7065 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG PEMASARAN PRODUK UMKM DENGAN KONSEP GREEN DESIGN DI KEDIRI
5
ABSTRAK
PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG PEMASARAN PRODUK UMKM
DENGAN KONSEP GREEN DESIGN DI KEDIRI (Diya Ayu Cahyaningrum,
2024). Tugas Akhir Karya S-1 Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain,
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
UMKM memiliki peran yang sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi di
Indonesia, dalam menunjang keberhasilan UMKM, terkhusus di daerah Kediri
perancangan interior gedung pemasaran produk UMKM menjadi sesuatu yang
cocok dalam menjual dan mempromosikan produk daerah serta dapat dijadikan
tempat untuk memberikan fasilitas pemasaran kepada para pemula UMKM.
Perancangan ini menerapkan pendekatan-pendekatan fungsi, pendekatan ergonomi,
pendekatan teknis, pendekatan warna, pendekatan gaya linimasa yang terbagi
menjadi 3 yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan yang diselaraskan dengan
mengangkat tema lokalitas candi Surowono Kediri, serta menerapkan konsep green
design. Metode perancangan yang digunakan adalah metode milik Pamudji
Suptandar yang terdiri dari input, sintesa, dan output. Hasil perancangan berupa
rancangan desain interior gedung pemasaran UMKM Kediri yang menerapkan
konsep green berkelanjutan yang merupakan bangunan ramah lingkungan. Batas
ruang lingkup garap gedung UMKM meliputi batasan front office, area retail, food
court, studio foto, area bazar, toilet, mushola dan kantor pengelola yang tertuang
melalui 3D model dan gambar kerja. Kelebihan dari perancangan ini adalah hasil
desain dapat menciptakan kenyamanan fisik manusia tanpa harus mengeksploitasi
penggunaan energi yang bersumber pada minyak bumi
STRATEGI SISTEM INFORMASI
Dokumen HAKI dari buku berjudul STRATEGI SISTEM INNFORMASI Karya Rachmat Destriana dk
KONSEP PINDAH PASIEUPAN DALAM KAKAWÉN WAYANG GOLEK PURWA SUNDA
Karawitan Sunda memiliki berbagai konsep musikal yang hidup secara
praktik di kalangan seniman. Keberadaan konsep-konsep musikal ini
menjadi sebuah penanda kemapanan dan identitas tersendiri bagi ranah
karawitan Sunda. Penelitian ini hadir untuk menunjukkan konsep pindah
pasieupan karawitan Sunda yang kaya akan aturan dan terminologi.
Kakawén wayang golek purwa Sunda dipilih sebagai topik dari penerapan
konsep ini, mengingat kakawén menjadi salah satu bagian penting dan
menarik dalam pertunjukan wayang golek purwa Sunda.
Bertujuan untuk menganalisis secara detail bagaimana sebuah konsep
musikal ini hadir, digunakan, dan menjawab kerancuan-kerancuan
pengistilahan dalam karawitan Sunda sehubungan dengan konsep
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode emic dan etic dipadukan
dengan paradigma ethnoart untuk mendapatkan data temuan dengan
keakuratan dan keabsahan yang tinggi.
Hasilnya ditemukan dan dijabarkanlah beberapa terminologi terkait teknik
penggunaan konsep pindah pasieupan ini pada konteks kakawén wayang
golek purwa Sunda. Terminology yang dimaksud ialah teknik penyuaraan
seperti teknik ligar, heas, gangsa, dan bengek. Selain itu ditemukan juga
teknik santek, embat, dan eur-eur sebagai sebuah terminology penyajian
kakawén. Terdapat banyak tata aturan dan sekelumit istilah dalam praktik
pindah pasieupan ini, temuan ini dijabarkan dalam analisis mendalam
terhadap sebuah kakawén wayang golek purwa Sunda. Banyak
pembenahan aspek lirik dari segi pilihan kata yang menyimpang dan jauh
dari makna yang sebenarnya, maka penelitian ini hadir untuk membenahi
kerancuan bahasa dalam kakawén tersebut. Temuan ini berguna sebagai
tuntunan dan tata cara penggunaan konsep ini khususnya untuk para
dalang, seniman, dan pemerhati karawitan dan pedalangan Sunda
PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAN COWORKING SPACE DENGAN GAYA MODERN NATURAL DI KAWASAN BINTARO
Perancangan Interior Perpustakaan Dan Coworking Space Dengan Gaya Modern Natural Di Kawasan Bintaro merupakan jenis bangunan publik yang berfungsi sebagai sebuah wadah masyarakat untuk meningkatkan minat membaca serta menjadikan
tempat ini sebagai tempat untuk para masyarakat berkumpul dan berdiskusi.
