Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    Musik, AI, dan Hak Cipta

    Get PDF
    Teknologi AI membuat siapa pun dapat membuat musik kendati tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang musik.AI mampu melahirkan karya-karya baru dari sumber musik yang sama.AI bidang musik ini disambut sangat antusias oleh kreator konten Youtube. Dengan adanya AI musik, para kreator konten dapat membuat musik sesuai keinginan tanpa harus terusik dengan klaim hak cipta.Ke depan, akan semakin banyak musik baru tercipta berbasis AI. Urusan berkarya musik hari ini menjadi sangat sepele. Pertanyaannya ke depan, barangkali perlu didefinisikan ulang tentang apa itu komposer, pencipta musik, penata musik, dan kepada siapa hak cipta musik itu kita sematkan. Jika kepada AI, hari ini sejatinya kita sedang menghamba pada mesin

    BURUNG RANGKONG BADAK SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK YANG DITERAPKAN PADA BUSANA PESTA

    Get PDF
    Burung Rangkong Badak sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik yang Diterapkan pada Busana Pesta merupakan tema yang diangkat untuk pembuatan Karya Tugas Akhir. Burung Rangkong Badak merupakan burung berukuran besar dengan memiliki ciri khas balung berwarna cerah. Sayangnya burung ini terancam kepunahan dikarenakan akibat perburuan liar dan hilangnya habitat. Tujuan dari Tugas Akhir Kekaryaan ini adalah menciptakan karya motif batik yang kreatif dan inovatif dengan sumber ide Burung Rangkong Badak untuk busana pesta. Alasan pengambilan tema tersebut dikarenakan rasa empati penulis untuk mengapresiasi dan melestarikan Burung Rangkong Badak yang hampir punah dengan cara mewujudkannya ke dalam beberapa karya baru, dengan menggunakan teknik batik tulis. Ide/gagasan dalam pembuatan karya ini difokuskan pada (1) Bagaimana bentuk visual Burung Rangkong Badak. (2) Bagaimana membuat busana pesta. (3) Bagaimana merealisasikan batik motif Burung Rangkong Badak menjadi busana pesta. Pendekatan yang digunakan untuk pembuatan karya adalah pendekatan kreasi artistik. Penciptaan motif batik yang nantinya diwujudkan ke dalam busana pesta menggunakan tiga metode penciptaan seni berupa eksplorasi data, desain, dan perwujudan karya. Ide/gagasan sudah terpenuhi dengan terciptanya karya tugas akhir. Karya tugas akhir disini berjumlah dua karya busana pesta yang memiliki judul Lituhayu, dan Nipuna. Masing-masing busana tersebut menggambarkan makna simbolis yang berkaitan dengan kehidupan. Motif Burung Rangkong Badak dibuat dengan teknik stilasi dengan sedemikian rupa, sehingga berbeda dengan karya yang sudah ada. Warna batik yang digunakan perpaduan warna gelap dan warna cerah

    PENCIPTAAN BATIK MOTIF SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER UNTUK BUSANA PESTA WANITA

    Get PDF
    Sedulur Papat Kalima Pancer merupakan ajaran luhur masyarakat Jawa yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga. Saudara empat terdiri dari air ketuban, ari-ari, darah serta tali pusar. Pancer atau pusat yang dimaksud adalah janin atau diri manusia sendiri. Ajaran ini mengajarkan bahwasannya manusia harus mampu hidup harmonis dengan alam karena semua yang hidup berdampingan merupakan saudara. Penciptaan Tugas Akhir karya ini bertujuan untuk melestarikan ajaran luhur tersebut dalam bentuk motif batik yang diterapkan pada busana pesta wanita. Metode yang digunakan dalam penciptaan tugas akhir meliputi eksplorasi dari sumber ide baik motif maupun busana, perancangan desain motif batik dan busana berdasarkan hasil eksplorasi, serta perwujudan karya busana pesta dengan batik motif Sedulur Papat Kalima Pancer. Karya yang disajikan dengan stilasi dari motif Sedulur Papat Kalima Pancer yang mengutamakan kreativitas bentuk serta warna sehingga menghasilkan karya busana dengan nilai estetis. Hasil yang dicapai dalam penciptaan karya tugas akhir adalah terciptanya lima busana pesta wanita dengan motif dari sumber ide Sedulur Papat Kalima Pancer, katalog karya, serta artikel (jurnal ilmiah). Adapun judul dari lima karya antara lain : 1. Samasta, 2. Nitimanta, 3. Argani, 4. Darana, serta 5. Radhia serta adapun judul dari kelima motif batik yang dihasilkan antara lain 1. Ceplok Sari Toya Ketuban, 2. Ceplok Aruman, 3. Ludira Argani, 4. Tangsul Pusar Darana, 5. Jalma Radhia. Pendeskripsian karya disajikan dalam bentuk visual dan filosofi. Kata kunci : Sedulur Papat Kalima Pancer, batik, busan

