7065 research outputs found
Sort by
KEHIDUPAN FLORA DAN FAUNA DI KAWASAN HUTAN GUNUNG LAWU SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Flora dan fauna adalah suatu elemen di alam yang tidak dapat di pisahkan
kehadirannya, keduanya membentuk kehidupan di alam agar keseimbangan
ekosistem tetap terjaga, keanekaragaman ekosistem flora dan fauna di hutan
gunung Lawu sangat beragam dari berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di
daerah tropis. Pengalaman penulis yang sering berkegiatan di daerah hutan
pegunungan Lawu dan sering melihat secara langsung kehidupan ekosistem yang
berada di dalamnya memberikan ide bagi penulis sebagai pembuatan karya lukis
yang berjudul flora dan fauna di dalam hutan gunung Lawu
Penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan tahapan-tahapan berdasarkan
landasan teori L.H Chapman tentang proses penciptaan karya, yang menyebutkan
3 tahapan penciptaan karya yaitu, 1). Upaya menemukan gagasan (inception of an
idea), 2). Menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal
(elaboration and refinement), 3). Visual dalam ke medium (tension in a medium).
Teknik yang digunakan dalam mewujudkan karya pada penciptaan karya ini
adalah dengan teknik sapuan yang mengacu kepada cara kerja penciptaan karya
dekoratif seperti membuat komposisi objek, menciptakan gelap terang,
penambahan aksen, dan deformasi objek
Karya Lukis Tugas Akhir dengan tema “Kehidupan Flora Dan Fauna Di
Kawasan Hutan Gunung Lawu Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis”
merupakan respon dari pengalaman penulis yang ingin di sampaikan kepada
masyarakat agar selalu menjaga kehidupan ekosistem di alam
Kata Kunci : Flora, Fauna, Gunung Lawu, Seni Luki
KEBERSAMAAN DENGAN IBU SEBAGAI IDE KARYA SENI GRAFIS CETAK DALAM DENGAN TEKNIK TETRA PAK
“Kebersamaan Dengan Ibu Sebagai Ide Karya Seni Grafis Cetak Dalam Dengan Teknik Tetra Pak” merupakan judul penciptaan Karya Tugas Akhir dengan latar belakang pengalaman empiris pribadi sebagai anak perempuan yang sangat dekat dengan ibu. Peran ibu dinilai sangat penting dalam kehidupan rumah tangga, dapat dikatakan ibu merupakan jantung keluarga. Untuk mengekspresikan kebahagiaan dan ungkapan rasa terimakasih kepada ibu karena sudah mengajarkan banyak hal positif yag dapat mewujudkan penulis menjadi pribadi yang lebih bai, maka penulis menciptakan karya Tugas Akhir dengan teknik cetak dalam matriks tetra pak. Tujuan dalam penciptaan karya seni grafis Tugas Akhir ini adalah menciptakan karya seni grafis dengan mengambil sumber inspirasi Ibu, menjelaskan konsep penciptaan, proses penciptaan, serta mempopulerkan teknik cetak dalam dengan matriks tetrapak. Karya Tugas Akhir ini menggunakan metode yang dikemukakan Herman Von Helmholtz, diantaranya tahap (saturation) yaknipendekatan pada sumber inspirasi, kemudian tahap (incubation) yakni tahap pengendapan dan yang terakhir tahap (illumination) perwujudan karya. Karya yang diciptakan ni mempresentasikan sepuluh karya seni grafis yang secara garis besar merepresentasikan momen-momen bersama ibu pada masa kanak-kanak yang berdampak baik sebagai pembelajaran hidup yang mampu menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
Kata kunci : Cetak Dalam, Ibu, Seni Grafis, Tetra Pa
PERANCANGAN INTERIOR RICH RICHIE GARAGE DI SURAKARTA
Perancangan Interior Rich Richie Garage di Surakarta adalah suatu perancangan interior bangunan komersial berupa bengkel yang dilengkapi dengan fasilitas café dan retail. Perancangan Interior Rich Richie Garage di Surakarta mengusung konsep Culture in Balance, yang berarti kebudayaan dalam keseimbangan. Kebudayaan sebagai unsur lokal yang digunakan dalam konsep ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada para pengunjung serta akan memberi karakter tersendiri dalam desain sehingga daya tarik pengunjung akan lebih kuat. Penggunaan unsur lokal diseimbangkan dengan penerapan tema dan gaya pada perancangan. Pemilihan tema pada perancangan ini adalah kereta Jaladara. Gaya yang digunakan pada perancangan interior Rich Richie Garage di Surakarta adalah kontemporer. Pemilihan gaya kontemporer adalah untuk menunjukkan desain tren masa kini sehingga tetap mengikuti perkembangan zaman sehingga dapat diterima masyarakat. Batasan ruang lingkup garap dalam perancangan ini meliputi : Lobby, Café, Retail dan Office.
