7065 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN WEBTOON EDUKASI SEBAGAI MEDIUM PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER PADA REMAJA
Dilatar belakangi oleh fenomena krisisnya pendidikan karakter yang terjadi pada remaja di Indonesia dan berusaha fokus dengan mencari medium pembelajaran pendidikan karakter yang menarik minat remaja. Dewasa ini, terdapat banyak media pembelajaran yang baru dan unik, selama tidak mengubah maksud dan tujuan yang akan disampaikan, media apapun dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, salah satunya adalah ilustrasi visual webtoon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang komik digital berbasis webtoon dengan tema pendidikan yang dikemas secara kreatif dan menarik sebagai alternatif dalam membangun pendidikan karakter remaja. Nilai-nilai yang disampaikan meliputi toleransi, keramahan, disiplin, kerja keras, kemandirian, religiositas, kejujuran, kreativitas, rasa ingin tahu, dan cinta membaca. Metode penelitian yang digunakan untuk penyusunan penelitian ini adalah metode ADDIE, dan mekanisme perancangan karya dilakukan menggunakan software Clip Studio Paint. Media promosi yang digunakan adalah Instagram dengan struktur model AIDA. Terdapat beberapa perbaikan yang diperlukan di beberapa area seperti jarak antar panel, kedalaman karakter, dan relevansi isu yang disajikan bagi remaja. Kerangka teoretis didasarkan pada prinsip pendidikan karakter yang menekankan pengembangan penalaran etis dan perilaku di kalangan siswa; studi ini mendukung gagasan bahwa cerita yang menarik melalui webtoon dapat secara efektif mempromosikan kebajikan penting di kalangan pemuda, meningkatkan perkembangan moral dan kompetensi sosial-emosional mereka.
Kata Kunci: Webtoon Edukasi, Medium Pendidikan, Pembangunan Karakter, Remaj
PELATIHAN REUSE LIMBAH BESI DESAIN AKSESORIS INTERIOR SEBAGAI UPAYA EDUKASI MODEL CIRCULAR ECONOMY BAGI PENGRAJIN BESI DI BATURONO JOYOSURAN SURAKARTA
Program PKM Prodi desain Interior ISI Surakarta di Baturono Joyosuran ini
bertujuan memberikan edukasi kepada Masyarakat dalam meningkatkan nilai guna
limbah sebagai sarana peningkatan ekonomi dan penyelesaian maslah lingkungan.
Tujuan tersebut dapat dicapai melalui metode ekonomi sirkular dalam praktik
desain berkelanjutan, dalam hal ini dengan pelatihan merancang desain aksesoris
interior berupa lampu yang berbasis limbah besi , memanfaatkan limbah yang juga
sebagai upaya mengurangi dampak negative limbah logam di lingkungan
sekitarnya. Metode ekonomi sirkular menekan pada mode reuse terhadap
kelimpahan limbah logam yang menjadi permasalahan klasik daerah pengrajin
besi . Program ini menghasilkan karya stimulasi sesuai target serta luaran lainnya,
di mana program ini untuk meningkatkan kreativitas pengrajin dan
mendayagunakan limbah secar lebih maksimal. Pemahaman kesadaran akan praktik
desain berkelanjutan di lingkungan Masyarakat sekitarnya sehingga akan tergerak
suatu gaya hidup untuk mengurangi limbah yang otomatis mengurangi dampak
negative di lingkungannya
Seni di Negeri yang Susah Melucu
