7065 research outputs found
Sort by
WARKOP TARKAM YOGYAKARTA DALAM KARYA FOTO KOMERSIAL DENGAN TEKNIK FOTOGRAFI 360 DERAJAT
Kota Yogyakarta, sebagai salah satu wilayah kegiatan ekonomi dan budaya di Indonesia, menyajikan beragam destinasi yang beragam dalam ekosistem bisnis lokal. Di antaranya adalah Warkop (Warung Kopi) Tarkam Yogyakarta, sebuah usaha baru berupa warung kopi yang menawarkan konsep sepak bola. Berdasarkan hal tersebut karya tugas akhir ini bertujuan untuk memperkenalkan Warkop Tarkam Yogyakarta secara lebih luas dengan genre fotografi komersial dengan teknik fotografi 360 derajat. Penggunaan teknik fotografi 360 derajat dapat
memperlihatkan suasana dengan sudut pandang yang luas dan karakter distorsi yang unik. Penciptaan karya tugas akhir ini menjadi upaya branding Warkop Tarkam Yogyakarta yang dapat dilihat dengan perangkat Virtual Reality dan dipublikasikan melalui website kuula.co, Google Maps, dan Facebook.
Kata Kunci: Warkop Tarkam Yogyakarta, Fotografi Komersial, Fotografi 360 Derajat, Brandin
EKSPLORASI CANDI WERINGIN LAWANG MAJAPAHIT SEBAGAI IDE MOTIF BATIK DENGAN KOMBINASI TEKNIK MAKRAME DALAM BUSANA CASUAL
Candi weringin lawang adalah sumber ide utama dalam pembuatan karya
Tugas akhir ini. Tugas akhir yang dibuat mendeskripsikan gagasan karya yang
berbentuk busana Casual dengan menggunakan motif utama candi Weringin
lawang. Tahap pertama dalam pembuatan karya ini adalah eksplorasi, yakni
mengamati bentuk visual candi Weringin Lawang secara langsung maupun melalui
media elektronik serta mencari sumber acuan berupa pustaka yang kemudian di
lanjutkan ke tahap perancangan sebagai desain alternatif. Setelah desain alternatif
selesai kemudian di pilih sebagai motif batik yang akan di aplikasikan pada busana
Casual. Tahap terakhir adalah perwujudan karya, desain yang terpilih kemudian
diwujudkan menjadi busana Casual yang dapat di kenakan, diawali dengan
pembuatan motif batik dan pola busana, nyorek ( menggambar motif batik diatas
kain yang akan di batik ), ngelowongi ( pengaplikasian malam pada kain batik
sesuai dengan pola yang sudah di gambar ), pewarnaan dengan remasol, dan
penguncian warna menggunakan waterglass, ngelorod ( menghilangkan malam )
penjemuran, menjahit, fitting, finishing. Teknik yang di gunakan dalam pewarnaan
adalah teknik Colet. Bahan dan alat yang di gunakan dalam proses perwujudan
karya ini adalah canting, malam, remasol,waterglass,kompor,kain satin tebal,
organza, toyobo, mesin jahit, mesin obras,penggaris, meteran, dan alat tulis. Karya
berjumlah 4 busana dan diberi judul setiap busananya yakni Wilwatikta, Wagon
Waringin, Anindya Akara, Dinastri Candra. Keempat nama tersebut merupakan
penggambaran dari kerajaan Majapahit yang indah dan megah
ANALISIS ESTETIKA STREET PHOTOGRAPHY KARYA FOTO SERIES RENE BURRI
Fotografi sudah sangat populer di zaman sekarang, orang banyak
mengabadikan segala momen yang terjadi menggunakan media fotografi, sehingga fotografi menjadi banyak dikelompokkan dalam berbagai jenis. Media fotografi juga diperlukan untuk tujuan dokumentasi, baik kebutuhan pribadi hingga foto yang
mengandung aktivitas antar manusia didalamnya. Salah satu jenis fotografi yang membawa unsur aktivitas manusia dalam potretnya atau seringkali disebut dengan foto human interest, yaitu street fotografi. Street fotografi adalah fotografi yang
melibatkan berbagai momen di ruang publik, misalnya di jalanan umum, fasilitas atau bangunan-bangunan yang ada di ruang publik. Jenis fotografi street ini memang terkesan mengambil sudut pandang seseorang melalui lensa kamera untuk mengabadikan momen atau aktivitas antar manusia yang dapat dilihat atau bahkan menarik untuk di bidik, lantas bagaimana sebenarnya unsur estetika pada sebuah foto yang mengabadikan berbagai momen tak terduga. Dari pemikiran tersebut,
muncul tujuan daripada penelitian ini yaitu menganalisis beberapa foto jenis street fotografi guna mengetahui nilai dan unsur unsur estetika yang terkandung pada foto-foto tersebut dengan menggunakan Teori Estetika Seni dari Dharsono Sony
Kartika. Pada penelitian ini, analisis yang dilakukan terhadap foto, cenderung mengandung aktivitas manusia yang memperlihatkan segi arsitekturnya. Metode yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif, dan menghasilkan rincian nilai-nilai estetika yang ada pada sebuah foto berbentuk deskripsi.