Kata Kunci : Interior, Motor Custom, Kereta Jaladara, Kontemporer, Surakart
Jangan Menjadi Menara Gading
Lahirnya ISI Surakarta, awalnya Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), adalah anak tangga berikutnya dari estafet pendidikan seni bernama Konservatori Karawitan (KOKAR) di Surakarta pada 1950. Upaya untuk “mengintelektualisasikan” kesenian Jawa kala itu menghadapi jalan terjal karena belum terciptanya ukuran-ukuran atau rumus-rumus pasti tentang “cara bermain” dan “memproduksi” karya seni (gamelan -kasus kala itu-) yang bagus dan indah. Setiap individu, kelompok, dan masyarakat memiliki ukuran yang berbeda-beda. Sementara bagi seniman-seniman kampung, sarjana seni itu ibarat dewa dengan produksi pengetahuan yang sama sekali tidak mereka pahami. Dan karena tak paham, mereka dengan seketika meyakini bahwa pengetahuan demikian itu datangnya dari “langit” yang hanya dapat diproduksi oleh “kaum langitan” (kata lain dari seniman akademis). Di usianya yang lebih dari setengah abad, ISI Surakarta sudah selayaknya berbenah, untuk kembali menentukan posisinya di tengah-tengah masyarakat. Mempersempit jarak dan menghapus batas
PENERAPAN GAYA BOHEMIAN PADA INTERIOR LA LUNA RESORT DI YOGYAKARTA (KAJIAN ESTETIK)
La Luna merupakan salah satu hotel resort yang berada di Jalan Palagan Tentara Pelajar No.km.8 Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman. La Luna menerapkan gaya interior bohemian dan konsep penginapan cottage. Gaya bohemian yang di terapkan pada La Luna digunakan sebagai branding pada resort ini sehingga tempat ini dikenal sebagai penginapan yang unik, estetik, dan instagrameble. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan gaya bohemian dan nilai estetika pada interior La Luna Resort di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan interior gaya bohemian dan semiotika untuk mencari nilai estetika. Sumber data diperoleh dari hasil observasi di lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan analisis gaya bohemian pada La Luna Resort dengan beberapa literatur tentang kebudayaan asal bohemian dan mengkaji nilai-nilai estetika pada interiornya serta temuan baru bahwa interior bohemian yang selama ini dikenal merupakan unsur yang sudah dikapitalis. Analisis tersebut diharapkan dapat mengapresiasi interior dengan gaya bohemian beserta nilai estetika berdasarkan sejarah kebudayaan bohemian yang ada didalamnya.
