7065 research outputs found
Sort by
MENARCHE SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS CETAK SARING
Tugas Akhir ini mengangkat pengalaman menstruasi pertama (menarche) sebagai inspirasi dalam menciptakan karya seni grafis menggunakan teknik cetak saring (silkscreen). Penulis mengeksplorasi pengalaman personal, biologis, psikologis, dan sosial perempuan terkait menarche yang sering kali dipengaruhi stigma serta perasaan negatif. Simbol visual seperti figur perempuan, bunga poppy, tali, dan darah dipilih untuk merepresentasikan emosi dan makna mendalam di balik pengalaman ini. Proses penciptaan karya ini menggunakan metode yang dirumuskan L.H. Chapman, yang meliputi tahap menemukan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan, memantapkan gagasan awal, dan visualisasi. Dalam karya ini, metode visualisasi melibatkan desain berbasis cat air yang diolah menggunakan teknik raster. Efek halftone pada raster menciptakan gradasi warna yang lembut dan organik, memberikan dimensi visual yang unik. Selain itu, karya ini juga menggabungkan seni instalasi dengan elemen jemuran lingkaran, yang menjadi simbol kerja domestik seperti kegiatan mencuci pembalut. Tugas Akhir ini bertujuan untuk menghapus stigma menstruasi, membuka ruang dialog yang lebih inklusif, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengalaman tubuh perempuan. Serangkaian desain visual dalam karya ini dipresentasikan melalui konsep instalasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman lebih mendalam bagi apresian
PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG KESENIAN DI KABUPATEN SITUBONDO
Situbondo belum memiliki gedung kesenian yang spesifik dan representatif. Kegiatan kesenian tampaknya masih banyak dilakukan di ruang terbuka atau Gedung serbaguna. Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dewan Kesenian Situbondo (DKS) berkomitmen mengembangkan kegiatan seni dan budaya dengan membangun gedung kesenian yang lebih representatif bagi masyarakat. Desain interior yang baik dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan estetika, mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya lokal.
Perancangan interior gedung kesenian dengan tema budaya lokal seperti Batik Rengganis khas Situbondo dalam gaya Post Modern yang dikenal bersifat plural dan eklektik diharapkan dapat memperkenalkan identitas budaya daerah dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung dan pelaku seni. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan gedung kesenian sebagai tempat pengembangan, pelestarian, dan edukasi seni budaya, serta sebagai alternatif pariwisata kebanggaan di Kabupaten Situbondo. Perancangan ini juga akan menjadi referensi bagi masyarakat dan desainer interior dalam mendukung pelestarian budaya setempat
REDESAIN INTERIOR ETOS CO-WORKING SPACE DENGAN TEMA BIOPHILIC BERGAYA MODERN DI YOGYAKARTA
Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai Kota Pelajar yang terus
berkembang dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa yang menciptakan
peluang bisnis dan startup. Tahun 2022, Kota Yogyakarta berada di peringkat
kelima ekosistem startup terbaik di Indonesia, namun mengalami penurunan
dari tahun sebelumnya. Beberapa tantangan seperti masalah permodalan,
regulasi, dan pasar menjadi hambatan utama bagi pengembang usaha.
Coworking space hadir sebagai solusi untuk mendukung aktivitas para
entrepreneur dengan menyediakan ruang kolaborasi yang fleksibel, salah
satunya adalah Etos Coworking Space di Kota Yogyakarta, yang berdiri pada
2019. Namun, pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan kondisi
bangunan dan sistem manajemen, sehingga diperlukan redesain untuk
adaptasi dengan perkembangan zaman. Redesain ini bertujuan memperbaiki
kekurangan sekaligus meningkatkan fungsionalitas, estetika, dan
kenyamanan ruang. Metode yang digunakan dalam redesain Etos Coworking
Space yaitu menggunakan metode desain Pamudji Suptandar dengan tahapan
meliputi input, sintesa, dan output dengan ruang lingkup garap antara lain
lobby, meeting room, private room, private office, share desk, event room,
toilet, mushola, cafetaria, pantry, dan garden lounge. Redesain tersebut
dilandaskan dengan pendekatan fungsi, ergonomi, estetika dan teknis.