Perancangan Perpustakaan dan Coworking space ini di latar belakangi dari kurangnya minat membaca warga Tangerang Selatan, hanya 0,15% dari seluruh jumlah penduduk
Kota Tangerang yang memiliki minat membaca (Tangeks, 2018). Latar belakang perancangan ini juga didukung dengan perpustakaan umum daerah Tangerang Selatan
masih memiliki banyak kekurangan untuk memadai kebutuhan masyarakat.
Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan dan minat baca masyarakat. Perancangan interior ini menggunakan
metode pemrogaman dari pamudji suptandar yang terdiri dari tahap input, sintesa dan output. Sedangkan pendekatan yang digunakan ialah pendekatan fungsi, pendekatan
teknis, pendekatan tema dan gaya serta pendekatan ergonomi dan antropometri.
Perancangan Perpustakaan dan Coworking Space ini menggunakan tema “homey” dan gaya modern natural, tema ini diangkat karena tema ini berfokus pada kenyamanan,
rasa familiar, dan rasa seperti berada rumah sendiri. Dengan tema ini dapat membuat hubungan antar pelaku di dalam Interior Perpustakaan Dan Coworking Space memberikan suasana yang nyaman dan hangat. Sedangkan gaya modern natural
membantu mengangkat tema “homey” karena penerapan gaya modern natural dapatmemberikan rasa rileks dan tenang, dengan memberikan suasana natural alami pada interior sebuah ruangan. Batasan ruang lingkup garap dari perancangan ini meliputi lobby dan resepsionis, area perpustakaan, pojok braille, ruang audio dan visual, perpustakaan anak, coworking space, ruang pengurus dan ruang rapat.
Kata kunci : Perpustakaan, Coworking space, Bintaro, Modern Natural, Home
TOKOH PAHLAWAN NASIONAL PROF. DR. MAYJEN MOESTOPO SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KARYA SENI PATUNG MONUMENTAL
Tokoh Pahlawan Nasional Prof. Dr. Mayjen Moestopo sebagai sumber penciptaan karya seni patung monumental ini merupakan judul penciptaan karya seni tugas akhir dengan latar belakang yang bersumber dari sosok tokoh yang inspiratif, yakni Prof. Dr. Mayjen Moestopo. Bagi penulis, tokoh tersebut sangat inspiratif lantaran merupakan tokoh yang telah berjuang agar dapat keluar dari penindasan dan ketidak adilan hingga tercapainya kemerdekaan bangsa, berkontribusi banyak di bidang penelitian akademis dan kesehatan sebagai profesor serta berprofesi sebagai dokter, serta kepeduliannya terhadap pendidikan dengan membangun perguruan tinggi bernama Universitas Moestopo, disamping banyaknya prestasi yang dimilikinya sekaligus bermacam kontribusinya untuk masyarakat. Hal tersebut menjadi alasan kuat penulis untuk menciptakan karya seni patung monumental ini, dengan menggunakan teknik plester. Sedangkan dalam proses penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan metode penciptaan yang dikemukakan oleh Hawkins; meliputi eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Penulis meyakini bahwa dengan menjadikan sosok tersebut sebagai sumber penciptaan karya seni patung monumental ini, akan dapat menjadi ikon memorable untuk mengingat jasa-jasa serta ajaran-ajaran Prof. Dr. Mayjen Moestopo bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar dapat mewarisi semangatnya dalam berkarya di bidang akademis maupun berjuang di ranah non-akademis
ANALISIS PERBANDINGAN USER INTERFACE PADA APLIKASI TRAVELOKA DAN TIKET.COM BERDASARKAN PRINSIP GESTALT
Penelitian yang diberi judul “Analisis Perbandingan User Interface Pada Aplikasi
Traveloka Dan Tiket.Com Berdasarkan Prinsip Gestalt”. Dilatarbelakangi oleh
pesatnya perkembangan Online Travel Agency (OTA) yang saat ini terbesar di
Indonesia, Traveloka dan Tiket.com berkat andil dalam perkembangan teknologi di
era ini. Penelitian ini menggunakan mixed methods dalam perancangannya.
