7065 research outputs found
Sort by
METODE PENGEMBANGAN GAMELAN : APLIKASI SUARA GAMELAN PADA MEDIA FILM
Disertasi “Metode Pengembangan Gamelan : Aplikasi Suara
Gamelan Pada Media Film” merupakan penelitian yang fokus pada bunyibunyi
komposisi musik instrumen gamelan berlaras pelog dan slendro
dengan format seperangkat Gamelan Ageng di tata suara film. Tujuan
penelitian adalah; 1). Mengidentifikasikan bentuk rentang frequency
dynamic range instrumen gamelan pelog dan slendro pada model atau
prototipe suara film, 2). Mengidentifikasikan tata letak instrumen
(positioning address) gamelan pada format suara Surround di media film, 3).
Menemukan dan merumuskan konsep metode dan strategi
pengembangan gamelan untuk mengidentifikasikan dynamic frequency
range dan Surround pada setiap instrumen gamelan pada aplikasi suara
gamelan pada media film. Penelitian ini merupakan action riset, yaitu
membuat model atau prototipe film dengan merekam material suara
instrumen gamelan sebagai musik film yang dianalisis dengan metode
Participatory Action Research (PAR). Temuan hasil penelitian menunjukkan
bahwa; 1). Dynamic frequency range instrumen gamelan memiliki rentang
frequency yang berbeda pada laras gamelannya; 2). Penempatan tata letak
instrumen gamelan pada surround system film merupakan hasil
pengukuran dynamic frequency range instrumen gamelan; 3). Menemukan
konsep upaya untuk menyelaraskan antara sistem pakem pada karawitan
dengan standar sistem audio industri film dalam format surround system
pada media film
BATIK MOTIF PITHECANTHROPUS ERECTUS UNTUK BUSANA HAUTE COUTURE: PADUAN GAYA PRIMITIF DAN MODERN
“Batik Motif Pithecanthropus Erectus Untuk Busana Haute Couture : Paduan Gaya Primitif Dan Modern”. Sumber ide penciptaan dari karya tugas akhir adalah Penemuan fosil Pithecanthropus Erectus yang diabadikan di musium Song Terus Pacitan, penemuan ini merupakan salah satu bukti awal evolusi manusia pada masa praaksara. Phitechanthropus Erectus merupakan spesies manusia purba yang hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Ciri-ciri manusi purba Phitechanthropus Erectus memiliki badan yang lebih tegap dari pendahulunya. Pembuatan karya ini memiliki tujuan yaitu 1. Menciptakan desain motif batik tulis dengan sumber ide Pithecanthropus Erectus dengan paduan gaya primitif dan modern 2. Menciptakan desain busana haute couture dengan sumber ide batik motif Pithecanthropus Erectus paduan gaya primitif dan modern 3. Mengaplikasikan motif batik tulis Pithecanthropus Erectus kedalam desain busana Haute Couture dengan paduan gaya primitif dan modern. Metode dalam penciptaan karya ini menggunakan prinsip 3 tahap yaitu Eksplorasi, Perancangan dan Perwujudan. Karya tugas akhir yang dihasilkan berupa 5 busana Haute couture dengan teknik pewarnaan abstrak pada motif batik. Kain batik yang telah jadi dipadukan dengan kain broklat dan kain toyyobo yang diaplikasikan pada busana haute couture. Judul Motif untuk karya ini adalah “Primi Hominis” yang berasal dari Bahasa yunani yang memiliki arti Manusia Pertama. Karya yang dihasilkan terdiri dari 5 batik yang terdiri dari 5 desain motif batik yaitu (1) Desain Motif Batik pusering jagat (2) Desain Motif Batik pawonan (3) Desain Motif Batik hanguripi (4) Desain Motif Batik rusuk mburu (5) Desain Motif Batik watu kuna, yang memiliki motif utama pithechanthropus erectus serta 5 busana Haute couture yaitu (1) Spelaiotai (2) Synergasia (3) Agrotikos (4) Dimiourgikos (5) Kainotomos. Batik ini akan di padu padankan dengan busana haute couture. Di setiap busana haute couture memiliki bentuk yang berbeda.
