7065 research outputs found
Sort by
GARAP KENDHANGAN CIBLON GENDHING SUMARAH KETHUK 4 KEREP MINGGAH 8 LARAS SLÉNDRO PATHET NEM
Skripsi karya seni ini menyajikan, mendeskripsikan dan menganalisa garap kendhangan dari gending klenèngan gaya Surakarta. Materi yang dipilih adalah Sumarah, gendhing kethuk 4 kerep minggah 8 laras sléndro pathet nem. Memuat tentang analisis, deskripsi dan kajian tentang kendhangan Gendhing Sumarah. Ide gagasan yang diajukan dalam skripsi karya seni ini adalah: (1) garap kendang kosèk alus dan ciblon inggah kethuk 8 versi Campuran; (2) penerapan konsep mandheg pada inggah Gendhing Sumarah.
Penelitian ini menggunakan metode jenis kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi secara langsung maupun tidak langsung, serta melakukan wawancara terhadap narasumber yang ahli dibidangnya. Dalam penelitian ini beberapa konsep diaplikasikan pada Gendhing Sumarah, yaitu konsep garap, konsep mungguh dan konsep mandheg.
Hasil dari penelitian ini adalah penerapan garap kendang kosèk alus dan ciblon inggah kethuk 8 versi Campuran pada inggah. Penerapan garap ciblon inggah kethuk 8 versi Campuran dengan dasar pengaplikasian dua versi pola kendang dalam satu gending. Penerapan mandheg dalam inggah adalah pengaplikasian dari beberapa céngkok, yaitu mandheg pasrèn céngkok puthut gelut, mandheg pasrèn versi Gendhing Lonthang dan mandheg pasrèn versi Gendhing Maskumambang.
Kata kunci: Sumarah; garap kendhangan; dan ciblon kethuk 8
PELATIHAN PEMASARAN PRODUK BERBASIS MEDIA SOSIAL DAN PEMANTAPAN PRODUK UNGGULAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan
keterampilan seni keramik di kalangan masyarakat desa Serenan melalui penyuluhan dan penggunaan
teknologi interaktif. Dalam era digital ini, penggabungan seni tradisional dengan teknologi modern
dapat memberikan nilai tambah yang signifikan serta membuka peluang baru dalam bidang ekonomi
kreatif. Program ini dirancang untuk mengenalkan teknik-teknik dasar pembuatan keramik dan
mengintegrasikan teknologi interaktif seperti aplikasi desain 3D, Augmented Reality (AR), dan
pencetakan 3D untuk membantu peserta dalam proses perancangan dan produksi karya seni mereka.
Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan pelatihan praktis dalam menggunakan perangkat lunak
desain 3D seperti TinkerCAD dan Blender, serta memanfaatkan aplikasi AR untuk visualisasi karya.
Selain itu, penggunaan printer 3D keramik akan diperkenalkan untuk mengubah desain digital menjadi
produk fisik. Melalui pendekatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan
teknis dalam pembuatan keramik, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam
menciptakan produk-produk kerajinan yang memiliki nilai artistik dan ekonomis tinggi. Hasil yang
diharapkan dari program ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat desa dalam
seni keramik, serta kemampuan mereka untuk memanfaatkan teknologi interaktif dalam proses kreatif.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup
masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan
MUNGGUH, GENDHING KETHUK 2 KEREP MINGGAH 4 LARAS PELOG PATHET NEM: KAJIAN GARAP SINDHÈNAN
Skripsi karya seni ini dibuat dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis garap sindhenan Gendhing Mungguh Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Pelog Pathet Nem. Tulisan ini merupakan kajian garap sindhenan yang meliputi latar belakang gending, struktur dan bentuk gending, tafsir pathet, tafsir karakter gending, tafsir penempatan wangsalan dan abon-abon, tafsir cengkok dan seleh, tafsir angkat dan seleh pada Mungguh, gendhing kethuk 2 kerep minggah 4. Penelitian karya seni ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Langkah-langkah yang penulis gunakan untuk mengurai permasalahan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, observasi, dan wawancara. Konsep garap digunakan untuk menganalisis garap sindhenan Gendhing Mungguh Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Pelog Pathet Nem. Hasil penelitian menunjukan bahwa gendhing Mungguh memiliki sindhenan yang menggunakan teori imitasi atau tiruan dari bagian inggah Gendhing Gambirsawit dengan tafsir pelog nem (manyura) sebagai pathet yang dominan. Di sisi lain ditemukan pula teknik plesedan mbesut penerapan wangsalan lamba dan wangsalan rangkep.