Kata Kunci : fotografi, street photography, estetik
ANALISIS SEMIOTIKA TRANS WOMAN BETWEEN COLOUR AND VOICE KARYA YOPPY PIETER
Trans Woman Between Colour and Voice adalah karya milik seorang fotografi Storyteller, dokumenter Yoppy Pieter. Mengisahkan tentang kehidupan para komunitas termajinalkan atau disebut juga dengan kaum yang terpinggirkan oleh kehidupan sosial di lingkup masyarakat. Komunitas tersebut berada di daerah Jabodetabek. Karya nya mendapatkan penghargaan di ajang fotografi internasional Wellcome Photography Price. Lingkup persoalan pada penelitian ini ialah, mengenai bagaimana penulis dapat mengetahui makna yang terkandung dalam karya foto tersebut dengan menerapkan analisis semiotika Roland Barthes yang memiliki 3 tahap. Tahap pertama denotasi, tahap kedua konotasi, dan tahap ketiga mitos. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Penelitian ini akan diuraikan mengenai makna pada simbol-simbol yang terdapat pada karya foto tersebut. Simbol merupakan sesuatu yang mengandung (tanda, kata, dan isyarat) yang dipergunakan untuk mewakili sesuatu yang lain seperti sebuah gagasan, abstraksi, sebuah objek. Hasil penelitian, penulis menemukan makna mendalam terhadap kehidupan para transpuan yang dituangkan dalam sebuah karya fotografi, dimana mereka dapat bertahan hidup ditengah kesulitan masa Covid-19. Fotografi tidak hanya sebagai media yang dapat merekam gambar, atau memvisualisasikan sesuatu berita, informasi dalam bentuk gambar. Fotografi memiliki fungsi lainnya yakni menyampaikan pesan dalam bentuk visual. Trans Woman Between Colour and Voice adalah karya milik Yoppy Pieter yang dimuat dalam majalah besar seperti National Geographic: 2020 dalam bentuk dokumenter, dan memenangkan ajang Wellcome Photography Prize. Yoppy mengangkat persoalan “Kondisi Transpuan di Jabodetabek Saat Pandemi Covid-19”. Penulis mengambil 5 sampel foto dari artikel beritaWellcome Photopgraphy Price untuk dianalisis. Pandangan objektif para Transpuan yang pada saat itu diabadikan kehidupannya oleh Yoppy Pieter mengalami serangkaian sulitnyamenjalani kehidupan di era wabah pandemi Covid-19. Kata kunci, Trans Woman, storyteller, simbol, komunitas, Pandemi Covid-1
MENGHADAPI INSECURITY DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS
Karya tugas akhir yang berjudul “Menghadapi Insecurity Dalam Lingkungan Sekolah Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis” pada teknik linocut dengan reduksi merupakan bagian proses ketertarikan penulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis dalam menghadapi permasalahan insecure. bermula dari perasaan insecure penulis yang muncul akibat dari adanya penolakan dari lingkungan sekolah dengan penyelesaian menghadapi perasaan insecure yang muncul, sehingga seseorang lebih merasa bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki. Tujuan penulisan karya ini adalah penjelasan konsep, proses penulisan dan dapat mendeskripsikan hasil karya seni grafis teknik linocut dengan reduksi. Landasan visual dalam karya tugas akhir ini berdasarkan pengalaman pribadi penlis dalam menghadapi permasalahan insecure dengan visual seni grafis. Metode penulisan yang digunakan meliputi tahap-tahap yang dikemukakan oleh L.H Chapman yakni penemuan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal, dan visualisasi dalam medium. Penulisan karya ini menghasilkan karya-karya seni grafis reduksi yang tercipta dengan permasalahan tenteng insecure serta cara penulis untuk menghadapi perasaan insecure. Pesan moral yang disampaikan penulis dalam karya ini adalah insecure itu penting dalam menjalani kehidupan, karena dengan insecure seseorang tau akan segi kelemahan diri sehingga menjadikan kekurangan itu sebagai proses pencarian jati diri untuk lebih bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki.
