7065 research outputs found
Sort by
“BAINE PATORANI” FILM FIKSI PENDEK BUDAYA PATORANI DIHADANG GELOMBANG
Tesis karya ini menampilkan realitas kultur nelayan patorani yang
berada pada posisi rapuh, antara menyerah pada deraan kapitalisme dan
bertahan dalam rasionalitasnya sendiri yang sesungguhnya pahit. Sistem
kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat mitos yang sekilas
nampak tidak rasional, namun berfungsi baik bagi kelangsungan hidup
nelayan patorani, menjasi pusaran pergulatan eksistensi kultur Patorasi
yang dalam film ini direpresentasikan dalam format fiksi. Gambaran
mengenai itu ditampilkan melalui peran istri patorani yang dengan setia
melaksanakan ritual keselamatan. Bulan yang merupakan istri nelayan
patorani melaksanakan ritual setiap harinya dengan bantuan mertuanya
yang cukup konservatif. Bulan melakukan ritual tersebut untuk
keselamatan suaminya dan sebagai simbol kesetiaannya. Bulan yang
mengetahui jika suaminya telah berkhianat berhenti melakukan ritual dan
pergi meninggalkan desa tersebut. Daeng Ngiji yang merupakan mertua
Bulan melanjutkan ritual tersebut demi keselamatan anaknya. Film Baine
Patorani berfungsi sebagai sarana untuk mempresentasikan dan
mengidentifikasi peristiwa budaya sebagai karya seni, meskipun film Baine
Patorani tidak secara menyeluruh menggali ritual yang terkait dengan
budaya patorani
PENGAJARAN PANGERAN SAMUDRA DI GUNUNG KEMUKUS SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK DALAM BUSANA CASUAL WANITA DEWASA
Pengajaran pangeran Samudra di Gunung Kemukus meliputi ilmu pertanian, ilmu budaya, ilmu bela diri dan ilmu agama islam merupakan karya seni yang diaplikasikan dalam busana casual wanita dewasa, dengan adanya tugas akhir penulis ingin membawa dan memeperkenalkan kepada masyarakat umum melalui trend fashion. Proses penciptaan karya di mulai dari tahap eksplorasi (perencarian sumber ide, konsep, dan landasan penciptaan), perancangan (rancangan desain karya), dan perwujudan (pembuatan karya). Proses pembuatan karya seni melalui tahap awal yaitu membuat desain, membuat pola, persiapan alat dan bahan, nyorek, mencanting, pencelupan warna. menjahit dan finishing. Teknik yang digunakan pada karya ini adalah batik tulis dengan alat pokok lilin malam, canting, kain primisima "kereta kencana" dan pewarna naptol. Hasil dalam penciptaan karya ini berupa 5 busana casual wanita dewasa yang diberi judul sesuai simbolis filosofi dan makna yang tersirat pada setiap motif yakni karya 1 dengan judul Pulun, karya 2 dengan judul Anacara, karya 3 dengan judul Adisaktiman, karya 4 dengan judul Smara Agama, dan karya 5 dengan judul Kaharep. Masing-masing setiap karya yang dibuat mencerminkan alur cerita pengajaran Pangeran Samudra di Gunung Kemukus dengan penampilan karakter penyebaran ilmu pertanian, ilmu kebudayaan, ilmu beladiri dan ilmu keagamaan
TRANSFORMASI MUSIK KESENIAN TOPENG IRENG KRIDHA MUDHA TARUBATANG
Penelitian ini didasarkan pada fenomena perubahan musik pada sajian
Topeng Ireng Kridha Mudha Tarubatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan
etnomusikologi yang ditunjang dengan teori dan konsep mengenai transformasi
dari Anthony Antoniades yaitu Transformasi adalah sebuah proses perubahan
secara berangsur-angsur sehingga sampai pada tahap ultimate, perubahan
dilakukan dengan cara memberi respon terhadap pengaruh unsur eksternal dan
internal yang akan mengarahkan perubahan dari bentuk yang sudah dekenal
sebelumnya melalui proses menggandakan secara berulang-ulang atau
melipatgandakan. Teori yang digunakan tersebut dikombinasikan dengan teori
kreativitas dari Primadi dan Utami Munandar. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode kualitatif dengan teknik etnografi, teknik wawancara,
observasi, transkripsi, dan studi pustaka. Hasil analisis ditemukan adanya
transformasi yang dilakukan pada musik kesenian Topeng Ireng Kridha Mudha
Tarubatang.
Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui proses terjadinya transformasi
musik pada kesenian Topeng Ireng Kridha Mudha Tarubatang. Dalam proses
transformasi yang dilakukan tersebut didukung dari beberapa faktor yang terbagi
menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang terjadi meliputi
anggota, kreativitas, serta mengikuti perkembangan zaman. Faktor eksternal
sendiri meliputi situasi lingkungan yang terbagi menjadi lingkungan kesenian dan
masyarakat modern, serta kebutuhan pasar. Hasil dari transformasi tersebut
menibulkan dampak, baik secara internal maupun eksternal.
Kata Kunci : transformasi, musik, Topeng Ireng, Kridha Mudh
KREATIVITAS SANDI SUNAN KENDANG DALAM PERTUNJUKAN DANGDUT KOPLO DI BANYUWANGI
Laporan penelitian skripsi berjudul “Kreativitas Sandi Sunan Kendang Dalam Pertunjukan Dangdut Koplo Di Banyuwangi” diajukan dengan membahas mengenai fenomena musisi kendang bernama asli Sandi Pratama yang biasa dipanggil dengan sebutan Sandi Sunan Kendang. Ia merupakan salah seorang musisi kendang yang memopulerkan gaya musik dangdut koplo bernuansa Banyuwangian di Jawa Timur. Pada intinya skripsi ini membahas mengenai aktivitas Sandi Sunan Kendang yang terkait dengan latar belakang kehidupannya dalam perkembangan Dangdut Koplo yang bernuansa banyuwangian. Di sini penulis juga menjelaskan mengapa memiliki ketertarikan dengan kreativitas Sandi Sunan Kendang yaitu bahwa Sandi Sunan Kendang memiliki ciri khas dan karater yang kuat dalam bermain kendang, hingga karakter dan ciri khas yang dimilikinya mempunyai dampak yang cukup besar dalam musik dangdut koplo. Dalam penelitian ini terdapat beberapa rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana proses kreatif dan konribusi Sandi Sunan Kendang dalam terciptanya dangdut koplo bernuansa Banyuwangian ? 2) Bagaimana dampak dari pola kendangan Sandi Sunan Kendang terhadap cara bermain pengendang lainnya ?. Teori kreativitas digunakan sebagai dasar analisis penelitian ini dengan menerapkan metode kualitatif. Hasil penelitian ini Sandi Sunan Kendang memang berasal dari keluarga seniman, ia berangkat dari seniman tradisi hingga masuk ke dunia dangdut koplo. Sebagai musisi dangdut koplo khusus sebagai pemain kendang, ia memasukan pola kendangan Banyuwangian seperti Kuntulan dengan tujuan agar musisi-musisi kendang maupun anak muda dapat mengetahui kebudayaan daerah khususnya Banyuwangi, lalu kreativitas yang dilakukan oleh Sandi Sunan Kendang juga mempunyai dampak yang cukup besar bagi dirinya sendiri hingga bagi seniman dangdut koplo lainnya. Dampak yang paling terasa bagi diri Sandi Sunan Kendang yaitu karirnya yang terus meningkat sebagai contoh ia mendapat kontrak dengan televisi Indosiar untuk bermain kendang dalam acara D’Koplo, lalu dampak yang terlihat bagi seniman dangdut koplo lainnya Sandi Sunan Kendang dapat dijadikan referensi dan pembaruan pola kendangan yang Sandi Sunan Kendang tampilkan dalam pertunjukan dangdut koplo
INTERPRETASI DEPRESI MAYOR DALAM KARYA TARI GUTTED
Skripsi karya Ilmiah berjudul "Interpretasi Depresi Mayor dalam Karya Tari Gutted" (Agrissa Gathrie Sakathresna, 2023). Skripsi karya Ilmiah Program Studi S-1 Tari, Prodi Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta. Tari Gutted terinspirasi dari pengalaman pribadi koreografer yang merujuk pada gangguan kesehatan mental yang banyak dialami masyarakat karena adanya pandemi covid 19. Hal ini karena peristiwa covid berpotensi membuat kehidupan bermasyarakat menjadi tertekan, depresi, stress, dan ketakutan berlebih yang memicu terjadinya gangguan kesehatan mental. Karya tari Gutted dikemas dengan sajian tari duet, bentuk gerak, kostum, dan musik dalam karya tari Gutted banyak menggunakan intensitas gerak pelan dan mengalir. Untuk menganalisa masalah bentuk tari Gutted menggunakan konsep Y. Sumandyo Hadi, sedangkan untuk membedah proses penciptaan karya tari Gutted menggunakan teori Alma Hawkins dalam buku Bergerak Menurut Kata Hati Metode Baru dalam Mencipta Lewat Tari yang diterjemahkan oleh I Wayan Dibia. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tari Gutted berbentuk duet, garapan tari terdiri bagiaan pertama, bagian kedua, dan bagian ketiga. Proses karya tari Gutted terdiri dari empat taham utama yaitu melihat, merasakan, mengkhayalkan dan pembentukan. Pada tahap pembentukan dilakukan lagi beberapa proses. Proses eksplorasi merupakan tahap pencarian berbagai hal meliputi bentuk, teknis, dan eksperimentasi. Improvisasi merupakan pengalaman secara spontanitas atau mencari-cari kemungkinan ragam gerak silat yang di peroleh pada waktu eksplorasi kemudian di kembangkan dari aspek tenaga, ruang atau tempo dan ritmenya. Komposisi, elemen-elemen tersebut di susun menjadi satu rangkaian alur garapan yang utuh. Evaluasi, pengukuran serta penilaian dari susunan karya yang telah dibuat
Kebijakan Budaya Kota Budaya
Kota Surakarta atau Solo memiliki posisi strategis sebagai pusat kebudayaan Jawa dengan warisan budaya yang kaya, baik bersifat tangible maupun intangible. Artikel ini membahas bagaimana kebijakan budaya diterapkan di tingkat daerah, khususnya dalam konteks Solo sebagai model Kota Budaya nasional. Dalam kerangka kebijakan nasional, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, pemerintah daerah dituntut menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang berbasis pada identifikasi dan perlindungan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Solo dinilai memiliki modal sosial dan kultural yang kuat, mulai dari keraton, seni pertunjukan, tradisi lisan, hingga partisipasi aktif komunitas budaya. Namun demikian, tantangan modernisasi, komersialisasi, dan perubahan generasi menuntut kebijakan yang adaptif dan kolaboratif lintas sektor. Tulisan ini menekankan pentingnya integrasi antara pelaku budaya, pemerintah, dan masyarakat dalam merancang strategi kebudayaan yang tidak hanya melestarikan warisan, tetapi juga mendorong inovasi budaya berbasis nilai lokal. Dengan pendekatan ini, Solo diharapkan dapat memperkuat identitasnya sekaligus berperan dalam pertukaran budaya global
PEMBERDAYAAN SENI DALAM BENTUK KEKARYAAN MUSIK PADA MASYARAKAT DESA KARIMUNJAWA, KABUPATEN JEPARA
Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat Tematik (Kelompok) kali ini mengarah sasaran pada mitra masyarakat Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, dengan bentuk kegiatan pemberdayaan seni melalui penyusunan karya musik dan tari. Masyarakat Desa Karimunjawa, merupakan bentuk masyarakat plural dari sisi kebudayaan, karena karakter masyarakat pendatang yang berasal dari Suku Bugis, Madura, dan Jawa. Sebagai masyarakat berkarakter budaya campuran, warga Desa Karimunjawa membutuhkan penguatan kemampuan guna menjaga sustainability terhadap komitmen mereka mensosialisasikan musik, tari dan budaya etnis melalui karya pertunjukan. Tiga persoalan yang dihadapinya adalah 1)Pengetahuan tentang khasanah musik, tari dan kebudayaan Nusantara secara detail yang sulit mereka jangkau, 2) surutnya keyakinan untuk menciptakan kembali karya musik yang monumental, dan 3) kurangnya dukungan finansial. Oleh karena itu maka, program