Kata Kunci: Gendhing Mungguh, Garap sindhenan, tafsir pathet
KARAKTER GATHUTKACA DALAM LAKON SANG GATHUTKACA SAJIAN PURBO ASMORO RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI
Penelitian berjudul “Karakter Gathutkaca dalam Lakon Sang Gathutkaca Sajian Purbo Asmoro Relevansinya dengan Pendidikan Budi Pekerti” berangkat dari ide gagasan yang berpijak pada fenomena aktual yakni tentang budi pekerti
penerus bangsa yang semakin ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter Gathutkaca dalam lakon Sang Gathutkaca sajian Purbo Asmoro relevansinya dengan pendidikan budi pekerti. Permasalaan yang dibahas
yaitu (1) profil tokoh Gathutkaca dan strtuktur adegan lakon Sang Gathutkaca, (2) karakter tokoh Gathutkaca dalam lakon Sang Gathutkaca. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan teori rekonstruksi karakter. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa (1) tokoh Gathutkaca merupakan tokoh populer dan memiliki peran penting dalam lakon wayang dan, (2) karakter Gathukaca memiliki relevansi dengan pendidikan budi pekerti seperti; pengorbanan, empati, kepemimpinan, etika, kesopanan, kesetiaan, tanggung jawab dan keberanian.
Kata Kunci: Wayang, Purbo Asmoro, Gathutkaca, Pendidikan, Budi Pekerti
IMAJINASI “CENDOL DAWET” DALAM PENCIPTAAN MOTIF BATIK BUSANA PANGGUNG MODERN
Tugas akhir ini berjudul “Imajinasi Cendol Dawet dalam Penciptaan Motif Batik Busana Panggung Modern” dan bertujuan menciptakan busana panggung modern dengan motif batik yang terinspirasi dari minuman tradisional Cendol Dawet. Karya ini juga berupaya memperkenalkan minuman tersebut, yang telah menjadi bagian dari tradisi Indonesia, baik dalam acara resmi maupun di kalangan masyarakat luas. Informasi dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara dengan penjual Cendol Dawet, meneliti aspek bahan, warna, asal, dan cara pembuatannya. Proses penciptaan karya batik tulis ini mengikuti beberapa tahap, yaitu eksplorasi, perancangan desain, dan perwujudan. Teknik yang digunakan adalah teknik colet dengan pewarna remasol, serta dilengkapi aksesori untuk mendukung tampilan busana panggung modern. Warna-warna yang dipilih mencakup hijau, kuning, coklat, dan hitam, sesuai dengan karakter Cendol Dawet. Hasil dari penciptaan ini adalah empat busana panggung modern yang diberi judul sesuai filosofi di balik motif batik: "NALA MUSTIKA," "GITA MUSTIKA," "KIRANA MUSTIKA," dan "GISTARA MUSTIKA." Karya ini bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan minuman tradisional Cendol Dawet melalui seni batik dan fashion, sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas
DIGITAL MARKETING PRODUK PERTANIAN, PETERNAKAN DAN PERIKANAN
Dokumen HAKI dari buku berjudul DIGITAL MARKETING PRODUK PERTANIAN, PETERNAKAN
DAN PERIKANA
TRADISI PERANG OBOR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA WAYANG BEBER PADA MEJA DAN KURSI TERAS DENGAN TEKNIK WOOD PRINTING DAN UKIR
Tradisi Perang Obor Sebagai Ide Penciptaan Karya Wayang
Beber pada Meja dan Kursi Teras dengan Teknik Wood Printing dan Ukir” menerapkan
motif wayang beber kontemporer ini terinspirasi dari cerita rakyat perang obor dari
Jepara. Perang obor merupakan upacara adat yang dilakukan setiap tahunnya
tepatnya di Desa Tegalsambi, Jepara. Alasan penulis penulis menerapkan motif
wayang beber pada sebuah kursi dan meja teras yakni ingin memperkenalkan salah
satu warisan budaya yaitu wayang beber. Penciptaan karya ini divisualisasikan
dalam bentuk kursi dan meja teras dengan menggunakan motif wayang beber,
dengan material kayu jati dan juga wood printing sebagai elemen hias dari motif
wayang beber. Maka dari itu penelitian penciptaan ini menggunakan teori estetika
oleh Monroe Beardsley yaitu 3 unsur yang menjadi sifat membuat baik atau
memperindah suatu karya estetik yang diciptakan oleh seniman, ketiga unsur
tersebut adalah unity(kesatuan), compleksity(kerumitan),intensity(kesungguhan).