Kata Kunci: Insecure, Lingkungan Sekolah, Remaja, Edukasi, Seni Grafis
PERANCANGAN INTERIOR PANTI ASUHAN PERMATE BATAM
Perancangan Interior ini mengangkat konsep personal space untuk kamar tidur anak asuh pada Panti Asuhan Permate Batam. Perancangan bertujuan menciptakan lingkungan yang mendorong rasa individualitas dan kenyamanan bagi anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Permate. Tujuan utama meliputi peningkatan kesejahteraan dan perkembangan emosional anak-anak dengan
memberikan mereka ruang tidur yang personal dan estetis yang menyenangkan.
Pendekatan desain menggabungkan aspek-aspek privasi, fungsionalitas, dan estetika agar setiap anak memiliki ruang tidur yang personal dan nyaman, yang mereka anggap sebagai milik mereka sendiri, sehingga memberi mereka rasa memiliki dan rasa aman. Desain yang diusulkan mencakup furnitur modular, skema warna, dan tata letak yang memperhatikan beragam preferensi dan kebutuhan anakanak. Perancangan ini berkonstribusi pada perkembangan menyeluuruh dan kesejahteraan penghuni Panti Asuhan Permate dengan mengakui pentingnya personal space atau ruang pribadi dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Kata Kunci: Perancangan Interior, Kamar Tidur, Panti Asuhan, Personal Space, Privasi
SANGKAR BURUNG MURAI BATU DENGAN ELEMEN HIAS MOTIF CAKRA PALAH BLITAR
ERDY FAHRUR RIZA, 191471026, 2023, “SANGKAR BURUNG MURAI BATU DENGAN ELEMEN HIAS MOTIF CAKRA PALAH BLITAR” Deskripsi Karya Program Studi: S-1 Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Candi Penataran merupakan salah satu unggulan yang sudah menjadi trademark wilayah Kabupaten Blitar. Motif Cakra Palah tercipta dari relief dan ornamen yang ada di komplek candi Penataran yang sudah diolah dengan sumber ide dari relief Medalion serta relief Surya Majapahit. Makna dari “Cakra Palah” adalah symbol kesadaran sejati manusia akan keberadaannya sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang tidak sempurna, sehingga dalam kehidupannya harus selalu berupaya untuk mencari “kasampurnaan urip sejati” (kesempurnaan hidup sejati). Motif Cakra Palah Blitar diterapkan sebagai elemen hias pada sangkar burung murai batu. Penelitian penciptaan ini menggunakan teori estetika oleh Dharsono Sony Kartika dalam landasan tiga komponen menciptakan karya yaitu tema (subject matter), bentuk (form) dan isi (makna) dalam bukunya yang berjudul Seni Rupa Modern. Untuk menguatkan dan melengkapi teori tersebut penulis menggunakan teori trilogi keseimbangan oleh Prof. Gustami yaitu tentang pemahaman metode tiga tahap enam langkah yang menjadi dasar pijakan metode penciptaan karya penulis. Karya penciptaan ini menghasilkan lima buah karya yang terdiri dari tiga sangkar burung murai batu oval siku dan dua sangkar burung murai batu bulat.
Kata Kunci: Cakra Palah, Candi Penataran, Sangkar Burung
KERINDUAN MASA KECIL DI KAMPUNG NELAYAN SEBATIK SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Judul Tugas Akhir Penciptaan karya ini adalah: “Kerinduan masa kecil di
kampung nelayan Sebatik sebagai Inspirasi Penciptaan karya seni lukis”
berlatarbelakang pengalaman empiris yang dialami terkait kerinduan masa kecil di
kampung nelayan, yang mana saat ini penulis berada di perantauan. Kerinduan
terhadap kenangan saat bermain di kampung nelayan, dan kerinduan saat ini yang
jauh dari kampung halaman.
Tujuan penciptaan karya seni lukis ini adalah untuk menjelaskan konsep
karya, proses penciptaan dan visualisasi karya, serta deskripsi karya. Metode
penciptaan yang digunakan mengacu pada teori L.H. Chapman. Menjelaskan
tahap penciptaan karya seni, pertama upaya menemukan gagasan, kedua tahap
menyempurnakan, mengembangkan, dan memantapkan gagasan awal, ketiga
memvisualisasikan dalam medium. Teknik yang digunakan dalam perwujudan
karya Tugas Akhir ini adalah Teknik plakat dan teknik sapuan bervolume. Visual
yang dihadirkan dalam penciptaan karya tugas akhir ini ialah objek-objek alam
yang diolah secara naturalistik dan penyusunan komposisinya bergaya surrealistik.
