7065 research outputs found
Sort by
TRANSFORMASI TERIANTROFIS PADA DESAIN KARAKTER TOKOH KOMIK NUSA FIVE VOLUME 1
Seiring dengan berkembangnya teknologi di era globalisasi, menyebabkan mudahnya sebaran informasi dan keberagaman kebudayaan terutama di bidang komik. Banyaknya komik dari luar negri terutama Jepang menjadikan eksistensi dan minat baca komik lokal kurang tinggi. Penggambaran budaya dan hewan endemik berdasarkan letak geografis lima pulau besar di Indonesia terdapat pada desain karakter superhero komik Nusa Five Volume 1. Analisis terhadap desain karakter yang memiliki unsur budaya dan teriantrofis menggunakan metode penelitian Teori Manga Matrix. Melalui Teori Manga Matrix, desain karakter dianalisis berdasarkan form matrix untuk menentukan bentuk dasar, costume matrix untuk mengidentifikasi jenis kostum, dan personality matrix untuk menganalisis perilaku dan kepribadian. Pada tahap kedua untuk menentukan unsur teriantrofis pada desain karakter menggunakan pedoman bentuk anatomi manusia dan hewan. Hasil yang dicapai adalah penjabaran visual pada desain karakter komik Nusa Five Volume 1 yang memiliki unsur teriantrofis pada anatomi tubuh manusia
ANALISIS PERSEPSI GENDER PADA ANAK MELALUI PRAKTIR SENI GRAFIS BERSAMA KOMUNITAS YUK BELAJAR SENI (YBS)
ANALISIS PERSEPSI GENDER PADA ANAK MELALUI PRAKTIK SENI
GRAFIS BERSAMA KOMUNITAS YUK BELAJAR SENI (YBS), (Skripsi
Affi Nurtaria Rohmah, 76 halaman). Jurusan Seni Rupa Murni, program Studi
Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desai, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Persepsi mengidentifikasi bahwa pandangan yang timbul pada seseorang
merupakan hasil dari fokus individu pada suatu objek. Penelitian ini betujuan
untuk mengetahui persepsi gender yang terbentuk pada karya grafis anak-anak
dari hasil pengamatan mereka pada lingkungan sekitar (keluarga, sekolah, dan
teman sebaya). Melalui komunitas YBS penelitian dilakukakan di SD Negeri 02
Gentungan, menggunakan pendekatan kontekstual. Teknik pengumpulan data
utama yang diperoleh melalui praktik seni grafis dan wawancara dengan anakanak.
Teknik grafis yang digunakan yaitu teknik grafis cetak tinggi dengan
matriks Eva Foam. Anak-anak dilibatkan untuk memilih 8 profesi yang identik
dengan maskulinitas dan femininitas.
Penelitian ini menganalisis karya grafis anak-anak kelas 4 SD Negeri 02
Gentungan melalui teknik cetak tinggi dengan matriks Eva Foam. Hasilnya
menunjukkan bahwa anak-anak berusia 10 tahun telah mengenali peran gender
mereka, tercermin dari pemilihan profesi yang sesuai dengan jenis kelamin
mereka, tanpa ada yang memilih profesi lawan jenis. Anak-anak memilih profesi
berdasarkan kegiatan yang sering mereka lihat dari ibu mereka, mendukung
pandangan Judith Butler bahwa identitas dan peran gender terbentuk melalui
pengulangan tindakan dan perilaku yang diobservasi. Menariknya, lima anak lakilaki
memilih profesi juru masak dan satu memilih penjahit, menunjukkan potensi
subversi terhadap norma gender. Penelitian ini mendukung pandangan Butler
bahwa, alam bawah sadar mempengaruhi pembentukan identitas gender dan
seksual, yang merupakan hasil dari proses kompleks dan dinamis. Secara
keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bagaimana tindakan berulang dalam
konteks keluarga dan sosial membentuk identitas gender dan pilihan profesi anakanak,
sesuai dengan konsep performativitas gender
Pidato Guru Besar Prof. Sumarsam KERAGAMAN DAN PARADIGMA BERKESENIAN