Kata Kunci : Batik, Haute Couture, Pithechanthropus Erectu
KAJIAN KRITIK FOTO JURNALISTIK GEMPA KARYA MUHAMMAD FITRAH PADA PAMERAN PEWARTA FOTO INDONESIA 2019
Penelitian berjudul Kajian Kritik Foto Jurnalistik Gempa Karya Muhammad Fitrah Pada Pameran Pewarta Foto Indonesia 2019 ini, bertujuan untuk menelaah dan menganalisis sisi-sisi jurnalistik, menjelaskan sisi estetika dan perannya dalam menyampaikan rasa pada pembaca dari foto jurnalistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik seni holistik, yang menghadirkan tiga komponen sebagai sumber informasi yaitu seniman sebagai sumber informasi genetik, karya seni sebagai sumber informasi objektif, dan penghayat sebagai sumber informasi afektif. Dengan memanfaatkan data secara kualitatif, peneliti ini menginterpretasikan objek foto, termasuk seniman dan penghayat. Berdasarkan hasil kajian penelitian ini, peneliti mendeskripsikan foto gempa, menginterpretasi dan mengevaluasi foto gempa tersebut. Mendeskripsikan foto, tentang apa saja elemen yang terdapat di dalamnya sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Informasi deskriptif meliputi pernyataan tentang subject matters foto tersebut, berupa media yang digunakan, bentuk-bentuk elemen desain, lingkungan sekitar, termasuk informasi tentang fotografer yang membuat foto tersebut, waktu pengambilan foto, isu dan gejala sosial yang populer saat waktu pengambilan foto. Selain itu mengevaluasi nilai estetika dari subjek penelitian ini, mengacu pada tulisan Monroe Beardsley tentang tiga unsur
yang menjadi sifat keindahan karya seni, yaitu kesatuan (unity), keragaman(diversity), dan intensitas (intensity), yang mana unsur ini dapat membuat peneliti menginterpretasikan objek dari penelitian ini
MODAL MUSIKAL MARKASAN DALAM PENCIPTAAN MUSIK KERONCONG
Penelitian yang berjudul Modal Musikal Markasan Dalam Penciptaan
Lagu Keroncong ini memperoleh pemahaman bahwa keroncong Markasan
lahir dari kombinasi budaya Surabaya dan luar Surabaya yang pernah
melingkungi Markasan. Namun, dalam konteks karya musik Markasan,
belum ada penjelasan meyakinkan tentang rincian modal musikal, cara
kerja, dan dampak keberlanjutan modal musikal dalam masa
dominasinya. Studi-studi pendahulu dan penelitian awal tidak
memberikan penjelasan yang memadai mengenai hal ini, termasuk
tentang kemiripan identitas modal musikal pada masa pra Markasan,
masa Markasan, dan masa pasca Markasan. Oleh karena itu, diperlukan
penelitian ilmiah yang lebih mendalam dan pembuktian yang kokoh
untuk memahami modal musikal pada karya musik Markasan demi
menjelaskan potret dominasi musik keroncong di Surabaya 1960-1965.
