7065 research outputs found
Sort by
PANJANG ILANG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA PESTA
ABSTRAK
Tugas akhir karya ini berjudul “Panjang Ilang sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik untuk Busana Pesta”. Panjang ilang merupakan daun kelapa muda (janur) yang dianyam sebagai wadah makanan untuk kenduri. Panjang ilang biasa digunakan dalam acara bersih desa dan acara pernikahan. Bentuk visual dari panjang ilang dan isiannya akan menjadi salah satu acuan sebagai sumber ide penciptaan motif batik yang akan diaplikasikan untuk busana pesta. Tujuan penciptaan ini untuk (1) menciptakan desain motif batik dari pengembangan sumber ide panjang ilang, (2) menciptakan desain busana pesta dengan kombinasi batik motif dari pengembangan sumber ide panjang ilang serta (3) menghasilkan busana pesta dengan kombinasi batik dari pengembangan motif dari sumber ide panjang ilang. Teknik yang digunakan dalam proses penciptaan karya ini adalah teknik batik tulis dan pewarna yang digunakan adalah pewarna naphtol dengan teknik pewarnaan tutup celup. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya tugas akhir ini yaitu tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya. Luaran dari tugas akhir karya ini terdapat artikel (jurnal ilmiah), katalog serta karya berjumlah 5 busana yang berjudul (1) Parahita, (2) Trisha, (3) Sahitya, (4) Anvaya, 5) Dalana. Pada karya-karya ini, menghasilkan motif batik yang berjudul 1) Ceplok Janur Arum, 2) Semen Pangarep, 3)Ceplok Sumber Ayem, 4)Ceplok Panjang Ilang dan 5) Semen Sekar Janur. Batik disajikan dengan stilasi objek panjang ilang yang menjadi sumber ide penciptaan yang memperhatikan komposisi motif dan warna, sehingga menghasilkan karya yang bernilai estetis.
Kata Kunci : Panjang ilang, batik, busana
KREATIVITAS MUSLIMIN BAGUS PRANOWO DALAM KARYA “SAYA ATAU AKU
KREATIVITAS MUSLIMIN BAGUS PRANOWO DALAM KARYA
TARI “SAYA ATAU AKU?”, (Dwi Harjanti, 2023) Skripsi S-1, Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Karya tari “Saya atau Aku?” karya Muslimin Bagus Pranowo dilatar belakangi oleh pengalaman pribadi. Penyusunan karya tari ini terinspirasi oleh orang yang mengalami masalah kejiwaan yang dilakukan berdasarkan pengamatan langsung terhadap orang yang mengalami gangguan mental. Bentuk karya yang akan dibahas dalam skripsi karya ilmiah ini adalah bentuk karya tari “Saya atau Aku?”, dan kreativitas Muslimin Bagus Pranowo dalam karya “Saya atau Aku?”.
Permasalahan bentuk akan dikaji dengan menggunakan konsep bentuk dari Suzzan Langer, sedangkan kreativitas dikaji dengan menggunakan konsep Rhodez. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis kualitatif yang memaparkan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan mendeskripsikan Bentuk dan Kreativitas.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kreativitas Muslimin Bagus Pranowo dalam karya “Saya atau Aku?” dipengaruhi adanya faktor internal dan ekstrernal yang mendorong penciptaan karya ini. Bentuk menunjukan bahwa karya “Saya atau Aku?” merupakan karya tari duet yang bertemakan “medis”, lebih tepatnya kesehatan psikologis dimana dalam pementasaannya menggunakan property kaca yang memiliki makna sebagai pengingat untuk selalu melihat diri sendiri.
.
