71404 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PESISIR SEMARANG UTARA
Prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia mengalami peningkatan. Riskesdas mencatat hipertensi mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebesar 25,8% menjadi 34,1% pada tahun 2018. Faktor yang menyebabkan hipertensi diantaranya faktor genetik, umur, obesitas, stres, asupan natrium tinggi, paparan logam berat, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar timbal dalam darah dengan tekanan darah pada wanita usia subur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan studi cross sectional dengan sampel 66 wanita subur (15-49 th) di Kecamatan Semarang Utara. Umur responden dalam penelitian paling banyak dalam kategori dewasa. Tekanan darah sistolik maupun diastolik responden lebih banyak yang normal. Kadar timbal dalam darah responden paling banyak 50-100 µg/dl. Status gizi responden paling banyak yang normal. Konsumsi natrium responden paling banyak masuk ke dalam kategori yang cukup. Terdapat hubungan antara kadar timbal dalam darah dengan tekanan darah diastolik (sig.=0,037). Tidak terdapat hubungan antara kadar timbal dalam darah (sig.=0,496), umur (nilai sig.= 0,194), dan aktivitas fisik (p=1,000) dengan tekanan darah sistolik. Terdapat hubungan antara sumber air bersih (sig.=0,042) dan konsumsi gorengan (0,026) dengan kadar timbal dalam darah Terdapat hubungan antara status gizi dengan tekanan darah sistolik (sig.=0,024) dan diastolik (sig.=0,016). Tidak terdapat hubungan antara umur (sig.=0,099) konsumsi natrium (p=1,000) dan aktivitas fisik dengan tekanan diastolik (p=1,000). Tidak terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dengan tekanan darah (p=0,619).Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kadar timbal dalam darah dengan tekanan darah diastolik dan tidak terdapat hubungan antara kadar timbal dalam darah dengan tekanan darah sistolik.
Kata kunci : Pb dalam darah, tekanan darah, wanita usia subu
HUBUNGAN PAJANAN DEBU BATUBARA TERHIRUP TERHADAP KELUHAN SUBYEKTIF GANGGUAN PERNAFASAN PADA PEKERJA STOCKPILE DI AREA PT. PELINDO II CABANG JAMBI
Kegiatan operasional batubara dapat menghasilkan debu.Debu batubara yang terhirup dapat mengakibatkan gangguan saluran pernafasan pada pekerja. PT. Pelindo II Cabang Jambi merupakan perusahaan yang melayani bongkar muat batubara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pajanan debu batubara dengan keluhan subyektif gangguan pernafasan pekerja stockpile di area PT. Pelindo II Cabang Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional dengan total sampel 36 orang pekerja. Pengumpulan data dengan melakukan pengukuran PM 2,5 di lingkungan kerja dengan Haz-Dust EPAM 5000, pengukuran kadar debu terhirup dengan Personal Dust Sampler (PDS), penilaian status gizi melalui indeks massa tubuh (IMT) serta data karakteristik pekerja dan keluhan subyektif gangguan pernafasan dengan kuesioner. Analisis data secara univariatdan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,3% pekerja dengan pajanan debu batubara terhirup melebihi nilai ambang batas (NAB) dan 63,9% pekerja yang mengalami keluhan subyektif gangguan pernafasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pemakaian APD (masker) (p = 0,006) dan kebiasaan merokok (p = 0,005) dengan keluhan subyektif gangguan pernafasan pada pekerja stockpile batubara.
Kata Kunci : debu terhirup, gangguan pernafasan, stockpile, batubar
Ajaran Tasawuf Naskah Suluk Daka : Suntingan Teks Beserta Kajian Pragmatik
The object of this research material is a Suluk Daka manuscript which is a Suluk-type manuscript that the writer found in the National Library of the Republic of Indonesia with a BR 61 calling code. Suluk Daka Manuscript. Suluk-shaped manuscripts are using the Pegon Script.
In this study the authors analyzed the Suluk Daka manuscript using philological and pragmatic theories, which later became the basis of the research work steps. Philological theory is in the form of manuscript inventory, manuscript description, comparison of manuscript transcription, edits and text transcription. Moreover, the Pragmatic theory is used to reveal the teachings of Sufism contained in the Suluk Daka manuscripts such as the Shari'a, Tarekat, Hakikat, Makrifat. That way, it is proven that the Suluk Daka manuscript is a piwulang type text containing tasawuf teachings.