Penelitian ini menggunakan paradigma etnomusikologi, modal,
dan habitus untuk mengupas kajian tentang 1) modal musikal apa saja
yang digunakan Markasan, 2) bagaimana modal musikal itu digunakan
untuk mendominasi pasar musik keroncong Surabaya, 3) alasan mengapa
modal musikal itu bisa digunakan untuk mendominasi pasar musik
keroncong di Surabaya 1960-1965. Hasil temuan penelitian menunjukan
bahwa 1) Modal musikal lokal yang digunakan Markasan adalah ritme
Jula-juli Surabaya, skala nada imitasi slendro, lirik satire, dan timbre
gamelan, sedangkan modal musikal luar yang digunakan Markasan
adalah lirik romansa, ritme beskalan, skala nada imitasi pelog, dan timbre
gamelan. 2) Penggunaan modal musikal oleh Markasan tidak secara
langsung menghasilkan dominasi tanpa adanya proses kausalitas yang
melibatkan serangkaian kejadian. Proses ini menunjukkan bahwa tujuh
modal musikal dipilih oleh Markasan dan direspons positif oleh
pendengar. Modal terpilih yang diterima pendengar diadvokasi oleh
dominasi dan menjadi modal yang membentuk habitus berikutnya. 3)
Alasan mengapa Markasan dapat mendominasi selera musik pada
masanya adalah karena Markasan menggunakan modal lokal dan modal
luar secara bersamaan, sehingga mampu memenuhi tuntutan musikal
yang luas
KODE-KODE BUDAYA DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP
Film Ngeri-ngeri Sedap adalah film panjang dengan genre drama keluarga yang bercerita tentang anak-anak suku Batak yang merasa khawatir karena terikat dengan adat dan budaya saat tinggal di luar daerah asal mereka. Film yang berlatar budaya Batak memunculkan banyak nilai-nilai simbol di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kode-kode budaya dalam film Ngeri-ngeri Sedap. Pendekatan penelitian menggunakan metodologi kualitatif. Terdapat perspektif teori untuk melihat bagaimana kode-kode budaya dalam film Ngeri-ngeri Sedap. Melalui pembacaan kode-kode dari Pierre Guiraud, tanda-tanda visual film Ngeri-ngeri Sedap melalui pembacaan denotatif dan konotatif perspektif Roland Barthes serta dianalisis menggunakan mise en scene.
Penelitian ini menunjukkan karakter dalam Film Ngeri-ngeri Sedap memiliki ciri khas dan sifat yang membedakan satu sama lain. Film Ngeri-ngeri Sedap menggunakan elemen-elemen tanda visual dan kode-kode budaya untuk menyampaikan pesan dan makna kepada penonton.tanda visual seperti pengaturan tempat, pencahayaan, gerakan,dan ekspresi para pemain digunakan untuk menciptakan atmosfer dan memperkuat pesan yang terkandung dalam adegan-adegan film Ngeri-ngeri Sedap. selain itu, kode-kode budaya yang tercermin dalam film ini meliputi upacara adat Sulang-sulang Pahompu, menikah harus sesama suku, anak laki-laki kecil pewaris rumah, martutur, lapo tempat berkumpulnya masyarakat Batak dan mie Gomak sebagai makanan khas Batak. Film Ngeri-ngeri Sedap mengandung makna ideologi yang penting dalam konteks budaya Batak. Ideologi sutradara dan produser dalam film ini adalah untuk menunjukkan bahwa komedian juga memiliki kemampuan akting yang baik dan untuk memanfaatkan ciri khas humor komika Indonesia dalam menarik penonton
INTERPRETASI VISUAL BUNGA RAFFLESIA ARNOLDI PADA PENCIPTAAN FURNITURE UNTUK BELAJAR
Bunga Rafflesia Arnoldi merupakan salah satu aset kekayaan hayati bangsa
Indonesia yang perlu dilindungi, Rafflesia Arnoldi menjadi “spesies mascot” yang
menjadi lambang kelangkaan mewakili jenis-jenis flora dunia yang keberadaannya
semakin terancam. Secara nasional, Rafflesia Arnoldi dipilih sebagai “Puspa
Langka” mewakili keunikan keragaman flora Indonesia berstatus langka. Ada
beberapa hal yang bisa di ambil dari bunga Rafflesia Arnoldi, mulai dari bentuk,
ukuran, serta tekstur yang sangat unik, sampai dengan nilai-nilai sejarahnya
bagaimana ditemukannya bunga ini, yang membuat bunga Rafflesia Arnoldi
menjadi Ikon Kota Bengkulu (Sumatera). Penulis memilih ide menciptakan karya
meja, kursi, rak buku dinding, dan kap lampu dengan menggunakan objek bunga
Rafflesia Arnoldi sebagai ide utamanya dengan tujuan menciptakan suasana baru
di dalam ruangan belajar sehingga proses belajar berjalan dengan lancar dan
nyaman dengan suasana ruangan yang memiliki nuansa keindahan. Penciptaan ini
diorientasikan untuk mengembangkan desain furniture untuk belajar yang memiliki
nilai kebaruan dan mengikuti perkembangan selera pasar. Metodologi penciptaan
menggunakan teori SP. Gustami meliputi tahapan: eksplorasi, perancangan dan
perwujudan. Pendekatan estetika karya merujuk teori Dewit H. Parker dalam teori
bentuk estetik membagi menjadi enam asas yaitu : 1. Asas Kesatuan Organis, 2.