Pendekatan estetika, redesain Etos Coworking Space mengusung tema
biophilic bergaya modern. Implementasi biophilic design dalam arsitektur
modern dapat memberikan manfaat seperti mengurangi stress, meningkatkan
kreativitas, dan meningkatkan kenyamanan pengunjung, dengan demikian,
redesain Etos Coworking Space di Yogyakarta dengan tema biophilic
bergaya modern diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih
baik dan mendukung pertumbuhan bisnis di kota tersebut. Hasil desain dari
redesain interior Etos Co-working Space yaitu dapat meningkatkan kembali
Yogyakarta sebagai kota dengan ekosistem startup terbaik di Indonesia dan
menjadi wadah kreatifitas masyarakat setempat
PERANCANGAN INTERIOR SEKOLAH MUSIK MODERN DI GRESIK
Permasalahan sosial terkait pergaulan bebas berkoloni atau underground yang
semakin kompleks di lingkungan masyarakat, khususnya pada generasi muda yang
diharapkan dapat memberi dampak postif bagi masyarakat. Hal ini bertujuan supaya
pelaku remaja underground tidak memperburuk kesan negatif terhadap acara musik
skala kecil (gigs) maupun festival, serta dapat menciptakan individu atau kelompok
musik yang intelektual. Untuk mengatasi fenomena tersebut perlu dilakukan
Perancangan Interior Sekolah Musik Modern di Gresik sebagai sarana edukasi yang
dapat mengembangkan kecerdasan kognitif, dan emosional. Perancangan ini
dilandasi dengan berbagai aspek yang dapat membantu merumuskan permasalahan
desain seperti pendekatan fungsi, teknis, estetika, dan ergonomi. Proses desain pada
perancangan ini menerapkan metode Pamudji Suptandar, dengan metode
perancangan yang meliputi input, sintesa, dan output. Hasil perancangan ini berupa
perancangan interior yang mencakup fasilitas utama seperti lobi, kantin, studio,
multimedia technology laboratorium, listening class, percussion class, piano class,
guitar class, private vocal class, dan toilet. Fasilitas ruang perancangan ini
dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kesan cadas dan gahar, dengan
mengusung tema graffiti dan gaya post-moder
Pendidikan Agama Islam
Buku Pendidikan Agama Islam ini disusun sebagai bentuk
kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam,
khususnya di bidang pendidikan. Di dalamnya termuat tiga belas
bab yang membahas secara komprehensif dimensi-dimensi
penting dalam Pendidikan Agama Islam, mulai dari konsep dasar
hingga tantangan kontempore
Optimal Colorant Composition For Agateware Products at Lukita Ceramic Studio Yogyakarta
This article discusses the optimal dye composition for ceramic products produced using the
agateware technique at Lukita Ceramic Studio. The agateware technique is known for its unique color
patterns and gradations resulting from mixing various types of colored clay. This technique requires the right
dye to obtain the desired aesthetic results. The purpose of this study is to identify the color composition
needed to make agateware products at Lukita Ceramic Studio so that they can have quality and visual appeal.
This study uses a qualitative descriptive methodology with the aim of clearly describing the steps and results
of selecting the right coloring composition for agateware ceramic products made at Lukita Ceramic Studio.
