Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    THE GREATEST HEALS” REPRESENTASI VISUAL LAGU BAND INDIE INDONESIA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS

    Get PDF
    Penciptaan karya Tugas Akhir berjudul “The Greatest Heals : Representasi Visual Lagu Band Indie Indonesia Dalam Penciptaan Karya Seni Grafis” ini dilatarbelakangi oleh sebuah peristiwa yang membuat penulis menutup diri karena malu, kesepian, depresi, putus asa, dan hingga harus melakukan terapi obat-obatan. Peristiwa yang mengikis kepercayaan sehingga mengakibatkan penulis tidak mempercayai siapapun untuk berbagi cerita tentang apa yang sedang dialami lalu mendengarkan lagu dijadikan sebagai bentuk ekspresi dalam menghadapi masa sulit itu untuk pulih dan bangkit dari keterpurukan. Tujuan penciptaan karya seni Tugas Akhir ini adalah menciptakan karya silkscreen yang mengambil sumber inspirasi lagu band indie Indonesia, yang secara tidak langsung juga menjelaskan konsep penciptaan, proses penciptaan, serta estetika bentuk hasil karya silkscreen yang diciptakan. Penciptaan karya mengacu pada metode L.H Chapman, meliputi: upaya menemukan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal, serta visualisasi. Penciptaan karya Tugas Akhir ini memberikan wawasan yang lebih terkait alat, bahan dan teknik garap sebuah karya. Hasil yang diperoleh dari penciptaan karya Tugas Akhir ini adalah karya seni grafis silkscreen serta pendalaman konsep representasi visual lagu band indie Indonesia, yang diharapkan berguna bagi penulis pribadi serta orang lain yang mengapresiasi karya-karya Tugas Akhir ini

    STUDI RAGAM BENTUK PENGEMBANGAN PRODUK KERAJINAN BATIK DARI PROGRAM BEBAS SAMPAH PRODUKSI DI KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA

    Get PDF
    iv ABSTRAK Tujuan dari Studi Ragam Bentuk Pengembangan Produk Kerajinan Batik dari Program Bebas Sampah Produksi di Kampung Batik Laweyan Surakarta ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep produksi tanpa limbah dalam industri kerajinan batik. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif yaitu dengan cara penulis terlibat intensif dalam proses produksi di salah satu industri di Kampung Batik Laweyan dalam waktu yang cukup panjang. Responden penelitian melibatkan pemilik dan pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Informasi dikumpulkan melalui serangkaian observasi, wawancara, dan dokumentasi mengenai proses produksi batik yang sedang berlangsung, sumber limbah yang dihasilkan, serta langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penerapan konsep produksi tanpa limbah di Kampung Batik Laweyan melibatkan kolaborasi antara pengrajin, pedagang, dan komunitas lokal. Ragam produk batik yang dihasilkan dibuat dengan menggunakan kembali bahan-bahan sisa produksi kain batik, dengan mengedepankan aspek-aspek kreatif agar dapat terus berinovasi. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dari segi lingkungan, sosial, produksi, dan ekonomi bagi keberlanjutan industri batik dan lingkungan khususnya di Kampung Batik Laweyan Surakarta

    VISUAL BRANDING PADA SPANDUK WARUNG TENDA PECEL LELE LAMONGAN

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang spanduk warung tenda pecel lele Lamongan. Perspektif kajian difokuskan pada spanduk sebagai media visual branding , sarana komunikasi efektif untuk mengenalkan dan mempromosikan produk kuliner yang ditawarkan oleh warung tenda pecel lele Lamongan. Maksud penelitian ini adalah untuk menemukan strategi visual branding pada warung pecel lele Lamongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang penggunaan spanduk oleh pedagang pecel lele Lamongan. Di samping itu juga untuk mengungkap bentuk spanduk yang digunakan oleh pedagang pecel lele Lamongan sebagai media visual branding . Tujuan yang lain adalah untuk menemukan strategi visual branding pada warung tenda pecel lele Lamongan. Studi kasus digunakan sebagai pendekatan penelitian ini dengan menerapkan metode kualitatif. Studi kasus dipilih karena memberikan kesempatan untuk melakukan analisis mendalam terhadap kasus tunggal pada fenomena yang kompleks. Analisis dilakukan dengan cara mengadaptasi metode analisis interaktif yang ditawarkan oleh Miles dan Huberman. Proses dalam metode analisis interaktif, pada dasarnya merupakan proses siklik antara pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi. Namun dalam penelitian ini dilakukan adaptasi dengan menerapkan proses tidak secara siklik, mengubah reduksi data menjadi kategori data. Penelitian ini berhasil menemukan yang pertama latar belakang penggunaan spanduk sebagai fungsi penutup warung, media informasi, promosi dan juga sebagi profesionalisme serta rasa percaya diri pedagang. Kedua, karakteristik spanduk dengan empat kecenderungan teks headline yang terdiri dari pecel lele Lamongan, lalapan Lamongan, seafood Lamongan, nasi uduk Lamongan. Ketiga, strategi visual branding pada warung pecel lele Lamongan yang di dalamnya mencakup strategi merek, strategi verbal visual, dan strategi pembuatan media. Strategi merek menyangkut strategi pembeda dan strategi pengelolaan merek. Strategi verbal visual berkenaan dengan konten visual yang mempresentasikan verbalitas produk. Strategi pembuatan media merupakan manifestasi dari proses produksi media. Signifikasi penelitian ini menstimulasi pemikiran baru di bidang desain komunikasi visual, yang mengedepankan konsep-konsep pemikiran pada visual branding skala UMKM khususnya merek kolektif. Pemikiran ini diperlukan untuk mengatasi kecenderungan berfikir dalam desain komunikasi visual yang mengedepankan branding corporate. Penelitian ini akan menumbuhkan usaha kuliner, dengan keutamaan konsep-konsep yang akan memperkuat tumbuhnya strategi visual branding UMKM secara kolektif