    PROSES KREATIF KELOMPOK MUSIK HUMOR PECAS NDAHE SURAKARTA

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul “Proses Kreatif Kelompok Musik Humor Pecas Ndahe Surakarta”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kelompok musik humor Pecas Ndahe asal Surakarta yang sudah 30 tahun menghibur masyarakat dan di setiap konsernya selalu dipenuhi oleh penonton. Pertunjukan musik Pecas Ndahe selalu ditunggu oleh masyarakat Surakarta khususnya, bahkan di setiap perayaan ulang tahunnya selalu ramai dan dipenuhi oleh penonton. Meskipun banyak kelompok musik humor bermunculan, namum ‘pesona’ musik Pecas Ndahe masih menjadi pilihan bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Hal yang ingin dijelaskan dalam skripsi ini adalah 1) Bagaimana proses kreatif musik Pecas Ndahe? 2) Bagaimana bentuk dan ciri khas musik Pecas Ndahe. Penelitian ini menggunakan konsep kreatif miliki Sternberg, J. Robert, analisis musik milik Marck Benamou dan didukung juga konsepnya Bambang Sunarto tentang analisis kreatif musik. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif miliknya Sugiyono dengan beberapa tahap meliputi: observasi, wawancara, studi dokumen, trianggulasi, analisis data, penarikan kesimpulan dan penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelompok musik humor Pecas Ndahe adalah kelompok musik yang lahir dari komunitas Suku Apakah. Format musik Pecas Ndahe diadopsi dari Logo Suku apakah yang merepresentasikan orkestrasi. Proses kreatifnya dilakukan secara kolektif oleh para personilnya. Ada yang bertanggung jawab menulis joke, memikirkan parodi musik, menulis konsep alur cerita musiknya, namun eksekusi kreatifnya dilakukan secara bersama-sama. Aktor intelektual yang mengorganisir seluruh ide kekaryaan adalah Wisik Sunaryanto. Fondasi musik Pecas Ndahe adalah keroncong dan combo band, namun di dalamnya juga mengakomodir berbagai genre seperti pop, rock, dangdut, dangdut pop Jawa, jazz, langgam dan eksperimental. Bentuk karyanya adalah aransemen dari lagu-lagu yang sudah populer kemudian dirubah menjadi parodi musik yang lucu, baik dari segi lirik, beat, dan alur. Ciri khas musik Pecas Ndahe adalah membuat parodi musik musikal, menggabung-gabungkan lagu (medley), memasukan semua genre musik di dalamnya. Dikenal dengan paordi musik dengan joke-joke khas Jawa. Kata kunci: Proses kreatif, musik, humor, Pecas Ndahe. vi