Kata Kunci : Muslimin, bentuk, kreativitas, muet, medis, karya
EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MUSIK MELALUI MEDIA TIK TOK UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI, DAYA INGAT DAN KUALITAS VOKAL SISWA GILANG RAMADHAN STUDIO BAND SOLO
Aplikasi Tik Tok merupakan aplikasi jejaring sosial yang dapat
digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran yang dikatakan
cukup efektif dalam masa pandemi. Terdapat berbagai fitur yang dapat
menarik minat siswa dalam belajar. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan Tik Tok sebagai media pembelajaran vokal untuk melihat
peningkatan partisipasi, daya ingat dan kualitas vokal siswa Gilang
Ramadhan Studio Band Solo (GRSB) selama masa pandemi. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan
behavioristik. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis
SWOT. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa
tidak ada peningkatan kualitas vokal siswa yang ditimbulkan melalui
metode pembelajaran Tik Tok. Namun terdapat perbedaan nilai yang
signifikan pada daya ingat dan partisipasi siswa GRSB Solo. Nilai yang
didapat setelah menggunakan Tik Tok lebih tinggi dari nilai sebelum
menggunakan media Tik Tok.
Kata kunci : Pembelajaran vokal, tanpa tatap muka, Tik Tok
GARAP KENDANG GENDHING PRING GLENDHENGAN KETHUK 2 KEREP MINGGAH 4 LARAS PÉLOG PATHET LIMA
Skripsi karya seni dengan judul “Garap Kendang Gendhing Pring
Glendhengan Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Pélog Pathet lima” ini merupakan
sajian hasil analisis garap kendang Gendhing Pring Glendhengan dalam konteks
sajian mrabot. Mrabot merupakan sebuah sajian gending yang lengkap dari segi
bentuk serta garapnya. Gending yang dianalisis adalah Lagon Jambé Thukul
dhawah Pring Glendhengan, gendhing kethuk 2 kerep minggah 4, kalajengaken Ladrang
Hayu trus Ayak-Ayak Kemuda mawi Palaran Durma Dhadapan laras pélog pathet lima
dari sudut pandang garap kendangannya. Dalam menganalisis garap kendang
Gendhing Pring Glendhengan digunakan empat konsep yaitu; konsep garap,
konsep matut, konsep mungguh, dan konsep mandheg. Penelitian ini berpijak
pada penelitian kualitatif di mana pengumpulan data dilakukan melalui studi
pustaka, observasi, dan wawancara. Data-data yang telah terkumpul kemudian
melalui proses reduksi, analisis, dan penyajian data. Hasil penelitian ini
menunjukan 1). Sususan konsep kendangan mrabot pada gending laras pelog
pathet lima dengan memperhatikan bentuk dan strukturnya. 2) Gendhing Pring
Glendhengan adalah gending yang semula mempunyai karakter agung,
kemudian digarap menjadi rasa prenés. Hal ini terlihat pada garap inggah
Gendhing Pring Glendhengan yang secara konvensi digarap kosek alus, namun pada
penelitian ini digarap dengan garap kendang ciblon. 3) Garap mandheg pada
Gendhing Pring Glendhengan dengan pertimbangan alur melodi balungan.
Kata kunci: mrabot, gendhing, Pring Glendhengan, kendhangan
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM PAKUWON DI SALATIGA DENGAN GAYA INDISH KOLONIAL SERTA SENTUHAN GAYA TRADISIONAL JAWA
Perancangan Interior Museum Pakuwon di Salatiga Sebagai Dengan Gaya Indish Kolonial Serta Sentuhan Gaya Tradisional Jawa bertujuan sebagai wadah melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengelola bukti material hasil budaya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan pariwisata Kota Salatiga. Perancangan ini menghadirkan tema kearifan lokal yaitu wayang Gunungan yang di transformasikan ke dalam elemen-elemen interior Museum Pakuwon. Metode perancangan yang digunakan adalah metode penciptaan Pamudji Suptandar yang meliputi tahapan Input, Sintesa, dan Output. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsi, pendekatan estetika dengan gaya Indish Kolonial dan gaya Tradisional Jawa, serta pendekatan teknis. Hasil desain berupa perancangan interior museum yang meliputi ruang lobby, ruang pameran, perpustakaan, ruang display, perpustakaan, lounge area, serta area taman.
