7065 research outputs found
Sort by
SATWA EKSOTIK SEBAGAI CIRI KHAS IDENTITAS VISUAL DAN MEDIA PROMOSI UNTUK TAMAN SATWA KEMUNING KARANGANYAR
Kabupaten Karanganyar memiliki dua wilayah pariwisata yaitu Tawangmangu dan Ngargoyoso. Dua daerah ini menjamur berbagai tempat wisata dengan menonjolkan keunikan masing-masing. Menjamurnya destinasi wisata membuat persaingan mendapatkan pengunjung menjadi sengit. Taman Satwa Kemuning merupakan satu-satunya Mini Zoo di Kabupaten Karanganyar. Banyaknya potensi yang dimiliki Taman Satwa Kemuning tidak diikuti dengan identitas visual yang konsisten. Perancangan identitas visual dibutuhkan agar Taman Satwa Kemuning dapat lebih dikenal dan bersaing dengan destinasi wisata di daerah Ngargoyoso. Perancangan identitas visual menggunakan metode dari Surianto Rustan yaitu Riset, Strategi, Visualisasi, Penerapan identitas visual. Pada tahap visualisasi menggunakan Morphological Matrix untuk membantu eksplorasi ide. Sedangkan media promosi akan menggunakan metode dari Rama Kertamukti yaitu menentukan audiens, menentukan tujuan, menentukan media, menentukan pesan yang akan disampaikan. Dengan menggunakan satwa eksotik sebagai ciri khas menghasilkan identitas visual yang kuat dan media promosi efisien serta komunikatif.
Kata Kunci: Identitas Visual, Taman Satwa, Morphological Matri
PENCIPTAAN KERIS TILAM SARI TINATAH MOTIF BIJI KOPI
Biji kopi merupakan komoditas hasil perkebunan yang memiliki nilai
ekonomi tinggi, selaras dengan popularitas kopi sebagai olahan minuman yang di
gemari masyarakat di Indonesia. Namun, industri kopi yang demikian popular
tidak selaras dengan kesejahteraan petani akibat ketidak stabilan harga dan
dampak perubahan iklim. Berpijak pada realitas ini, melalui projek penciptaan
karya tugas akhir, penulis berupaya mengangkat inovasi penerapan motif biji kopi
pada keris dhapur tilam sari sebagai upaya mengenalkan keris kepada generasi
muda sekaligus mengkampanyekan dukungan terhadap petani kopi melalui karya
seni.
Sehubungan dengan hal itu, landasan penciptaan karya didasarkan pada
pendekatan penciptaan karya dengan teori estetika konseptual yang terdiri dari 3
komponen, yakni: tema, bentuk dan makna. Pendekatan penciptaan ini
dielaborasikan dengan metode penciptaan karya melalui tiga tahap, yang meliputi
: tahap eksplorasi, tahap perencanaan, dan tahap perwujudan. Adapun
penerapannya diwujudkan dalam ornamen motif biji kopi yang di tata sedemikian
rupa menggunakan pola pengulangan random yang diaplikasikan pada bagian
bilah keris.
Berpijak pada gugusan proses penciptaan karya yang telah di lakukan,
projek penciptaan karya tugas akhir ini telah menghasilkan 3 karya
pengembangan dhapur Tilam Sari yang diberi nama Keris Tilam Kopi. Secara
spesifik 3 karya keris yang telah diciptakan berjudul “Keris Tilam Kopi
Abhipraya”, “Keris Tilam Kopi Yasa “, dan “Keris Tilam Kopi Asasta”. Hasil
penciptaan karya ini diharapkan tidak hanya memberikan inovasi dalam seni
tradisional perkerisan, tetapi juga menyampaikan pesan sosial tentang pentingnya
keberlanjutan pertanian kopi dan kesejahteraan petaninya. Selain itu, integrasi
kopi dalam seni tradisional dapat memperkuat nilai budaya dan meningkatkan
daya tarik keris di kalangan generasi muda
Figur Penari Perempuan Pada Tari Kabasaran Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Patung
Tugas Akhir Karya ini mempresentasikan figur-figur penari perempuan dalam bentuk patung figuratif
EKSPRESI PROFETIK DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI MIXED MEDIA
Penelitian terapan yang mengambil judul “Ekspresi Profetik dalam Penciptaan Karya Seni Mixed Media”, tahun 2024 oleh Much. Sofwan Zarkasi dan Bening Tri Suwasono ini, didasari atas adanya hubungan antara seni dan agama dalam proses penciptaan karya seni rupa. Hubungan tersebut menghadirkan peluang kreativitas dan eksperimentasi pada penciptaan karya seni seni rupa berupa visualisasi karya yang muncul berdasarkan penghayatan spiritual religius seniman yang ditransformasikan dalam kreasi artistic dan bernilai ibadah dan da’wah. Penelitian ini menggunakan pendekatan profetik Islam dalam proses penciptaannya dengan bentuk karya mixed media. Hasil dari penelitian terapan ini adalah karya seni mixed media yang menghadirkan ekspresi profetik Islam berdasarkan pengalaman spiritualitas religius dan pengalaman estetik seniman, yang memiliki nilai ibadah dan dakwah.