Asas Tema, 3. Asas Variasi Menurut Tema, 4. Asas Keseimbangan, 5. Asas
Perkembangan, 6. Asas Tata Jenjang. Proses pengerjaan karya mengunakan teknik
pertukangan (kerja bangku), teknik pahat (ukir), dan finishing dilakukan dengan
teknik bakar, dan di kuas menggunakan bahan wood stain mowilex untuk mengunci
permukaan kayu agar lebih tahan lama serta memberi lapisan tahan gores dan tahan
air. Hasil akhir karya furniture untuk belajar berjumlah empat buah, yang terdiri
dari meja, kursi, rak buku dinding dan kap lampu
TAHRIMU UQUQUL WALIDAIN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK BUSANA READY TO WEAR
TAHRIMU UQUQUL WALIDAIN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK BUSANA READY TO WEAR . Cerita rakyat merupakan sebagian kebudayaan atau kolektif,yang tersebar dan secara turun temurun diantara kolektif macam apa saja, secara tradisional dalam versi yang berbeda baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat.landasan penciptaan pada proses penciptaan tugas akhir ini menggunakan metode penciptaan dengan 3 tahap yaitu tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Desain motif terpilih yang bersumber dari cerita rakyat di ciptakan menjadi motif batik pada busana ready to wear dengan mengaplikasikan tehnik batik tulis menggunakan pewarnaan naptol dan remasol. Batik tulis merupakan batik yang dibuat dengan menggunakan canting tulis sebagai alat menorehkan malam. Batik digunakan sebagai motif baju, salah satunya busana ready to wear. Busana ready to wear merupakan busana yang dapat digunakan sehari-hari dalam suasana yang santai. Batik dengan motif jambu mete diwujudkan menjdi busana ready to wear dengan menggunakan pewarnaan naptol dan remasol yang berwarna hitam dan sogan sebagai warna utama. Landasan penciptaan pada proses penciptaan tugas akhir ini menggunakan metode penciptaan dengan tahap eksplorasi, rancangan, dan perwujudan. Setiap karya yang dibuat memvisualisasikan jambu monyet, bebatuan dan air. Diantara ketuju karya yang dibuat mempunyai motif batik yang berkesinambungan. Karya tersebut dijadikan menjadi series dengan judul wangsit yang berjumlah 7 (tujuh) karya yaitu apsarini, kenes, dierja, bimala, gendis, birawa, udayana, nama karya tersebut menggambarkan pertolongan kepada anak durhaka pada orangtuanya
NASI KAPAU: PERJUANGAN PEREMPUAN SETELAH DITINGGAL MERANTAU SEBAGAI INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER PENDEK DENGAN PENDEKATAN REALISME
Tradisi merantau membawa banyak perubahan dalam kehidupan orang Minangkabau, sehingga menciptakan nasi kapau sebagai cita rasa baru yang lahir dari kemandirian perempuan Minang pasca ditinggal merantau. Karya film dokumenter dengan judul Nasi Kapau: Perjuangan Perempuan setelah ditinggal Merantau berfokus pada perjuangan perempuan dalam menjalani hidup sebagai tulang punggung keluarga. Perempuan Minang juga berjuang menjaga cita rasa yang dijaga secara turun-temurun menurut garis keturunan ibu. Film dokumenter Nasi Kapau mengambil pendekatan realisme demi mencapai fakta yang disampaikan dalam film. Nasi Kapau merupakan film dokumenter naratif, narasumber saling bercerita tentang kisah mereka menjaga nasi kapau agar tetap terjaga sampai generasi selanjutnya. Film dokumenter Nasi Kapau: Perjuangan Perempuan Setelah ditinggal Merantau dikemas dengan durasi 20 menit dengan struktur cerita 3 babak dan mengacu pada proses penciptaan standar opersional prosedur (SOP) meliputi: Praproduksi, Produksi, dan Pascaproduksi
