7065 research outputs found
Sort by
PERKEMBANGAN TARI JARANAN DOR KELOMPOK KESENIAN KRIDO BUDOYO DESA SEMEN KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR
Penelitian ini berjudul “Perkembangan Tari Jaranan Dor Kelompok
kesenian Krido Budoyo Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Jawa
Timur” bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk yang terdapat pada Tari
Jaranan Dor Kelompok kesenian Krido Budoyo Desa Semen serta
menguraikan unsur-unsur yang mempengaruhi perkembangan.
Permasalahan bagaimana bentuk dan bagaimana proses
perkembangan tari jaranan dor kelompok kesenian jaranan krido budoyo.
Untuk menjawab permasalahan bentuk menganalisa teori yang
dipaparkan oleh Soedarsono untuk menganalisa bentuk tari jaranan dor
kelompok kesenian jaranan dor krido budoyo dan perkembangan tari
jaranan dor krido budoyo Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten
Blitar menggunakan teori yang dikemukakan oleh Sri Rochana
mengetahui faktor internal dan eksternal yang mendukung
perkembangan. Faktor internal yaitu kreatifitas seniman, regenerasi
seniman, dan kelompok kesenian. Sedangkan faktor eksternal yaitu peran
masyarakat dan media sosial. metode yang digunakan untuk mengkaji
penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
sosial. Tahap awal yang dilakukan meliputi, pengumpulan data melalui
observasi, wawancara dan studi pustaka.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk tari jaranan dor
remo merupakan suatu perkembangan dari jaranan dor lama. Sedangkan
perkembanganya dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Yang terdiri dari faktor internal yaitu kreatifitas seniman, regenerasi
seniman, dan kelompok kesenian. Sedangkan faktor ekternal yaitu peran
masyarakat dan juga media sosial.
Kata Kunci: Jaranan dor remo, Perkembangan bentuk, faktor internal dan
eksternal
GARAP KENDHANGAN GENDHING DAMAR KANGINAN
Skripsi karya seni ini mendeskripsikan dan menganalisa garap kendangan dari gending klenèngan gaya Surakarta. Materi yang dipilih adalah Damar Kanginan, gendhing kethuk 2 kerep minggah 4, laras pelog pathet nem. Memuat tentang analisis,deskripsi dan kajian tentang kendangan Gendhing Damar Kanginan. Ide gagasan yang diajukan dalam skripsi karya seni ini adalah: (1) garap kendang matut solah; (2) garap kosek alus pada merong (3) penerapan konsep mandheg pada inggah Gendhing Damar kanginan; (4) pemadatan sekaran pada inggah.
Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi secara langsung maupun tidak langsung, serta melakukan wawancara terhadap narasumber yang ahli dibidangnya. Dalam penelitian ini beberapa konsep diaplikasikan pada Gendhing Damar Kanginan, yaitu konsep garap, konsep matut dan konsep mandheg. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan garap kendang matut, penulis menggunakan matut solah tokoh Cangik dan Limbuk, kosek alus, garap selanjutnya penulis menerapkan pemadatan sekaran pada inggah Gending Damar Kanginan, penerapan konsep mandheg, penulis menggunakan mandheg pasren yang mana mandheg menurut alunan melodi.
Kata kunci: kendangan, klenèngan, garap dan matut solah
PENCIPTAAN MOTIF BATIK CHLOROPHYTA PADA READY TO WEAR
Chlorophyta atau alga hijau merupakan salah satu makhluk hidup di
perairan yang memiliki peran penting dalam ekosistem laut juga bagi manusia.
Chlorophyta adalah salah satu kelas dari ganggang yang berdasarkan zat warna nya,
karena memiliki klorofil yang lebih mendominan. Tujuan dari penciptaan karya ini
adalah menciptakan motif batik dengan sumber ide Chlorophyta, mewujudkan
busana ready to wear dalam karya batik Chlorophyta, dan mengaplikasikan motif
batik Chlorophyta pada desain busana ready to wear. Metode penciptaan pada
karya ini menggunakan buku Metode Penelitian Artistik yang ditulis oleh Prof. Dr.