    Semusim Lagu Religi

    Get PDF
    Bulan Ramadhan menjadi waktu yang signifikan bagi musisi Indonesia merilis lagu-lagu religius. Di tahun 2024, nama-nama seperti Opick, Budi DoReMi, dan lainnya meluncurkan karya-karya ini untuk menyampaikan pesan spiritual. Namun, perubahan digital mengubah cara promosi dan akses lagu-lagu tersebut. Pertanyaan muncul mengenai dampak sebenarnya terhadap kehidupan spiritual pendengar. Penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari musik religi terhadap ketakwaan dan kekhusyukan beribadah. Namun, ada keraguan tentang niat sejati di balik pembuatan lagu-lagu ini. Studi kasus seperti Bimbo menyoroti konsistensi pesan religius dengan kehidupan pribadi musisi. Pada akhir Ramadhan, terjadi pergeseran dari introspeksi spiritual menjadi ambisi konsumtif menjelang Idul Fitri, menciptakan paradoks antara spiritualitas dan komersialisme. Ini menunjukkan kompleksitas di balik industri musik religius Indonesia

    BUNGA MELATI SEBAGAI ELEMEN DEKORATIF PADA PRODUK AYUNAN BAYI DENGAN TEKNIK MAKRAME

    Get PDF
    Anggun Citra Agustin. NIM: 191471039 “BUNGA MELATI SEBAGAI ELEMEN DEKORATIF PADA PRODUK AYUNAN BAYI DENGAN TEKNIK MAKRAME” Tugas Akhir Karya, Program Studi S-1, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indnesia Surakarta. Penciptaan karya tugas akhir ini penulis mengangkat tema bunga melati yang diwujudkan pada karya ayunan bayi. Berawal dari ide untuk membuat karya dengan objek lingkungan sekitar sehingga penulis memutuskan bunga melati sebagai elemen dekoratif yang terinspirasi dari halaman rumah penulis yang sedang berbunga. Bunga melati dipilih selain karna bentuk, juga karena adanya rasa ketertarikan dan kekaguman terhadap bunga melati yang berukuran kecil tetapi memiliki aroma sangat harum dan lembut, serta mempunyai banyak manfaat untuk manusia. Warna putih pada bunga melati melambangkan kesucian dan kemurnian, sehingga bunga melati dijadikan sebagai Puspa Bangsa Indonesia. Penciptaan karya tugas akhir ini merupakan ayunan bayi yang memiliki 3 bagian yaitu tempat tidur gantung, penghubung, dan penyangga. Penulis merealisasikan bentuk melati, daun, dan tangkai sebagai bentuk utama pada elemen dekoratif ayunan bayi. Bahan utama pada karya ini adalah rotan, tali katun, dan besi. Menggunakan teknik pertukangan untuk membentuk kerangka ayunan, teknik makrame untuk membuat dinding ayunan dan motif hias ayunan. Penulis memilih finishing clear karena memiliki hasil natural, transparan sehingga tidak mengubah warna maupun tekstur dari ayunan dan untuk mencegah dari hama. Penciptaan tugas akhir ini menggunakan pendekatan estetika yaitu teori Monroe Beardsley. Prinsip dasar estetika yang diungkap Monroe Beardsley dalam Problem in the Philoshophy of criticism menjelaskan bahwa pada benda seni terdapat tiga nilai estetis yang membuat baik dan indah yang meliputi: kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (intensity). Metode penciptaan karya ayunan bayi menggunakan pendapat SP. Gustami yaitu tiga tahap enam langkah, tahapan tersebut meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil karya tugas akhir ini ada lima karya dengan judul Palawa sebagai karya I, Wasita sebagai karya II, Puspa Dahayu sebagai karya III, Wikasita sebagai karya IV, dan Composure sebagai karya V. Karya ini menekanka

