Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    Konflik Royalti ”Performing Rights” dan Polarisasi Musisi

    Full text link
    Esai ini mengkaji konflik royalti performing rights dalam industri musik Indonesia yang memunculkan polarisasi antara pencipta lagu dan pelaku pertunjukan. Dua kubu utama, yakni Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dan Vibrasi Suara Indonesia (VISI), muncul dengan agenda yang berbeda. AKSI memperjuangkan hak ekonomi pencipta lagu dan mendukung sistem Digital Direct License (DDL) sebagai alternatif dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Sebaliknya, VISI, yang diinisiasi para penyanyi, mengajukan judicial review terhadap UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi, meminta fleksibilitas dalam sistem royalti. Kasus Agnez Mo vs Ari Bias menjadi titik balik yang menegaskan urgensi perlindungan hak cipta sekaligus memunculkan keresahan atas kebebasan berekspresi musisi. Esai ini menyoroti dampak kebijakan terhadap pelaku pertunjukan skala kecil, problematika transparansi di LMKN, serta implikasi hukum dan ekonomi dari kemungkinan perubahan regulasi. Penulis mengusulkan dialog multipihak dan kolaborasi antara sistem LMKN, DDL, dan revisi UU Hak Cipta sebagai solusi jangka panjang. Esai ini merekomendasikan pendekatan holistik untuk menciptakan keseimbangan yang adil antara perlindungan hak ekonomi pencipta lagu dan kebebasan berekspresi pelaku pertunjukan

    ANALISIS MAKNA LAGU DALAM IBADAH TAIZE DI SEMINARI TINGGI SANTO PAULUS KENTUNGAN

    Full text link
    Penelitian dengan judul “Reaksi Jemaat Terhadap Lagu Ibadah Taize Di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan” merupakan penelitian kualitatif. Ibadah Taize merupakan salah satu ibadah dalam agama Katolik yang dalam praktiknya menggunakan lantunan lagu-lagu pendek yang bersifat repetitif dan editatif, tidak kompleks dan, tidak ada banyak instrument yang digunakan dalam prosesi ibadah Taize sehingga mampu mempengaruhi psikologis jemaat. Dalam penelitian ini digunakan metode etnografi untuk menganalisis bagaimana pengaruh musik yang digunakan dalam ibadah Taize terhadap para jemaat dan untuk menganalisis makna lagu dalam ibadah Taize serta untuk mengetahui reaksi yang ditimbulkan oleh para jemaat dalam memaknai lagu-lagu yang dibawakan dalam ibadah Taize di Seminari Santo Paulus Kentungan yang mana lagu dalam Ibadah Taize ini mampu menciptakan ruang trancedental, menjadi media berkomunikasi antara jemaat dan Tuhan serta lagu sebagai doa yang efektif tanpa memerlukan banyak kata-kata verbal. Kata Kunci: Taize, Makna, Reaksi Jemaat

    Pidato Ilmiah Pengukuhan Jabatan Guru Besar Bidang Estetika Tari ISI Surakarta Prof. Dr. Maryono, S.Kar., M.Hum.: STANDARISASI ESTETIKA HASTASAWANDA PADA SENI PERTUNJUKAN TARI

    Full text link
    Makalah ini membahas tentang standardisasi estetika Hastasawanda dalam seni pertunjukan tari, yang mengidentifikasi kelemahan dalam konsep estetika tradisional ini, seperti keterbatasan komponen, unsur estetika, dan penerapannya pada berbagai jenis tari. Konsep Hastasawanda dianggap tidak memenuhi standar teori estetika yang mencakup seniman, karya seni, dan penonton. Untuk mengatasi kekurangan ini, penulis memperkenalkan teori estetika baru yang dinamakan Nawasapada, yang mencakup sembilan aspek penting dalam seni pertunjukan: pralambang, paraga, gerak, pepaes, wewadan, gendhing, panggung, perabot, dan panyandra. Teori ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman estetika yang lebih holistik dan dinamis, dengan mengintegrasikan elemen-elemen yang sebelumnya tidak terakomodasi dalam teori lama. Standardisasi estetika Nawasapada memberikan dasar baru dalam menganalisis fenomena seni pertunjukan secara sistematis dan empiris, membuka ruang untuk pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai hubungan antara seniman, karya seni, dan penonton. Teori ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan kesadaran tentang estetika seni pertunjukan

