7065 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN INTERIOR NATURAL MARKET DI KAWASAN BSB CITY SEMARANG
Kecanggihan teknologi di zaman modern ini semakin memanjakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan primer seperti kebutuhan pangan. Semakin banyak restoran cepat saji yang hadir menawarkan inovasi makanan yang instan dan praktis sebagai pemenuh kebutuhan pangan masyarakat. Hal tersebut berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat sehingga lebih memilih mengonsumsi makanan cepat saji tanpa memikirkan kandungan apa saja yang terdapat di dalam makanan tersebut. Pola konsumtif ini kemudian menimbulkan masalah lain yang berujung pada pola hidup masyarakat yang dinilai kian memburuk.
Upayanya dalam mengatasi permasalahan tersebut membuat perancangan Natural Market diusulkan sebagai solusi inovatif yang menyediakan akses mudah dan nyaman untuk memperoleh makanan sehat. Natural Market ini dirancang dengan berbagai fasilitas lengkap, termasuk area market dan restoran yang khusus menjual berbagai jenis makanan sehat serta beberapa kebutuhan sehari-hari lainnya. Pada perancangannya, pendekatan fungsi, ergonomi, gaya dan teknis diterapkan menjadi indikator utama sehingga Natural Market ini dinilai aman dan efisien.
Natural Market mengusung tema natural yang mengedepankan kenyamanan dan kesehatan. Pada desain interiornya, Natural Market mengaplikasikan gaya eklektik yang merupakan perpaduan harmonis dari elemen-elemen gaya Jepang, Skandinavia, dan unsur budaya Jawa memberikan sentuhan unik yang menambah daya tarik visual dan kenyamanan bagi pengunjung. Natural Market dirancang untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan dan edukatif, dengan penekanan pada pentingnya pola makan sehat.
Metode perancangan yang digunakan adalah metode dari Pamudji Suptandar, yang melibatkan beberapa tahapan penting meliputi tahap input, sintesa dan output. Hasil perancangan ini menunjukkan bahwa Natural Market berhasil menciptakan restoran serta lingkungan belanja yang nyaman, estetis, dan mendukung kesehatan pengunjung. Perancangan interior Natural Market di BSB City Semarang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan akan makanan sehat, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat dalam menjalani gaya hidup sehat. Desain ini juga diharapkan menjadi model inspiratif bagi pengembangan pasar serupa di masa depan. Pengunjung dapat menikmati pengalaman belanja yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan wawasan dan inspirasi tentang pentingnya memilih makanan sehat. NaturalMarket menjadi bukti nyata bahwa desain yang baik dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan sekitar.
Kata Kunci: Makanan Sehat, Market, Eklektik
KASIH SAYANG AYAH SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI PATUNG
Kasih Sayang Ayah Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Patung” merupakan
respon terhadap pengalaman penulis merasakan langsung bagaimana pengorbanan
dan kasih sayang seorang Ayah ketika mengupayakan kesembuhan anaknya yang
sedang sakit dan dan membiayai pendidikannya. Membuat rangsang ketertarikan
untuk mengeksplorasi beragam pesan kehidupan seperti perjuangan, pengorbanan,
dan kasih sayang. Menjadi alasan kuat dalam pemilihan Tugas Akhir karya ini di
tengah maraknya kasus anak yang berani dan melawan orangtua sendiri. Tujuan
penciptaan karya seni patung pada Tugas Akhir adalah menciptakan karya yang
mengambil inspirasi dari kasih sayang seorang Ayah, sebagai simbol dari perasaan
dan diungkapkan dengan sebuah karya yang memiliki makna kasih sayang. Tugas
Akhir ini menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins meliputi Exploration
(eksplorasi), Improvisation (improvisasi) dan Forming (pembentukan). Konsep
penciptaan karya terdiri atas, konsep non visual dan visual. Konsep non visual
memuat penjelasan secara umum tentang kasih sayang seorang Ayah sesuai
pengalaman penulis. Konsep visual menampilkan representasi bentuk kasih sayang
Ayah dibuat dengan gaya abstrak menggunakan bahan kayu dan teknik memahat
kemudian bentuknya digayakan menggunakan teknik deformasi. Hasil karya seni
patung dengan sumber inspirasi kasih sayang Ayah secara tidak langsung menjadi
pembelajaran tentang pengorbanan, perjuangan, dan ketulusan Ayah bagi penulis
maupun penikmat kary
GAYA BERTUTUR RANDAI DALAM FILM RANTAU
―Gaya bertutur Randai dalam film Rantau‖ merupakan upaya
penggabungan bentuk bertutur seni tradisi dengan film dalam
mengungkap tema Rantau. Eksplorasi unsur bertutur ―Randai‖
menghasilkan satu bentuk tawaran penuturan film yang berbeda.
