7065 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN INTERIOR EKOWISATA PERFILMAN DENGAN GAYA RUSTIC DI DESA KARANGPANDAN
ABSTRAK
PERANCANGAN EKOWISATA PERFILMAN DENGAN GAYA RUSTIC DI
DESA KARANGPANDAN (Mohammad Wildan Rizky Nugroho, 2024…..). Tugas
Akhir Karya S-1 Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa
dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Perancangan interior ekowisata di Desa Karangpandan dengan gaya rustic
mengangkat tema budaya lokal Jawa Pawukon, yang dipadukan dengan pendekatan
fungsi, ergonomi, tema, dan gaya yang sejalan dengan prinsip ekowisata dan
keberlanjutan. Perancangan ini menggunakan metode desain Pamudji Suptandar,
yang berfokus pada input, sintesa dan output . Fungsi ruang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan pengunjung, dengan membagi pada beberapa area, seperti
ruang publik, dan fasilitas edukasi yang mendukung pengalaman wisata yang
menyuguhkan kebudayaan Jawa yaitu sistem penanggalan Jawa Pawukon .
Terdapat beberapa fasilitas pada ekowisata ini antara lain, Lobby, Merch Area,
Selasar Budaya, Minimarket, Office, Co-working area, UMKM Area, dan Bioskop.
Perancangan ini menyuguhkan sebuah desain baru yang memiliki nilai keartistikan
dengan mempertahankan unsur alami dan budaya lokal. Melalui perancangan
interior ini, diharapkan dapat tercipta sebuah ekowisata yang tidak hanya menarik
secara visual, tetapi juga mengedukasi pengunjung tentang pentingnya pelestarian
budaya lokal dan alam, serta mendukung prinsip ekowisata yang berkelanjutan
RUANG MUSIKAL UNTUK NYAWER DALAM LAGU TAK INGIN TANPAMU: STUDI KASUS KELOMPOK MUSIK NEW MONATA
Skripsi ini berjudul “Ruang Musikal untuk Nyawer dalam Lagu Tak Ingin Tanpamu: Studi Kasus Kelompok Musik New Monata”. Sebagai kelompok musik dangdut, eksistensi kelompok New Monata kiprahnya patut diperhitungkan dalam industri musik dangdut di Indonesia. Hal yang ingin dijelaskan dalam skripsi ini adalah bagaimana proses dalam ruang musikal kelompok New Monata; bagaimana bentuk musikal saat proses dilakukan; bagaimana keterkaitan antara sawer dan musik yang disajikan. Konsep yang digunakan untuk mengungkap permasalahan dalam skripsi ini adalah konsep kreativitas dari Sternberg, analisis musik dari Benamou dan Bambang Sunarto, juga dikuatkan oleh konsep psikologi perilaku sosial versi Bimo Walgito.
Penelitian skripsi ini dilakukan menggunakan metode kualitatif versinya Sugiono. Adapun langkah atau prosedur yang diterapkan adalah observasi, wawancara, studi pustaka, studi dokumen, analisis data, menyajikan data, penarikan kesimpulan, dan penulisan laporan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa, 1) yang terjadi dalam ruang musikal pertunjukan musik dangdut New Monata adalah bagian dari konsekuensi perilaku sosial, atau psikologi sosial, yang di dalamnya terdapat unsur reflektif yang distimulan oleh keadaan lingkungan di mana individu atau kelompok berada. Jadi proses adalah reaksi atau perilaku yang didorong oleh aktivitas menonton musik dangdut, yang kemudian dimaknai sebagai reaksi perilaku sosial. Hal itu muncul di alam bawah sadar para pelaku sawer, karena fakta sosial musik dangdut dan sawer adalah dua hal yang selalu hadir sebagai fakta sosial. 2) bentuk musik yang disajikan adalah musik bergenre dangdut koplo, disajikan dengan instrumen keyboard, bass, guitar, ketipung, drumset, seruling, dan tamborin. Format musik yang disajikan bergenre dangdut koplo. Beat musik yang dimainkan 4/4 dengan tempo yang sedang. Disajikan dengan model dangdut klasik dan koplo. 3) keterkaitan sawer dengan musik, dimaknai seperti dua sisi mata uang, yang keduanya penting dan hampir seluruh pertunjukan dangdut ada aktivitas . Hubungan keduanya adalah hubungan sebab akibat atas aksi dan reaksi. Bunyi musik sebagai aksi, respon penonton nyawer adalah reaksi. Dua hubungan itu disebut dengan istilah komunikasi musik di dalam bingkai psikologi perilaku sosial.