    STUDI TENTANG WELL-DESIGNED SPACE PADA INTERIOR SOLO GRAND CITY HOTEL

    Get PDF
    Kota Solo untuk dijadikan sebuah destinasi, sudah sesuai dengan konsep destination audit, yang meliputi daya tarik, kekuatan destinasi, dan jangkauan wisatawan. Perkembangan wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang dan menggunakan akomodasi hotel terutama hotel bintang mengalami peningkatan setiap tahunnya namun jumlah kamar yang disediakan belum mencukupi. Salah satu daerah di Solo yang menjadi tujuan wisata serta tingkat perkembangan Pengunjungnya yang selalu meningkat adalah Laweyan, Surakarta. Bangunan publik yang diambil sebagai objek Penulisan berupa hotel bintang dua yaitu Solo Grand City Hotel tepatnya di Jalan K.H. Samanhudi No.110, Sondakan, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui elemen-elemen interior (Pembentuk, Pengisi, Pengkondisian) pada ruangan-ruangan terpilih sebagai batasan penilitian di Solo Grand City Hotel, dan meninjau penerapan aspek Well-Designed Space menurut Sally Augustin pada elemen-elemen interior pada ruangan-ruangan terpilih sebagai batasan penilitian sudah termasuk baik atau belum. Penulisan ini merupakan Penulisan kualitatif deskriptif, menggunakan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam Penulisan ini dicatat melalui observasi, perekaman, wawancara, dan mengkaji dokumen dan arsip. Teknik analisis data menggunakan milik H.B. Sutopo. Teknik validitas data yang digunakan yaitu data triangulasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa elemen-elemen interior (Pembentuk, Pengisi, Pengkondisian) pada ruangan-ruangan terpilih sebagai batasan penilitian di Solo Grand City Hotel, memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada setiap ruangnya. Penulis dapat menyarankan Solo Grand City Hotel, sebagai salah satu rekomendasi pilihan akomodasi untuk wisatawan. Kata Kunci : Interior, Hotel, Elemen, Wisata, Well-Designed Space

    RÅNÅ-RENE WALKING TOUR KIT SEBAGAI BRAND ACTIVATION SOERAKARTA WALKING TOUR

    Get PDF
    Soerakarta Walking Tour (SWT) banyak diikuti generasi muda Kota Surakarta atas dasar tren dan sekedar mengikuti sehingga mengakibatkan peserta lebih mudah melupakan sampaian materi tim SWT. Padahal, nilai sejarah mengalami ancaman pencurian, penipuan, penghilangan, perusakan, dan penjualan. Solusi dengan perancangan media kit perlengkapan perjalanan sebagai bentuk brand activation. Menargetkan user yang memiliki kebiasaan menulis pengalaman, yang menjadi bentuk respon menulis, menggambar, dan menyimpan sampaian materi tim SWT. Tujuannya agar sampaian informasi mudah dipahami dan diingat. Media tersebut digunakan saat program perjalanan dan dapat dibawa pulang agar dapat disimpan sebagai alat recall memory atau sarana berbagi pengalaman kepada orang lain. Proses perancangannya menggunakan jenis penelitian kualitatif dan metode desain Double Diamond Design Framework. Luarannya terdiri dari media utama berupa map panduan dan buku jurnal, media desain pendukung berupa media pelengkap media utama, dan media publikasi menggunakan sosial media Instagram SWT. Media publikasi menggunakan konsep kreatif content pillar dan copywriting formulas teknik AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action)

    ASPEK ETIK DAN TANGGUNG JAWAB RUMAH DOKUMENTER DALAM STRATEGI DISTRIBUSI FILM DOKUMENTER “BULU MATA”