Untuk metodologi penciptaan menggunakan teori SP. Gustami meliputi tahapan :
eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Teknik yang digunakan yaitu ukir dan
wood printing. Untuk finishing menggunakan finishing clear. Hasil akhir karya
kursi dan meja teras dengan judul Tradisi Perang Obor sebagai Ide Penciptaan
Karya Wayang Beber pada Neja dan Kursi Teras dengan Teknik Wood Printing dan
Ukir ini berjumlah 3 kursi dan 1 meja. Karya set kursi meja teras ini diharapkan
dapat menambah wawasan model dan referensi yang menumbuhkan kreativitas
yang lebih
PENCIPTAAN MOTIF BATIK TARI SALIPUK UNTUK BUSANA READY TO WEAR
“Tari Salipuk” merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Nganjuk. Karya
tugas akhir ini mengangkat tema “Tari Salipuk” dalam penciptaan motif batik pada
busana ready to wear. Tugas akhir karya ini penulis juga ingin memperkenalkan
kepada masyarakat luas bahwa Tari Salipuk ini merupakan tarian khas Kabupaten
Nganjuk yang memiliki ciri khas lucu, ceria dan romantis. Keunikan tersebut
menjadikan inspirasi untuk penciptaan karya. Penciptaan karya batik tulis ini
menggunakan metode penciptaan seni berupa eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi,
dan mateialisasi. Hasil yang didapatkan adalah lima motif batik dengan sumber ide
Tari Salipuk yang diaplikasikan untuk lima busana ready to wear. Lima karya busana
tersebut berjudul “Sideen”, “Ghideen”, “Lancaran Sukarena”, Kebyok kebyok”, dan
“Lilingan”. Lima karya motif berjudul “Kembang Telu”, “Keket”, “Lumaksana”,
“Pengibing”, dan “Ledhek”. Kelima karya tersebut memiliki filosofi dan makna
tersendiri. Dengan terciptanya karya busana dengan motif “Tari Salipuk” kedepannya
bisa dikenal oleh masyarakat luas dan mengajak masyarakat untuk mencintai dan
melestarikan budaya tradisional
VISUALISASI TOKOH PUNAKAWAN DENGAN GAYA LUKIS WAYANG BEBER SEBAGAI ELEMEN HIAS PADA TAS SHOULDER BAG WANITA
vi
ABSTRAK
Wiji lestari: 191471002. “Visualisasi Tokoh Punakawan Dengan Gaya Lukis
Wayang Beber Sebagai Elemen Hias Pada Tas Shoulder bag Wanita”.
Tugas akhir mengangkat tema Punakawan dengan gaya lukis wayang beber
sebagai elemen hias pada tas Shoulder bag wanita. Punakawan merupakan
karakter yang khas dalam pewayangan Indonesia. Karakternya mengindikasikan
bermacam-macam peran seperti penasihat para satria, penghibur, dan kritik sosial.
Tujuan penciptaan tas Shoulder bag wanita tema punakawan yang terdiri dari
Semar, Gareng, Petruk, Bagong sebagai objek estetik pada tas, dengan bahan
utama daluang bukan hanya sekedar usaha menghasilkan produk fashion. Hal ini
merupakan salah satu cara menggabungkan pelestarian budaya, inovasi seni,
pengembangan ekonomi kreatif, keberlanjutan, pendidikan. Target pengguna
untuk rancangan tas Shoulder bag wanita ini yaitu kalangan wanita dewasa dan
remaja pada kesempatan acara-acara formal sebagai pelengkap busana.
Pembuatan rancangan desain tas Shoulder bag wanita ini menggunakan bahan
dasar daluang dan kombinasi kain lurik dengan menggunakan teknik jahit. Karya
tugas akhir ini dilengkapi dengan tali slempang yang memiliki panjang sesuai
standar ukuran tas Shoulder bag wanita sehingga nyaman saat digunakan.
Penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan pendekatan estetik milik Monroe
Beardsley yaitu kesatuan, kerumitan, kesungguhan. Penciptaan karya tugas akhir
ini sejumlah 5 buah karya tas Shoulder bag wanita dengan judul Karsa, Cipta,
Rasa, Karya Dan Kala menggunkan metode penciptaan tiga tahapan dan enam
Langkah yang dirumuskan oleh SP Gustami dalam bukunya “ Butir-butir Mutiara
Estetika Mutiara Timur”