Keywords: Philology, Suluk Daka, Pragmatic
STUDI KUALITATIF: KOMITMEN MANAJEMEN TERHADAP TINGKAT RISIKO KEBAKARAN DI HOTEL X KOTA SEMARANG
Hotel X merupakan hotel bintang tiga yang memiliki 4 lantai dengan risiko kebakaran.Terdapat ketidaklengkapan sarana dan prasarana proteksi kebakaran di hotel tersebut, yaitu tidak adanya alarm kebakaran, tanda petunjuk arah pada sarana jalan keluar, dan tidak adanya safety sign pada tangga darurat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis komitmen manajemen terhadap tingkat risiko kebakaran di Hotel X Kota Semarang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan tujuh orang informan utama dan tiga orang informan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat manajemen penanggulangan kebakaran yang mencakup tim penanggulangan kebakaran, prosedur penanggulangan kebakaran, sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran, dan penyediaan sumber daya manusia. Organisasi penanggulangan kebakaran di hotel X terdiri dari seluruh karyawan yang bekerja dengan sistem shift dan berperan untuk menanggulangi kebakaran. Prosedur penanggulangan kebakaran sudah dibuat dan harus dipatuhi oleh seluruh karyawan guna terciptanya pengawasan yang baik dengan menggunakan urutan-urutan yang logis dan dilakukan secara berulang-ulang.Prasarana dan sarana untuk menanggulangai kebakaran di hotel X mencakup sarana proteksi aktif dan pasif seperti disediakannya APAR, hidran, dan tempat berkumpul untuk evakuasi. Sumber daya manusia yang ada di hotel X sudah mumpuni untuk menanggulangi keadaan darurat karena sudah diberikan pelatihan secara periodic guna untuk mencegah, mengurangi, dan memadamkan api. Peneliti menyarankan untuk memasang alarm kebakaran pada seluruh hotel, pemberian tanda petunjuk pada sarana jalan keluar atau jalur evakuasi, pemberian safety sign pada tangga darurat, dan memberikan tanda pengenal khusus kepada tim penanggulangan kebakaran untuk mengetahui identitas dan kewenangan dari tim penanggulangan kebakaran.
Kata kunci : Hotel, Kebakaran, Risiko Kebakaran, Komitmen Manajeme
HUBUNGAN KETERSEDIAAN DAN TATA LETAK SAFETY SIGN TERHADAP PENGETAHUAN PENUMPANG TENTANG KESELAMATAN PELAYARAN DI KMP SIGINJAI
Keselematan pelayaran menjadi prioritas utama serta indikator keberhasilanan yang perlu diperhatikan suatu perusahaan penyedia jasa pelayaran. Diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara regulator, operator, penyedia jasa, dan penumpang untuk mewujudkan keselamatan pelayaran. Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai menjadikan safety sign sebagai salah satu media komunikasi untuk menyampaikan informasi keselamatan. Safety sign wajib dipahami oleh semua orang khususnya penumpang yang berada di atas kapal demi terwujudnya keselamatan pelayaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menanalisis hubungan antara ketersediaan dan tata letak safety sign terhadap pengetahuan penumpang tentang keselamatan pelayaran di KMP Siginjai. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan studi cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah angket yang diwdujudkan dalam bentuk google form. Sampel dalam penelitian adalah penumpang KMP Siginjai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ketersediaan safety sign (p-value= 0,013; α= 0,05 ) dan tata letak safety sign (p-value= 0,007; α= 0,05). KMP Siginjai disarankan untuk menggunakan 2 bahasa dalam pemasangan safety sign serta melakukan pengecekan ulang terhadap pemasangan safety sign secara keseluruhan sesuai keterbutuhan dan potensi bahaya yang ada agar sign dapat dilihat dan dibaca dengan jelas oleh penumpang sehingga penyampaian informasi keselamatan mudah diterima dan dipahami oleh penumpang.
Kata kunci : safety sign, keselamatan pelayaran, penumpang Kapal Motor Penumpan
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH, PRAKTIK HIGIENEIBU DAN BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARHARJO KOTA SEMARANG
Diare merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.Kejadian diare pada balita di Puskesmas Bandarharjo mengalami kenaikan dari tahun 2017 hingga 2019. Pada tahun 2018 terjadi kematian balita akibat diare dengan proporsi 0,2%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkunganrumah, praktik higiene ibu, dan praktik higiene balita dengan diare pada balita.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang yang terdiri dari 25 kasus dan 25 kontrol. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber air bersih (p value =0,667), sumber air minum (p value = 1,000), ketersediaan jamban (p value = 1,000), kecukupan air bersih (p value = 1,000), kondisi tempat sampah (p value = 1,000), praktik higiene mencuci tangan sebelum makan (p value : 0,046), mencuci tangan sebelum memasak (p value : 0,011), mencuci tangan setelah BAB (p value : 0,008), menyimpan makanan di tempat tertutup (p value = 0,495), memasak air minum (p value = 0,778), membuang tinja di jamban (p value = 0,111), praktik higiene balita mencuci tangan setelah bermain (p value = 0,008), mencuci tangan sebelum makan (p value = 0,156), dan mencuci tangan setelah BAB (p value = 0,051). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa praktik higiene ibu mencuci tangan sebelum menyuapi, mencuci tangan sebelum memasak, mencuci setelah BAB dan praktik higiene balita mencuci tangan setelah bermain merupakan faktor yang berhubungan dengan diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Kota Semarang.