Kata Kunci: Musik dangdut, sawer, New Monat
PERANCANGAN INTERIOR RUMAH TENUN IKAT PARENGAN DI KABUPATEN LAMONGAN
Kabupaten Lamongan terkenal dengan Wisata Bahari Lamongan dan wisata religi,
serta memiliki potensi ekonomi di sektor pertanian, perikanan, perdagangan,
perkebunan, peternakan, dan industri kecil. Industri Tenun Ikat Parengan di Desa
Parengan menghadapi masalah jumlah pengrajin yang menyusut dan kesulitan
dalam pemasaran. Untuk mengatasi masalah ini, dirancanglah Rumah Tenun Ikat
Parengan menggunakan pendekatan fungsi, ergonomi, gaya, dan teknis. Gaya
Tropis dipilih untuk interior, dipadukan dengan tema bandeng lele sebagai identitas
Kabupaten Lamongan. Hasil akhir perancangan ini adalah final schematic yang
mencakup area lobby, galeri, workshop, toko, dan rest
MBEROT 360°: FILM DOKUMENTER KESENIAN BANTENGAN DI KOTA MALANG MELALUI PENDEKATAN SENSORY ETHNOGRAPHY
Tesis penciptaan karya seni ini merupakan karya film dokumenter etnografi berformat 360 derajat yang memfokuskan perhatiannya pada kesenian tradisional bantengan di Kota Malang. Melalui pengamatan dan refleksi, penciptaan ini mengeksplorasi upaya seniman bantengan dalam menjaga eksistensi di tengah evolusi budaya, kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial. Tesis ini juga mencatat pergeseran budaya menonton film dari bioskop tradisional ke platform digital, dengan format film 360 derajat menjadi medium yang memperkaya pengalaman menonton secara individualistik, interaktif, dan imersif. Film dokumenter ini diciptakan dengan menggunakan metode pendekatan etnografi sensorik dan penyajian film 360 derajat. Konsep ini membawa penonton menjadi bagian upaya kegiatan seniman bantengan dalam melestarikan warisan budaya, dengan video 360 derajat yang memberikan kesan keterlibatan langsung dalam lingkungan kesenian. Film Mberot 360, selain menjadi karya seni, juga berfungsi sebagai upaya nyata dalam melestarikan dan menyampaikan betapa pentingnya pelestarian kesenian tradisional bantengan dalam menghadapi perubahan budaya, teknologi, dan sosial yang terus berkemban
LOKAKARYA EKONOMI KREATIF CETAK SABLON SEBAGAI PENINGKATAN EKONOMI KELOMPOK PEMUDA PADUKUHAN PACARAN, DESA TLOBONG, DELANGGU, JAWA TENGAH
Sablon merupakan teknik dasar yang berkaitan dengan tinta dan teknik sablon secara manual yang telah di rangkum, disusun untuk disampaikan ke khalayak umum. Adapun tujuan lokakarya yang diangkat oleh penulis antara lain untuk membekali mitra dalam pendesainan gambar dan pembuatan sablon kaos dan mug, untuk dapat kemudian dijual di toko online sebagai bekal untuk berwirausaha. Kegiatan lokakarya ini akan merespon isu pengembangan kapasitas ekonomi dari mitra, yaitu karang taruna GEMPAR, Padukuhan Pacaran, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pengembangan kapasitas ini akan mengambil bentuk kegiatan lokakarya cetak sablon dengan menggunakan desain kreatif karya pemuda Padukuhan Pacaran, Kelurahan Tlobong, Kecamatan Delanggu. Tujuan dari lokakarya ini adalah merespon permasalahan utama dari mitra yaitu minimnya lapangan pekerjaan akibat berkurangnya lahan garapan sawah dan belum optimalnya pengembangan keterampilan dasar cetak sablon yang sudah dimiliki kalangan pemuda Padukuhan Pacaran, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokakarya ini berjalan selama enam bulan dengan target luaran adalah terselenggaranya usaha kecil menengah cetak sablon berkelanjutan yang dikelola secara mandiri oleh kelompok karang taruna GEMPAR, Padukuhan Pacaran, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
ANLTRANSFORMASI DESAIN BATIK KEDUNGGUDEL SEBAGAI IDENTITAS IKONIK PERANCANGAN HALTE BUS TRANS JATENG DI KABUPATEN SUKOHARJO
Halte Bus Trans Jateng koridor tujuh di Kabupaten Sukoharjo dirancang untuk memenuhi dan mengakomodir kebutuhan Departemen Perhubungan Kabupaten Sukoharjo dalam pelayanan prima kepada masyarakat pengguna moda transportasi umum. Fasilitas ini dibangun untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum. Kondisi saat ini beberapa halte yang ada belum memenuhi sarat, sehingga perlu dirancang sebuah halte yang menawarkan kenyamanan, keamanan dan kelengkapan fungsi halte secara maksimal. Tujuan paling penting memperkenalkan potensi kebudayaan, seni, kerajinan dan potensi masyarakat Kabupaten Sukoharjo terutama kerajinan batik khas Kabupaten Sukoharjo yang berada di Kampung Kedunggudel dengan transformasi desain batik sebagai unsur dan elemen dekoratif-ornamentasi dalam perancangan halte Bus Trans Jateng, sehingga mampu menjadi identitas ikonik Kabupaten Sukoharjo. Perlunya halte yang dirancang secara estetis, nyaman dan yang terpenting pengguna merasa aman saat berada di halte. Dirancang dengan memperhatikan prinsip desain secara keseluruhan yaitu karakter pengguna, baik disabilitas maupun normal, aktivitas pengguna dan dukungan fasilitas memadai. Desain konsep halte Bus Ttrans Jateng baik eksterior-arsitektur dan desain interior menggunakan dekorasi-ornamentasi dari motif batik Kedunggudel Kabupaten Sukoharjo.
