7065 research outputs found
Sort by
HAYOM-HAYEM: PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER RITUAL BERSIH DUSUN DALUNGAN, DESA MACANAN, KECAMATAN KEBAKKRAMAT, KABUPATEN KARANGANYAR
Karya Film dokumenter yang berjudul “Hayom-Hayem” Penciptaan Film Dokumenter Ritual Bersih Dusun Dalungan, Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, adalah mengangkat sebuah ritual desa yang dilakukan sekali dalam satu tahun. Tradisi religius ini adalah berujud upacara bersih dusun, dengan tujuan untuk mendapatkan berkah, tenang lahir batin, sehat, dan murah sandhang pangan.
Hal ini penting untuk diangkat menjadi sebuah film, karena masyarakat Dalungan selama ini belum pernah memiliki dokumentasi yang berujud film, sehingga dengan menonton film ini masyarakat mengerti proses perjalanan upacara bersih dusun beserta makna religi, memahami makna sesaji, dan makna kehadiran tayub dalam ritual tersebut.
Pembuatan film ini dirasa sangat urgent, karena ritual ini cukup langka, di era digital seperti sekarang ini masih terdapat masyarakat yang peduli dan mempertahankan seni dan budaya melalui upacara adat yang cukup unik. Penciptaan Film ini, menceriterakan tentang seluruh proses kegiatan ritual bersih dusun Dalungan yang berawal dari perjalanan hidup Kyai Panjipuro, Nyai Panjipuro, dan Kyai Gendongali. Selama ini masyarakat masih percaya bahwa ketiga tokoh tersebut sebagai cikal bakal penduduk dusun Dalungan yang berujud patung linggayoni, kini sebagai pundhèn.
Hasil karya film dengan tema hayom-hayem ini, disusun terdiri atas tiga babak. Konstruksi tiga babak ini memaparkan tangga dramatik cerita menjadi babak I, babak II, dan babak III. Babak I adalah pengenalan obyek, setting cerita serta latar belakang permasalahan, yakni adanya lingga-yoni di dusun Dalungan. Babak II adalah wujud cerita mulai dikembangkan dengan permasalahan utama kegiatan upacara ritual bersih dusun. Babak III adalah babak penutup yang berisi pentas seni untuk masyarakat, kemudian diakhiri dengan credit title
Menjaga Warisan, Mengikhlaskan Perubahan
Artikel ini membahas dilema antara mempertahankan dan mengikhlaskan kesenian tradisional di tengah gempuran budaya pop dan modernisasi. Tradisi seringkali dianggap kuno dan tidak relevan, terutama di kalangan generasi muda. Faktor lain yang mempengaruhi adalah kurangnya dukungan pemerintah dan keterbatasan akses teknologi. Meskipun kesenian tradisi merupakan cerminan nilai sosial dan budaya, tantangan ekonomi dan sosial membuat para seniman dihadapkan pada pilihan sulit untuk melanjutkan atau meninggalkan tradisi tersebut. Penulis menawarkan solusi moderat melalui revitalisasi dengan adaptasi teknologi dan budaya kontemporer, tanpa mengorbankan esensi nilai tradisi. Artikel ini menekankan bahwa pelestarian tradisi memerlukan strategi berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan antara mempertahankan keaslian dan mengikuti perkembangan zaman
Hari Musik, Vokal Solo, dan Tema Putus Cinta
Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret, dan Google Trends menunjukkan dominasi solo vokal dalam pencarian lirik lagu di Indonesia sepanjang tahun 2023. Hal ini menyoroti pergeseran signifikan dalam preferensi musik, terutama di kalangan generasi muda. Tema putus cinta mendominasi lirik lagu yang paling banyak dicari, mencerminkan keinginan pengguna internet untuk mengalami pengalaman emosional mendalam melalui musik. Fenomena ini juga menunjukkan transformasi dalam cara penyanyi solo mengeksplorasi kompleksitas hubungan interpersonal dalam karya musik mereka, daripada hanya mengekspos kesedihan atau kekecewaan semata. Selain itu, tren ini mencerminkan peran penting media sosial dalam memfasilitasi keterhubungan antara seniman solo dan pendengar mereka
PROSESI RUWATAN ANAK GIMBAL DI DATARAN TINGGI DIENG SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Penciptaan karya-karya Tugas Akhir Kekaryaan Seni yang berjudul “Prosesi Ruwatan Anak Gimbal Di Dataran Tinggi Dieng Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis” ini dilatar belakangi oleh pengalaman penulis yang kerap melihat prosesi ruwatan anak berambut gimbal di daerah Dieng, dimana Dieng merupakan tempat lahir penulis, sehingga muncul rasa ketertarikan penulis terhadap prosesi ruwatan anak berambut gimbal. Tujuan Tugas Akhir Kekaryaan Seni ini adalah menciptakan karya-karya lukis bergaya Realism dengan sumber inspirasi anak berambut gimbal, Proses penciptaan karya pada Tugas Akhir ini mengacu pada metode penciptaan karya yang dirumuskan oleh L.H Chapman, meliputi: upaya menemukan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal, serta visualisasi. Pada Tugas Akhir Kekaryaan Seni ini penulis menciptakan empat karya lukis
ANJING ADALAH KAWAN SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS
Penciptaan karya-karya Tugas Akhir Karya yang berjudul “Anjing Adalah
Kawan Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Grafis” ini dilatarbelakangi
oleh pengalaman pribadi penulis tentang rasa kesetian dan pengabdian anjing
peliharaan sehingga muncul rasa kekaguman penulis terhadap anjing peliharaannya.