Kata kunci: Ekspresi, Profetik, Penciptaan Karya Seni, Mixed Media, ibadah, da’wah
REPRESENTASI REKAMAN MUSIK LAMPAU PADA PROSES PEMBELAJARAN TARI KLASIK SURAKARTA DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap rekayasa auditif yang dilakukan terhadap
rekaman musik lampau dan sistem representasinya pada proses pembelajaran Tari Klasik
Surakarta Dasar. Penelitian ini dipandu oleh teori representasi yang dikemukakan oleh Stuart
Hall. Hall melihat bahwa proses representasi dipengaruhi oleh beberapa unsur, yaitu identitas,
produksi, pemakaian dan regulasi. Upaya pemenuhan data berdasarkan kategori lima unsur
representasi yang disampaikan Hall dilakukan melalui observasi, studi pustaka dan wawancara
yang ketiganya lazim digunakan untuk menggali data kualitatif. Kesimpulan sementara yang
dapat diajukan dalam penelitian ini adalah rekayasa frekuensi dilakukan untuk menonjolkan
suara instrumen gamelan yang diacu sebagai panduan gerak, ekspresi dan laya maupun ater
pada proses pembelajaran Tari Klasik Surakarta Dasar. Pengaturan tata letak pelantang suara
serta analisis frekuensi ruang dikerjakan sebagai bagian dari sistem representasi rekaman musik
lampau. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan akustik bagi kedua belah pihak, yaitu
penari maupun pengatur tata suara terhadap kesepakatan tentang lingkungan suara yang
memadai pada proses pembelajaran tari
ISLAM DAN JAWA YANG BERKELINDAN: REPRESENTASI KERIS SEBAGAI STRATEGI DAKWAH USTAD SALIM A. FILLAH MELALUI MEDIA DIGITAL
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi terhadap representasi keris yang difungsikan sebagai salah satu strategi konten dakwah yang dilakukan oleh Ustad Salim A. Fillah di platform Youtube. Sebagai sebuah karya seni tradisi, keris dinarasikan oleh Ustad Salim A. Fillah dengan menggunakan pendekatan historis, khususnya pada sejarah persebaran Islam di Nusantara, spesifiknya di Pulau Jawa. Oleh sebab itu, secara kualitatif deskriptif, penelitian ini mencoba untuk melihat sejumlah strategi Ustad Salim A. Fillah sebagai pendakwah yang membidik penikmat dan pengamat budaya sebagai target dakwahnya. Data primer dalam penelitian ini dihimpun konten analisis dari sejumlah video yang dipublikasikan melalui kanal Youtube Salim A. Fillah. Sebagai pelengkap, peneliti juga melakukan studi pustaka dari literatur dan wawancara dengan akademisi perkerisan untuk dijadikan data sekunder. Kerangka teori terkait Representasi yang cukup fenomenal dari Stuart Hall pun menjadi pisau analisis dalam mengolah data. Dari situ kita akan melihat bersama bagaimana strategi Ustad Salim A. Fillah dalam berdakwah dengan membawa representasi keris di setiap konten videonya. Urgensi dari penelitian ini adalah temuan secara konstruktif dalam melihat fenomena integrasi antara seni keris dan strategi dakwah agama Islam, mengingat selama ini keris senantiasa diasumsikan secara liar sebagai benda magis yang dekat dengan kesyirikan. Luaran dari penelitian ini adalah submit artikel jurnal nasional berindeks SINTA. Bila memungkinkan kami menargetkan di jurnal Al Jami’ah: Journal of Islamic Studies
ANALISIS SUMBER LAKON AJI SAKA DALAM SANGGIT DAN GARAP SAJIAN PURBO ASMORO
Tujuan utama penelitian ini, yaitu menemukan garap dan sanggit dalam lakon Aji Saka sajian Ki Purbo Asmoro. Target penelitian, yaitu: (1) teridentifikasikannya sanggit dan garap lakon Aji Saka sajian Ki Purbo Asmoro; (2) tersajikannya Balungan lakon Aji Saka dari berbagai versi yang dapat digunakan sebagai materi pembelajaran dan repertoar vokabuleri lakon Jurusan Seni Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta; dan (4) diterbitkannya satu artikel dalam jurnal nasional. Teori Sanggit dan Garap digunakan sebagai pendekatan untuk menemukan jawaban pertanyaan. Metode analisis, yaitu: (1) mengidentifikasi lakon Aji Saka dengan sanggit dan garap dalam sajian Ki Purbo Asmoro; (2) mengidentifikasi lakon Aji Saka dalam berbagai versi; (3) evaluasi hasil; (4) menyajikan dalam bentuk laporan sebagai pertanggungjawaban ilmiah; dan (5) menyusun artikel ilmiah untuk diterbitkan dalam jurnal nasiona
ALIH WAHANA MOTIF BATIK SEMEN RAMA PADA MEDIA LOGAM
