7065 research outputs found
Sort by
STRUKTUR MUSIK TERBANG TELON SALAFIYAH DESA BAPANGAN KABUPATEN JEPARA DALAM PERSPEKTIF REDCLIFFE BROWN
Skripsi ini berjudul “Struktur Musik Terbang Telon Salafiyah Desa Bapangan, Kabupaten Jepara dalam Perspektif Redcliffe Brown”, ini dilatarbelakangi oleh adanya kelompok kesenian Terbang Telon yang memainkan musik dengan formasi musik yang hanya memainkan tiga jenis pola terbang dengan penyebutan kepala, ngawil dan gendhong. Kelompok ini beranggotakan sekumpulan lelaki tua berumur antara 40-70 tahun, yang
memainkan musik tanpa orientasi finansial, bahkan resisten terhadap modernisasi musik rebana dangdut. Melalui fakta tersebut, penelitian diarahkan untuk mengungkap dua permasalahan yaitu; 1.Bagaimana unsur yang membentuk sistem musikal Terbang Telon Salafiah? Dan 2. Bagaimana
hubungan antara unsur musik dan elemen lain dalam Terbang Telon Salafiyah? Penelitian ini dilakukan menggunakan payung analisis teori strukturalfungsional dari Redcliffe Brown, yang menyatakan bahwa kebudayaan (musik) bukan pemuas kebutuhan individu, melainkan kebutuhan sosial kelompok. Sementara metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan prosedur pengambilan data melalui pengamatan, studi pustaka,
wawancara, langkah analisis data, dan penulisan laporan.
Hasil temuan ini menyatakan bahwa, unsur pembentuk musikal Terbang Telon Salafiyah ritmikal yang hadir dari permainan imbal tiga terbang yaitu kepala, ngawil dan gendhong, serta unsur melodis dibentuk dari pelaguan kegiatan membaca Sholawat dari Kitab Maulid Syaroful Anam. Sementara musik Terbang Telon ini secara kontekstual terbentuk dari unsur referensial
mengadopsi prinsip Salaf dalam permainan terbang, secara sosial merupakan bagian dari aktivitas kumpulan lelaki tua yang secara tradisi mengacu panduan hidup terhadap ketauladanan Nabi Muhammad SAW. Aktivitas musik Terbang Telon Salafiyah juga membentuk dan dibentuk oleh etika Kitab
Maulid Syaroful Anam yang membicarakan tentang hubungan orang tua dan anak, cara memuliakan anak, serta tata cara mendoakan anak mulai tahap dalam kandungan, kelahiran, menginjak remaja, dan memasuki masa menjadi orang tua melalui upacara adat pernikahan.
Kata kunci: Terbang Telon, unsur, hubunga
TRANSMISI MUSIKAL REBANA AL-MUNADA DI DESA JATIREJO, KECAMATAN JATIROTO, KABUPATEN WONOGIRI
Skripsi dengan judul “Transmisi Musikal Rebana Al Munada di Desa Jatirejo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri” dilatarbelakangi dari ketertarikan penulis terhadap kesenian sholawat yang diiringi dengan musik rebana. Selain memiliki permainan musik yang khas, grup rebana Al Munada juga masih mempertahankan bentuk musik rebana atau terbangan. Penulis ingin mengetahui apa motivasi di balik perubahan musik tersebut. Untuk mengetahui proses transmisi musik serta pola tabuhan pada grup rebana Al Munada, maka penulis melakukan sebuah pengamatan dengan metode kualitatif. Metode kualitatif dipilih guna membahas aspek tekstual dan kontekstual dalam penelitian ini. Pendekatannya menggunakan etnografi guna mengetahui informasi secara dalam dari para pelaku kesenian. Penulis mencari tahu tentang bagaimana proses perkembangan grup rebana Al Munada dan apa saja yang menyebabkan terjadinya transmisi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, transmisi yang terjadi dikarenakan adanya keinginan untuk berkembang serta untuk mempertahankan kelompok itu sendiri. Dengan demikian mereka tetap dapat menyebarkan ajaran Islam melalui seni sholawat yang digunakan sebagai media dakwah dan di dalamnya mengajarkan tentang kebaikan.