Tujuan Tugas Akhir Karya ini adalah menciptakan karya-karya grafis beraliran
realisme dengan sumber inspirasi anjing adalah kawan. Proses penciptaan karya pada
Tugas Akhir ini mengacu pada metode penciptaan karya yang dirumuskan oleh L.H
Chapman, meliputi: upaya menemukan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan,
dan memantapkan gagasan awal, serta visuallisasi. Pada Tugas Akhir Karya ini penulis
menciptakan tujuh karya seni grafis. Karya-karya tersebut diwujudkan menggunakan
media tinta cetak di atas kertas, dengan teknik Intaglio menggunakan teknik garap
Drypoint
SITI MANGGOPOH: MOTION COMIC PAHLAWAN PEREMPUAN MINANGKABAU
Siti Manggopoh merupakan pahlawan perempuan Minangkabau, beliau
berani melawan penjajah Belanda terlepas dari statusnya sebagai seorang
perempuan. Sejarah tentang Siti tidak banyak dibahas dalam catatan
sejarah Indonesia, walaupun ada itu sangat sedikit sekali. Untuk menggali
sejarah dari Siti Manggopoh dan juga pembaharuan dari teks sejarah ke
media sejarah digital, media motion comic dipilih sebagai media penyampai
pesan dari perjuangan Siti Manggopoh kepada generasi muda sekarang.
Media motion comic diharapkan bisa menjadi media yang efektif dalam
menceritakan sejarah dari Siti Manggopoh. Metode Penelitian Artistik
diadaptasi sebagai main method untuk merangkum beberapa metode atau
pendekatan dalam penciptaan karya seni motion comic Siti Manggopoh.
Untuk mengungkap aspek sosial dan budaya masyarakat yang terhubung
dengan Siti Manggopoh dilakukan riset etnografi visual sebagai aset visual
untuk menciptakan motion comic. Selain kebaharuan dalam mengungkap
Siti Manggopoh dalam motion comic, cara penyampain narasi yang berbeda
dengan motion comic yang lainnya menjadi sebuah diferensiasi dan
pergerakan kamera yang jarang digunakan pada motion comic
dielaborasikan dengan kebudayaan Minangkabau dalam narasi dan musik
seperti dendang, hal ini diadapatasikan sehingga menjadi distinction dari
karya-karya sebelumnya. Hasil dari penelitian atau disertasi karya seni
berupa media motion comic Siti Manggopoh, karya motion comic ini
merupakan karya orisinalitas dari penelitian ini, tanpa merubah subtansi
dari media motion sebagai media penyampai pesan yang harus
memperhatikan client brief dan imajinasi dalam menginterpretasikannya.
Proses kreatif dari motion comic dinilai secara kontemplasi maka
menghasilkan model Interpretasi Desain Artistik. Interpretasi Desain
Artistik dari perspektif pencipta menjadi sebuah sumbangsih atau temuan
untuk disiplin ilmu desain komunikasi visual dalam penciptaan media
komunikasi visual yang berbasis naratif
PANDINDIANG MIANG: FILM DOKUMENTER REAUTENTIKASI PAKAIAN PEREMPUAN MINANGKABAU
Pandindiang Miang merupakan sebuah film dokumenter dengan tujuan reautentikasi sebagai bentuk pelestarian budaya yangdi wairikan pada generasi muda masa ini yaitu pakaian perempuan Minangkabau. Mengenai pakaian perempuan Minangkabau yang telah diaturkan oleh adat dan syariat agama Islam, bukan hanya sekedar bentuk pakaian yang melindungi tubuh semata, melainkan penerapan makna, keagamaan, nilai budaya, dan identitas perempuan dalam kaum. Terjadinya perubahan berpakaian perempuan Minangkabau pada masa sekarang terjadi akibat distorsi budaya luar yang diterima secara terbuka.