Pendekatan yang dilakukan untuk pencapaian konsep tersebut melalui
Barapak. Pendekatan yang memposisikan kedua bentuk media seni (film
dan Randai) dalam posisi yang seimbang. Menemukan unsur kekuatan
dan karakter utama dari kedua bentuk seni tersebut, kemudian disatukan
sehingga melahirkan bentuk yang berbeda (hybrid). Pendekatan tersebut
memberikan alternatif dalam memilih bentuk dan gaya pengungkapan
film. Alternatif tersebut tercermin dari bentuk penceritaan dan wujud
visual yang tidak terikat dengan konvensi, sebaliknya menghilangkan
sekat dari beberapa bentuk unsur seni. Setiap budaya memiliki local
knowledge, seperti tradisi penceritaan yang unik, baik melalui legenda,
mitos, cerita rakyat, maupun adat istiadat dan ritual. Eksplorasi cara
bertutur budaya lokal dan dialektika kesenian daerah, memperkaya dan
memperluas cakupan narasi film. Pembuat film dapat menghadirkan
cerita yang lebih autentik dan mendalam, sehingga seni tidak hanya
berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai medium untuk
menyampaikan pesan budaya. Dampaknya mampu memperkaya metode
dan cara pengungkapan dalam penciptaan film. Selain itu, terjadi
perluasan dari seni pertunjukan tradisi, dengan ruang dan waktu terbatas,
menjadi bentuk seni yang bisa hadir di ruang presentasi tak berbatas.
Sedangkan film hadir dengan gaya bertutur yang variatif dengan
penambahan unsur bertutur lokal tertentu. Barapak, sangat efektif
dilakukan dalam berkreativitas seni, karena Indonesia memiliki kekayaan
budaya yang beragam. Proses tersebut akan menyuburkan budaya film
dengan memberi ruang pada pembuat film untuk melakukan beragam
cara dan bentuk, dalam mengekspresikan pemikiran dan kreativitasnya
LINGGA YONI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA BOHEMIAN
Tugas Akhir karya ini menggunakan arca Lingga-Yoni sebagai sumber ide penciptaan motif batik tulis yang dituangkan ke dalam busana bohemian, busana yang memiliki kesan alam. Karya ini bertujuan untuk menuangkan sebuah ide motif batik kedalam karya busana dan difungsikan sebagai busana pria dan wanita dalam acara yang berkaitan dengan alam serta mengenalkan bahwa tidak semua hal yang berbau seks itu kotor dan rendah. Memberi pesan moral apabila manusia melakukan kesalahan atas dasar hawa nafsu, maka manusia harus bertanggung jawab dan siap untuk menanggung segala resiko yang akan terjadi nantinya. Konsep dari karya ini untuk menegaskan semua hal yang berkaitan dengan kebebasan belum tentu negatif seperti halnya pemakaian busana bohemian ini cocok dengan pengertian Lingga-Yoni lebih dalam lagi yaitu kebebasan jiwa. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya ini yaitu, eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya. pembuatan karya ini diawali dengan pengumpulan informasi atau referensi yang berkaitan dengan arca Lingga-Yoni baik dari segi visual maupun data, pengumpulan data dengan melakukan survei lokasi di situs Candi Cetho sebagai lokasi utama terdapatnya arca tersebut dan pengamatan pustaka melalui media cetak. Proses penciptaan yang dilakukan dalam pembuatan karya ini dimulai dengan pembuatan desain alternatif motif batik dengan sumber ide arca Lingga-Yoni, persiapan bahan dan alat, proses membatik dan proses menjahit. Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya ini terdiri dari bahan dan alat pokok membatik, kain primissima, kain paris, kain brokat, kain baby coldore, kain satin dan renda. Hasil karya berjumlah 5 yaitu 3 busana pria dan 2 busana perempuan yang diberi judul dan filosofi didalamnya. Dalam karya tersebut menghasilkan sebuah motif baru dengan sumber ide arca Lingga-Yoni yang dirubah atau dibuat berbeda dari bentuk wujud aslinya. Perubahan tersebut dilakukan untuk menyamarkan bentuk agar tidak terlihat vulgar sehingga cocok digunakan sebagai motif batik pada busana
FLUKTUASI DIRI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS
Penciptaan karya-karya Tugas Akhir Kekaryaan Seni yang berjudul “Fluktuasi
Diri Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Grafis” ini dilatarbelakangi oleh
pengalaman pribadi penulis dalam usaha memerangi diri saat menjadi seorang yang
emosional hingga menemukan ketenangan hidup lewat musik yang kemudian
diwujudkan dalam karya rupa, sehingga muncul kesadaran untuk diungakpkan sebagai
proses pembelajaran dan proses kreatif dalam menyikapi fluktuasi diri . Tujuan Tugas
Akhir Kekaryaan Seni ini adalah menciptakan karya-karya grafis beraliran
Romantisisme dengan sumber inspirasi fluktuasi diri. Proses penciptaan karya pada
Tugas Akhir ini mengacu pada metode penciptaan karya yang dirumuskan oleh L.H
Chapman, meliputi: upaya menemukan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan
dan memantapkan gagasan awal, serta visualisasi. Pada Tugas Akhir Kekaryaan Seni
ini penulis menciptakan sepuluh karya seni grafis. Karya-karya tersebut diwujudkan
menggunakan media tinta cetak di atas kertas, dengan teknik Relief Print menggunakan
teknik garap Linocut
PENCIPTAAN RANA DENGAN EKSPRESI RELIEF SUDAMALA CANDI SUKUH BERGAYA LUKIS WAYANG BEBER
AGUS DUWI NURAHMAN, 191471043, 2024, “Penciptaan Rana Dengan
Ekskpresi Relief Sudamala Candi Sukuh Bergaya Lukis Wayang Beber”
Deskripsi Karya Program Studi: S-1 Kriya, Fakultas Seni Rupa Dan Desain,
Institut Seni Indonesia Surakarta.
Penciptaan karya tugas akhir dengan judul Penciptaan Rana Dengan
Ekskpresi Relief Sudamala Candi Sukuh Bergaya Lukis Wayang Beber bertujuan
untuk menghasilkan rana dengan relief Sudamala Candi Sukuh dan lukisan
bergaya wayang beber sebagai elemen hias pada karya rana model tiga panel.
Bentuk rana dan visual lukisan gaya wayang beber merupakan hasil dari
eksplorasi dan pengamatan penulis yang bersumber dari relief Sundamala Candi
Sukuh. Relief Sudamala menceritakan Sadewa salah satu anggota Pandawa yang
termuda, mengruwat dewi Uma yang di kutuk berupa raksasa bernama Ranini,
dari wujud raksasa perempuan menjadi dewi Uma yang cantik. Penciptaan karya
ini menggunakan bahan yang terdiri dari kauyu mahoni, multiplek, dan resin.