The results of the study show that several coloring processes, such as white, blue, and orange, and so on,
produce harmonious and complex patterns and increase the aesthetic value of the product. In addition, this
study examines the impact of dye composition on consumer perception and market potential. It is hoped
that this will make a significant contribution to the development of innovative and high-quality agateware
products at Lukita Ceramic Studi
DISTRIBUSI VISUAL ILUSTRASI PAWUKON: TRANSFORMASI TATA LETAK PADA MEDIA PERMAINAN KARTU BERGAMBAR
Pawukon merupakan sebuah sistem perhitungan penanggalan Jawa yang
memiliki makna dan nilai tradisi untuk disampaikan kepada generasi
penerus. Keberadaan ilustrasi pawukon sebagai sebuah karya seni tradisi
dan informasi yang mudah diakses saat ini masih terbatas, dan memiliki
kemungkinan untuk mengembangkan penyampaiannya melalui media
baru. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana
perwujudan ilustrasi pawukon dalam naskah primbon; (2) Bagaimana
distribusi visual ilustrasi pawukon dalam naskah primbon?; (3) Bagaimana
pola distribusi visual ilustrasi pawukon dapat diwujudkan dalam media
permainan kartu bergambar?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1)
mengungkap perwujudan pawukon yang ditampilkan dalam artefak visual;
(2) menjelaskan visualisasi dan penempatan elemen ilustrasi dalam naskah
primbon pawukon; (3) menemukan konsep visualisasi dan penempatan
elemen dalam naskah primbon pawukon (4) merumuskan model visualisasi
ilustrasi pawukon yang diaplikasikan dalam media permainan kartu
bergambar. Penelitian ini mengkaji distribusi visual ilustrasi pawukon
dalam primbon. Fokus dalam kajian ini adalah penemuan pola distribusi
atau penempatan setiap elemen yang divisualisasikan dalam ilustrasi
pawukon. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dan
penelitian artistik dengan pendekatan alih wahana. Pendekatan alih
wahana diterapkan pada proses aplikasi pola distribusi visual dalam media
permainan kartu bergambar. Hasil penelitian ini adalah temuan konsep
pola lapisan lingkaran yang sesuai dengan pola kosmologi Jawa yang dapat
diaplikasikan pada jenis media visual yang berbeda. Aplikasi desain model
permainan diterapkan melalui penerapan warna yang berbeda,
penempatan kartu serta pemilihan material bersifat transparan untuk
memberikan dasar pemahaman dan gambaran bagaiman pola ruang tiga
dimensi dapat divisualisasikan
REPRESENTASI PERSONAL BRANDING PADA KONTEN INSTAGRAM DIARY CEWEK INDIGO DITINJAU DARI SITE OF IMAGE ITSELF
Fenomena indigo yang berkembang di media sosial mendorong kreator untuk membangun identitas visual yang kuat agar dapat dikenali audiens. Diary Cewek Indigo menonjol melalui konsistensi elemen visual yang tidak hanya membentuk
estetika tetapi juga merepresentasikan personal branding sang kreator. Komposisi visual yang khas, seperti dominasi warna biru, tekstur cat air, tipografi yang ekspresif, serta ilustrasi yang emosional, menjadi ciri utama yang memperkuat citra dirinya di media sosial. Analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan site of image itself dari Gillian Rose menunjukkan bahwa elemen visual
dalam Diary Cewek Indigo berperan sebagai medium utama dalam membangun identitas yang autentik dan mudah dikenali. Selain itu, konsistensi narasi dan visual menciptakan keterhubungan emosional dengan audiens, memungkinkan kontennya
menjadi lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga sebagai sarana refleksi batin dan ekspresi personal. Dengan pendekatan ini, Diary Cewek Indigo berhasil membangun personal branding yang kuat dan berpengaruh, memperkuat posisinya sebagai representasi individu dengan pengalaman indigo di tengah stigma yang ada.
Kata kunci: Diary Cewek Indigo, personal branding, Instagram, site of image itsel
Rapuhnya Royalti Musisi Tradisi
Industri musik Indonesia tengah terbelah akibat konflik royalti antara Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dan Vibrasi Suara Indonesia (VISI), yang berbeda pandangan soal penerapan UU Hak Cipta No 28/2014. AKSI menuntut kontrol penuh pencipta lagu atas karya mereka melalui sistem Digital Direct License (DDL), sedangkan VISI menginginkan prosedur pembayaran royalti yang lebih sederhana bagi performer. Perseteruan memuncak pasca putusan Pengadilan Niaga yang memenangkan pencipta lagu Ari Bias dalam gugatan terhadap Agnez Mo. Di tengah polemik ini, nasib musisi tradisi terabaikan. Mereka tidak memiliki perwakilan dalam kedua asosiasi, tidak mendapat perlindungan hak ekonomi yang memadai, dan sering menjadi korban eksploitasi tanpa kompensasi. UU Hak Cipta memang mengakui ekspresi budaya tradisional, tetapi implementasinya lemah tanpa mekanisme jelas untuk pendataan dan distribusi royalti. Minimnya dokumentasi membuat pembuktian kepemilikan karya sulit dilakukan, memperburuk posisi tawar musisi tradisi. Solusi yang diusulkan meliputi pendataan digital nasional, pembentukan lembaga khusus pengelola hak ekonomi musisi tradisi, serta pendidikan hukum bagi komunitas seni tradisional. Tanpa langkah konkret, musik tradisi Indonesia terancam tergerus komersialisasi tanpa kendal