Cyclic Strategy digunakan dalam penciptaan ini untuk mendapatkan alur film yang lebih terstruktur. Reautentikasi yang dilakukan dalam film dokumenter menjadikannya sebuah media informasi mengenai bentuk pakaian untuk perempuan Minangkabau yang seharusnya. Ditujukan untuk mengulang kembali dan menarik kembali bentuk auntetik atau penerapan keaslian pakaian perempuan mengenai nilai-nilai budaya, nilai etika, nilai estetika dan nilai intelektual pada perempuan
PENCIPTAAN KERIS DHAPUR JANUR KUNING
“Penciptaan Keris Dhapur Janur Kuning” deskripsi Tugas Akhir
Karya Program Studi Diploma IV (D-4) Senjata Tradisional Keris, Jurusan
Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Penciptaan keris dhapur Janur Kuning, diawali dengan penggalian data
mengenai bentuk, motif dan makna simbol Janur Kuning, melalui observasi dan
studi pustaka. Data yang diperoleh dikembangkan menjadi sketsa alternatif,
seketsa terpilih, gambar kerja dan divisualkan menjadi bentuk blak keris luk 3, luk
5 serta luk 7, untuk dijadikan acuan dalam proses perwujudan karya. Konsep
Janur Kuning dan keris dipilih karena sangat berkaitan dengan budaya Jawa.
terutama dalam konteks upacara adat dan tradisi Jawa. Landasan proses
penciptaan karya terbagi menjadi tiga, yaitu : tema (subject matter) merupakan
motivasi yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, bentuk (form) terbagi
menjadi dua 1) visual form berupa keris 2) special form yang berupa Janur
Kuning, isi (makna) merupakan penghayatan mengenai konsep Janur Kuning.
Proses penciptaan menggunakan bahan utama besi, baja dan nikel. Estetika atau
keindahan karya keris menggunakan teori yang dikemukakan oleh Panembahan
Hadiwijoyo yang di bukukan oleh Haryono Haryoguritno tentang kriteria lahiriah
keris yaitu mor-jo-si-ngun. Mor artinya pamor, menunjukkan keindahan pamor, jo
artinya wojo/baja, menunjukkan proporsi baja dan kematangan tempa, si artinya
wesi/besi yang menunjukkan komposisi besi, warna besi dan kematangan tempa,
ngun artinya wangun/indah, menunjukkan keindahan kehalusan garap dan
keindahan anatomi dhapur keris. Karya Tugas Akhir tedapat tiga karya dengan
dhapur Janur Jaya Kusuma pamor Wengkon Luk-3, dhapur Surya Mangala
pamor Untu Walang Luk-5, dhapur Janur Saubhagya pamor Wengkon Luk-7.
Karya yang diwujudkan mencerminkan makna sesuai dengan konsep besar yang
sudah dibangun dari tema Janur Kuning
HAKIKAT PERJALANAN MANUSIA DALAM ISLAM SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN RELIEF KERAMIK
Anton Yulianto, 2023. HAKIKAT PERJALANAN MANUSIA DALAM
ISLAM SUMBER PENCIPTAAN RELIEF KERAMIK. Kekaryaan. Jurusan
Kriya, Fakultas seni rupa dan desain, Institute Seni Indonesia Surakarta.
Pembimbing : Prima Yustana, S.Sn., M.A
Penciptaan karya tugas akhir mengangkat tema hakikat perjalanan manusia
dalam Islam sebagai sumber penciptaan relief keramik, merupakan ekspresi
simbolik yang hadir melalui serangkaian proses dari pengalaman penulis yang
memikat, termotivasi untuk memvisualisasikan proses manusia menjumpai Allah
SWT sebagai media dakwah. . Karya yang diciptakan terdiri dari lima karya dengan
proses perwujudan melalui tiga tahap antara lain eksplorasi, perancangan kemudian
pembentukan, dalam proses penciptaan keramik terdapat berbagai macam teknik.
Teknik yang digunakan penulis yaitu teknik lempeng, pijit dan pilin menggunakan
bahan tanah liat dan glasir ditambah bahan pendukung gipsum dan kayu. Proses
merealisasikan ide gagasan, serta imajinasi dalam kajian bentuk estetis karya seni
penulis menggunakan teori Monroe Beardsley dalam Problems in the Philosophy
of Criticism yang menjelaskan 3 ciri meliputi, kesatuan (unity), kerumitan
(complexity), dan kesungguhan (intensity). Penciptaan karya diorientasikan untuk
merefleksikan kandungan ayat yang terkait dengan hakikat perjalanan manusia
pada Al-Qur-an melalui medium keramik sebagai ekspresi simbolik. Temuan-
temuan terkait dengan finishing glasir maupun dengan lem Epoxy dan pigmen
sebagai alternatif finishing
MAKNA SIMBOLIS KESENIAN SANDUL DI DUSUN KWADUNGAN KABUPATEN TEMANGGUNG
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolis Kesenian
Sandul di Dusun Kwadungan, Kabupaten Temanggung. Permasalahan
penelitian adalah bagaimana bentuk Kesenian Sandul di Dusun
Kwadungan, Kabupaten Temanggung dan bagaimana makna simboli
Kesenian Sandul di Dusun Kwadungan, Kabupaten Temanggung. Teori
yang digunakan untuk menjawab permasalahan bentuk menggunakan
teori bentuk Slamet MD. Pengungkapan makna simbolis dalam penelitian ini menggunakan teori Talcott Parsons. Penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi. Langkah penelitian yang dilakukan dalam pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil menunjukan bentuk Kesenian Sandul di DusunKwadungan, Kabupaten Temanggung dan makna simbolis Kesenian Sandul di Dusun Kwadungan, Kabupaten Temanggung.
Kata Kunci : Kesenian Sandul; Makna Simboli