Pidato Prof. Sumarsam dalam Dies Natalis ke-60 ISI Surakarta mengeksplorasi keragaman dan paradigma seni di Indonesia, terutama dalam konteks seni hibrida yang terbentuk dari perpaduan budaya lokal dan pengaruh Barat. Contoh-contoh seperti wayang Jawa masa kini, Janger Banyuwangi, dan festival-festival keagamaan di Blora mencerminkan perubahan kesenian tradisional yang kini mengadopsi elemen modern, seperti teknologi pencahayaan dan sistem suara. Beliau juga membahas aspek transmediasi dalam kesenian, yaitu pengaruh media dan teknologi yang membentuk presentasi seni dari bentuk non-tulis hingga visual dan digital. Selain itu, Prof. Sumarsam menyoroti konsep Safeguarding oleh UNESCO, yang bertujuan melestarikan dan menghormati warisan budaya tak benda, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga keaslian di tengah perubahan zaman. Dalam analisisnya, beliau mengajukan gagasan tentang pentingnya proses penciptaan dalam seni yang berorientasi pada proses (process-product oriented) maupun hasil akhir (end-product oriented), yang membantu seni mempertahankan daya tarik dan pengaruh budaya. Pidato ini menggarisbawahi peran krusial seni dalam membentuk identitas budaya yang dinamis, sekaligus menjadi sarana refleksi bagi masyarakat untuk memahami transformasi sosial dan budaya
GAMBARAN KESUNYIAN: LIMINALITAS DALAM FOTO HOMES AT NIGHT KARYA TODD HIDO
Tugas akhir skripsi yang berjudul “Gambaran Kesunyian: Liminalitas Dalam Foto Homes at Night Karya Todd Hido” bertujuan untuk membaca foto dan mengidentifikasi nilai estetika yang terkandung pada foto “Homes at Night”. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini adalah kualitatif deskriptif. Metode yang bertujuan untuk menggali dan memahami pemaknaan masalah yang ada, Kualitatif sendiri mengkaji beberapa literatur untuk dijadikan sebagai sumber penelitian, dan menjelaskan apa yang sedang terjadi pada penelitiannya, kualitatif berfokus pada kajian yang sifatnya terbuka atau sebuah fenomena yang selanjutnya diteliti lebih mendalam, data yang telah diperoleh lalu dianalisa menggunakan beberapa teori, pada tahap analisa, teori yang digunakan adalah kritik seni Edmund Burke Feldman, yaitu deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi tahap ini dibantu dengan estetika dari Immanuel Kant, tahap ini menganalisa beberapa aspek, seperti bentuk, garis, warna, dan beberapa komposisi lainnya, pembacaan foto ini bertujuan untuk mencari nilai estetikanya, baik itu estetika murni atau estetika tambahan, serta tambahan detail tentang unsur-unsur visua
BATIK OWENS JOE INDONESIA DALAM FASHION PHOTOGRAPHY
Berawal dari pembuatan Teaser Video Solo Batik Fashion 2022 yang berlokasi di batik Owens Joe Indonesia, sebelum melakukan pembutan video teaser dilakukan proses pengamatan dari koleksi batik Owens Joe Indonesia yang akan digunakan sebagai wardrobe dari pembuatan teaser tersebut. Proses pembuatan teaser yang dilakukan selama 2 hari berturut-turut di batik Owens Joe Indonesia Berdasarkan argumentasi diatas timbul ide untuk membuat karya fotografi yang berfokus pada pemotretan busana. Tujuan pembuatan tugas akhir ini untuk menambah nilai artistik pada busana yang akan diciptakan melalui media fotografi. Melalui penciptaan karya ini supaya menjadi karya visual yang dapat dipahami, diteliti maupun sebagai bahan reverensi dalam bentuk bahasa visual yang ditujukan untuk kalayak umum ataupun peneliti sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dalam bahasa visual. Pengerjaan karya tugas akhir ini akan menggunakan pendekatan fotografi fashion, karena fotografi fashion mampu untuk berbicara kepada audience tentang apa itu style dan gaya hidup akan busana yang akan dikenakan juga mengarah kepada hal - hal yang berhubungan dengan benda fashion seperti aksesoris. Kemudian untuk memvisualkan busana dari batik Owens Joe Indonesia dalam karya tugas akhir ini akan dilakukan dengan cara pemotretan dengan model atau peraga busana beserta dengan properti, aksesoris serta latar belakang pemotretan yang sesuai dengan konsep karya tugas akhir ini. Kemudian untuk mendukung dalam penciptaan karya ini yang akan dihadirkan dalam visual digunakan teknik stop motion dan pencahayaan Artificial Light. Hasil akhir dari penciptaan karya ini akan dikemas kedalam bentuk pameran fotografi fashion
REPRESENTASI SIMBOL MAKHLUK MITOLOGI PADA LOGO KLUB SEPAK BOLA LIGA 3 JAWA TIMUR 2023/2024
v
ABSTRAK
Kompetisi sepak bola Liga 3 Jawa Timur menjadi liga dengan peserta terbanyak
pada musim 2023/2024 berjumlah 53 klub. Setiap klub memiliki logo yang
berbeda-beda untuk merepresentasikan identitas yang dimiliki klub. Terdapat 5