ini akan mencoba berlaku sebagai problem solver permasalahan mitra tersebut. Metode pendampingan yang akan diterapkan dalam program ini meliputi tiga hal yaitu; 1) Partisipatory Communication dalam menumbuhkan pengetahuan tentang khasanah musik, tari, dan kebudayaan Nusantara, 2) Bottom Up Planing dalam membangun konseptualisasi kekaryaan, dan 3) Partisipation Action Reasearh dalam proses produksi karya. Luaran yang ditargetkan dalam program ini adalah a)konsep kekaryaan, b) karya musik dan tari, c) video dokumenter, dan d) publikas
MIA (MEDIA INTERAKTIF ANIMASI) PENGENALAN TATA SURYA PADA ANAK DI TK NEGERI PEMBINA SURAKARTA
TK adalah singkatan dari Taman Kanak-Kanak, mengacu pada rentang usia anak-anak yang menghadiri pendidikan pra-sekolah usia 4-6 tahun. Materi menarik yang bisa dikenalkan pada anak TK salah satunya adalah materi tentang Tata Surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk, yaitu MIA (Media Interaktif Animasi) Pengenalan Tata Surya. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Sadiman. Aplikasi Media pembelajaran ini telah diujicobakan dengan melakukan pre-tes dan post-tes kepada 16 peserta didik kelas A1 di TK Pembina Surakarta. Hasilnya adalah ada kenaikan nilai antara pre-tes dan post-tes dari nilai 2 menjadi 3,25 dari skala 4. Untuk melihat apakah terjadi peningkatan yang signifikan antara pre-tes dan post-tes dilakukan uji paired t-test yang mensyaratkan data terdistribusi normal. Dari hasil uji tes Kolmogorov Smirnov dengan SPSS 23 didapatkan nilai sig. (2-tailed) adalah 0,102 > 0,05 yang artinya bahwa data distribusi nilai adalah normal. Dari hasil uji Paired Sample t-test diketahui bahwa nilai sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pengenalan Tata Surya pada data pre-test dan post-tes
PENGARUH PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM KARYA SENI TERHADAP INKLUSIVITAS SENI: ANALISIS SUDUT PANDANG SENIMAN DAN PUBLIK
Saat ini, semakin besar kekhawatiran masyarakat bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dapat membahayakan nilai estetika dan ekspresi kreatif manusia, serta mengabaikan pentingnya pelestarian warisan budaya lokal. Namun, beberapa orang percaya bahwa penggabungan AI dalam karya seni berpotensi meningkatkan inklusivitas seni melalui berbagai cara, termasuk memperluas aksesibilitas seni dan mendorong pengalaman seni yang lebih menarik dan interaktif. Oleh karena itu, sangat penting untuk menavigasi ranah AI dalam seni dengan pemahaman mendalam dan pendekatan bijaksana untuk menjunjung esensi inklusivitas. Studi ini menyelidiki dampak pengintegrasian AI ke dalam karya seni, dengan fokus khusus pada implikasinya terhadap inklusivitas seni. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melakukan wawancara mendalam terhadap lima profesional yang mendalami dunia seni, dan menggunakan teknik snowball sampling untuk rekrutmen partisipan. Hasilnya menunjukkan adanya konsensus di antara semua informan, yang menyatakan bahwa AI adalah sebuah keniscayaan. Namun, mereka berpendapat bahwa hal tersebut tidak akan mengubah esensi seni secara mendasar, atau menggantikan kreativitas manusia. Sebaliknya, AI dipandang sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan inklusivitas, terutama melalui peningkatan aksesibilitasnya. Selain itu, penelitian kami berfungsi sebagai kontribusi berharga terhadap pemahaman dampak AI terhadap inklusivitas seni dan memberikan panduan kepada para pelaku dunia seni mengenai penggunaan teknologi secara bijaksana dalam penciptaan karya seni inklusif yang diperkaya secara budaya