Drs. Guntur, M.Hum dengan empat tahapan yang harus dilalui, antara lain : tahap
eksplorasi, tahap inkubasi, tahap konseptualisasi, dan tahap materealisasi. Hasil dari
perwujudan Karya Tugas Akhir ini adalah empat karya busana ready to wear. Karya
pertama berjudul LUMINTU yang memiliki makna tidak terputus dan saling
berkesinambungan. Karya kedua dengan judul LARAS yang memiliki makna
keselarasan hidup. Karya ketiga berjudul NGREMBAKA yang memiliki makna
selalu berkembang dan mengalami kemajuan dalam kehidupan. Karya terakhir
berjudul TAUT yang memiliki makna saling bertaut demi pertumbuhan dan
kehidupan
BERKEBUN SEBAGAI METAFORA INTERAKSI MANUSIA DALAM KARYA SENI GRAFIS TEKNIK DRYPOINT
“Berkebun Sebagai Metafora Interaksi Manusia Dalam Karya Seni Grafis Teknik
Drypoint” merupakan judul dari Tugas akhir karya dengan latar belakang
pengalaman penulis dan sebagai refleksi diri terhadap hubungan antar manusia
yang dijadikan bahasa metafora. Hubungan antar manusia memiliki banyak
pengalaman baik dan buruk bagi penulis dan memberikan pembelajaran dan
pemahaman tentang salah satu permasalahan kehidupan. Pengalaman baik dan
kurang menyenangkan tersebut membuat penulis mencari tahu faktor penyebab
masalah dan menjadi sumber intropeksi diri bagi penulis untuk bisa bersikap lebih
baik lagi dalam hubungan antar manusia. Salah satunya dari permasalahan yang
terdapat dalam hobi berkebun, selain berinteraksi dengan tumbuhan dan hewan juga
berinteraksi dengan manusia dalam interaksi tersebut terkadang terdapat
permasalahan dan mencoba untuk memecahkan permasalahannya. Pengalamanpengalaman dari hobi berkebun tersebut membuat penulis jadikan bahasa metafora
yang melibatkan kegiatan atau aktivitas dari berkebun sebagai bentuk objek visual
karya grafis dalam permasalahan hubungan antar manusia. Proses penciptaan karya
seni grafis tugas akhir ini menggunakan metode L.H. Chapman yaitu pertama
upaya menemukan gagasan, kedua menyempurnakan, mengembangkan dan
memantapkan gagasan, ketiga adalah visualisasi. Hasil yang diperoleh dari tugas
akhir karya ini menggunakan teknik grafis Drypoint atau intaglio print dengan
media kertas. Hasil lainnya adalah pengalaman empiris dan pendalaman konsep
dalam penciptaan seni grafis dengan sumber berkebun sebagai metafora interaksi
manus
SEMIOTIKA TEMA AMBYAR LAGU TANJUNG MAS NINGGAL JANJI KARYA DIDI KEMPOT
Skripsi berjudul Semiotika Tema Ambyar Lagu Tanjung Mas Ninggal Janji Karya Didi Kempot , berawal dari ketertarikan penulis melihat fenomena lagu Tanjung Mas Ninggal Janji dalam konteks Semiotika .
Melihat fenomena yang terjadi Lirik lagu yang diteliti adalah lagu “Tanjung Mas Ninggal Janji” karya dari Didi Kempot memiliki makna yang mendalam mengisahkan bahwa pengalaman kesedihan pada lagu- lagu Didi Kempot disebabkan karena kehilangan kekasih, sementara sikap terhadap kesedihan itu dapat dikatakan sikap yang pasif. Didi Kempot sering mengusung nama tempat diberbagai karya lagunya yang mensiasati terdapat gejala semiosis dan melibatkan adanya penanda-petanda, sebagai contoh karya lagu “Tanjung Mas Ninggal Janji” yang salah satunya menjadi lagu yang bertemakan ambyar tersebut. Bagaimana masyarakat melihat dan menelaah makna lagu? Apakah berjalan linear searah dengan musisi? Pemaknaan lagu dan lirik musik akan dicoba ditelaah peneliti dengan mengunakan semiotika Roland Barthes. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah membantu masyarakat dalam memahami pemaknaan pada lirik dan musik dalam sebuah lagu yang tersirat. Walaupun musik dan lirik adalah bahasa yang universal alangkah baiknya kita memahami makna yang sesungguhnya. Tujuan selain melihat makna lirik yaitu dalam factor merambah ke dunia industry musik. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dalam membedah melalui teori barthes semiotika yang diwujudkan dalam petanda dan penanda. Maka dari hal tersebut penelitian ini layak untuk diteliti.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pada Lagu Tanjung Mas Ninggal Janji simbol pesan terdapat pada penanda dan petanda di setiap lirik, musik yang mengiringi, dan gambar visual yang terdapat pada video klip lagu. Simbol-simbol ambyar yang terdapat pada lagu tersebut berupa kekecewaan, rindu kepada kekasih, ingkar janji, pasrah menerima keadaan, dan teringat akan kenangan dimasa lalu. Petanda Makna yang terkandung dalam setiap simbol pesan ambyar pada lagu Tanjung Mas Ninggal Janji.