Kata kunci : Interior, Museum, Salatiga, Indish Kolonial, Tradisional Jawa
DESAIN BUKU CERITA BERGAMBAR TEMBANG MACAPAT SEBAGAI MEDIUM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK
Tembang macapat merupakan puisi tradisional Jawa yang berisi tentang nasehat kehidupan
mulai dari manusi lahir hingga meninggal. Tembang macapat juga menjadi salah satu mata
pelajaran sekolah dasar. Perancangan ini didasari atas keprihatinan melihat banyaknya
siswa-siswa yang tidak memahami makna dari tembang macapat yang sudah diajarkan mulai
dari sekolah dasar, tembang macapat sendiri mengandung banyak pesan moral yang penting
dipahami untuk anak-anak sejak dini. Perancangan ini diciptakan sebagai media baru untuk
mengajarkan tembang macapat yang biasanya hanya diajarkan di buku-buku sekolah.
Metode perancangan menggunakan teori Sherin (2017), berisi 5 tahap yaitu brief, research,
visual design development, revision, dan implementation. Strategi visual perancangan buku
cerita bergambar ini berpedoman pada buku “Picture Books For Children” karya dari Mary
Northrup tahun 2012. Penulisan naskah cerita ini menggunakan Formula 3 Act Structure
(Struktur 3 babak). Pembuatan naskah menggunakan konsep Syd Field dalam bukunya
tahun 1979 yang berjudul “screenplay: The Foundation of screenwriting”. Melalui tahapan
tersebut terbentuklah karya dalam bentuk buku cerita bergambar tembang macapat yang
akan menjadi pembelajaran siswa sekolah dasar mengenai makna yang terkandung dalam
tembang macapat. Diharapkan dengan adanya buku ini siswa dapat menerapkan semua
pembelajaran yang baik melalui buku cerita bergambar tembang macapat
EKSPLOITASI HEWAN DI HUTAN GUNUNG SLAMET SEBAGAI IDE PENULISAN KARYA SENI GRAFIS
Karya tugas akhir yang berjudul: Eksploitasi Hewan di Hutan Gunung Slamet
Sebagai sumber Ide Penulisan karya Seni Grafis teknik linocut sistem reduksi merupakan
bagian proses ketertarikan penulis berdasarkan rasa prihatin penulis terhadap fenomena
eksploitasi hewan. bermula dari ketertarikan penulis akan hobi memelihara hewan dan
mengamati tindakan eksploitasi hewan di lingkungan sekitar tempat tinggal penulis yang
dilakukan masyarakat setempat. Tujuan penulisan karya ini adalah untuk menjelaskan
konsep penulisan, proses penulisan dan mendeskripsikan hasil karya seni grafis teknik
linocut sistem reduksi. Landasan visual karya tugas akhir ini berdasarkan eksplorasi
gagasan dalam pengalaman pribadi penulis terkait kegiatan eksploitasi hewan yang
kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa visual seni grafis. Adapun metode penulisan
yang digunakan meliputi tahap-tahap berdasarkan teori Hawkins yakni eksplorasi,
improvisasi, dan pembentukan. Penulisan karya eksploitasi ini menghasilkan karya-karya
seni grafis reduksi yang diciptakan berdasarkan ekspresi personal penulis dalam
menanggapi kegiatan eksploitasi hewan. Pesan moral pada karya ini penulis berharap kita
semua dapat menghargai setiap nyawa yang hidup baik itu manusia, hewan ataupun
tumbuhan karena semua yang hidup memiliki peranan yang penting demi
keberlangsungan hidup di bum
MANUHARA, GENDHING KETHUK 2 ARANG MINGGAH 8 LARAS PELOG PATHET LIMA: KAJIAN GARAP SINDEN
ABSTRAK
Skripsi karya seni yang berjudul "Manuhara, gendhing kethuk 2 arang minggah 8 laras pelog pathet lima: Kajian Garap Sinden" dalam skripsi karya seni ini dibuat dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kajian garap sindhènan. Penulisan skripsi ini juga disesuaikan dengan konsep karya penyajian gending-gending tradisi.
Skripsi karya seni ini banyak membahas mengenai ide garap dan analisis pada setap rangkaian gending, namun lebih mengutamakan garap sindhènan. Selain itu pada skripsi ini juga membahas mengenai sekilas latar belakang gending, tafsir pathet, dan tafsir céngkok sindhènan khususnya garap sindhènan gaya Surakarta. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif. Dimulai dengan merancang karya, penentuan sumber dan jenis data, kemudian mengumpulkan data. Pengumpulan data yang dilakukan seperti studi pustaka, observasi baik secara langsung maupun tidak langsung, serta wawancara. Setelah data terkumpul dilakukan analisis serta penyajian hasil analisis data.
