Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    TANAMAN BUAH LABU KUNING SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA BINGKAI CERMIN KAYU

    Get PDF
    Rhosita Agustin, 201471006 2024, “Tanaman Buah labu Kuning Sebagai Ide Penciptaan Karya Bingkai Cermin Kayu” Deskripsi Karya Program Studi S-1 Kriya, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Tugas Akhir kekaryaan ini penulis mengangkat tema tanaman buah labu kuning sebagai ide penciptaan karya bingkai cermin kayu. Penulis terinspirasi dari tanaman buah labu kuning sebagai buah ciri khas Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang juga sebagai daerah asal dari penulis itu sendiri. Penulis ingin mengenalkan kepada khalayak umum tanaman ciri khas tersebut dalam bentuk karya yaitu bingkai cermin kayu. bahan utama yang digunakan penulis yaitu kayu Suren yang selain harganya ekonomis, kayu suren mudah dijumpai di daerah tersebut. Proses perwujudan diawali dengan proses desain, pecah pola, proses kerja bangku, proses pembuatan kerangka bingkai, proses pengukiran pola desain lalu proses finishing. Landasan teori yang digunakan pada tugas akhir ini adalah Sp. Gustami yang menjelaskan metode penciptaan karya seni ada 3 tahapan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penulis juga menggunakan metode pendekatan estetik teori Monroe Beardsley dalam Problem In the Philosophy of Criticism yang menjelaskan 3 ciri yang menjadi sifat-sifat membuat baik (indah) dari benda-benda estetis pada umumnya , ketiga ciri itu meliputi kesatuan (Unity), kerumitan (complexity), Kesungguhan (intensity). Hasil karya tugas akhir ini meliputi: karya 1 dengan judul Njalar, karya dengan judul 2 Nalar, karya 3 dengan judul ‘Woh, karya 4 dengan judul Wiji, dan karya 5 dengan judul Laku

    KEHILANGAN HABITAT HEWAN DIKARENAKAN MANUSIA DALAM TOYS FOTOGRAFI

    Get PDF
    Karya tugas akhir dengan judul “KERUSAKAN HABITAT HEWAN DIKARENAKAN MANUSIA DALAM TOYS FOTOGRAFI” mengangkat tentang kehilangan habitat hewan yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan secara berlebihan sehingga merusak habitat hewan dan menimbulkan konflik antara manusia dan hewan. Tema mengenai kerusakan lingkungan yang berdampak kepada hewan dibagi menjadi 3 yaitu; pembangunan massive, sampah, dan pemanasan global yang bersumber dari tindakan manusia. Genre Toys fotografi dipilih agar lebih memudahkan dalam proses pengerjaan dikarenakan mengganti hewan aslinya dengan mainan yang serupa dari bentuk, ekspresi, gerak, warna, dan teksturnya. Teknik forced perspective digunakan agar dapat membuat visual yang menarik dan terkesan nyata serta penggunaan artificial light untuk memberikan kesan dramatis, didukung dengan penataan mainan dan pembuatan diorama dengan penyatuan background dan properti yang menyesuaikan dengan tema yang telah dipilih dalam pembuatan tugas akhir

    UJIAN TUGAS AKHIR KARYA SENI PROGRAM STUDI SENI KARAWITAN JURUSAN KARAWITAN DENGAN JUDULTENTREM, GENDHING KETHUK 2 KEREP MINGGAH 4 LARAS PELOG PATHET BARANG: KAJIAN GARAP SINDHEN