Kata Kunci : Semiotika, Tanjung Mas Ninggal Janji, Didi Kempo
KONTESTASI DRUMBAND DALAM KARNAVAL HAUL SUNAN PRAWOTO
Penelitian yang berjudul “Kontestasi Drumband dalam Karnaval Haul Sunan Prawoto” berfokus pada kelompok-kelompok drumband tingkat sekolah dasar SD atau MI (madrasah Ibtidaiyah). Kelompok drumband merupakan persembahan dari instansi yang ada di Desa Prawoto, Pati untuk merayakan haul Sunan Prawoto. Mengacu pada konsep kontestasi menurut Horton dan Hunt ( dalam Retnaningsih 2016: 8), kelompok-kelompok drumband dalam karnaval haul Sunan Prawoto menunjukkan persaingan yang menarik demi meraih juara di hati masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, guna mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, sikap secara individual ataupun kelompok, karena kontestasi dalam haul Sunan Prawoto terjadi secara terselubung tanpa ada aturan layaknya kompetisi atau perlombaan. Kontestasi yang terjadi meliputi kontestasi instrumen kontestasi aransemen, kontestasi kostum dan kontestasi mayoret. Pembentuk kontestasi adalah kepribadian siswa (faktor intern) dan sikap masyarakat (faktor ekstern). Kontestasi yang terjadi berdampak pada siswa, masyarakat dan instansi sekolah terkait meliputi Dampak Ekonomi, Sosial dan Budaya.
Kata Kunci: Kontestasi, Drumband, Sunan Prawot
REDESAIN INTERIOR ELSAMARA COWORKING SPACE SOLO DENGAN TEMA AGILE BERGAYA MODERN MINIMALIST
Perkembangan dunia kerja era digital dan globalisasi mendorong munculnya
coworking space sebagai solusi bagi pekerja independen dan perusahaan rintisan yang
membutuhkan lingkungan kerja fleksibel dan kolaboratif. Elsamara Coworking Space di
Solo menjadi pilihan banyak pekerja independent dan startup. Perancangan redesain
interior Elsamara Coworking Space dengan menerapan tema agile dengan gaya modern
minimalist menggunakan metode Kurtz, dengan ruang lingkup garap mencakup resepsionis,
lobby, shared desk, outdoor area, event space, coffee bar, workshop, meeting room, private
office, rent room, staff office, toilet, pantry , gudang, dan mushola. Aspek ergonomi, estetika,
dan fungsi ruang akan menjadi perhatian utama. Hasil desain diharapakan dapat
meningkatkan para pekerja untuk bekerja lebih fleksibel dan kolaboratif
KAJIAN PENERAPAN ELEMEN INTERIOR DALAM MEMBENTUK BRANDING INTERIOR PADA MANISHA CAFÉ DI SURAKARTA
Seiring dengan perkembangan zaman, bisnis kafe di era modern menjadi semakin
menjanjikan, tidak hanya sebagai tempat makan dan minum, tetapi juga sebagai
ruang berkumpul dan tempat pertemuan kerja. Gaya hidup masyarakat saat ini yang
cenderung menyukai interaksi tatap muka dan bersosialisasi mendorong kebutuhan
akan tempat yang dapat memenuhi keinginan tersebut. Dalam konteks kafe, desain
interior memegang peranan penting dalam menciptakan atmosfer yang berpengaruh
terhadap pengalaman konsumen. Persaingan dalam menarik dan mempertahankan
pelanggan menjadi tantangan utama, di mana branding interior menjadi faktor
krusial dalam membedakan suatu kafe. Pemilihan Manisha Café sebagai objek
penelitian ini juga didasarkan pada tingginya rating Google Maps yang mencapai
4.3, menandakan kepuasan pelanggan yang menyoroti keunggulan kafe ini,
termasuk suasana yang nyaman, pelayanan yang ramah, dan desain interior yang
dinilai hangat, aesthetic serta "Instagramable". Penelitian ini dilakukan pada
Manisha Café, yang dikenal melalui berbagai platform sebagai kafe dengan desain
interior yang hangat dan disebut sebagai salah satu coffee shop paling
"Instagramable" di Solo. Tujuan utama penelitian adalah untuk menerapkan konsep
interior branding berdasarkan teori Kim Kuhteubl, yang mencakup aspek clear
vision, unique story, dan energy. Menggunakan metode penelitian kualitatif
deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara desain interior dan
branding di Manisha Café melalui wawancara, observasi, dokumentasi foto, dan
kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manisha Café berhasil
mengimplementasikan teori branding interior Kuhteubl, terlihat dari elemenelemen
seperti signage, tata letak furniture (clear vision); elemen pembentuk ruang
lantai, dinding, ceiling (unique story); serta pencahayaan dan penghawaan (energy).