Kata kunci: transmisi musikal, sholawat , Al Munada
Factors Influencing Sri Hartono's Capability as a Kendang Master of Mangkunegaran-Style Dance
This study aimed to revealed the factors influencing Sri Hartono's capability as a kendang
(Javanese percussion) master that accompanies dances. The research method was carried out through
observation, interview, and literature study. The observation focused on the achieving the quality of Hartono
through factors and various stages. In-depth interviews were conducted to reinforce the data obtained through
the observation. The results showed that the concepts factors and stages that were passed caused Hartono as a
master kendang in Mangkunegaran. The Concepts used Sengguh, Lungguh, Mungguh. The stages are isanjogèd,
ngertijogèd, and titènjogèd. This research can contribute to the development of artistic knowledge, especially
Javanese music
REOG PONOROGO SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA CASUAL WANITA DEWASA
Tugas akhir ini berjudul “Reog Ponorogo Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Casual Wanita Dewasa”. Tujuan penciptaan Tugas Akhir ini adalah melestarikan kebudayaan Reog Ponorogo melalui pembuatan motif batik dengan unsur Reog Ponorogo. Tujuan penciptaan dalam pembuatan karya difokuskan pada (1) Bagaimana menciptakan desain motif batik tulis casual wanita dewasa dengan sumber ide Reog Ponorogo; (2) Bagaimana menciptakan desain busana casual wanita dewasa dengan motif batik tulis yang sumber ide dari Reog Ponorogo; (3) Bagaimana menerapkan kain batik motif Reog Ponorogo pada busana casual wanita dewasa. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya menggunakan tiga tahap yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan.
Proses penciptaan karya dimulai dari tahap eksplorasi yaitu dengan melakukan pengamatan kesenian dalam Reog Ponorogo, perancangan desain, alternatif desain untuk dipilih sebagai motif batik yang diaplikasikan pada busana casual wanita
dewasa dan juga perwujudan. Teknik perwujudan yang diterapkan pada keseluruhan karya menggunakan teknik batik tulis pewarnaan colet dengan menggunakan bahan pewarna remasol. Diawali dari proses pola, nyorek, mencanting, mewarna, melorod, menjahit hingga finishing. luaran dalam
penciptaan karya ini berupa (1) 4 busana casual wanita dewasa (2) Tease proses tugas akhir; dan (3) Katalog. Pada karya ini terdapat 4 judul karya busana yaitu “Sulur Prabu”, “Singo Barong”, “Dadak”, dan “Patih”. Hasil akhir dari penciptaan karya ini sesuai untuk busana casual wanita dewasa.
Kata kunci: Reog Ponorogo, Batik, Busana Casual Wanita Dewas
KAJIAN ESTETIK BATIK CIPRAT KARYA PENYANDANG DISABILITAS DESA PUCUNG KABUPATEN WONOGIRI
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) Keberadaan batik ciprat karya
disabilitas di Desa Pucung 2) Visualisasi batik ciprat karya disabilitas di Desa
Pucung 3) Estetika batik ciprat karya disabilitas di Desa Pucung. Lokasi penelitian
berada di Sheltered Workshop Peduli Karya Barokah, Desa Pucung, Kabupaten
Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data
penelitian diperoleh melalui teknik pengumpulan data, yaitu: observasi,
wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Proses analisis menggunakan
pendekatan estetika, yaitu estetika menurut A.A.M Djelantik.
Hasil penelitian ini adalah: 1) Program pemberdayaan melalui Sheltered Workshop
Peduli Karya Barokah memiliki dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup
penyandang disabilitas dan mengurangi ketimpangan sosial 2) Visualisasi batik
ciprat memperlihatkan ekspresi spontan dari pembuatnya 3) Estetika batik ciprat
Pucung terdiri dari tiga bagian yaitu wujud atau rupa, bobot atau isi, serta
penampilan atau penyajian. Hasil wujud atau rupa batik ciprat terdiri dari dua
pandangan, yaitu: bentuk dan struktur dengan titik dan garis yang disusun
sedemikian rupa dengan prinsip-prinsip seni rupa sehingga menghasilkan batik
ciprat yang indah dan harmoni. Bobot atau isi yang terkandung dalam batik ciprat
Pucung terkait keseimbangan alam dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Penampilan atau penyajian batik ciprat Pucung dengan unsur dan prinsip seni rupa
menghasilkan batik ciprat yan
EKSPRESI VISUAL RELIEF SEROJA CANDI BOROBUDUR PADA ROMPI KULIT
Penciptaan tugas akhir rompi kulit dengan menerapkan motif relief tanaman
seroja ini terinspirasi dari megahnya candi Borobudur yang merupakan candi
Budha terbesar di dunia yang terletak di Indonesia. Selain candi Budha terbesar
candi ini juga kaya akan pahatan reliefnya, baik relief naratif maupun relief
dekoratif yang tidak hanya sebagai ornamen hias akan tetapi menjadi simbol yang
memiliki makna mendalam salah satunya adalah tanaman lotus atau seroja.
