7065 research outputs found
Sort by
LAMPAH; KONSEP SPIRITUAL ARSITEKTUR KOTA YOGYAKARTA DALAM SENI VIDEO INSTALASI
Malioboro merupakan bagian tak terpisahkan dari karya seni arsitektur kota Yogyakarta yang sarat akan makna, filosofi, dan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Saat ini Malioboro telah berkembang menjadi kawasan wisata dan ruang budaya publik yang cukup eksis. Namun seiring dengan perkembangan zaman, makna filosofis dan nilai-nilai luhur yang tertanam dalam arsitektur kota Yogyakarta oleh HB I selaku pendiri Ngayogyakarta Hadiningrat seakan tidak jelas dan semakin sulit dibaca. Instalasi video art 'Lampah' merupakan bentuk respon kreatif terhadap keberadaan Malioboro kontemporer sebagai ruang publik sekaligus karya seni arsitektur yang bermakna. Dengan menggunakan pendekatan interprtatif-subjektif dan metode artistik, pencipta membaca fenomena ini dan merepresentasikannya dalam bentuk karya 'Lampah'. Sebagai ruang kontemplatif, 'Lampah' juga menawarkan cara alternatif untuk mentransformasikan nilai-nilai luhur dan spiritualitas Jawa dengan menggunakan idiom dan cara berbicara dalam budaya Jawa. Model dalam arsitektur digunakan untuk melengkapi desain karya ini. Konsep ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan wacana baru dalam seni rupa, khususnya seni media baru
STRUKTUR MUSIK TERBANG TELON SALAFIYAH DESA BAPANGAN KABUPATEN JEPARA DALAM PERSPEKTIF REDCLIFFE BROWN
Skripsi ini berjudul “Struktur Musik Terbang Telon Salafiyah Desa Bapangan, Kabupaten Jepara dalam Perspektif Redcliffe Brown”, ini dilatarbelakangi oleh adanya kelompok kesenian Terbang Telon yang memainkan musik dengan formasi musik yang hanya memainkan tiga jenis pola terbang dengan penyebutan kepala, ngawil dan gendhong. Kelompok ini beranggotakan sekumpulan lelaki tua berumur antara 40-70 tahun, yang memainkan musik tanpa orientasi finansial, bahkan resisten terhadap modernisasi musik rebana dangdut. Melalui fakta tersebut, penelitian diarahkan untuk mengungkap dua permasalahan yaitu; 1.Bagaimana unsur yang membentuk sistem musikal Terbang Telon Salafiah? Dan 2. Bagaimana hubungan antara unsur musik dan elemen lain dalam Terbang Telon Salafiyah? Penelitian ini dilakukan menggunakan payung analisis teori struktural fungsional dari Redcliffe Brown, yang menyatakan bahwa kebudayaan (musik) bukan pemuas kebutuhan individu, melainkan kebutuhan sosial kelompok. Sementara metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan prosedur pengambilan data melalui pengamatan, studi pustaka, wawancara, langkah analisis data, dan penulisan laporan. Hasil temuan ini menyatakan bahwa, unsur pembentuk musikal Terbang Telon Salafiyah ritmikal yang hadir dari permainan imbal tiga terbang yaitu kepala, ngawil dan gendhong, serta unsur melodis dibentuk dari pelaguan kegiatan membaca Sholawat dari Kitab Maulid Syaroful Anam. Sementara musik Terbang Telon ini secara kontekstual terbentuk dari unsur referensial mengadopsi prinsip Salaf dalam permainan terbang, secara sosial merupakan bagian dari aktivitas kumpulan lelaki tua yang secara tradisi mengacu panduan hidup terhadap ketauladanan Nabi Muhammad SAW. Aktivitas musik Terbang Telon Salafiyah juga membentuk dan dibentuk oleh etika Kitab Maulid Syaroful Anam yang membicarakan tentang hubungan orang tua dan anak, cara memuliakan anak, serta tata cara mendoakan anak mulai tahap dalam kandungan, kelahiran, menginjak remaja, dan memasuki masa menjadi orang tua melalui upacara adat pernikahan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DAN PENYUSUNAN TARI "SRI MULIH" SEBAGAI PENDUKUNG WISATA EMBUNG SETUMPENG DAN RUMAH TANI DESA NGAMPEL, KALURAHAN GENTUNGAN, KEC. MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR TEMATIK (KELOMPOK)
Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik (Kelompok), dengan Judul "Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Dan Penggarapan Tari "Sri Mulih" Sebagai Pendukung Wisata Embung Setumpeng. dan Rumah Tani Desa Ngampel, Kalurahan Gentungan, Kec. Mojogedang, Kabupaten Karanganyar" merupakan program pendampingan kepada masyarakat sebagai wujud nyata dari implementasi Visi Institut Seni Indonesia Surakarta. PKM ini merupakan pemberdayaan masyarakat dengan pendampingan menyusun tari Sri Mulih yang akan digunakan sebagai icon desa wisata Embung Setumpeng, dan Rumah Tani. Tari Sri Mulih bersumber dari budaya tradisi masyarakat Desa Ngampel. Proses penyusunan dilakukan bersama masyarakat, hal ini sebagai bentuk edukasi cipta kreatif agar masyarakat terbangun jiwa krasinya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PKM ini adalah metode tiga R, yaitu Re-visiting, Re- Questioning dan Re- Interpreting. Hasil penyusunan Garapan Tari Sri Muih kemudian dilatihkan kepada masyarakat sebagai sebagai penguatan daya tarik wisatawan. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan di Desa Obyek Wisata Embung Setumpeng dan Rumah Tani, Desa Ngampel, Kalurahan Gentungan, Hal ini dimaksudkan dapat lebih mendekatkan dan lebih mengenalkan kampus Institut Seni Indonesia Surakarta di masyarakat. Selain itu, bentuk pelatihan bersama masyarakat juga dapat sebagai daya tarik masyarakat / wisatawan yang datang. Hasil dari PKM ini adalah tersusunnya Garapan Tari Sri Mulih dengan mengangkat tema dari mitos Dewi Sri, dikemas dalam bentuk garapan tari. Musik yang digunakan adalah ragam etnik di daerah Ngampel, seperti Rebana, Kenthongan, vokal sdb. Busana tari menyesuaikan dengan karakter dan tema garapan secara utuh dengan kemasan kini. Selain pergelaran tari bersama masyarakat, PKM ini juga menghasilkan naskah ilmiah yang terpublikasi
STRUKTUR CERITA 3 BABAK DENGAN 13 TAHAPAN DIAGRAM PERJALANAN PAHLAWAN PADA FILM NJOET NJA DHIEN
Film Tjoet Nja Dhien merupakan film biopik sejarah kepahlawanan dengan latar perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda yang dipimpin seorang panglima perang bernama Cut Nyak Dien. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis
struktur penceritaan film Tjoet Nja Dhien berdasarkan struktur 3 babak melalui 13 tahapan diagram perjalanan pahlawan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Data primer adalah film Njoet
Nja Dhien sutradara Eros Djarot diproduksi oleh PT. Kanta Indah Film tahun 1988.
Data sekunder berupa copy skenario film Tjoet Nja’ Dhien dan Buku Staf Sutradara Film Tjoet Nja’ Dhien, Aceh di Zaman Kolonial yang diperolah dari Sinematek Hasil penelitian menunjuk kan bahwa film Tjoet Nja Dhien menggunakan struktur 3
Babab, babak pertama dimulai kembalinya Teuku Umar ke dalam perjuangan rakyat Aceh setelah selama tiga tahun Teuku Umar bergabung dengan Belanda sebagai siasat dalam mempelajari taktik perang Belanda dan untuk mendapatkan senjata dari Belanda, babak kedua diawali dengan perjuangan Tjoet Nja Dhien sebagai panglima perang dimulai setelah meninggalnya Teuku Umar di Suak Ujung Kala-Meulaboh dan babak ketiga penangkapan Tjoet Nja Dhien karena pengkhianatan Pang Laot dengan memberitahu tentara Belanda tempat persembunyian Tjoet Nja Dhien. Pengkhianatan yang dikarenakan Pang Laot tidak
tega melihat kondisi Tjoet Nja Dhien dengan sakit encok dan rabun/matanya buta, persediaan makanan mulai habis serta perjuangan yang mulai sulit bagi rakyat Aceh.