Kualitatif deskriptif digunakan sebagai pembahasan analisis user interface dari
masing-masing aplikasi dengan dilandasi oleh prinsip-prinsip pada teori Gestalt.
Kuantitatif dengan Mann-Whitney U Test pada penelitian ini digunakan untuk
menguji tingkat signifikansi dari analisis yang telah diverifikasi oleh ahli melalui
wawancara mendalam. Pengumpulan data berupa data primer dan sekunder
dilakukan dengan metode observasi, studi literatur dan wawancara. Proses analisis
data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil dari penelitian, Tiket.com mengungguli dari segi penerapan
prinsip Gestalt namun tidak ada perbedaan yang signifikan yang menandakan
bahwa jumlah pengguna tidak dipengaruhi oleh user interface yang diukur dari segi
persepsi visual
VISUALISASI CITA-CITA MASA KECIL DENGAN FOTOGRAFI KOLASE
“Visualisasi Cita-Cita Masa Kecil Dengan Fotografi Kolase” merupakan ide gagasan yang didasari dengan pemikiran pribadi mengenai banyak cita-cita di masa kecil yang tidak dapat terwujud. Namun, seiring berjalannya waktu harapan bahkan cita-cita tersebut banyak yang tidak dapat terwujud. Maka dari itu proses penciptaan karya ini ingin mewujudkan representasi dari cita-cita di masa kecil agar seolah- olah terwujud di kehidupan nyata. Peran fotografi dalam penciptaan ini yaitu guna menggambarkan representasi dari cita-cita masa kecil dalam bentuk visual foto jenis self portrait. Jenis fotografi self portrait ini yaitu melakukan sesi pemotretan dengan melibatkan diri sendiri sebagai objek utamanya, lalu hasil foto tersebut disempurnakan dengan teknik olah foto digital untuk mencapai representasi yang tepat atas gambaran cita-cita yang ingin disampaikan. Proses olah foto digital yang dilakukan seperti memasukkan beberapa gambar tambahan sebagai komponen pendukung, maupun objek-objek yang dapat membuat visual akhir foto tersebut lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya atau juga biasa disebut dengan teknik kolase. Hasil dari proses penciptaan ini adalah karya fotografi dengan objek utamanya pengkarya itu sendiri lalu dikemas menggunakan media visual foto dengan teknik kolase dengan tambahan olah foto digital yang direpresentasikan dari beberapa cita-cita masa kecil yang pernah terbesit di pikiran. Melalui seluruh proses pembuatan tugas akhir karya ini, dengan menghasilkan sebanyak 15 karya foto sampai dalam tahap akhir untuk menjawab rumusan masalah, bagaimana memvisualisasikan cita-cita masa kecil dalam bentuk fotografi kolase yaitu, melalui penerapan ilmu dan pengaplikasian fotografi kolase ini, mampu menghasilkan karya visual sebuah gambaran imajinasi tentang cita-cita pada masa kecil menjadi cukup unik dan lebih menarik.
Kat
BATIK MOTIF TOKOH RAHWANAYANA PADA BUSANA EVENING GOWN
Penelitian ini mengkaji penciptaan motif batik berbasis tokoh Rahwanayana dari epos Ramayana yang diterapkan pada busana evening gown. Tokoh Rahwanayana dipilih karena mengandung nilai moral dan budi pekerti yang relevan dalam kehidupan modern. Proses penciptaan mengikuti metode SP Gustami, meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi melibatkan pengumpulan informasi dan visualisasi tokoh melalui literatur dan karya seni. Perancangan mencakup pembuatan motif utama dari adegan-adegan penting, seperti penculikan Dewi Sinta, Hanoman Obong, dan gugurnya Arya Kumbakarna. Perwujudan dilakukan dengan teknik batik tulis menggunakan pewarnaan colet untuk motif dan tutup celup untuk latar.
