7065 research outputs found
Sort by
VISUAL BRANDING BUPATI KLATEN PADA INSTAGRAM @HUMASKABKLATEN
Saat ini fotografi banyak dimanfaat sebagai media dalam menyampaikan pesan berita di Instagram, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten melalui akun @humaskabklaten. Pemanfaatan tersebut menciptakan fokus yang subjektif terhadap Bupati Klaten daripada informasi terkait pemerintah Kabupaten Klaten di Instagram. Hal tersebut memunculkan kesan bahwa akun @humaskabklaten membangun personal branding pada Bupati Klaten dengan menggunakan unsur-unsur fotografi. Dalam penelitian ini bertujuan khusus yaitu menjelaskan bagaimana Instagram pemerintah Kabupaten Klaten membangun personal branding Bupati Klaten dan mengetahui unsur fotografi apa saja yang digunakan dalam meningkatkan personal branding pejabat publik Kabupaten Klaten. Teori utama dalam penelitian ini yaitu Kritik Fotografi Terry Barret diantaranya deskripsi, interpretasi, dam evaluasi serta didukung dengan teori personal branding Haroen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Instagram Humas Klaten dalam membangun personal branding Bupati Klaten dan apa saja unsur fotografi yang mempengaruhinya. Kat
EKSPRESI WARNA PELANGI SEBAGAI KARYA BUSANA EVENING GOWN “PELANGI SAPTARONA”
Karya Tugas Akhir batik tulis dengan kombinasi suminagashi pada busana evening gown. Warna pelangi pada umumnya dikenal dengan singkatan Mejikuhibiniu, yang berarti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Dari sisi psikologi, warna mempunyai pengaruh kuat terhadap suasana hati dan emosi manusia, membuat suasana panas atau dingin, provokatif atau simpati, menggairahkan atau menenangkan. Warna merupakan sebuah sensasi, dihasilkan otak dari cahaya yang masuk melalui mata. Tujuan dari Tugas Akhir ini yaitu, menciptakan motif batik dengan sumber ide ekspresi warna pelangi, dan menciptakan desain mode pada busana evening gown. Teknik perwujudan yang yang diterapkan pada keseluruhan karya dengan menggunakan menggunakan teknik batik tulis dengan menggunakan bahan pewarna remasol serta pigmen sebagai pengaplikasian batik tulis dan suminagashi. Penulisan ini berlandaskan metode penciptaan yang terdiri dari tahap eksplorasi, tahap inkubasi, tahap konseptualisasi, dan tahap materialisasi. Hasil penciptaan karya berjumlah 7 busana evening gown yang diberi judul sesuia filosofi makna yang tersirat pada setiap karya yakni karya 1 dengan judul DIRANDRA, karya 2 dengan judul SWA ABHINAYA, karya 3 dengan judul ARUNIKA, karya 4 dengan judul ASHA, karya 5 dengan judul SHANTI , karya 6 dengan judul SMARA, dan karya terakhir dengan judul VIOLA. Dengan terciptanya karya busana Tugas Akhir ini penulis berharap dengan adanya penulisan dan hasil karya busana ini bisa bermanfaat bagi pembaca ataupun masyarakat sebagai referensi dan dapat memberikan inovasi, edukasi, serta alternatif desain busana yang unik akan tetapi tetap menggunakan unsur batik sebagain wastra nusantara
PELESTARIAN GAMBANG SEMARANG OLEH KOMUNITAS GAMBANG SEMARANG ART COMPANY
ABSTRAK
Objek penelitian berjudul pelestarian Gambang Semarang oleh
komunitas Gambang Semarang art company di Semarang. Penelitian
yang sudah dilaksanakan, berawal sebuah sejarah terbentuknya
Gambang Semarang yang ada di wilayah kota Semarang, eksistensi
Gambang Semarang, proses revitalisasi dan juga melalui hasil
Revitalitsasi yang di lakukan oleh komunitas Gambang Semarang art company di.wilayah kota Semarang, penekitian ini bertujuan
mengetahui atau membedah tentang bagai mana upaya upaya pelestarian yang di lakukan oleh komunitas Gambang Semarang art company terhadap keberhasilan program program yang di buat oleh komunitas Gambang Semarang art company memlalui hasil dari proses revitalisasi Gambang Semarang dan juga melihat dari program workshop shop dan pentas Pertunjukan berdasarkan tata panggung, pentaan isntrumen Gambang Semarang inovasi musik tradisional modern, penataan tari gambang semaraang, dan juga pencipta lagu Gambang Semarang yang sesungguhnya melalui pelopor lagu Gambang Semarang di wilayah Jawa tengah dan makna sosial dari lagu Gambang Semarang yang di lakukan oleh komunitas Gambang Semarang art company hingga tata urutan pertunjukan Gambang Semarang. Tidak hanya itu saja, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak sosial terhadap Revitalitsasi bagi masyarakat, pemerintah dan anggota kelompok komunitas melalui hasil selama melakukan proses revitalisasi
Gambang Semarang serta pada saat proses revitalisasi ini berlangsung.