Kata Kunci : diare, balita, faktor lingkungan rumah, praktik higien
PENERAPAN PROGRAM 5S TERHADAP KINERJA KARYAWAN DAN LINGKUNGAN KERJA DI PT. NESIA PAN PACIFIC CLOTHING
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN DALAM MENDUKUNG PROPER DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU
Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu merupakan rumah sakit yang belum melakukan penilaian PROPER. Pengelolaan kualitas lingkungan di rumah sakit belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes RI No 7 Tahun 2019 dan PermenLH No 03 tahun 2014. Hal tersebut karena untuk penilaian PROPER masih belum begitu dipahami, perizinan dalam pengelolaan kualitas lingkungan belum lengkap, kurangnya SDM dan khususnya keterbatasan anggaran untuk pengelolaan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas lingkungan rumah sakit dalam mendukung PROPER di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas lingkungan rumah sakit dalam mendukung PROPER di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Jenis rancangan penelitian ini bersifat deskriptif.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bagian yang bersinggungan dengan pengelolaan lingkungan di rumah sakit menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan penilaian indeks proper pada RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu mencakup 4 kriteria dan 1 penilaian lebih dari ketaatan. Untuk nilai dari kriteria dokumen lingkungan/izin lingkungan 66,6%. Kriteria pengendalian pencemaran air 83,4%. Kriteria pengendalian pencemaran udara 40%. Kriteria pengendalian pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun 62,5% dan untuk kriteria lebih dari ketaatan 0%. Dari hasil penilaian dapat disimpulkan bahwa RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu mendapatkan indeks PROPER dengan warna merah.
Kata Kunci : rumah sakit, kualitas lingkungan, PROPE
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MULTIDRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (MDR-TB) DI KOTA SEMARANG TAHUN 2018
Multi Drug Resistance Tuberculosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mutasi gen bakteriMycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap isoniazid dan rifampisin. Terjadi peningkatan kasus MDR-TB di Kota Semarang pada tahun 2018 sebesar 39,88% dari tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian MDR-TB di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Besar sampel yang digunakan sebanyak 120 penderita TB Paru yang sedang menjalani pengobatan dari bulan Juni–Desember tahun 2018 di 37 Puskesmas Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability proportional to size sampling dan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis pekerjaan (p= <0,001), tingkat pengetahuan (p= <0,001), kontak penderita (p= 0,002), riwayat pengobatan TB (p= <0,001), status merokok (p= 0,008), efek samping obat (p= <0,001), dan peran PMO (p= <0,001) dengan kejadian MDR-TB. Disimpulkan terdapat hubungan antara jenis pekerjaan, tingkat pengetahuan, kontak penderita, riwayat pengobatan TB, status merokok, efek samping obat, dan peran PMO dengan kejadian MDR-TB di Kota Semarang. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan tentang MDR-TB dan pemeriksaan kontak erat sedini mungkin sebagai upaya pencegahan penularan.
Kata Kunci : multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB), tuberkulosis, resisten oba
TINDAK TUTUR DOKTER UMUM DAN PASIEN/KELUARGA PASIEN DI PUSKESMAS NONRAWAT INAP KOTA SEMARANG
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pola tindak tutur dokter umum dan pasien atau keluarga pasien di puskesmas dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak tutur-tindak tutur tersebut. Data penelitian diperoleh menggunakan metode simak terhadap 14 puskesmas nonrawat inap di Kota Semarang, yakni dengan Metode Simak Bebas Libat Cakap. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan memanfaatkan konsep tindak tutur Searle. Temuan analisis penelitian ini ialah sebagai berikut: (1) Tindak tutur yang dihasilkan dokter umum meliputi tindak tutur direktif, tindak tutur asertif, dan tindak tutur komisif; dengan rincian sebagai berikut: tindak tutur direktif ditunjukkan melalui tindak bertanya, tindak menyuruh, tindak melarang, tindak meminta, dan tindak mengizinkan. Tuturan dokter umum diawali dengan tindak tutur direktif, diikuti dengan tindak tutur asertif atau komisif, dan diakhiri dengan tindak tutur direktif. Adapun bahasa yang digunakan oleh dokter umum meliputi Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa; (2) Tindak tutur yang dihasilkan pasien atau keluarga pasien meliputi tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur ekspresif. Tuturan pasien atau keluarga pasien diawali dengan tindak tutur asertif atau direktif meminta dan diakhiri dengan tindak tutur ekspresif. Sama seperti tuturan dokter umum, tuturan pasien atau keluarga pasien disampaikan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa; (3) Faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak tutur dokter umum meliputi tujuan komunikasi, partisipan tutur, dan jenis percakapan atau genre; sedangkan (4) Faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak tutur pasien yakni meliputi tujuan komunikasi dan partisipan tutur