Pembatasan terhadap kebebasan seni, seperti yang dialami oleh seniman ternama Butet Kartaredjasa di Indonesia, menciptakan ancaman terhadap esensi demokrasi dan keberagaman budaya. Seni dianggap sebagai cerminan realitas sosial dan politik, dan ketika seniman ditekan untuk menjauhi isu-isu politik, kebebasan seni menjadi terancam. Dalam konteks demokrasi, seni seharusnya dianggap sebagai potret kehidupan sosial dan sebagai refleksi kritis masyarakat. Fenomena serupa terjadi di berbagai negara, seperti Rusia, Tiongkok, dan Arab Saudi, di mana seniman seringkali menghadapi larangan atau intimidasi karena karyanya dianggap menentang pemerintah. Kebebasan seni bukan hanya hak istimewa seniman, tetapi juga mencerminkan tingkat demokrasi suatu negara. Dalam menghadapi tantangan terhadap kebebasan seni, dialog terbuka dan inklusif menjadi kunci, sementara tindakan represif dapat merugikan tidak hanya seniman tetapi juga masyarakat yang kehilangan kontribusi berharga dari seni. Dengan pemahaman bahwa seni memiliki peran kritis dalam membentuk pemikiran kolektif, perlindungan terhadap kebebasan seni menjadi esensial untuk menjaga ekosistem demokrasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan
Musik, Hujan, dan Kenangan
Artikel ini membahas hubungan yang kompleks antara musik, hujan, dan kenangan, terutama dalam konteks emosi dan nostalgia. Dengan memaparkan beberapa contoh lagu dari berbagai genre dan budaya yang memuat tema hujan, penulis menggambarkan bagaimana hujan seringkali dijadikan metafora untuk melukiskan perasaan kehilangan, kesedihan, dan kerinduan, terutama terkait dengan kenangan tentang mantan. Penelitian tentang dampak cuaca pada mood harian juga disinggung, menyoroti bahwa hujan dapat memengaruhi respons emosional seseorang, seringkali mengarah pada perasaan melankolis. Selain itu, artikel ini menyoroti bagaimana suara hujan dalam musik dapat berfungsi sebagai stimulus auditif yang merangsang efek relaksasi, membantu menciptakan suasana yang tepat untuk menyampaikan kisah cinta atau kerinduan. Musik bertema hujan tidak hanya memberikan dimensi tambahan pada naratif kisah cinta, tetapi juga memungkinkan pendengar untuk lebih terhubung secara emosional dengan lirik dan melodi. Dengan demikian, hujan, meskipun hanya sekadar fenomena alam, mampu membangkitkan kenangan yang mendalam dan emosional melalui medium musik
TRANSFORMASI ESTETIK DRAMATARI ARJA MUANI AKAH CANGING DI BALI
Kehadiran Dramatari Arja Muani Akah Canging di Bali merupakan bentuk baru dari Arja Tradisional yang telah ada sebelumnya. Pertunjukan arja ini melakukan transformasi terhadap struktur dan elemen pada pertunjukan Arja Tradisional. Tujuan penelitian untuk menemukan transformasi estetik pada pertunjukan Arja Muani Akah Canging di Bali.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dianalisis dengan menggunakan teori transformasi, dengan penekanan pada perubahan yang dilakukan pada pertunjukan Arja Muani Akah Canging. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data didasarkan pada tekstualitas yang meliputi tahap kondensasi, penyajian data, dan mengambil simpulan. Penyajian data bersifat deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut. 1) Tranformasi bentuk estetik yang dilakukan grup Arja Muani Akah Canging dengan cara mengubah struktur dan elemen-elemen pada pertunjukan Arja Tradisional dan memasukkan unsur-unsur seni lain ke dalam pertunjukan arja tersebut.