Kata kunci: Pelestarian dan revitalisasi Gambang Semaran
GELORA SUNYI: REPRESENTASI REALITAS MASA KINI DI DESA ADAT SEMINYAK, KUTA, BADUNG, BALI DALAM PENCIPTAAN MUSIK
Penciptaan karya “Gelora Sunyi” berangkat dari realitas masa kini
yang terjadi di Desa Adat Seminyak, Kuta, Badung, Bali. Begitu
hegemoniknya modernitas berupa industri pariwisata di Seminyak,
membawa pengaruh begitu besar pada kehidupan masyarakat Seminyak.
Pengaruh tersebut kemudian membawa problematika berupa dampak
sosial, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu contohnya yaitu mulai
berkurangnya ruang privat bagi masyarakat Seminyak untuk
melaksanakan kegiatan ritual keagamaan, karena ruang-ruang tersebut
lebih difokuskan untuk pembangunan fasilitas pariwisata.
Namun sayangnya, problematika tersebut masih minim disadari
oleh masyarakat Seminyak, maka dari itu, penciptaan karya “Gelora Sunyi”
dilakukan dengan tujuan untuk memetakan problematika tersebut melalui
karya seni, sehingga dengan hadirnya karya “Gelora Sunyi” diharapkan
dapat melahirkan kesadaran bagi masyarakat Seminyak akan keadaan
Desa Adat Seminyak masa kini dengan berbagai problematika yang terjadi
di dalamnya. Dengan hadirnya kesadaran dari masyarakat Seminyak akan
problematika yang kini terjadi pada Desa Adat Seminyak, diharapkan
dapat melahirkan upaya-upaya perubahan untuk melangkah ke arah yang
lebih baik.
Dalam upaya memahami fenomena masa kini di Desa Adat
Seminyak, digunakan perspektif postmodern sebagai pisau bedah dalam
menganalisis problematika yang kini terjadi. Hasil analisis tersebut,
kemudian digunakan sebagai pijakan dalam menginterpretasi fenomena
dan problematika tersebut kedalam karya seni. Dalam proses
penggarapanya, menggunakan metode yang terdiri atas beberapa tahapan
meliputi tahap menentukan gagasan, tahap penggarapan, tahap
pengendapan, dan tahap penyajian. Hasil dari berbagai proses tersebut,
menciptakan karya “Gelora Sunyi” sebagai interpretasi bentuk konkret dari
peta permasalahan yang terjadi di Desa Adat Seminyak masa kini
RANGGONANG: BOARD GAME CERITA RAKYAT MUSI BANYUASIN DENGAN METODE PLAYCENTRIC ITERATIVE DESIGN PROCESS
ABSTRAK
Indonesia sendiri adalah negara yang memiliki berbagai macam kebudayaan
dan kelompok masyarakat, dengan hal ini membuat Indonesia menjadi memiliki
berbagai cerita rakyat. Bujang Ranggonang adalah salah satu cerita rakyat Indonesia
yang berbentuk sastra lisan berasal dari Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin,
Kecamatan Lais. Sayangnya cerita Bujang Ranggonang ini sangat kurang mendapatkan
perhatian, ditunjukan dari karya tulis yang sangat sedikit. Kurangnya pembaruan
terhadap cerita rakyat ini ditakutkan dapat membuat cerita ini terlupakan oleh generasi
muda. Berdasarkan hal tersebut tercetuslah ide gagasan untuk menciptakan board game
berdasarkan cerita rakyat Bujang Ranggonang sebagai media pelestarian kebudayaan
daerah Musi Banyuasin. Perancangan karya ini menggunakan metode Playcentric
Iterative Design Process. Permainan diuji coba beberapa kali dengan berbagai
golongan pemain hingga menghasilkan permainan yang menyenangkan. Permainannya
sendiri dirancang berdasarkan mekanik dasar dari permainan Ludo dan Cerita Rakyat
Bujang Ranggonang yang di mainkan oleh 4 orang pemain. Berdasarkan hasil ulasan
yang didapat dari para pemain, mereka merasa senang dan tertarik dengan permainan
Ranggonang. Dan dapat disimpulkan bahwa permainan ini dapat menjaga eksistensi
cerita rakyat Bujang Ranggonang yang merupakan kebudayaan daerah Indonesia
AMPU Film Fiksi Etnografis Tentang Kedudukan Perempuan, Harta Pusaka Dan Tanah Dalam Masyarakat Minangkabau