Berdasarkan konsep visual dan konsep non visual yang terdiri dari
Nostalgia, keceriaan, perubahan, adaptasi, dan kesedihan menghasilkan 8 buah
karya yang berjudul: Pencurian di perangkap ikan, Long jump, Mallopi-lopi,
Pulang, Hanyut dalam kenangan, Terbawa mimpi, Berbeda masa, dan Gagal
beradaptas
KESENANGAN DIRI SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
iii
ABSTRAK
Kesenangan merupakan bentuk dari suatu kegiatan yang membuat
kepuasan tersendiri bagi diri sendiri. Banyak hal yang dapat memunculkan
Kesenangan mulai dari kegiatan kreatif, hobi, perjalanan, hingga interaksi sosial
dan preferensi individu. Dengan kegiatan itu jika dilakukan terus-menerus secara
berlebihan tanpa terkontrol itu akan menuju ke hal yang negatif salah satunya
adalah hedonisme. Namun juga bisa mengarah ke yang positif jika kita mengerti
akan batasan sesuai kemampuan atau kapasitas yang kita miliki. Dari hal tersebut
penulis mengetahui bahwasanya kesenangan tidak selalu dengan hal negatif yang
terkesan berfoya-foya dalam mencari kesenangan. Penciptaan karya seni lukis ini
disusun sebagai bentuk ekspresi penulis terhadap kesenangan diri. Penciptaan
karya tugas akhir ini mengambarkan kegiatan kesenangan diri dengan objek
perempuan dan divisualkan menggunakan gaya dekoratif melalui perubahan
bentuk dengan menyederhanakan ke dalam media kanvas dengan cat akrilik dan
penggarapannya menggunakan teknik plakat. Penciptaan karya mengacu pada
pendapat yang dikemukakan oleh L.H. Chapman. Menjelaskan tahap penciptaan
karya seni. Pertama, upaya menemukan gagasan, kedua tahap menyempurnakan,
mengembangkan, dan memantapkan gagasan awal, yang meliputi pemilihan
medium, alat, bahan dan tekni, dan yang ketiga, tahap visualisasi dalam media.
Hasil yang diperoleh dari gaya hidup hedonisme. Selain itu pengalam dalam
penciptaan karya seni lukis ini diharapkan memberikan nilai positif bagi diri
pribasi maupun orang lain. Banyak hal yang dapa
KONSEP ADAPTASI DALAM PROGRAM ACARA SUPER DEAL INDONESIA DI GTV
Eki Prameswari Wahyono, 2023, Konsep Adaptasi dalam Program Acara Super Deal Indonesia di GTV, halaman i sampai 140, Skripsi S-1 Program Studi Film dan Televisi, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Penelitian ini mengkaji program acara Super Deal Indonesia yang ditayangkan oleh GTV. Program Super Deal Indonesia layak dijadikan objek penelitian karena program ini merupakan adaptasi dari program game show Let’s Make a Deal yang telah tayang di stasiun GTV sejak 2018 dan berhasil memenangkan penghargaan Panasonic Gobel Awards 2019. Fokus penelitian adalah memahami bagaimana produser melakukan adaptasi dalam menyusun program ini. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan konsep adaptasi yang diimplementasikan oleh produser dan menemukan ciri khas dalam program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data yakni purposive sampling yang menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menerapkan teknik data kualitatif dari Miles dan Huberman, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi program acara diterapkan melalui berbagai aspek, yaitu medium, format, konten, dan struktur, dapat menciptakan program yang menarik dan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan target penonton. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa produser program acara Super Deal Indonesia menggunakan konsep adaptasi yakni medium, format, konten, dan struktur, sehingga menjadi tontonan yang menarik untuk ditonton oleh pemirsa di Indonesia. Program ini memiliki kreasi baru berupa permainan mini trading, eliminasi trading, dan babak pra-end game. Program ini juga menggunakan episode spesial, seperti tema-tema tertentu atau roadshow di kota-kota besar dengan menggunakan media trading yang menyesuaikan tema tersebut. Program ini juga menambahkan sketsa komedi dengan menampilkan cohost yang menggunakan riasan tebal. Kreasi tersebut adalah sebuah ciri khas yang terdapat pada program Super Deal Indonesia