Pendekatan branding yang konsisten ini tidak hanya menciptakan pengalaman
positif bagi pengunjung, tetapi juga m
PERANCANGAN BASECAMP PENDAKIAN SELO GUNUNG MERBABU
Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan sebuah pernacangan interior desain dari Basecamp pendakian Gunung Merbabu, Gunung merbabu merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer di indonesia, namun dari segi desain interior dan fasilitas masih dirasa belum bisa mewadahi secara maksimal. Perancangan ini diusulkan untuk memberikan solusi terkait menejemen pengelolaan ruang untuk mewadahi kegiatan masyarakat yang ada di Basecamp pendakian Selo Gunung Merbabu. Metode perancangan yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah Studi Literatur untuk memahami konsep perancangan desain interior yang keberlanjutan bagi lingkungan sekitarnya. Survei lapangan juga dilakukan untuk memahami kondisi lingkungan sekitar Basecamp serta data dari pengunjung yang didapatkan dari wawancara juga digunakan untuk mengumpulkan data dari sudut pandang wisatawan. Hasil Penelitian kali ini mencakup sebuah desain bangunan yang bisa mewadahi kegiatan masyarakat di Basecamp Pendakian Selo Gunung Merbabu. Penelitian kali ini diharapkan mendapatkan luaran berupa desain yang bisa menarik wisatawan dan sekaligus bisa berdampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya
APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN KESENIAN REYOG KENDANG TULUNGAGUNG
Penelitian dengan judul “Apresiasi Masyarakat Terhadap Perkembangan Kesenian Reyog Kendang Tulungagung”, berusaha mengungkap tiga permasalahan yang berkaitan dengan kesenian Reyog Kendang yaitu: (1) bagaimana bentuk kesenian Reyog Kendang; (2) bagaimana perkembangan kesenian Reyog Kendang; dan (3) bagaimana apresiasi masyarakat terhadap perkembangan kesenian Reyog Kendang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk pertunjukan kesenian Reyog Kendang, mengetahui perkembangan kesenian Reyog Kendang, serta mengetahui apresiasi masyarakat terhadap perkembangan kesenian Reyog Kendang. Data-data dalam penelitan ini dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menerapkan teori perkembangan dan apresiasi untuk membahas perkembangan kesenian Reyog Kendang, serta apresiasi masyarakat terhadap perkembangan pada kesenian Reyog Kendang, dengan menggunakan pendekatan deskriptif guna untuk menggambarkan serta mengkaji secara mendalam mengenai fenomena yang dikaji, sehingga dalam hal ini penulis dapat melakukan pendekatan intens dengan narasumber untuk memperoleh data yang faktual. Hasil penelitian diperoleh fakta mengenai pertunjukan kesenian Reyog Kendang sebelum dan sesudah mengalami perkembangan, sehingga ditemukan perubahan yang terjadi pada kesenian Reyog Kendang contohnya dari segi gerak tari yang sudah mengalami penambahan gerak, segi musik yang semula terdiri dari instrumen gong, kenong, slompret, dan dhodhog. Saat ini instrumen musik Reyog Kendang mampu dikolaborasikan dengan instrumen lain seperti perkusi, dan seperangkat gamelan lengkap. Kemudian fakta bahwa apresiasi masyarakat terhadap perkembanagn Reyog Kendang sangat besar, dibuktikan dengan terlibatnya Reyog kendang di setiap acara besar di Tulungagung, dijadikannya dhodhog sebagai ikon kota Tulungagung, komentar positif penonton pada pertunjukan virtual Reyog Kendang.
Kata kunci: Reyog Kendang, perkembangan, apresiasi masyarakat