Tesis karya seni berjudul “Ampu” merupakan karya ungkap dari pengkarya sebagai sarana kritik sosial terhadap fenomena sosiokultural yang terjadi pada masyarakat Minangkabau. Ampu adalah empu jari yang dianggap “sebagai yang pertama, utama dan mulia” merujuk pada perempuan. Perempuan dalam budaya Minang dianggap sebagai seorang Bundo Kanduang diartikan sebagai 'ibu sejati' yang kedudukan dan status sosialnya sangat menentukan kehidupan moral dan martabat suatu keluarga atau masyarakat seperti diibaratkan limpapeh rumah nan gadang, pemegang kunci harta pusaka, permata rumah gadang dan tiangnya rumah gadang. Film "Ampu" dibuat dengan tujuan untuk membahas fenomena sosial-kultural mengenai cara masyarakat Minangkabau melihat tanah (bumi) sebagai pusako, peran perempuan sebagai penjaga bumi, dan masalah harta pusaka sebagai akibat dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Film "Ampu" dimaksudkan untuk berfungsi sebagai media kritis dan sarana untuk mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam gagasan penciptaan. Gundam menjadi ide penciptaan film fiksi pendek yang menampilkan perempuan Minangkabau dan dinamika pusako tinggi dalam bentuk skenario visual. Puisi yang disebut gurindam menggabungkan sajak dan peribahasa. Dalam struktur gurindam, setiap baris memiliki rima a-a, b-b, c-c, dan d-d. Setiap baris berhubungan satu sama lain, dan hubungan sebab akibat sangat penting bagi penulis untuk meningkatkan unsur-unsur intrinsik yang ada dalam film fiksi Ampu
PEMERANAN TEATER MELALUI DONGENG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DI PKBM OMAH DONGENG MARWAH
PKBM Omah Dongeng Marwah merupakan contoh pendidikan nonformal yang
menggunakan pemeranan teater melalui dongeng untuk membentuk karakter dan
kreativitas warga belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan
pemeranan teater melalui dongeng sebagai media pendidikan karakter di PKBM
Omah Dongeng Marwah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif
dengan sumber data primer berupa wawancara dan observasi terhadap pendidik,
warga belajar, dan pihak terkait, serta data sekunder dari studi kepustakaan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam mengembangkan
karakter warga belajar, meningkatkan keterampilan komunikasi, kreativitas, dan
kerja tim. Kesimpulan utama adalah metode ini dapat memberikan dampak positif
yang signifikan terhadap perkembangan pribadi dan profesional warga belajar.
Kata kunci : Dongeng, pemeranan teater, pendidikan karakte
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SENI UNTUK PENINGKATAN KETRAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK DISABILITAS
Ketrampilan motorik halus sangat berkaitan dengan anak-anak, salah satunya adalah anak Disabilitas. Anak Disabilitas adalah anak yang memiliki keterbatasan salah satunya adalah Anak Tunarungu. Tunarungu adalah orang yang kehilangan kemampuan mendengar sehingga menghambat proses informasi bahasa melalui pendengarannya. Maka dibutuhkan media untuk proses pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis seni batik untuk anak Disabilitas yaitu anak tunarungu.
Penelitian ini mengunakan metode Design-Based Research (DBR) pada konteks pembelajaran seni melalui kegiatan membatik pada anak Tunarungu. Tahap pengembangan media pembelajaran yang dilalui berada pada ranah perancangan media pembelajaran melalui kegiatan membatik untuk anak Tunarungu. Tahapan pengembangan media pembelajaran diawali dari analisis kebutuhan, analisis konteks, merumuskan tujuan, perancangan media pembelajaran serta dilanjutkan uji coba dengan SSR. Single Subject Research (SSR). Subjek penelitian anak tunarungu berusia 7 tahun. Penelitian ini menggunakan desain A-B dimana desain ini dapat menunjukan adanya hubungan sebab akibat antara variabel bebas dan variabel terikat.