    DEMITOLOGISASI JAWA SUNDA DALAM MOTIF BATIK SIDORUKUN UNTUK BUSANA PENGANTIN MODERN

    Full text link
    Karya tugas akhir berjudul “Demitologisasi Jawa Sunda dalam Motif Batik Sidorukun pada Busana Pengantin Modern”, merupakan karya busana dengan motif batik yang terinspirasi dari mitos larangan pernikahan antara Suku Sunda dengan Suku Jawa. Melalui karya tugas akhir ini pengkarya yang merupakan keturunan dari Suku Sunda dan Suku Jawa ingin merepresentasikan bahwa larangan tersebut hanyalah sebuah mitos. Diciptakan judul demitologisasi yang mempunyai arti menggugurkan mitos dan penamaan karya batik Sidorukun yang melambangkan kerukunan diaplikasikan pada busana pengantin modern. Proses pembuatan karya tugas akhir ini melalui 4 tahap, meliputi tahap eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi dan materialisasi atau perwujudan. Pembuatan karya pada batik menggunakan teknik batik tulis tutup celup menggunakan zat warna sintetis napthol. Seluruh proses dilakukan untuk mewujudkan karya ke dalam wujud asli dari pembuatan pola busana, pembuatan batik, menjahit busana hingga finishing. Hasil penciptaan karya ini menghasilkan 2 pasang busana pengantin modern, yaitu busana Bedahan atau Basofi dengan busana Kebaya panjang berekor dan busana Beskap dengan busana Kebaya Kutubaru. Setiap 1 pasang busana pengantin memiliki makna tersirat didalamnya dengan judul karya, yaitu Sidorukun Palanesti dan Sidorukun Buanadewa. Diciptakan karya busana dengan motif Sidorukun diharapkan karya ini dapat dikenal luas masyarakat, melestarikan budaya dan bangga dengan kebudayaan yang ada

    STRATEGI KREATIF PERSONAL BRANDING ATLET SEPAK BOLA MARC KLOK MELALUI FITUR SUBSCRIPTION DI INSTAGRAM

    Full text link
    Personal branding menjadi elemen penting dalam mengembangkan citra diri yang kuat, baik untuk individu profesional, konten kreator, maupun pebisnis. Dengan peran media sosial yang semakin dominan, personal branding bukan lagi sekedar alat untuk mempromosikan diri, namun juga sebagai sarana untuk menciptakan spesialisasi diri yang mencerminkan nilai dan karakter seseorang. Selain itu, keberadaan platform online seperti Instagram dapat memperluas jangkauan ngagement, serta memungkinkan untuk membentuk hubungan langsung dengan audiens. Penelitian ini mengkaji personal branding Marc Klok yang merupakan modern-athlete yang memiliki citra diri di Instagram yang beragam. Kemampuan yang dimiliki Marc Klok antara lain sebagai konten kreator, entrepreneur, social activies, dan public speaker. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menentukan strategi kreatif dari personal branding Marc Klok di platform Instagram dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah akun Instagram @marcklok. Strategi personal branding dibedah berdasarkan pengamatan konten dan hasil wawancara yang kemudian membentuk tema. Hasil dari analisis strategi kreatif personal branding membentuk temuan tema yang selanjutnya dikaitkan dengan beberapa teori personal branding tertentu. Kesimpulan dari hasil analisis menunjukkan bahwa strategi kreatif personal branding Marc Klok di Instagram terbagi dalam lima strategi yaitu, content plan, visual, media, treatment, dan evaluasi. Efektivitas strategi pada konten dalam menjangkau audiens tergantung dari berbagai hal. Namun, konten yang bersifat kolaborasi dengan pemain lain dapat menjangkau lebih banyak audiens Instagram. Kata kunci: strategi kreatif, personal branding, atlet sepak bola, instagra