Kata kunci: Halte, Bus trans Jateng, Batik Kedunggudel, Identitas, Ikonik
MEDIA EDUKASI SEJARAH LEGIUN KAVALERI MANGKUNEGARAN UNTUK ANAK MELALUI KOLABORASI PENCIPTAAN KARYA TEMBANG DOLANAN DENGAN ILUSTRASI
Keberadaan ikon Legiun Kavaleri Mangkunegaran menjadi penting untuk dikembangkan sebagai memori sejarah Surakarta dimana kini keberadaannya makin tidak dikenal milenial. Penelitian selaras RPJMN 2020-2024 mengarusutamakan Sustainable Development Goals yang berupa 17 Tujuan SDGs melalui 7 Agenda Pembangunan Indonesia melalui Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa sebagai upaya pelestarian melalui penciptaan kolaborasi tembang dan ilustrasi cerita Legiun Kavaleri Pura Mangkunegaran. Penyebarluasan informasi seputar sejarah ini dibutuhkan oleh semua kalangan, begitu juga bagi kalangan siswa sekolah dasar, dimana pada usia tersebut informasi dapat menjadi pedoman nantinya baik untuk sekarang dan di masa depan dalam memahami sejarah bangsanya. Diperlukan media yang sesuai dan kondisi, serta dibutuhkan alternatif agar informasi yang disampaikan dapat diterima serta menarik. Media alternatif melalui kolaborasi tembang dolanan dan ilustrasi mengandung ajaran moral yang berguna dan media penyampaian pesan yang dapat diaplikasikan dalam upaya pelestarian sejarah. Penelitian ini sesuai Rencana Induk Penelitian ISI Surakarta 2021-2025 bidang fokus Preservasi, Konservasi, dan Aktualisasi Seni Budaya Nusantara dengan Aktualisasi Seni Budaya sebagai usaha menghadirkan seni budaya sesuai dengan konteks zamannya dengan target Terciptanya model seni budaya Nusantara yang sesuai dengan konteks zamannya. Tujuan penelitian terapan, yaitu : 1). Merancang karya tembang dolanan anak yang berisi materi sejarah Legiun Kavaleri Mangkunegaran, dan 2). Merancang karya berupa buku ilustrasi anak yang berisi materi penjelasan tembang dolanan sebagai media publikasi kepada siswa sekolah dasar. Metode penciptaan karya seni ada 6 (enam) tahapan yaitu : Discovery, Interpretation, Ideation, Experimentation, Evolution, dan Implementation. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) penelitian terapan ini adalah 4-6 berupa Luaran wajib berupa artikel ilmiah (submitted) di jurnal Sinta, karya seni terapan, Surat Keterangan Penerapan IPTEKS dari mitra, laporan hasil dan presentasi hasil penelitian dan ajuan KI (granted). Melalui media ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada siswa sekolah dasar mengenai sejarah Legiun Kavaleri Mangkunegaran untuk mengenalkan dan melestarikan sejarah kepada siswa sekolah dasar.