Hasil penelitian bahwa skor dan nilai rata-rata ketrampilan motorik halus pada anak tunarungu dengan intervensi melengkapi, mewarnai dan menggambar pola batik pada pratindakan mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pada pratindakan 38 (76%.) Pada Intervensi tahap I mengalami peningkatan menjadi 43 (86%), selanjutnya mengalami peningkatan kembali pada Tahp II yaitu menjadi 46 (92%) dan untuk Tahap III mengalami peningkatan kembali menjadi 48 (94%). Ada perbedaan ketrampilan motorik halus anak tunarungu sebelum diberikan perlakuan menebalkan, mewarnai dan mengambar pola batik dan sesudah diberikan perlakuan. Terlihat peningkatan ketrampilan motorik halus anak setelah anak diberi perlakuan. Media pembelajaran seni batik dapat meningkatkan ketrampilan motorik halus pada anak disabilitas yaitu anak tunarungu
JELLABIYA HUSNA AL-FAKHIR: PENCIPTAAN BUSANA ART WEAR SANTRI PONPES DAAR EL-QOLAM II TANGERANG BANTEN
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Karya Seni ini memberikan motivasi kepada
santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam II Jayanti, Tangerang, Banten untuk bisa memiliki
kreativitas pada penciptaan busana Art Wear. PKM Karya Seni ini juga mengenalkan kepada
santri bahwa fashion Art Wear juga bisa berguna pada perkembangan dan penerapan IPTEKS
di kalangan Pondok Pesantren. Harapannya busana ini bisa menjadi media promosi bagi Daar
el-Qolam II bahwa Santri juga bisa berkarya dan terjun dalam dunia fashion. Tentunya dengan
menerapkan asas keislaman dan tidak terlepas dari Motto Pondok dan Panca Jiwa Pondok.
Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan dan pendampingan
teknik merancang busana Art Wear sampai teknik pembuatan busana. Target luaran kegiatan
ini yaitu naskah publikasi ilmiah terindeks sinta, laporan hasil presentasi, surat penerapan
IPTEKS, publikasi media sosial, dan kekayaan intelektual
PENYUSUNAN JINEMAN KENYA NDESA SEBAGAI MATERI PELATIHAN KARAWITAN DI SANGGAR MADHANGKARA KABUPATEN KARANGANYAR
Pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat tema pelatihan tembang
jineman baru dengan judul Kenya Ndesa di Sanggar Seni Madhangkara. Latar
belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan pelestarian seni tradisional Jawa,
khususnya tembang jineman. Sanggar Madhangkara menyadari pentingnya
melibatkan generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan seni ini. Oleh
karena itu, harus diadakan pelatihan khusus yang bertujuan untuk
memperkenalkan, melatih, dan mendalami tembang-tembang jineman garap baru
kepada para remaja.
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelajahi teknik vokal dalam tembang
jineman Kenya Ndesa, melatih keterampilan vokal para remaja, dan
mengembangkan pemahaman mereka tentang filosofi dan nilai-nilai yang
terkandung dalam seni tersebut. Metode yang digunakan adalah pelatihan intensif
dengan bimbingan instruktur yang berpengalaman dalam tembang gaya Surakarta.
Para remaja diberikan latihan vokal, pemahaman teoritis, serta kesempatan untuk
berkolaborasi dan tampil di depan publik. Hasil dari pelatihan ini akan
menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan vokal para
remaja. Mereka mampu memahami tembang jineman, mengungkapkan emosi dan
ekspresi melalui vokal, dan menerapkan filosofi serta nilai-nilai dalam kehidupan
sehari-hari. Selain itu, pelatihan ini juga membantu para remaja mengembangkan
rasa percaya diri, disiplin, kerjasama, dan kreativitas.
Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya melibatkan generasi muda
dalam melestarikan seni tradisional. Pelatihan tembang jineman Kenya Ndesa di
Sanggar Madhangkara Kabupaten Karanganyar memberikan kontribusi dalam
pelestarian seni tersebut, pengembangan potensi vokal para remaja,
pengembangan pariwisata budaya, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya
warisan budaya dan keberlanjutan seni tradisional di era moder