    RELIEF GAPURA BAJANG RATU SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA GAUN MALAM

    Full text link
    Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Berpusat di wilayah Mojokerto, yang ditandai dengan banyaknya penemuan arkeologi menarik seperti gapura, candi, dan benda-benda bersejarah lainnya. Salah satu gapura yang paling terkenal dan terawat dengan baik adalah gapura Bajang Ratu. Peninggalan dari Kerajaan Majapahit ini dihiasi dengan ornamen atau relief yang indah, sehingga menginspirasi dan memberikan ide dalam menciptakan motif batik tulis. Tugas akhir berjudul “Relief Gapura Bajang Ratu Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Gaun Malam”. Tujuan penciptaan yaitu menerapkan motif relief gapura Bajang Ratu menjadi busana gaun malam. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya menggunakan empat tahap yaitu (1) Eksplorasi; (2) Inkubasi; (3) Konseptualisasi; dan (4) Materialisasi. Pada karya ini terdapat empat karya busana yaitu “Reswara” “Rukmasara” “Rasendriya” dan “Raveena” dengan nama motif yaitu “Naga Gemala” “Kalamakara” “Simha Praba” dan “Ceplok Sumahit”. Pada Karya ini terdapat empat karya busana gaun malam yang mengangkat tentang relief yang terdapat pada gapura Bajang Ratu yang diduga sebagai pintu masuk ke sebuah bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara. Hasil akhir dari penciptaan karya ini sesuai untuk busana gaun malam

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DESAIN BALIHO KAMPANYE POLITIK STUDI KASUS KARAKTER VISUAL ARTIFICIAL INTELLIGENCE PASANGAN CAPRES PRABOWO-GIBRAN DALAM PILPRES 2024

    Full text link
    Penelitian ini membahas karakter visual pasangan calon presiden Prabowo-Gibran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, khususnya terkait persepsi visual masyarakat terhadap desain baliho kampanye politik yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan/Artificial Intelligence. Dengan berkembangnya teknologi Generative AI dalam dunia desain komunikasi visual, kampanye politik mulai mengadopsi strategi inovatif guna meningkatkan daya tarik dan efektivitas pesan politik yang disampaikan kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah mixed methods, yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat untuk menganalisis karakter visual desain baliho kampanye yang tersebar di Jakarta, Malang, Yogyakarta, dan Semarang. Analisis resepsi digunakan untuk memahami bagaimana publik menafsirkan dan menanggapi visual yang ditampilkan dalam kampanye tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam desain karakter visual kampanye politik memiliki daya tarik yang signifikan, terutama bagi kalangan pemilih muda. Namun, terdapat kekhawatiran terkait dampak yang ditimbulkan dari teknologi Artificial Intelligence (AI) tersebut. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa keseimbangan antara kreativitas manusia dan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap kampanye politik berteknologi AI. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai peran teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam kampanye politik serta implikasinya terhadap desain visual kampanye di masa depan. Kata kunci : Artificial Intelligence, Kampanye Politik, Karakter Visual, Persepsi Visual Masyarakat, Prabowo-Gibra

    PENGELOLAAN KREATIVITAS DAN INOVASI MELALUI INTEGRASI SENI DAN TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL 5.0