Hasil karya berupa empat busana evening gown bertema Rahwanayana dengan judul simbolis, seperti "Asmaraloka Amerta" dan "Sinta Yajna," menggabungkan estetika tradisional dan modern. Bahan yang digunakan meliputi kain sutra, organza, tulle, dan songket, dengan aksen bordir, payet, dan diamond untuk mempertegas kesan mewah. Karya ini tidak hanya memperkenalkan kembali epos Ramayana melalui batik, tetapi juga memadukan seni kriya dengan busana kontemporer yang dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya
BUNGA TELANG SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK DALAM PERWUJUDAN WAIST BAG
Dwi Adi Hardiyanto, 17147123, 2024. “Bunga Telang Sebagai Ide Penciptaan
Motif Batik Dalam Perwujudan Waist Bag” Deskripsi Karya Program Studi
S-1 Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Penciptaan karya tugas akhir dengan judul Bunga Telang Sebagai Ide
Penciptaan Motif Batik Dalam Perwujudan Waist Bag bertujuan mendeskripsikan
segala hal yang berkaitan dengan penciptaan tugas akhir ini. Bunga telang
merupakan bunga yang memiliki banyak manfaat sebagai obat-obatan, sangat
bergunak bagi manusia. Bentuk bunga telang ini yang dijadikan elemen hias pada
waist bag. Bahan utama yang digunakan dalam penciptaan karya terdiri dari kain
goni rossela, yang memiliki sifat muda dibentuk dan kain primisima yang memiliki
serat kapas yang halus, sehingga motif kembang telang sebagai elemen hias pada
waist bag dapat di batik dengan maksimal. Penciptaan karya tugas akhir ini telah
menghasilkan enam buah karya waist bag yang siap digunakan sebagai karya tugas
akhir dengan judul “ Bunga Telang Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Dalam
Perwujudan Waist Bag. Proses penciptaan karya tugas akhir ini mengacu pada teori
penciptaan tiga tahap enam langkah oleh SP Gustami, dan melalui metode
pengumpulan sumber data dan teknik pengolahan / eksplorasi serta menjabarkan
deskripsi perancangan dan penciptaan karya seni sebagai penyusunan naskah yang
tepat. Dalam perwujudan bentuk tas menggunakan teknik jahit mesin dan
perwujudan elemen hias bunga telang menggunakan teknik batik tulis, sehingga
dapat menghasilkan bentuk yang unik dan elegan. Penciptaan waist bag berbahan
kain goni dan kain primisima dengan motif batik bunga telang sebagai elemen hias
pada tas diharapkan dapat menjadikan referensi kedepan untuk menciptakan karya
kriya yang berkembang mengikuti zaman
Analysis of the Role of Augmented Reality in Bringing Works of Art to Digital Spaces
Augmented Reality (AR) has become increasingly popular in the art world as a
medium for bringing traditional works of art into the digital space. This research
aims to analyze the role played by AR technology in the process of transforming
works of art from the physical environment into the digital domain. This
approach pays attention to the technical aspects, aesthetics and cultural impact
of applying AR in digital art exhibitions. This research method involves
literature analysis, case studies of various art exhibitions that use AR, and
interviews with artists, curators, and exhibition visitors. Qualitative data was
analyzed thematically to identify emerging patterns and trends in the use of AR
in artistic contexts. The research results show that AR has great potential to
enrich the visitor experience in digital art exhibitions by providing interactive
and contextual layers that cannot be accessed through conventional mediums.
Additionally, AR can also act as a tool to convey additional narratives, broaden
the interpretation of works of art, and increase visitor participation in the
creative process. The research also identified several technical and conceptual
challenges associated with the use of AR in art, including issues of technological
sustainability, accessibility, and artwork integrity. Nonetheless, overall, this
research highlights the great potential of AR in bringing works of art into digital
spaces and provides valuable insights for the future development of digital art
exhibitions