klub yang memiliki elemen visual karakter makhluk mitologi yaitu Perseta
Tulungagung, Naga Emas Asri, Persedikab Kediri, PSBK-PETA, dan Perssu
Madura City. Logo telah menjadi bagian penting dalam sebuah brand atau merk,
pada klub sepak bola logo menjadi penting dan dapat mempengaruhi pada
perancangan aset desain yang lain seperti jersey. Dengan metode kualitatif
deskriptif, kelima logo dianalisis elemen visual pembentuknya yaitu bentuk,
ilustrasi, warna, dan tipografi. Berikutnya elemen visual karakter makhluk mitologi
dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes yaitu secara denotatif,
konotatif, dan mitos, yang hasilnya Perseta Tulungagung dan Naga Emas Asri
keduanya menggunakan simbol naga namun memiliki makna yang berbeda yaitu
kekuatan besar dengan keberuntungan, kemudian Persedikab Kediri dan PSBK-
PETA memiliki kesamaan elemen visual yaitu Dewa Ganesha dengan makna yang
sama yaitu kecerdasan. Setiap logo merepresentasikan mitos yang ada di tempat
asal klub
KAJIAN ESTETIKA DALAM KARYA NICOLINE PATRICIA MALINA BERJUDUL “SERA BELLISSIMA, THE ART OF ELEGANCE”
Nicoline Patricia Malina merupakan salah satu fotografer asal Indonesia di bidang fesyen, dan karya fotonya sering dimuat dalam majalah-majalah besar di Indonesia. Objek penelitian yang dilakukan merupakan karya foto Nicoline yang bekerja sama dengan Isamaya Grup dalam rangka acara promosi pembukaan Gia, Italian Restaurant, Jakarta. Berjudul “Sera Bellissima, The Art of Elegance” pada tanggal 28 Oktober 2015, foto yang ditampilkan pada pembukaan tersebut memiliki nilai-nilai estetika. Hal tersebut merupakan landasan utama untuk dijadikan sebagai objek kajian dibantu dengan teori estetika Dharsono Sony Kartika. Teori tersebut berisikan tentang 3 tingkatan basis aktivitas estetik/artistika untuk mencari nilai-nilai estetika yang terkandung dalam sebuah karya. Pada tingkatan pertama akan dilakukan pengamatan pada material atau elemen visual dalam karya foto. Selanjutnya, tingkatan kedua adalah tahap penyusunan atau pembuatan karya. Serta tingakatan ketiga merupakan persepsi dari pengamat tentang karya tersebut. Teori tersebut digunakan untuk mengkaji nilai-nilai yang terkandung pada karya Nicoline yang berjudul “Sera Bellissima, The Art of Elegance”. Adapun penggunaan teori dukung guna memperkuat hasil penelitian, yaitu fotografi fesyen, komposisi, dan teknik pencahyaan.
Karya-karya Nicoline merupakan representasi sebuah elegansi dalam dunia fesyen dengan persepsi yang berbeda, Nicoline menggunakan model perempuan sebagai sebuah objek dengan pose-pose yang sensual dan pakaian yang vulgar sebagai simbol kebebasan dan kemandirian seorang wanita elegan dalam mengekspresikan dirinya. Kajian estetika yang menggunakan teori 3 tingkatan basis aktivitas estetik/artistika Dharsono Sony Kartika berhasil menjabarkan unsur-unsur visual/material pada foto Nicoline seperti unsur garis, shape, tekstur, dan warna, serta pemilihan fotografi hitam putih dengan penerapan komposisi, pencahayaan dan teknik pemotretan dalam dunia fotografi, membuat suasana dalam karyanya seakan-akan menggambarkan kebiasaan atau budaya seorang wanita Eropa yang aktif dalam bersosial atau bergaul disebuah pesta
FORMULA JASA FOTOGRAFI PERNIKAHAN PROFESIONAL GAYA SURAKARTA
Akhir-akhir ini banyak para fotografer pernikahan pemula yang asal mengambil pekerjaan sebanyak-banyaknya tanpa memiliki team dan hanya bekerja sendiri. Pernikahan merupakan acara yang sangat sakral dan hanya terjadi sekali seumur hidup maka dari itu sebagai fotografer harus dapat mengabadikan semua momen, semua prosesi yang ada. Skripsi ini secara garis besar membahas tentang penyusunan formula jasa fotografi pernikahan adat Jawa Surakarta mulai dari prosesi akad nikah, panggih, krobongan dan hiburan. Para fotografer harus paham semua urutan prosesi adat jawa karena untuk mengantisipasi hilangnya momen yang tidak terpotret dan dalam skripsi ini sudah terdapat skema pemotretan sehingga para fotografer dapat mempelajari urutan prosesi tersebut.