Karya “Alih Wahana Motif Batik Semen Rama pada Media Logam” merupakan sebuah inovasi dalam dunia seni rupa yang menggabungkan nilai-nilai tradisional batik dengan teknik modern. Proses penciptaan karya ini melibatkan pemilihan material logam seperti tembaga dan besi, serta penggunaan berbagai teknik seperti cutting, pengelasan, dan finishing untuk menghasilkan karya seni yang tidak hanya estetis tetapi juga memiliki daya tahan yang tinggi. Motif Semen Rama yang diangkat dalam karya ini melambangkan kehidupan yang selalu berkembang dan kemakmuran, serta nilai-nilai kepemimpinan yang ideal. Karya ini tidak hanya menampilkan keindahan visual tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam, menghubungkan warisan budaya Jawa dengan ekspresi seni kontemporer. Proses alih wahana ini bertujuan untuk mereinterpretasi dan menghidupkan kembali nilai-nilai tradisional dalam bentuk yang lebih modern dan relevan, sehingga dapat diapresiasi oleh generasi saat ini dan mendatang. Karya ini merupakan hasil dari sebuah riset mendalam di mana alih wahana menjadi jembatan penting dalam pembentukannya. Motif Semen Rama akan diaplikasikan ke media logam. Motif semen rama dipilih dengan sengaja sebagai cara untuk mengungkap pola pemikiran masyarakat Jawa yang mendukungnya melalui tanda-tanda simbolisme dari berbagai motif batik klasik. Tanda-tanda tersebut merupakan konstruksi yang berhasil dibangun oleh masyarakat Jawa. motif batik Semen Rama, yang merupakan simbol-simbol bermakna dan perwujudan falsafah hidup masyarakat Jawa. Falsafah kehidupan Jawa bersumber pada pandangan dalam alam pikiran masyarakat yang disebut kejawen, sebuah falsafah asli pribumi Jawa yang tidak terpengaruh oleh budaya Barat maupun Arab. Kejawen, juga dikenal sebagai Ilmu Jawi, mengajarkan seni menjadi manusia Jawa seutuhnya dan merupakan bentuk awal dari kebatinan, yang merupakan sinkretisme antara kepercayaan asli Jawa dengan Hinduisme, Buddhisme, dan Islam
BENTUK PERTUNJUKAN TEATER TRADISIONAL SRANDUL LAKON COKROYUDHA MANTU
Srandul art is an art that is still popular with the residents of Dukuh Sarap. Besides as an expression of entertainment, Srandul holds the value of life, spectacle and guidance. Objective This research describes the form of the Srandul play Cokroyudha Mantu performance. Theory the structure and texture proposed from Kernodle are used as deep analysis this research. The results of the research show that Srandul play Cokroyudha Mantu has structure and texture that still maintains existing standards. Srandul play Cokroyudha Mantu gave rise to the names of six figures, namely Cokroyudha, Dadungawuk, Roro Manis, Roro Wilis, Woro Ganyong, Cokrosudarmo. The dance consists of monotonous movements to the left and to the right with gloves and napkins. The obligatory song is patalon opener and each appearance of a character is accompanied by Parikan or Javanese rhyme. Form of performance The play Cokroyudha Mantu has a progressive plot structure. Characters in the play Cokroyudha Mantu is analyzed through physiology, sociology and psychology obtained from dialogue analysis and the actors, the theme in Srandul's play Cokroyudha Mantu is greed or greed that brings disaster and the spectacle contained in Srandul in the form of movement dance, special music, make-up and clothing, stage, atmosphere created through music patalon opener.
Keywords : Form, Srandul, Traditional Theater, Cokroyudha Mant
RESONANCE OF HOPE: EMPOWERING YOUTH THROUGH MUSIC IN LAKE TOBA
“Resonance of Hope: Empowering Youth Through Music in Lake
Toba” is a documentary film that delves into the crucial role of
youth in preserving traditional Puak in North Sumatra music.
Through the lens of mentorship, the film illustrates how
experienced artists guide young participants, fostering a deep
connection to their cultural heritage and ensuring its continuity.
The documentary addresses the challenges posed by globalization
and modernization, highlighting the importance of cultural
transmission in maintaining unique cultural identities. The project
includes educational materials and promotional content aimed at
broadening the film’s reach and impact. These resources are
designed to facilitate learning, inspire discussions, and promote a
deeper understanding of Puak culture and the role of youth in
cultural preservation.
Keyword: Puak, Traditional Music, Transmissio