    No full text
    Skripsi karya seni berjudul “Tentrem, gending kethuk 2 kerep minggah 4 laras pelog pathet barang: kajian garap sindhen” berusaha menganalisis, menyajikan, dan mendeskripsikan garap sindhenan pada gending Tentrem. Penelitian ini dilatarbelakangi peran sindhenan dalam praktik seni karawitan sangat penting dan memiliki posisi yang dapat disejajarkan dengan instrumen rebab, kendang, dan gendher. Tentrem merupakan gending yang memiliki potensi kalimat lagu balungan yang mengarah pada gending Kuwung-Kuwung, sehingga adopsi garap sindhenan dapat diterapkan. Ide garap sindhenan yang diterapkan adalah andhegan gending Kuwung-Kuwung beserta analisis garap sindhenan pada bagian merong dan inggah. Teori dan konsep yang digunakan sebagai landasan pemikiran dalam skripsi karya seni ini yaitu teori garap oleh Supanggah beserta unsur perabot garap terdiri dari teknik dan pola. Teori garap digunakan untuk melandasi perumusan ide garap sindhenan pada gending Tentrem sekaligus rangkaian gending lain sebagai pelengkap sajian mrabot. Teknik dan pola digunakan melandasi penerapan cengkok dan wiledan sindhenan. Sementara konsep yang digunakan sebagai penunjang ketajaman analisis padhang ulihan guna menafsirkan penempatan teks wangsalan dan abon-abon. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis yakni mendeskripsikan sekaligus menganalisis garap musikal dan sindhenan gending Tentrem. Pengumpulan data menggunakan kajian literatur, observasi, dan wawancara. Hasil pengumpulan data dipilah berdasarkan kebutuhan penelitian dan disajikan secara deskriptif naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan gending Tentrem dapat digarap menggunakan mandheg pasren dari hasil adopsi garap musikal gending Kuwung-Kuwung karena kesamaan alur melodi balungan. Kata Kunci: Tentrem, gending, garap, sindhenan

    KUCING JALANAN DALAM STREET PHOTOGRAPHY

    Get PDF
    Street photography telah menjadi bagian penting dari budaya visual perkotaan, menangkap momen-momen kehidupan sehari-hari dengan spontanitas yang khas. Salah satu elemen yang tidak lepas dalam karya-karya street photography adalah kehadiran kucing jalanan di berbagai ruang publik/tempat. Penciptaan tugas akhir ini mengambil objek kucing jalanan di pasar, jalanan, dan sudut-sudut gang di kota Surakarta dalam street photography. Banyak orang yang beranggapan bahwa kucing jalanan tidak pantas untuk dipelihara, melihat kondisi badannya yang mungkin kotor, kurus, dan tidak terawat ditambah dengan hidup di sembarang tempat. Orang-orang lebih memilih untuk memelihara kucing yang berbadan gemuk, berwajah lucu, dan berbulu halus. Disisi lain banyak kucing jalanan yang perlu makanan dan kasih sayang. Hal tersebut sesuai dengan ide penciptaan karya ini yaitu menampilkan momen-momen dari kucing jalanan di ruang publik dalam media fotografi. Fotografi dapat digunakan sebagai media untuk merekam objek-objek melalui bentuk visual gambar dan street photography dapat digunakan sebagai pendekatan fotografi dalam menyampaikan sebuah pesan bagi mereka yang melihatnya. Teknik yang dipakai adalah candid. Dalam konteks fotografi, "candid" merujuk pada foto yang diambil tanpa sepengetahuan atau persiapan khusus dari subjeknya, sehingga hasilnya alami dan spontan. Foto candid sering kali menangkap momen-momen sehari-hari dengan ekspresi yang jujur dan tidak dibuat-buat. Teknik ini sering diterapkan dalam fotografi jurnalistik, dokumenter, dan street photography

    DEFORMASI GAMBAR MAKHLUK BERNYAWA PADA KOMIK ISLAMI

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi kasus keberagaman deformasi gambar makhluk bernyawa pada komik islami. Keberagaman deformasi tersebut menyajikan keunikan berupa salah satu jenis deformasi pada komik islami yang tidak terdapat pada komik bergenre lain, yaitu deformasi subtraktif. Permasalahan yang diangkat adalah: (1) mengapa terdapat variasi jenis deformasi gambar makhluk bernyawa pada komik islami; (2) bagaimana perkembangan tafsir hukum Islam berkaitan dengan deformasi gambar makhluk bernyawa pada media komik; (3) bagaimana struktur deformasi gambar makhluk bernyawa pada komik islami. Tujuan penelitian ini untuk menumukan prinsip-pinsip deformasi gambar makhluk bernyawa pada komik islami sesuai dengan kaidah-kaidah tafsir hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan perspektif studi kasus instrumental. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data induktif. Hasil penelitian menemukan bahwa pertama, variasi deformasi gambar yang digunakan pada media komik islami dipengaruhi oleh perkembangan tafsir hukum Islam berkaitan dengan gambar makhluk bernyawa. Kedua, perkembangan tafsir hukum Islam berkaitan dengan deformasi gambar makhluk bernyawa merupakan hasil ijma’ merespom jenis media dakwah baru. Ketiga, struktur deformasi gambar makhluk bernyawa pada komik Islami menunjukkan upaya adaptasi kreatif komikus membuat deformasi realis, deformasi kartunal, dan deformasi subtraktif mampu mengkomunikasikan ajaran islam melalui representasi visual pada media komik tanpa melanggar kaidah-kaidah tafsir hukum Islam berkaitan dengan gambar makhluk bernyawa. Temuan ini dapat menjadi sumbangan bagi keilmuan desain komunikasi visual, bahwa kaidah-kaidah tafsir hukum Islam berkaitan dengan gambar makhluk bernyawa tidak menjadi penghalang komikus sebagai komunikator berkomunikasi kepada pembaca komik sebagai audiences. Temuan ini juga dapat digunakan sebagai acuan berkarya komikus dalam mengkomunikasikan ajaran agama Islam melalui media komik