    Get PDF
    ASPEK ETIK DAN TANGGUNG JAWAB RUMAH DOKUMENTER DALAM STRATEGI DISTRIBUSI FILM DOKUMENTER “BULU MATA”. (Sri Novia), 2024, i-ix + 112 halaman, Skripsi S-1 Program Studi Film dan Televisi, Jurusan Seni Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Film dokumenter “Bulu Mata” adalah film yang menceritakan tentang kehidupan sekelompok transgender di Aceh. Kontroversi yang dimiliki oleh film dokumenter “Bulu Mata” adalah isu transgender yang sangat sensitif di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada strategi distribusi film dokumenter “Bulu Mata” oleh Rumah Dokumenter dengan menggunakan metode analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats) untuk memahami bagaimana aspek etik dan tanggung jawab dalam distribusi yang dilakukan Rumah Dokumenter terhadap film Dokumenter “Bulu Mata”. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan narasumber Tonny Trimarsanto sebagai sutradara film dokumenter “Bulu Mata”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Dokumenter mendistribusikan film dokumenter “Bulu Mata” dengan melakukan distribusi terbatas di berbagai jalur distribusi yakni distribusi komersial (platform online) dan non komersial (festival dan roadshow). Strategi distribusi tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan perlindungan secara etik dan tanggung jawab untuk menjaga hingga melindungi kesepakatan dengan subjek

    PERKEMBANGAN KESENIAN TREBANGAN WALISONGO DI DUSUN WONOSOBO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 1955 - 2024

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Perkembangan Kesenian Trebangan Walisongo Di Dusun Wonosobo Kabupaten Wonogiri Tahun 1955 - 2024”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan kesenian Trebangan Walisongo di Dusun Wonosobo, Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan kesenian Trebangan Walisongo mengalami perkembangan signifikan dari periode ke periode, mulai dari eksistensi lokal hingga dikenal secara luas di masyarakat. Faktor yang memengaruhi perkembangan ini meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan komitmen dan keterlibatan komunitas, kreativitas dan inovasi seniman Trebangan, nilai-nilai budaya lokal, pendidikan seni dan pelatihan, dukungan dan pembiayaan lokal dan pengembangan kapasitas dan kolaborasi. Faktor eksternal meliputi: dukungan dari pemerintah daerah, partisipasi dalam acara seni dan budaya regional, dampak media massa dan teknologi, dukungan dari komunitas dan pendukung seni dan peningkatan keterbukaan dan toleransi budaya. Kesenian Trebangan Walisongo tidak hanya dianggap sebagai warisan budaya tradisional, tetapi juga sebagai sarana hiburan yang menghadirkan kesenangan dan kegembiraan bagi penonton. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perkembangan kesenian Trebangan Walisongo dalam memperkaya warisan budaya lokal dan membangun identitas seni budaya di Dusun Wonosobo, Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Kata kunci: perkembangan, Trebangan, walisongo, wonogiri

    KAJIAN GARAP GENDÈR: SINOM, GENDHING KETHUK 4 KEREP MINGGAH 4 LARAS SLÉNDRO PATHET SANGA WOLAK WALIK

    Get PDF
    Skripsi karya seni ini yang berjudul “Kajian Garap Gendèr: Sinom, Gendhing Kethuk 4 Kerep Minggah 4 Laras Sléndro Pathet Sanga Wolak walik” disusun dengan tujuan untuk menganalisis dan menjelaskan tentang kajian garap gendèran gendhing Sinom. Permasalahan garap yang diajukan dalam skripsi karya seni ini adalah: (1) membuat jembatan dari mérong ke inggah yang berupa umpak inggah; (2) menerapkan garap alih pathet; (3) garap wolak walik yang di dalamnya terdapat implementasi céngkok gendèran pematut. Selanjutnya, permasalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan beberapa teori dan konsep seperti: konsep garap, konsep alih pathet, teori matut dan teori mulih. Data-data penelitian yang digunakan tersebut dikumpulkan melalui studi pustaka, webtografi, dan wawancara kepada sejumlah seniman karawitan yang ahli dibidangnya. Data data tersebut kemudian di analisis dan dipaparkan dalam skripsi ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa gendhing Sinom dengan permasalahan garap yang berupa pembuatan umpak inggah ini penulis ambil dari susunan balungan inggah kenong ke empat. Dalam garap alih pathet bagian inggah gendhing Sinom tersebut penulis menghasilkan repertoar garap baru dalam gendhing Sinom yang mencampurkan pathet sanga dengan pathet manyura. Garap wolak walik yang diterapkan dalam gendhing Sinom dengan pengimplementasian garap céngkok gendèran matut lagu gawan gendhing Onang Onang ini merupakan suatu penawaran garap baru yang belum pernah disajikan dan dijadikan penelitian karya seni sebelumnya. Garap ini dikuatkan dengan teori mulih yang artinya pathet lagu maupun laras yang mengembara ke pathet dan laras lain, akan kembali lagi ke pathet maupun laras induknya. Garap tersebut tentunya menghasilkan suatu sajian gending dengan rasa pathet yang bercampur tetapi kembali lagi ke dalam pathet aslinya dan menambah estetika garap yang lebih dalam implementasi céngkok, juga menambah kesan prenès dalam alih laras ke pélog pathet nem. Kata kunci: gendhing Sinom, garap, gendèran

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