Kata kunci: Bohemian, Estetika, Interior, Resort, La Lun
SUDUT PANDANG KAMERA DALAM MEMBANGUN ADEGAN DRAMATIK KONFLIK PADA FILM SOBAT AMBYAR
SUDUT PANDANG KAMERA DALAM MEMBANGUN ADEGAN DRAMATIK KONFLIK PADA FILM SOBAT AMBYAR (Aldino Febrianto, 2022, hal. X – 66) Skripsi S-1 Program Studi Film dan Televisi, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta Sobat Ambyar adalah Film bergenre romance comedy yang menghadirkan banyak konflik didalamnya. Konflik tersebut menimbulkan dramatik yang menarik serta menjadi perhatian khusus bagi penonton untuk menyaksikan, mendengarkan atau bahkan turut serta merasakannya. Pada sebuah film, sudut pandang kamera berperan penting dalam mempertinggi visualisasi dramatik cerita, posisi memandang yang tampil pada suatu shot akan membawa penonton lebih dekat dengan pemain, Tujuannya, agar penonton mampu merasakan dampak dramatik sama seperti yang dialami oleh pemain. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana sudut pandang kamera dalam membangun adegan dramatik konflik pada film Sobat Ambyar dan dengan tujuan mengkaji dan mendeskripsikan sudut pandang kamera dalam membangun adegan dramatik konflik pada film Sobat Ambyar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan sudut pandang kamera subjektif digunakan untuk memberikan kesan kedekatan kepada penonton untuk merasakan konflik yang dihadapi Jatmiko. Penggunaan sudut pandang kamera objektif digunakan untuk menambah penghayatan penonton untuk merasakan suasana konflik yang dihadapi Jatmiko, dan Penggunaan sudut pandang kamera pov digunakan untuk memberikan kesinambungan dan komunikasi yang jelas mengenai aksi dan reaksi yang terjadi pada Jatmiko saat mengalami konflik.
Kata kunci: Film Sobat Ambyar, Adegan dramatik, Unsur dramatik Konflik, dan Sudut Pandang Kamera
PEMBANGUNAN KONFLIK ACHA TERHADAP IQBAL MELALUI STRUKTUR NARATIF DALAM FILM MARIPOSA
PEMBANGUNAN KONFLIK ACHA TERHADAP IQBAL MELALUI STRUKTUR NARATIF DALAM FILM MARIPOSA (Amelia Hanna Neina Dutta, 2023, halaman i – xii dan 1 – 106). Laporan Tugas Akhir Skripsi S-1 Program Studi Film dan Televisi, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Penelitian ini mengangkat film Indonesia berjudul Mariposa sebagai objek penelitian dengan berfokus pada konflik tokoh utama Acha dan Iqbal. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan secara rinci bagaimana pembangunan konflik tokoh Acha dan Iqbal melalui struktur naratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini adalah observasi atau pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam film Mariposa dibangun melalui struktur naratif dengan menggunakan struktur tiga babak. Pada tahap permulaan, diceritakan tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam film dan mulai munculnya masalah kecil atau sederhana. Dalam tahap ini, ditunjukkan pula cara tokoh utama Acha yang berusaha mencapai tujuannya. Pada tahap ini juga ditunjukkan alasan Acha ingin mencapai tujuannya yaitu menjadi pacar Iqbal. Selanjutnya tahap pertengahan, pada tahap ini mulai munculnya penolakan, perdebatan, dan menyakiti satu sama lain. Dalam tahap ini, tokoh antagonis yang menghalangi tokoh protagonis untuk mencapai tujuannya. Tahap yang terakhir adalah tahap penutupan yang berisi tentang konflik yang mereda, Acha dan Iqbal selaku tokoh utama berhasil mencapai tujuannya.
Kata Kunci : Konflik, Struktur Naratif, Film Mariposa
REPRESENTASI PESAN MORAL PADA FILM ANAK GARUDA (Analisis Semiotika John Fiske)
vi
ABSTRAK
REPRESENTASI PESAN MORAL PADA FILM ANAK GARUDA (Analisis Semiotika John Fiske) (Bagus Hendrawan, 2022, hal i-96) Skripsi S-1 Program Studi Televisi dan Film, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Film merupakan salah satu media hiburan yang dapat memberikan nilai kepuasan pada masyarakat. Film juga dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi maupun pesan moral. Film Anak Garuda merupakan film fiksi yang mengandung banyak nilai-nilai moral di dalamnya. Film ini menceritakan awal kisah berdirinya sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Tujuh anak Garuda saling bekerjasama dalam mewujudkan impian mereka di tengah banyaknya konflik akibat perbedaan latar belakang mereka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pesan moral apa saja yang terkandung dalam scene konflik pada film Anak Garuda serta bagaimana representasi pesan moral ditunjukkan. Tujan penelitian ini adalah menjelaskan representasi pesan moral yang terjadi dalam adegan konflik pada film Anak Garuda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis Semiotika John Fiske yang menggunakan tiga level pendekatan yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berkaitan dengan representasi pesan moral dalam scene konflik pada film Anak Garuda. Pesan moral yang ditemukan adalah nilai moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa, nilai moral terhadap diri sendiri, dan nilai moral terhadap hubungan dengan sesama.