Kata kunci: 3 babak, Film Tjoet Nja Dhien, 13 diagram perjalanan pahlawa
STRATEGI PEMASARAN KOLABORASI PADA DESAIN KEMASAN BERTEMA KEBUDAYAAN INDONESIA (STUDI KASUS TEHBOTOL SOSRO X ILUSTRATOR LOKAL)
Pada umumnya, desain kemasan suatu produk di desain sesuai dengan karakter dan
identitas dari brand, serta memaparkan fungsi dari produk tersebut. Namun ada
fenomena unik yang dilakukan Tehbotol Sosro yaitu dengan cara melakukan
kolaborasi dengan para ilustrator lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan
fakta-fakta yang dilakukan oleh Tehbotol Sosro dalam strategi pemasaran
kolaborasi pada desain kemasan bertema kebudayaan Indonesia, serta memaparkan
proses kreatif para ilustrator lokal pada pembuatan ilustrasi desain kemasan
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis
penelitian studi kasus. Penelitian ini ditunjang dengan teori-teori strategi
pemasaran, strategi media sosial, desain kemasan, serta design thinking. Hasil dari
penelitian ini adalah strategi pemasaran kolaborasi pada desain kemasan yang telah
dilakukan Tehbotol Sosro dengan ilustrator lokal dari tahun 2020-2023 ini dapat
menambah pengetahuan baru bagi konsumen tentang kebudayaan yang ada di
Indonesia serta menumbuhkan semangat cinta tanah air dan membantu
memperkenalkan pariwisata-pariwisata baru di Indonesia. Strategi pemasaran
kolaborasi tersebut merupakan strategi pemasaran yang memainkan aspek emosi
para konsumen untuk membeli produk Tehbotol Sosro dikarenakan value yang ada
pada brand tersebut. Strategi Pemasaran Kolaborasi Pada Desain Kemasan juga
dapat menjadi teknik baru yang dapat di adaptasi pada pemasaran suatu produk.
Proses kreatif dari ilustrator yang diajak bekerjasama yaitu Isa Indra Permana dan
ilustrator yang menjadi salah satu pemenang kompetisi Zidane Ardani secara tidak
langsung menerapkan design thinking melalui 5 tahapannya. Diharapkan penelitian
ini dapat menambah literasi baru bagi civitas akademik terutama di bidang Desain
Komunikasi Visual mengenai fenomena atau tren terbaru yang terjadi yaitu strategi
pemasaran kolaborasi pada desain kemasan yang mengangkat tema kebudayaan
Indonesia
PELATIHAN FOTOGRAFI DIGITAL IMAGING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PROFESI BAGI GERAKAN KESEJAHTERAAN UNTUK TUNA RUNGU INDONESIA (GERKATIN) SOLO USULAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TEMATIK (PERORANGAN)
“SEKAR KUSUMA” SEBUAH SANGGIT, KARAKTER, DAN KEPRIBADIAN
Penyusunan karya tari “Sekar Kusuma”, di dasari sebuah pemikiran bahwa
dewasa ini minat untuk mencipta sebuah karya tari yang berakar pada tari tradisi
khususnya dilingkungan ISI Surakarta mengalami penurunan. Dampak dari
permasalahan tersebut para mahasiswa yang memilih minat kepenarian
kekurangan ragam karya yang bisa dipilih sebagai wahana kreativitas kepenarian.
Dampak lanjutanya adalah perubahan dan perkembangan karya-karya yang
berakar pada tari tradisi di masyarakat mengalami kemandegan. Berangkat dari
pemikiran tersebut pengkarya tertarik untuk menyusun sebuah karya tari yang
terilhami dari karakter, sikap dan permasalahan tokoh fenomenal yang terdapat
pada cerita Bharatayuda, yaitu Basukarna dan Gatutkaca. Penggarapan karya tari
dengan Judul “Sekar Kusuma”, akan diwujudkan dengan menggunakan
pendekatan garap tari kelompok bertema dengan menghadirkan dua tokoh kesatria
tesebut.