Dalam penelitian ini menyajikan studi kasus pemotretan yang ideal disertai kukurangan foto dan antisipasinya. Bukan hanya itu saja, skripsi ini juga menyajikan teknik pemotretan yang ideal seperti kreativitas pengambilan angle, penguasaan teknik lighting, penguasaan komposisi, teknik fotografi dasar dan SOP kru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, berdasarkan dengan suatu fenomena yang sering terjadi. sumber data yang diperoleh dari melakukan wawancara, observasi, eksplorasi dan buku yang digunakan sebagai acuan dalam pengerjaan
EKSPRESI MOTIF BATIK UBUR-UBUR PADA HANBOK KOREA
Ekspresi Motif Batik Ubur-Ubur
Pada Hanbok Korea
Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia, terbuat dari kain mori diatasnya terdapat motif yang mempunyai banyak jenis dan filosofinya sendiri. Hanbok Korea adalah pakaian tradisional Korea. Penulis telah mengaplikasikan motif batik nusantara pada pakaian tradisional Korea yaitu hanbok yang fokus pada busana hanbok wanita. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memperkenalkan batik Indonesia dengan menggabungkan busana tradisional negara Korea, agar menghasilkan sebuah karya inovasi yang memperkaya busana yang ada di Nusantara.
Ketertarikan penulis dengan batik dan hanbok, memunculkan ide untuk memadukan dua hasil budaya yaitu Indonesia dan Korea. Dengan memadukan batik Indonesia dengan baju hanbok yang berasal dari Korea, bertujuan agar remaja Indonesia lebih mengenal batik dan mencintai karya budaya sendiri, namun dapat juga mengerti hasil budaya dari negara lain salah satunya busana hanbok dari Korea .
Metode yang digunakan dalam penciptaan yaitu “Tiga Tahap Enam Langkah” dengan trilogi keseimbangan penciptaan karya. Penerapan prinsip penciptaan dapat menghasilkan karya yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.
Motif ubur-ubur yang dipilih mengingat bentuknya bernuansa bulat sesuai dengan bentuk busana Korea, dan mengangkat salah satu binatang laut agar lebih dikenal masyarakat. Tahapan yang telah dilalui diawali dengan memahami referensi tentang ubur-ubur, busana Korea serta teknik perwujudannya, sehingga terwujud karya sesuai dengan konsep penciptaan yaitu menghasilkan karya yang inovatif dengan salah satu kebaruannya. Penerapan motif ubur-ubur pada kain dengan teknik batik tulis agar aspek estetis motif dapat mendukung bentuk secara keseluruhan. Pemilihan warna antara motif dan kain dengan pertimbangan adanya kontras yang saling mendukung antara warna motif dan warna busana
STRUKTUR DAN FUNGSI KAIN TENUN DI KAMPUNG ULOS HUTARAJA KABUPATEN SAMOSIR
ABSTRAK Kata Kunci
Kain ulos merupakan kain tenun khas Batak yang berfungsi sebagai
pakaian sehari-hari dan dalam kegiatan upacara adat Batak. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan 1) Keberadaan kain tenun di Kampung Ulos
Hutaraja 2) Teknik pengerjaan kain tenun di Kampung Ulos Hutaraja 3)
Struktur dan fungsi kain ulos dan uis di Kampung Ulos Hutaraja. Lokasi
penelitian berada di desa Hutaraja, kabupaten Samosir. Penelitian ini
menggunakan metode pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif.
Data diperoleh dengan observasi, wawancara, studi pustaka, dan
dokumentasi. Proses analisis data menggunakan pendekatan estetika
secara struktur menurut teori A.A.M Djelantik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 1) Desa Hutaraja dikenal sebagai komunitas
pengrajin kain ulos 2) Teknik pengerjaan Mangani Gatip dan pengerjaan
tenun dengan Gedogan dan ATBM di Hutaraja berbeda 3) Berdasarkan
unsur-unsur estetika pada sebelas jenis kain mengandung unsur struktur
berupa : Keutuhan (unity) yang memiliki sifat yang utuh, tidak
kekurangan dan berlebihan. Penonjolan (dominance) dengan intensitas dan
karakteristik yang harmonis. Keseimbangan (balance) yang memiliki aspek
simetri dan a-simetri. Sembilan kain ulos dan dua kain uis berdasarkan
hasil data penelitian di Kampung Hutaraja berperan penting dalam adat
budaya masyarakat Batak, yang telah diatur dalam pedoman Dalihan Na
Tolu dan Rakut Sitelu, salah satunya memiliki makna simbolis dalam
upacara adat seperti upacara kematian