STRATEGI FULLY FURNISHED INTERIOR PADA PEMASARAN PROPERTI PERUMAHAN FAJAR INDAH PERMATA 2 SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi fully furnished interior pada
pemasaran properti perumahan Fajar Indah Permata 2 di Surakarta di Surakarta.
Penelitian ini menggunakan teori marketing mix dan teori perilaku konsumen dalam
mengambil keputusan pembelian berdasarkan strategi fully furnished interior pada
pemasaran properti serta kaitanya dengan industri desain interior. Pendekatan
kualitatif digunakan dengan metode penelitian deskriptif, melibatkan wawancara
dan kuisioner terbuka kepada konsumen perumahan. Data yang terkumpul
kemudian dianalisis untuk mendapatkan hasil yang dapat memberikan pemahaman
lebih dalam tentang pengaruh strategi fully furnished interior terhadap minat
konsumen yang menunjukkan bahwa Perumahan Fajar Indah Permata 2 telah
menerapkan pendekatan pemasaran yang komprehensif dan beragam salah satunya
strategi fully furnished interior yang menjadi keunggulan kompetitif yang menarik
bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan dan kemudahan dalam menempati
properti. Analisis data menunjukkan bahwa strategi fully furnished interior
memiliki dampak terhadap minat konsumen dilihat dari teori perilaku konsumen
dalam keputusan pembelian perumahan yang dipengaruhi oleh faktor budaya,
sosial, pribadi dan psikologis. Tingkat ketertarikan konsumen terhadap kedua jenis
properti tersebut cenderung tinggi, menunjukkan bahwa keduanya memiliki pasar
yang potensia
STUDI PENERAPAN GAYA KONTEMPORER PADA DESAIN INTERIOR CAFE COLD N BREW FAJAR INDAH DI SURAKARTA
Studi ini bertujuan untuk menganalisis tentang penerapan gaya kontemporer
pada desain interior Café Cold N Brew Fajar Indah di Surakarta dengan
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori dasar
desain interior. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi
dan studi literatur. Hasil dari penelitian berdasarkan observasi dan analisis yang
telah dilakukan membahas mengenai bentuk desain interior café Cold N brew Fajar
Indah Surakarta melibatkan berbagai aspek, termasuk elemen pembentuk ruang
yang terdiri dari lantai, dinding dan ceiling yang di dominasi material berbahan
concrete untuk lantai, Concrete dan tempered glass dinding struktur serta bekon
dan solid flat untuk bagian ceiling bangunan. berdasarkan observasi dan analisis
yang telah dilakukan, desain interior Café Cold N Brew memiliki ciri elemen desain
interior bergaya kontemporer, ciri yang utama yaitu penggunaan warna dan material
yang digunakan, penggunaan warna coklat, hitam dan abu – abu, menjadi colour
guide, desain interior kontemporer bahan bahan seperti kayu, besi dan batu juga
banyak terlihat di ruangan smooking ac, teras, non smooking room, dan area
courtyard pada interior Café ini