Garap kelompok bertema digunakan dengan menghadirkan sajian karya
tari yang lebih berorentasi pada garap koreografi kelompok dalam nuansa ceritera
yang berlatar belakang perang Baratayuda. Dalam penggarapanya, karya tari ini
akan diwujudkan dengan menampilkan sajian tari dengan garap kelompok
bertema ceritera dengan segala atribut yang melengkapi sebagai sebuah koreografi
kelompok. Sajian karya tari Sekar Kusuma didukung oleh tujuh (7) penari putra
yang melambangkan sosok atau tokoh-tokoh yang dihadirkan sebagai inspirasi
garap tari. Garap gerak adalah berpijak pada repertoar atau vokabuler gerak tari
tradisi Surakarta dengan tidak menutup kemungkinan adanya vokabuler gerak
baru yang dipandang mampu memenuhi kebutuhan rasa ungkap tari yang
dihadirkan. Untuk mewujudkan karya tari dengan judul Sekar Kusuma ini
pengkarya telah menyusun langkah-langkah strategis yang terkait dengan
produksi tari yaitu, perencanaan, penggarapan, dan gelar karya tari. Karya tari
Sekar Kusuma secara struktur akan disusun dalam bagian-bagian yang
mencerminkan sebuah karya dengan pendekatan garap koreografi kelompok
IKAN MASKOKI SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK YANG DITERAPKAN PADA BUSANA PESTA
Ikan maskoki sebagai sumber ide motif batik tulis pada busana pesta berhijab. Ikan maskoki adalah jenis ikan air tawar yang hidup diperairan dangkal yang airnya mengalir tenang dan berudara sejuk. Penulis tertarik mengambil ide ini karena tertarik dari segi bentuk ikan maskoki yang notabene memliki bentuk tubuh lucu, bermata besar agak menonjol dan warna sisiknya yang menarik. Menurut Bahasa Jawa batik berasal dari amba dan titik. Amba yang berarti lebar dan titik yang berarti titik-titik. Motif batik pada umumnya digunakan pada pakaian, tetapi tidak hanya sebatas itu, keperluan rumah tangga seperti tas, sepatu, taplak meja, aksesoris dan lukisan yang bermotif batik. Busana menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjukkan kepribadian maupun status sosial seseorang, sehingga dibutuhkan berbagai jenis busana sesuai kebutuhan dan keadaan yang dilakukan. Busana pesta yang diciptakan ditargetkan untuk wanita dewasa awal usia 25 hingga 35 tahun
KOMODIFIKASI NILAI-NILAI LUHUR MASYARAKAT JAWA PADA ILUSTRASI KAOS BIJAK JAWA SEBAGAI BRAND IMAGE
Penelitian terkait dengan “Komodifikasi Nilai-Nilai Luhur Masyarakat Jawa Pada Ilustrasi Kaos Bijak Jawa sebagai Brand Image” mengkaji terkait dengan fenomena komodifikasi oleh Bijak Jawa dengan menggunakan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tukar dan brand image.
Metode pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori komodifikasi Karl Marx untuk mengetahui proses komodifikasi dari kaos Bijak Jawa dan Arthur Asa Berger untuk membedah bentuk brand
Hasil dari penelitian mengungkapkan latar belakang penggunaan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa pada ilustrasi kaos Bijak Jawa sebagai brand image yaitu selain sebagai tujuan ekonomi, juga untuk mengenalkan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa kepada masyarakat. Brand image yang dibentuk oleh Bijak Jawa merupakan hasil dari penerapan komodifikasi nilai-nilai luhur masyarakat Jawa yang diaplikasikan ke dalam ilustrasi kaos Bijak Jawa. Konsistensi dalam penerapan pepatah Jawa pada ilustrasi kaos membuat masyarakat mengenal Bijak Jawa sebagai kaos yang mengusung dan mengenalkan nilai-nilai masyarakat Jawa
REDESAIN STASIUN KERETA API PALUR DENGAN KONSEP KONSERVASI
REDESAIN STASIUN KERETA API PALUR DENGAN KONSEP
KONSERVASI ( Adilia Nadiartha Sekar Arum, 2023, 153 Halaman) Tugas Akhir Karya S-1 Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Redesain Stasiun Kereta Api Palur Dengan Konsep Konservasi adalah perancangan redesain yang bertujuan untuk sarana edukasi, informasi dan hiburan kepada penumpang kereta api serta dapat menaikkan minat masyarakat terutama dalam moda transportasi perkeretaapian. Perancangan redesain ini mengangkat Gaya Kontemporer dengan sentuhan tema budaya jawa-kolonial. Perancangan redesain ini mengadopsi metode pemrograman yang mengadopsi dari buku ajar Pengantar Merencana Interior Untuk Mahasiswa Desain Interior (1999) karya Pamudji Suptandar. Perancangan redesain ini menggunakan pendekatan fungsi, ergonomi serta pendekatan tema dan gaya. Hasil desain berupa perancangan redesain dalam gambar kerja yang dapat merealisasikan alternatif desain interior.
Kata Kunci: Redesain, Stasiun Kereta Api, Palur, Konservas