    Full text link
    The development of digital technology has brought significant changes in various aspects of life, including in the world of education. The integration of art and technology is an important strategy in facing challenges and opportunities in the digital era 5.0, especially in efforts to increase creativity and innovation among students. This community service work aims to develop a learning model that combines elements of art and technology, in order to enrich the learning experience and prepare the younger generation to be actively involved in an increasingly digital and creative society. Through training programs and workshops, educators and students are introduced to various digital tools and platforms that can be used to create works of art, ranging from graphic design, animation, to digital music. In addition, the application of technologies such as Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) in art education is also introduced as an innovative way to increase understanding and appreciation of art. The results of this activity show a significant increase in students' ability to think creatively and produce innovative works. Students also show a higher interest in project-based learning that integrates technology, which has a positive impact on their engagement in the learning process. This publication provides an overview of best practices and challenges in implementing the integration of art and technology in the world of education, as well as recommendations for further development

    PERANCANGAN INTERIOR WISATA EDUKASI OMAH ROTAN UNTUK PRODUKTIVITAS INDUSTRI DI DESA TRANGSAN

    No full text
    ABSTRAK Perancangan Interior Wisata Edukasi Omah Rotan untuk Produktivitas Industri di Desa Trangsan menyajikan ruang yang mengedukasi pengunjung tentang rotan dan pembuatan produk jadi rotan, sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi dan keterampilan masyarakat. Perancangan ini bertujuan menghasilkan desain interior yang aman, nyaman, fungsional, estetis, edukatif, informatif sehingga menarik minat pengunjung. Metode perancangan mengadopsi metode John M. Kurtz yang terdiri dari beberapa tahap: orientasi, tahap pembuatan program dasar, pengulangan pemrograman, dan tahap desain hingga mencapai persetujuan. Landasan perancangan yang digunakan: pendekatan fungsi, pendekatan ergonomi, pendekatan konsep, tema dan gaya. Konsep, tema dan gaya dalam perancangan ini akan membentuk satu kesatuan interior yang sulit ditebak, unik, dan tidak biasa dengan balutan khas gaya Post- Modern. Konsep Astha Brata selaras dengan tema anyaman rotan truntum yang memiliki bentuk utama ‘octagon’ atau segi delapan. Konsep ini mengatur bentuk bangunan dan denah, peletakan ruang, dan penggunaan warna berdasarkan arah mata angin serta delapan sifat dewa yang menaunginya, sehingga pengunjung akan merasakan 8 perbedaan atmosfir ruang dalam perancangan ini. Tema ‘anyaman rotan truntum’ dipilih karena mencerminkan warisan budaya, kesinambungan, dan harapan untuk masa depan industri rotan di Desa Trangsan. Perancangan ini memiliki batas perancangan dengan area Lobby, Kantin, Showroom, Area Edukasi, Workshop In-door dan Out-door, Aula dan Area Produks

    REVITALISASI INTERIOR DALEM KAWEDANAN BEKONANG MENJADI COWORKING SPACE BERGAYA RUSTIC DI SUKOHARJO

    No full text
    ABSTRAK Revitalisasi Interior Dalem Kawedanan Bekonang dilakukan dengan mengubah bangunan bersejarah ini menjadi coworking space bergaya rustic untuk memberikan fungsi baru tanpa menghilangkan nilai historisnya. Coworking space diperlukan untuk mendukung produktivitas dan kolaborasi pekerja kreatif serta komunitas lokal. Gaya rustic diterapkan untuk menciptakan suasana yang hangat dan alami, sedangkan tema Sukoharjo Local Craft menonjolkan identitas budaya lokal melalui material alami serta elemen dekoratif dari kerajinan rotan, gamelan, dan wayang kulit. Pendekatan yang digunakan mencakup pendekatan fungsi, ergonomi, tema dan gaya untuk memastikan kenyamanan serta efektivitas ruang. Metode penciptaan menggunakan pemrograman Kurtz dengan tahapan orientation, base program, iterative programming, dan design as feedback. Hasil revitalisasi ini mencakup working area, waiting area, private area, rental office, CEO room, staff room, outdoor area, public area, genset room, mushola, toilet, janitor, canteen dan security post yang menjadi batasan objek lingkup gara

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