan kecelakaan kerja, industri manufaktu