2) Perubahan sosial budaya di masyarakat Bali kini menghadirkan warna baru dalam pertunjukan Arja Muani Akah Canging. Perubahan ini merupakan upaya pelestarian dan pertahanan budaya Bali yang menjadikan Arja tampil dalam bentuk baru. 3) Proses perubahan dilakukan dengan cara mempertahankan, menghilangkan, dan memperbaharui struktur dan elemen pada Arja Tradisional. Bagian yang menjadi identitas Arja tetap dipertahankan, sedangkan bagian yang dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi zaman dihilangkan. Adapun pembaharuan dilakukan dengan memasukkan unsur-unsur seni lain yang dirasa mampu meningkatkan daya tarik penonton. Temuan penelitian, yaitu pertunjukan Arja yang singkat, padat, dan fleksibel mengutamakan segi hiburan
Membaca Kebisingan di Forum Bukan Musik Biasa
Forum Bukan Musik Biasa (BMB) yang telah berusia hampir 17 tahun menjadi platform konstruktif bagi para komponis musik untuk berbagi ide, gagasan, dan eksperimen inovatif mereka. Diadakan oleh Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta, forum ini telah menampilkan berbagai komponis dan kelompok musik dengan latar belakang yang beragam. Karya-karya yang dipresentasikan tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga dipahami secara mendalam. Pendekatan inklusif terhadap ragam jenis musik dan gagasan tercermin dalam forum ini, di mana terbuka terhadap berbagai sudut pandang dan kritik. Pada edisi ke-98, penampil dari Surakarta, Purwokerto, dan Pacitan memanfaatkan bunyi-bunyi bising sebagai medium ekspresi
FANTASI MASA KECIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA KERAMIK 3 DIMENSI
enciptaan karya tugas akhir dengan tema “Fantasi Masa Kecil” ini termotifasi dari
pengalaman pribadi, pengamatan terhadap anak-anak kecil di sekitar penulis yang
menjadi inspirasi membuat karya dengan tema Fantasi Masa Kecil diwujudkan pada
sebuah karya keramik 3 dimensi dengan visual figur yang memuat makna arti lewat
perwujudan simbol metafor dalam karya. Masa kecil yang mengesankan dan asik
dikenang yang diekpresikan kedalam sebuah karya keramik 3 dimensi dengan mengacu
pada pengaruh film kartun, gambar kartu semasa kecil, dan khayalan semasa kecil,
seperti ketika kecil bermain peran menjadi pahlawan super, berpetualang, berfantasi
menaiki sebuah mainan roket, jet, bermaian mobil mainan, atau fantasi lainnya. Hal
tersebut menjadi gagasan ide guna mewujudkan hal-hal bersifat kenangan, fantasi
khayalan tentang apa yang dulu dan sekarang penulis alami ketika semasa kecil.
Mengkplorasi dan mengilustrasikan sebuah ide karya lewat proses illustrasi sketsa,
pengolahan bentuk karya dan proses pembuatan karya hingga jadi karya seperti yang
diinginkan. Metode penciptaan karya ini menggunakan teori SP. Gustami meliputi
beberapa tahapan yaitu: Eksplorasi, Perancangan, dan Perwujudan. Pendekatan estetika
karya menggunakan rujukan pada teori Dewit H. Parker dalam teori bentuk estetika
yang meiputi enam unsur asas yaitu: 1. The Principle of Organic Unity (asa kesatuan
organis). 2. The Principle of Theme (asas tema) 3. The Principle of Thematic Variation
(asas variasi menurut tema). 4. The Principle of Balance (asas keseimbangan). 5. The
Principle of Evolution (asas perkembangan). 6. The Principle of Hierarchy (asas tata
jenjang). Proses pengerjaan karya menggunakan teknik hand building, pilin, dan
lempengan, menggunakan finishing pewarnaan engobe dan glasir TSG atau transparan
glasir, menggunakan tungku pembakaran gas dengan teknik pembakaran double firing
dengan suhu bakar biskuit 900˚C dan suhu bakar glasir 1180˚C-1200˚
MASA REMAJA AWAL DALAM KARYA INTAGLIO LASER ENGRAVING
Masa transisi dari kanak-kanak menuju remaja menjadi fase pencarian
identitas yang ditandai oleh keingintahuan tinggi dan eksplorasi dalam berbagai
aspek kehidupan yang dapat disebut juga dengan masa remaja awal. Pada fase
ini, seseorang akan menemui masalah-masalah baru yang lebih kompleks.