    PROSES PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF PRODUKSI PEDAN KLATEN DALAM FOTO ESAI

    Get PDF
    Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan salah satu pembelajaran visual yang dapat digunakan untuk memberikan stimulasi bagi anak usia dini. Aspek-aspek yang dapat meningkatkan perkembangan seperti fisik/motorik, emosi, sosial, Bahasa, dan moral. Di desa Tegal Rejo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten terdapat industri rumahan yang membuat Alat Permainan Edukatif (APE) terbuat dari bahan kayu yang memiliki hasil standar bahan sesuai dengan peraturan kementrian pendidikan. Contohnya bongkar pasang baca hewan, bowling, rainbow block. Prinsip keamanan dan keselamatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat pada proses pembuatan alat permainan edukatif. Proses produksi alat permainan edukatif dari Pedan, Klaten mulai dari pemilihan bahan yang diambil perhutani langsung, Pemotongan bahan, pembentukan pola, finishing, packing sesuai dengan ketentuan peraturan kementrian pendidikan. Dari uraian diatas fotografi esai mampu memvisualisasikan karya ilmiah dalam bentuk fotografi esai, mampu membuat karya visual fotografi dengan objek perajin alat permainan eduktaif yang memiliki nilai artistik, hal ini dapat dicapai dengan memakai teknik pencahayaan mix light. Teknik mix light adalah penggabungan dua jenis sumber pencahayaan yang berbeda yaitu available light atau cahaya alami dan artificial light atau cahaya buatan ke dalam satu frame foto. Ditambahkan pencahayaan buatan atau artificial light sebagai sumber pencahayaan utamanya agar dapat diatur dengan lebih leluasa gelap, terang, dan sudut arah pencahayaannya dari objek sehingga kesan dramatis dan artistik, sehingga para penikmat karya mampu memahami informasi yang terkandung dalam setiap karya yang di buat. Kata Kunci : Alat Permainan Edukatif, Kerajinan Desa Pedan, Fotografi esai

    PROSES KREATIF TEATER VIRTUAL “PAYUNG BUNDER” SANGGAR SENI KEMASAN STUDI KASUS: SENIMAN KW EPISODE 2-4

    Get PDF
    This research is entitled "Creative Process of Virtual Theater "Payung Bunder" Sanggar Seni Kemasan Case Study: Seniman KW Episode 2-4. The aim of this research is related to the creative process of the case study of Seniman KW Episodes 2-4, which includes: (1) what was behind the creation of the performance "Payung Bunder"; (2) what is the role of the “Payung Bunder” in developing virtual late performances during the Covid-19 pandemic?; virtual creative process “Payung Bunder” in Seniman KW: Episode 2-4? These three problems were studied based on the creativity study paradigm using the theory of creativity proposed by David Campbell. Data collection in this research was in the form of primary data and secondary data carried out using interviews, observation, documentation, and literature study methods. The data analysis used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The research results show: first, the background to the video entitled Seniman KW is the anxiety of the Payung Bunder team during the Covid-19 pandemic due to limited interaction and social activities, but there is an initiative to continue working until the creation of a theater performances uploaded via social media. Second, the role of Payung Bunder provides a space for expression to create a work and attract public attention by creating virtual theater performances using Javanese and Indonesian. Third, the creative process at Seniman KW is carried out by creating video content together with the Payung Bunder team with stories that have been created by the creative team, starting from team division to staging. Seniman KW is creative process is to make three episodes in two days a week. Key words: theater, creative process, Payung Bunder, creativity theory