Kata kunci : Legiun Kavaleri Mangkunegaran, Tembang Dolanan, Ilustrasi, Siswa SD, Pelestarian Sejara
KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS LISAN DENGAN SELF EFFICACY PADA SISWA KELAS 8 SMPN 8 SURAKARTA: Spoken English by Self Efficacy to Grade 8 Students of SMPN 8 Surakarta
Kemampuan berbahasa Inggris lisan dari pembelajar bahasa asing di Indonesia masih sangat kurang dibandingkan kemampuan bahasa Inggris tulisan. Oleh karena itu diperlukan sutau yang
belum banyak dilakukan yaitu menggunakan self efficacy. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi penerapan self efficacy atau efikasi diri tentang keterampilan speaking
/berbicara pada murid kelas 8, SMPN 8 Surakarta. Konsep efikasi diri yang diteliti adalah magnitude, strength dan generality. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian kualitatif yaitu pemaknaan atas kemampuan dan kepercayaan diri terhadap berbicara bahasa Inggris siswa. Informan dalam penelitian ini adalah murid/siswa kelas 8 atau tahun kedua tahun akademik 2023 – 2024 dengan menggunakan purposive sampling yaitu siswa dengan nilai bahasa Inggris bagus setiap kelas 8 sehingga terkumpul 16 siswa. Data penelitian berupa rekaman dari Bahasa Inggris lisan dari sumber data penelitian di jam aktif sekolah. Setelah data terkumpul maka data dianalisis berdasarkan tiga unsur efikasi diri di atas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan unsur magnitude, strength dan generality mampu menaikkan lama berbicara dan keragaman kosa kata yang digunakan dengan semakin sedikit menggunakan pengulangan kata.
Membiasakan berbicara dengan nyaman dan menambah kosakata baru diharapkan menjadikan bahasa Inggris lisan peserta menjadi lebih lama dan baik.
Kata kunci : efikasi diri, magnitude, strength dan generality, bahasa inggris lisan
GARAP BEDHAYAN TARI SOCA AGNI NUGRAHA
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses “Garap Bedhayan Tari Soca Agni Nugraha”. Penelitian ini dipandu oleh teori garap Rahayu Supanggah dengan unsur-unsur seperti ide garap, bahan garap, penggarap, perabot garap, sarana garap, pertimbangan garap, penunjang garap, dan hasil garap. Upaya pemenuhan data dikerjakan melalui observasi, studi pustaka dan wawancara yang ketiganya lazim digunakan untuk menggali data kualitatif. Kesimpulan sementara yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah “Garap Tari Bedhayan Soca Agni Nugraha” didasari ide garap bedhayan yang menggunakan bahan garap sekaran lawas yang sudah jarang ditemui atau digunakan. Penggarap yang mengerjakan tari tersebut adalah para penari yang memahami konsep tari bedhayan. Perabot garap berupa rias busana disusun untuk ditampilkan dan dipresentasikan di pendopo sebagai sarana garap dengan 4 arah hadap. Empat arah hadap pendopo berimplikasi terhadap pertimbangan garap yang harus memenuhi tampilan 4 sisi. Sebagai penunjang garap, disajikan karawitan tari yang mendukung penghadiran suasana garap bedhayan. Hasil garap yang dicapai, ditemukan bahwa perpaduan dari berbagai unsur garap tersebut memberikan warna dan nuansa garap bedhayan yang khusus bagi Tari Soca Agni Nugraha. Rasa anteb muncul dari penggunaan sekaran lawas yang dikombinasi dengan karawitan tari dengan laya tamban. Tampilan visual yang merupakan kombinasi gawang kreasi baru dengan rias busana inovatif memunculkan rasa sigrak. Perpaduan kedua rasa tersebut hadir dalam presentasi karya yang berdurasi mencapai 9 menit dengan konsep tari sesaji
REVITALISASI INTERIOR PADA EKS SMP NEGERI 13 WIDURAN SURAKARTA MENJADI KANTOR KONI KOTA SURAKARTA DENGAN TEMA BATIK SIDOMUKTI
Revitalisasi Interior pada Eks SMP Negeri 13 Widuran Surakarta Menjadi Kantor KONI Kota Surakarta dengan Tema Batik Sidomukti merupakan upaya menghidupkan ulang dan mengembangkan bangunan cagar budaya dan unsur lokalitas dengan tetap mempertahankan kelestariannya menjadi kantor KONI Kota Surakarta. Pemanfaatan fasilitas dan suasana ruang yang kurang optimal pada Kantor KONI Kota Surakarta memiliki dampak negatif pada pengguna ruang. Perancang menggunakan pendekatan desain dengan metode perancangan Pamudji Suptandar. Metode perancangan ini terdiri dari 3 (tiga) tahap utama yaitu input, sintesa dan output. Hasil dari perancangan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis terhadap ilmu pengetahuan dalam bidang desain interior khususnya dalam lingkup prinsip revitalisasi pada interior bangunan cagar budaya
Kata kunci: Revitalisasi Interior, Eks SMP Negeri 13 Widuran Surakarta, Kantor KONI, Batik Sidomukt