Tanaman ini sangat berkaitan erat dengan ajaran agama Budha karena memiliki
makna sesuai ajaran sang Budha dan menjadi salah satu simbol dari ajaran Budha.
Alasan penulis untuk mengaplikasikannya pada rompi karena rompi salah satu
pakaian yang populer digunakan. Rompi kulit ini menggunakan bahan kulit samak
krom dari kulit domba dan juga kulit nabati. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam
Tugas Akhir Karya ini penulis memilih judul “Ekspresi Visual Relief Seroja Candi
Borobudur Pada Rompi Kulit”. Pendekatan estetika karya yang penulis gunakan
merujuk pada teori Monroe Beardsley dalam Problems in the Philosophy of
Criticism yang menjelaskan 3 ciri meliputi, kesatuan (unity), kerumitan
(complexity), dan kesungguhan (intensity). Untuk metodologi penciptaan
menggunakan teori SP. Gustami meliputi tahapan: eksplorasi, perancangan dan
perwujudan. Teknik yang digunakan yaitu teknik pahat hias, pyrography, lukis, dan
juga jahit. Untuk finishing menggunakan teknik oles. Hasil akhir karya rompi kulit
ini berjumlah empat buah dengan model sarimbit. Karya rompi kulit ini diharapkan
dapat menambah kemajemukan model dan menjadi referensi yang menumbuhkan
kreativitas yang lebih.
Kata Kunci: Rompi, Relief, Simbo
MOTIF WAYANG BEBER GAYA PACITAN PADA TAS WANITA BERBAHAN KULIT DAN TAPESTRY
Tugas Akhir Motif Wayang Beber Gaya Pacitan Pada Tas Wanita Berbahan
Kulit Dan Tapestry, merupakan sebuah karya yang terispirasi dari motif Wayang
Beber pada karya Wayang Beber dan pertunjukannya. Tujuan dari Tugas Akhir
kekaryaan ini yaitu mensosialisasikan visual Wayang Beber Pacitan dengan cara
menerapkan motif Wayang Beber Pacitan ke dalam karya tas. Landasan penciptaan
karya ini mengacu pada 3 unsur estetika modern milik Monroe Beardsley yaitu;
kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Penciptaan karya ini dilakukan
menggunakan teori SP Gustami yaitu metode “tiga tahap enam langkah penciptaan
karya seni kriya”. Proses penciptaan karya dimulai dari tahap eksplorasi yaitu
dengan melakukan pengamatan pada Wayang Beber, dilanjutkan tahap
perancangan alternatif desain untuk dipilih sebagai motif hias yang diaplikasikan
pada tas wanita dengan tapestry. Berikutnya merupakan teknik perwujudan
penciptaan karya ini menggunakan teknik tatah sungging. Proses perwujudan karya
diawali dengan proses pembuatan pola tas, pemotongan bahan, pemindahan motif
hias pada pola tas, memahat kulit sesuai dengan motif, penyunggingan, proses
pembuatan tapestry, menipiskan kulit, merakit pola tas, menjahit pola, pewarnaan
tas, dan finishing. Penciptaan karya ini menghasilkan 4 tas wanita dengan judul;
Sekartaji, Naladerma, Asmara Panji & Sekartaji, dan Panji. Dengan terciptanya
karya tas wanita yang mengangkat Wayang Beber diharapkan dapat menambah
wawasan masyarakat mengenai Wayang Beber pada sebuah karya dapat juga
diaplikasikan menjadi sebuah karya fungsional yang menarik
KREATIVITAS MUSLIMIN BAGUS PRANOWO DALAM KARYA “SAYA ATAU AKU?”