Kata kunci : Representasi, Pesan Moral, Semiotika John Fiske, Film Anak Garuda
Etnomusikologi dan Bahasa Langitan
Etnomusikologi adalah ilmu yang menempatkan musik “dalam konteks”, sebagai jembatan untuk membaca peristiwa kebudayaan yang lebih luas.Di kampus seni (terutama pada Fakultas Seni Pertunjukan), etnomusikologi seringkali menjadi satu-satunya prodi atau jurusan yang tidak mencetak lulusannya sebagai praktisi seni. Hal ini berdampak pada jumlah mahasiswa yang cenderung sedikit. Ada beberapa hal yang mendasarinya. Pertama, sebagaimana kita ketahui bahwa generasi milenial senantiasa mendamba sesuatu yang instan, ramai, bising, dan spektakel.Indonesia hanya ada lima kampus yang membuka Program Studi Etnomusikologi yakni: Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, ISI Yogyakarta, Universitas Sumatera Utara, Universitas Mulawarman, dan IKJ. Etnomusikologi menjadi menarik untuk dibaca karena menjadi alat ukur paling objektif dalam melihat dinamika kebudayaan masyarakat pemilik musik
PENERIMAAN IBU-IBU DESA NGIPANG TERHADAP PROGRAM ACARA “MASTER CHEF INDONESIA” SEBAGAI SARANA REFERENSI PENGEMBANGAN UMKM
PENERIMAAN IBU-IBU DESA NGIPANG TERHADAP PROGRAM ACARA “MASTER CHEF INDONESIA” SEBAGAI SARANA REFERENSI PENGEMBANGAN UMKM
(Sekar Ayu Anggita, 2022) Skripsi S-1 Prodi Film dan Televisi, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Penelitian ini berawal dari ketertarikan ibu-ibu Desa Ngipang yang mempunyai usaha menengah kecil yang berada di bidang kuliner terhadap tayangan kuliner Master Chef Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerimaan ibu-ibu warga Desa Ngipang, Banjarsari, Surakarta terhadap program acara “Master Chef Indonesia” sebagai sarana referensi dalam pengembangan UMKM. Penelitian ini menggunakan teori kultivasi untuk mendapatkan pendapat realitas sosial antara media dengan khalayak, serta menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik purposive sampling dengan menyebar kuisioner pada ibu-ibu di Desa Ngipang yang secara khusus mempunyai UMKM yaitu sejumlah 35 responden, kemudian didapatkan 33 orang yang pernah menonton tayangan Master Chef dibagi menjadi 3 kategori, pertama ada 9 responden menonton berdasarkan cara penyajian menu, kategori kedua ada 11 responden menonton berdasarkan evaluasi juri dan peserta, dan kategori ketiga ada 13 responden yang menyukai tayangan program berdasarkan dan cara memasaknya. Penelitian ini fokus pada kategori ketiga yang akan disesuaikan dengan kelompok khalayak berdasarkan durasi menontonnya, dan telah dipilih 5 responden dengan heavy viewers dan 4 responden light viewers, sehingga jumlah responden keseluruhan adalah 9 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerimaan Ibu-Ibu Desa Ngipang yang mempunyai UMKM dapat mempertimbangkan ketertarikan program Master Chef Indonesia Season 9 untuk mengembangkan referensi menu masakan pada UMKM.
Kata kunci : Penerimaan, khalayak, Master Chef Indonesia, Kultivas