Dalam penciptaan karya-karya seni berjudul "Masa Remaja Awal Karya Intaglio
Laser Engraving," tujuan utamanya adalah menjawab rumusan ide yang
melibatkan konsep, proses penciptaan, dan deskripsi karya yang berkaitan
dengan judul. Karya-karya pada tugas akhir ini merupakan karya figuratif yang
metaforik serta memasukkan tanda dan diwujudkan kedalam karya grafis
intaglio (cetak dalam) dengan menggunakan laser engraving. Metode
penciptaan karya-karya ini mengikuti teori proses penciptaan L.H Chapman,
yang mencakup upaya menemukan gagasan, pengembangan ide, dan visualisasi
ke dalam medium. Semua ini bertujuan untuk mencapai hasil karya seni yang
optimal, mencerminkan pemikiran penulis tentang masa transisi pada masa
remaja awal yang kompleks dan sangat berpengaruh untuk perkembangan
kehidupan seterusnya tergantung awalan atau jalan apa yang dipilih (positif atau
negatif) sehingga menjadi penting untuk penulis mengangkat tema ini. Bagi
penulis penciptaan karya tugas akhir ini memberikan wawasan yang lebih terkait
penggunaan alat bahan dan teknis yang dipakai pada saat proses penciptaan
sebuah karya. Hasil yang diperoleh dari penciptaan karya Tugas Akhir ini adalah
karya seni cetak grafis drypoint serta pendalaman masa remaja awal yang
diharapkan berguna untuk penulis pribadi serta orang lain yang mengapresiasi
karya-karya Tugas Akhir ini
INCREASING VISUAL IMPACT IN MSME STUDY CASE: KUE GIPANG TIGA BUNDA
Micro, Small, and Medium-Sized Enterprises (MSMEs) play a crucial role in
Indonesia's economic growth, particularly in promoting local specialties. But many
struggle due to a lack of strong visual branding in Cilegon. The study explores the
potential of visual branding for MSMEs using design thinking with the focus of
Kue Gipang Tiga Bunda MSME. Visual branding, including logos and key visuals,
is essential for creating a strong brand identity. This research aims to creating new
brand identity for Kue Gipang Tiga Bunda to differentiate them from competitors
and improve brand recognition. Such branding can enhance recognition, attract
customers, and support the growth of MSMEs, contributing to Cilegon's socioeconomic development and competitiveness in the tourism sector. The results of
this research indicate that a robust visual branding strategy has the potential to
address the challenges faced by MSMEs in Cilegon, particularly those related to the
promotion of local specialties. The newly established brand identity for Kue Gipang
Tiga Bunda is anticipated to contribute to increased visibility, customer attraction,
and overall growth for the MSME
RETORIKA IMAJI ILUSTRASI-ILUSTRASI VISUAL DALAM BUKU THE BOOK OF INVISIBLE QUESTIONS KARYA LALA BOHANG
RETORIKA IMAJI ILUSTRASI-ILUSTRASI VISUAL DALAM
BUKU THE BOOK OF INVISIBLE QUESTIONS KARYA LALA BOHANG
(Ella Fitria Nuzuli, 2024, xiv dan 118 Halaman) Skripsi S-1 Program Studi Seni
Murni, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia
Surakarta.
Penelitian ini membahas retorika imaji ilustrasi-ilustrasi visual dalam buku
The Book of Invisible Questions. Buku The Book of Invisible Questions berisi teks
puisi dan ilustrasi visual karya Lala Bohang, fenomena buku karya sastra yang
menghadirkan ilustrasi visual ini menarik untuk diteliti karena menurut perspektif
retorika imaji, ilustrasi visual yang hadir bersama teks bukan hanya sebagai gambar
pengiring teks, tetapi juga sebagai karya seni yang dapat menyuarakan
interpretasinya secara komprehensif. Penelitian ini menganalisis retorika imaji
ilustrasi-ilustrasi visual dalam buku The Book of Invisible Questions menggunakan
penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Buku ini
berisi 152 halaman; 64 halaman berisi teks yang hadir dengan ilustrasi visual dan
31 halaman yang hadir tanpa ilustrasi visual. Peneliti menemukan lima
kecenderungan bentuk pada ilustrasi-ilustrasi visualnya, yaitu; imaji “gadis
stripes”, imaji-imaji yang menyerupai imaji benda-benda domestik, imaji-imaji
yang menyerupai imaji binatang, imaji-imaji yang menyerupai imaji tanaman, dan
imaji goresan/kuasan bebas. Peneliti memilih lima ilustrasi visual yang hadir
bersama teks untuk diteliti berdasarkan masing-masing kecenderungan bentuk
visual yang telah peniliti temukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekuatan
visual pada ilustrasi-ilustrasi visual karya Lala Bohang dalam The Book of Invisible
Questions. Adanya ilustrasi-ilustrasi visual yang hadir bersama teks dapat
menambah kedalaman makna pada teks dan membentuk cerita yang lebi