KREATIVITAS MUSLIMIN BAGUS PRANOWO DALAM KARYA TARI “SAYA ATAU AKU?”, (Dwi Harjanti, 2023) Skripsi S-1, Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Karya tari “Saya atau Aku?” karya Muslimin Bagus Pranowo dilatar belakangi oleh pengalaman pribadi. Penyusunan karya tari ini terinspirasi oleh orang yang mengalami masalah kejiwaan yang dilakukan berdasarkan pengamatan langsung terhadap orang yang mengalami gangguan mental. Bentuk karya yang akan dibahas dalam skripsi karya ilmiah ini adalah bentuk karya tari “Saya atau Aku?”, dan kreativitas Muslimin Bagus Pranowo dalam karya “Saya atau Aku?”. Permasalahan bentuk akan dikaji dengan menggunakan konsep bentuk dari Suzzan Langer, sedangkan kreativitas dikaji dengan menggunakan konsep Rhodez. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis kualitatif yang memaparkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan mendeskripsikan Bentuk dan Kreativitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kreativitas Muslimin Bagus Pranowo dalam karya “Saya atau Aku?” dipengaruhi adanya faktor internal dan ekstrernal yang mendorong penciptaan karya ini. Bentuk menunjukan bahwa karya “Saya atau Aku?” merupakan karya tari duet yang bertemakan “medis”, lebih tepatnya kesehatan psikologis dimana dalam pementasaannya menggunakan property kaca yang memiliki makna sebagai pengingat untuk selalu melihat diri sendiri
GARUDAMUKHA LAŃCANA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK TENUN UNTUK BUSANA CASUAL WANITA
Garudamukha Lańcana Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Tenun
Untuk Busana Casual Wanita
Pada proses penciptaan ini menjadikan Garudamukha Lańcana sebagai
sumber ide motif batik yang nantinya akan diterapkan pada permukaan kain tenun
ikat dengan kombinasi antara teknik batik tulis dan teknik tenun ikat. Tujuan
penciptaan ini untuk 1) menciptakan motif batik dan tenun garudamukha lancana,
2) menciptakan desain busana casual wanita dengan penerapan motif batik tenun
garudamukha, 3) mewujudkan busana casual wanita dengan pengaplikasian motif
batik tenun garudamukha lencana. Metode yang digunakan tiga tahapan. Tahap
pertama adalah eksplorasi, dilakukan dengan pengamatan dan pengumpulan data
mengenai sumber yang relevan dengan pokok bahasan, batik, tenun ikat, busana
casual dan Garudamukha Lańcana.Pada tahap eksplorasi juga dilakukan
ekplorasi medium. Tahap ke dua adalah perancangan, pada tahap perancangan
langkah yang dilakukkan adalah merancang desain busana yang diwujudkan.
Tahap ke tiga adalah tahap perwujudan, meliputi proses pembuatan karya. Luaran
hasil penciptaan karya tugas akhir ini adalah sebagai berikut. 1) Penciptaan lima
busana casual dengan motif batik tenun Garudamukha Lańcana, 2) Katalog karya
yang ber-ISBN, 3) Memperoleh HaKi untuk motif dan karya yang telah
diciptakan, 4) Draf artikel ilmiah. Karya yang akan dibuat penulis
mengombinasikan beberapa warna dan teknik. Selain itu kain batik yang
diciptakan ditujukan sebagai bahan sandang dalam pembuatan busana casual.
Kata kunci : Batik, Tenun Ikat, Garudamukha Lańcana dan Casua
BERGERAK DALAM BUDAYA: PELATIHAN FOTOGRAFI UNTUK PEMAJUAN SENI DAN BUDAYA PADA KOMUNITAS DALEM PASINAON DAN FIKRI DI SLOGOHIMO, WONOGIRI
Pemajuan seni dan budaya seringkali mendapat hambatan yang disebabkan oleh faktor globalisasi, modernisasi, dan penetrasi budaya asing. Rendahnya tingkat literasi generasi muda turut menjadi faktor penghambat. Di Wonogiri, realitas tersebut berkelindan dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Positifnya, masih ada generasi muda yang bergiat untuk memajukan seni dan budaya. Komunitas yang bergiat dalam kegiatan literasi dan pemajuan seni-budaya adalah Pasinaon Dalang yang didukung oleh Forum Ikatan Rohis dan Alumni SMA N 1 Slogohimo (FIKRI). Namun, kegiatan mereka mengalami banyak tantangan karena hanya mengandalkan pendanaan secara mandiri dan sedikit bantuan hibah dari pemerintah yang tidak diperoleh setiap saat. Oleh sebab itu, tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk transfer pengetahuan dan keterampilan fotografi kepada entitas dalam Komunitas Dalem Pasinaon dan FIKRI guna memajukan seni dan budaya setempat. Hasilnya karya peserta PKM diharapkan dapat diterbitkan dalam Photo Book sebagai apresiasi terhadap kegiatan artistik generasi muda di Kecamatan Slogohimo. Kegiatan PKM melibatkan dosen dan mahasiswa yang memiliki kepakaran untuk memberi pelatihan dan pendampingan fotografi. Tujuannya adalah peserta memiliki keterampilan fotografi untuk memajukan seni dan budaya setempat yang dapat berdampak luas bagi masyarakat di Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Target khusus PKM ini adalah menghasilkan luaran berupa artikel jurnal terindeks sinta, publikasi media massa, dan presentasi hasil PKM