Hasil yang diperolah dari penelitian ini yaitu rangkaian gending dengan berbagi bentuk membentuk kesan musikal yang indah. Penerapan sindhènan dalam gendhing Manuhara ini dilakukan dengan beberapa perspektif sindhènan antara lain penempatan wangsalan dan abon-abon, garap gregel wiled, serta teknik sindhènan. Semua garap sindhènan yang disebutkan dapat membentuk estetika sindhènan dalam sajian gending.
Kata kunci: gendhing Manuhara, gregel wiled, sindhèna
TULANG DAUN SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA CASUAL
Daun menjadi salah satu bagian tumbuhan yang memiliki fungsi dan manfaat sangat banyak bagi kehidupan. Sebagian besar daun memiliki satu tulang daun pusat yang biasa disebut ibu tulang daun. Berdasarkan arah tulangnya daun dibedakan menjadi empat golongan yaitu tulang menyirip, tulang menjari, tulang melengkung, dan bertulang sejajar. Karakteristik tulang daun ini menarik sebagai sumber ide visual penciptaan karya seni busana. Penciptaan karya Tugas Akhir ini bertujuan mewujudkan busana casual wanita dengan estetika bentuk tulang daun menjadi motif batik. Keseluruhan karya dibuat dengan tahapan teknik batik meliputi: proses mencanting menggunakan malam, pewarnaan kain menggunakan bahan Naphtol dan proses fiksasi. Metode penciptaan mengacu pada teori SP Gustami yang disebut dengan tiga tahap enam langkah yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil penciptaan berjumlah 4 karya busana casual wanita, karya 1 dengan judul MAGI, karya 2 dengan judul AMRA, karya 3 dengan judul ATSIRI, dan karya terakhir dengan judul ERANDRA
TARI LENGGANG CISADANE SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK PADA BUSANA READY TO WEAR
Karya pada tugas akhir motif batik dengan sumber ide Tari Lenggang Cisadane untuk busana Ready to Wear, merupakan sebuah karya yang terinspirasi dari tarian dengan tujuan merevitalisasi tarian tersebut kepada generasi muda. Tujuan dari tugas akhir kekaryaan ini yaitu, mecnciptakan motif batik Tari Lenggang Cisadane dengan motif utama pada gerakan tarian yang berpijak pada empat unsur kebudyaan pada Tari Lenggang Cisadane yang diaplikasikan pada busana ready to wear. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya ini adalah metode Gustami yang terbagi menjadi tiga metode, yaitu dimulai dari tahap eksplorasi, dengan melakukan pengamatan langsung pada lokasi sanggar tari dan menggali data melalui mewawancari. Selanjutnya digunakan untuk menerapkan motif Tari Lenggang Cisadane pada busana ready to wear. Tahap kedua yaitu perancangan desain, dimulai dengan alternatif desain untuk dipilih sebagai motif batik yang diaplikasikan pada busana ready to wear dan juga perwujudan motif pada gerakan tarian. Teknik perwujudan yang diterapkan pada keseluruhan karya dengan menggunakan teknik batik tutup celup dengan menggunakan bahan pewarna remasol. diawali dari proses pola, nyorek, membatik, mewarna, meorod, menjahit hingga finishing. Hasil dalam penciptaan karya ini berupa empat busana ready to wear yang diberi judul dari sifat-sifat yang terkandung dalam Tari Lenggang Cisadane . Sifat-sifat nya yakni karya satu dengan judul Mandasari, karya dua dengan judul Dahayu, karya tiga dengan judul Minjie, karya empat dengan judul Harsadah. Perancangan ini menghasilkan karya busana ready to wear dengan motif Tari Lenggang Cisadane . Terciptanya karya busana yang mengangkat motif Tari Lenggang Cisadane dapat diketahui lebih luas pada masyarakat umum khususnya generasi muda yang kurang sadar terhadap kebudayaan tari tradisional