    STRATEGI PERANCANGAN VISUAL BRANDING SEBAGAI MEDIA PROMOSI PASAR BEKONANG

    Get PDF
    Pasar Bekonang adalah pasar tradisional yang terletak di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Pasar Bekonang menjadi pusat roda perekenomian di Desa Bekonang yang mempertemukan antara penjual dengan pembeli. Saat ini Pasar Bekonang belum mempunyai identitas visual yang menjadi ciri khas dari Pasar Bekonang itu sendiri. Proses perancangan visual branding ini bertujuan untuk memberikan identitas visual dan dapat menjadi pembeda dengan kompetitor yang lain. Proses perancangan visual branding ini juga bertujuan sebagai media promosi melalui media sosial Instagram. Manfaat yang didapat dari proses Perancangan Visual Branding adalah memberikan identitas visual pada Pasar Bekonang. Branding dapat memberikan kemudahan informasi, sebagai tolak ukur keunggulan terhadap pasar yang lain, dan mampu membangun persepsi yang baik terhadap masyarakat luas untuk menentukan ketertarikan terhadap Pasar Bekonang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor orientasi pasar, faktor inovasi dan faktor kewirausahaan dalam pengaruhnya terhadap keunggulan dalam pengaruhnya terhadap keunggulan dalam meningkatkan kinerja pemasaran dalam kegiatan jual beli di pasar. Metode pengumpulan data pada perancangan ini menggunakan observasi dengan mengamati langsung ke lapangan, wawancara dengan Lurah Pasar Bekonang dan juga para pedagang maupun pembeli, kuesioner melalui Google Form, dan studi pustaka. Sedangkan metode perancangan visual branding menggunakan metode Design Thinking yang terdiri dari define, riset, interpretasi, ideasi, protoype, dan evaluasi. Sedangkan pada media promosi menggunakan AISAS yang terdiri dari attention, interest, search, action, dan share. Hasil perancangan pada Pasar Bekonang ini adalah identitas visual berupa logo, tagline, media promosi Instagram, dan beberapa media pendukung seperti desain stationery, desain media luar ruangan, dan desain merchandise

    STUDI PENERAPAN INTERIOR GREEN BUILDING PADA AYOM JAVA VILLAGE SOLO

    Get PDF
    Kerusakan lingkungan merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian masyarakat pada saat ini. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan energi dan sumber daya yang berlebihan serta berbagai kegiatan pembangunan, seperti desain, konstruksi, penggunaan, perbaikan dan pembongkaran bangunan. Berangkat dari permasalahan kerusakan lingkungan tersebut, munculah sebuah konsep yang dinamakan green building. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Penerapan Green Building pada Ayom Java Village Solo serta mengetahui kelebihan dan kelemahan dari penerapan Green Building pada Ayom Java Village Solo. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan desain interior. Data pada penelititian ini didapatkan dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penerapan green building di Ayom Java Village Solo telah memenuhi prinsip-prinsip penerapan green building. Dimana pada proses pembangunannya Ayom Java Village Solo juga memperhatikan ruang terbuka hijau, melakukan kebijakan hemat energi dan menggunakan material bekas berupa rumah limasan jawa. Adapun kelebihan dari penerapan Green Building di Ayom Java Village Solo, antara lain yaitu lebih hemat energi, lebih hemat sumber daya alam serta lebih nyaman dan sehat. Sedangkan kelemahan dari penerapan Green Building di Ayom Java Village Solo, antara lain yaitu belum adanya kebijakan pengelolaan air lebih lanjut serta biaya perawatan yang lebih tinggi

    REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL DALAM FILM PENDEK “DEMI NAMA BAIK KAMPUS”

    Get PDF
    Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana kekerasan seksual direpresentasikan dalam film pendek Demi Nama Baik Kampus. Isu kekerasan seksual di kampus sedang marak di Indonesia dan menjadi wacana dalam banyak media. Rumusan permasalahannya adalah bagaimana kekerasan seksual direpresentasikan dalam film pendek Demi Nama Baik Kampus?, dan bagaimana makna dalam film pendek Demi Nama Baik Kampus dalam mengungkap kekerasan seksual dalam kampus? untuk menemukan representasi menggunakan teori Struat Hall dan menemukan makna menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Langkah-langkah metodenya yaitu mengambil reduksi data berdasar mise en scene dari 8 potongan scene film pendek Demi Nama Baik Kampus untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) posisi perempuan menjadi korban kekerasan seksual oleh laki-laki tercermin pada tokoh Sinta dalam film tersebut. Dalam konteks resepsi, film pendek Demi Nama Baik Kampus ditafsirkan oleh penonton dari posisi oposisi yaitu tidak mencerminkan realitas yang kompleks dari masalah kekerasan seksual di kampus dan mungkin memiliki motif politik atau citra yang terkait dengan pemerintah. (2) Berdasarkan makna film menunjukan bentuk-bentuk kekerasan pada tokoh Sinta meliputi: Sinta mengalami kekerasan seksual di kampu, Pak Arie Mengintimidasi Sinta, Sinta mengalami gelaja trauma usai kekerasan seksual, Sinta ditolak menjadi korban kekerasan seksual, Sinta mengalami konsekuensi akibat kekerasan seksual, Sinta mendatangi kantor satgas, Pak Arie terbukti menjadi pelaku kekerasan seksual, Sinta mendapatkan keadilan