    BENTUK DAN GARAP TARI PIRIANG BASIDENCAK KARYA YULIWARMAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian membahas dua topik yaitu bentuk dan garap tari Piriang Basidendak karya Yuliwarman. Kedua rumusan masalah tersebut dikaji dengan menggunakan teori bentuk Sumandiyo Hadi dalam bukunya yang berjudul “Aspek-Aspek Koreografi Kelompok” dan teori garap Rahayu Supanggah dalam bukunya yang berjudul “Bothekan Karawitan II: GARAP”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan koreografi serta memanfaatkan data sekunder dan primer yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Piriang Basidencak merupakan karya tari kreasi baru yang di ciptakan oleh Yuliwarman dan salah satu bentuk tari kelompok yang dibawakan oleh enam orang penari yang terdiri dari tiga penari pria dan tiga penari wanita. Karya tari Piriang Basidencak bertemakan rasa syukur. Gerak tari terinspirasi dari gerak sehari-hari yang di kembangkan menjadi gerak baru dengan gaya Minangkabau. Bentuk yang terkait dengan tari Piriang Basidencak mencangkup gerak tari, musik yang digunakan, serta elemen-elemen tari yang terdapat pada pertunjukan tari Piriang Basidencak. Hasil garap tari Piriang Basidencak meliputi materi garap yang mencakup gerak tari, musik tari, rias, dan busana; penggarap yang terdiri koreografer dan komposer; perabot atau piranti garap yang berisi ide atau gagasan; sarana garap yaitu tubuh penari; penentu garap yang mencakup fungsi dan guna tari Piriang Basidencak; dan pertimbangan garap yang mencakup penyesuaian pertunjukan yang terjadi secara accidental dan fakultatif. Kata Kunci : Tari Piriang Basidencak, bentuk, gara

    ORAKEL: UBAHSUAI TEATER

    Get PDF
    Karya ini mengubahsuai teater dari teks “Jalur Purba Kedunguan” karya Fedli Azis. Ubahsuai adalah sebagai konsep yang berkontribusi dalam proses pembentukan karya “Orakel”. Mulai dari penyesuaian teks hingga modifikasi elemen-elemen lain dalam garapan teater, seperti setting, karakter, narasi, dan bentuk karya. Dalam karya teater “Orakel”, proses ubahsuai mencakup penyesuaian terhadap teks, merangkul konsep “Teater Epik” Brecht, teater eksperimental, “Teater Miskin” Grotowsky, dan spirit permainan rakyat Riau “Lukah Gilo”. Karya yang dibarukan berdurasi 60 menit ini membuka ruang untuk berkolaborasi dengan siapa saja. Apalagi karya ini menyasar pada psikologi manusia sebagai mahluk sosial yang tidak berdiri sendiri. Pengkarya, aktor, serta pendukung artistik lainnya didorong untuk melakukan pembacaan kritis atas persoalan kehidupan yang mereka dilakoni sepanjang hayatnya

    INDERA PENDENGARAN MANUSIA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK DALAM BUSANA READY TO WEAR

    Get PDF
    Tugas akhir karya batik motif indra pendengaran manusia pada busana ready to wear, merupakan sebuah karya yang terinspirasi dari lingkungan sekitar penulis yang banyak mengalami gangguan atau masalah pada indra pendengaran atau biasa disebut dengan telinga. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menciptakan motif yang bersumber ide indera Pendengaran manusia dan diaplikasikan pada busana ready to wear. Metode yang digunakan dalam proses karya tugas akhir ini adalah metode Gustami yang terbagi menjadi tiga tahapan yaitu, tahap eksplorasi dimulai dengan melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar, sosial media, wawancara. Tahap kedua yaitu perancangan motif dengan menggunakan semua data yang sudah didapatkan melalui tahap eksplorasi sebagai acuan dalam membuat sketsa alternatif yang nanti akan diseleksi menjadi seketsa terpilih. Tahap ketiga yaitu tahap perwujudan yaitu merealisasikan desain terpilih menjadi karya nyata. Pembuatan karya diawali dengan proses pembuatan pola, nyorek, mewarnai, fiksasi, ngelorod, menjahit lalu finishing. Karya yang diciptakan untuk tugas akhir ini sebanyak empat karya busana ready to wear dengan nama dan arti yang berbeda pada setiap karyanya, karya pertama berjudul “Parang Otitis Eksterna”, karya kedua “Ceplok Otitis Media”, karya ketiga “Ceplok Tinnitus” lalu karya keempat “Serumen Prop”. Perancangan ini menghasilkan karya yang mengangkat tema indra pendengaran manusia dan dapat dijadikan pengingat untuk masyarakat tentang pentingnya menjaga indra pendengaran

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