    PELATIHAN BATIK DENGAN MOTIF JAGAD PACITAN SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI DUSUN NGETEP DESA NGROMO KECAMATAN NAWANGAN KABUPATEN PACITAN

    Get PDF
    Community service activities with the title "Batik Training with Jagad Pacitan Motifs as an Effort to Develop Creative Economy in Ngetep Hamlet, Ngromo Village, Nawangan District, Pacitan Regency" this activity focuses on improving the skills of the Ngetep Hamlet community through training in the field of fine arts. The program was carried out in order to develop the creative economy in Ngetep Hamlet. This activity is also an effort to present artistic activities which can build the brand image of Ngetep Hamlet. Besides being an effort to improve skills, batik training also aims to grow the love of the community, especially the younger generation, for one of Indonesia's cultural heritages, namely batik. With this training, it is expected that the emergence of artistic activities carried out by the community and can develop into a source of community income in the field of fine arts. The method used in this batik training activity is the lecturing plus method, demonstration, practice, and also combines with the art creation method where participants are invited to be creative in the motifs to be made into batik. This training was carried out with 5 stages of work, namely the introduction of tools and materials, presentation of material about batik, demonstration of the batik making process, practice of motif design creation, and practice of making batik.

    Meneroka Musisi, Mengarsip Memori

    No full text
    Buku ini adalah kumpulan esai mengenai perjuangan dan pemikiran tokoh seni dan musik. Melalui perspektif sejarah, buku ini mengulas fenomena, cerita, dan pandangan para pemusik. Terbagi menjadi "Profil Seniman" dan "Penghormatan", buku ini memberikan wawasan tentang kehidupan musisi saat hidup dan setelah meninggal. Pendekatan ilmiah populer digunakan dalam penulisan, menjadikannya referensi berguna bagi mahasiswa musik dan masyarakat umum

    Reconstruction of The Selodang Mayang Dance at Amantubillah Palace in Mempawah, West Kalimantan Province

    No full text
    This article presents the outcomes of a study centered on the primary concern of how the reconstruction process of the Selodang Mayang dance at Amantubillah Palace unfolds. The Selodang Mayang dance, a traditional welcome dance originating from the Royal Palace of Amantubillah in Mempawah Regency, West Kalimantan Province, is the subject of this research. The objective of the study was to comprehensively elucidate the various stages involved in reviving the Selodang Mayang dance through its reconstruction process. The reconstituted Selodang Mayang dance encompasses aspects such as 1) Choreography, 2) Musical Arrangements, 3) Attire and Makeup, 4) Props, and 5) Floor Designs. Employing a qualitative approach with an emphasis on interaction analysis, this research uncovered a sequence of movements in the Selodang Mayang dance, characterized by graceful strides (lenggang) and coordinated arm movements synchronized with the accompanying music's rhythm. These movements adhere to precise guidelines from the palace, encompassing motifs like elegance in footwork, arms remaining below a 45-degree angle, maintaining a pleasant facial expression, avoiding spins, never turning one's back to guests, controlling leg position, and aligning movements with the dance's lyrics. Furthermore, the study also delves into the process carried out by the Selodang Mayang dance reconstruction team, dedicated to safeguarding this classical dance form. The research's objective was to comprehend, analyze, and safeguard the cultural heritage of Mempawah Regency, ensuring the sustained existence and flourishing of the Selodang Mayang dance within both the palace and the local community

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