Perwujudannya menggunakan teknik warna sungging, pyrography, cetak tuang,
dan ukir. Karya rana ini menggunakan pendekatan teori sejarah Kuntowijoyo yaitu
ilmu diakroni dan sinkronik. Penciptaan karya seni ini menggunakan metode
penciptaan karya seni menurut S.P Gustami tiga tahap enam langkah yaitu
eksplorasi meliputi a. langkah pertama eksplorasi, b. langkah kedua pengendalian
landasan teori. Tahap perancangan, meliputi a. langkah ketiga munuangkan ide
atau gagasa, b. langkah keempat adalah visualisasi gagasan dari rancangan desain
alternatif. Tahap perwujudan, meliputi a. langkah kelima tahap perwujudan, b.
langkah keenam mengadakan penilaian atau evaluasi. Penciptaan karya ini
menghasilkan dua karya yang berjudul Penyucian Angkara Murka dan Dalam Diri
Manusia Terpendam Dua Kekuatan Kebenaran Dan Angkar
KAJIAN ESTETIKA MOTIF BATIK KHAS BLITAR DI RUMAH PRODUKSI BATIK ‘KINAN’ KECAMATAN SANANWETAN KOTA BLITAR
Batik merupakan kebudayaan dan karya seni adiluhung dari bangsa Indonesia yang keindahannya diakui dunia. Batik merupakan teknik dekorasi tekstil menggunakan lilin yang diterakan pada kain putih sebagai perintang warna, yang menjadi trend dan digemari oleh masyarakat secara turun temurun. Peraturan baru pemakaian batik bagi instansi turut membangkitkan UMKM batik di berbagai daerah yang selama ini mengalami kelesuan produksi. Kreativitas penciptaan karya batik mengalami peningkatan dengan banyaknya permintaan dari pemerintah daerah yang mulai membangkitkan potensi di bidang batik, salah satunya Kota Blitar. Pemerintah Kota Blitar lewat kreativitas desainer menciptakan desain batik yang mencerminkan identitas sosial budaya dan digunakan sebagai batik khas daerah. Desain batik yang dihasilkan di Rumah Produksi Batik ‘Kinan’ merupakan desain yang menggunakan motif khas Kota Blitar sehingga eksistensi dan nilai yang terkandung di dalamnya sarat akan makna dan ciri khas kedaerahan Kota Blitar. Pengkajian estetika terhadap karya desain batik di Rumah Produksi Batik ‘Kinan’ bertujuan untuk mengetahui kandungan nilai keindahan secara universal dari karya tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan. Melalui hasil pengkajian didapatkan hasil bahwa karya batik di Rumah Produksi Batik ‘Kinan’ mengandung nilai keindahan yang terdapat pada komposisi motif, warna, dan kesesuaian dengan ciri khas Kota Blitar.
Kata kunci: kebudayaan, batik, estetika, desain batik, Kota Blita
PENCIPTAAN PANEL RESIN DENGAN SUMBER IDE AKTIVITAS PEMBUATAN KAIN TENUN GOYOR PEMALANG KE DALAM BENTUK WAYANG BEBER
Tugas akhir karya ini mengangkat tema Aktivitas Pembuatan Kain Tenun ATBM di Pemalang, ATBM merupakan alat produksi tenun yang dikerjakan oleh manusia, kain tenun di Pemalang yang proses produksinya menggunakan ATBM dinamakan Goyor, dan kain ini merupakan produk unggulan dari Kabupaten Pemalang. Proses pembuatan kain tenun Goyor ini kurang lebih melewati lima belas tahapan. Akan tetapi banyak masyarakat yang tidak tahu mengenai proses pembuatan kain ini, hanya mengetahui hasil jadinya saja. Penulis merespon hal tersebut dengan menggambar lima belas proses tahapan pembuatan kain tenun Goyor ke dalam bentuk wayang beber yang diterapkan pada panel resin. Penulis menerapkan metode penciptaan seni SP Gustami yang melalui tiga tahap utama, yaitu Eksplorasi (pencarian sumber ide, konsep, landasan penciptaan), Perancangan (rancangan desain karya) dan Perwujudan (pembuatan karya). Selain itu, terdapat unsur-unsur estetika dari Monroe Beardsley dalam penciptaan karya ini di antaranya kesatuan (unity) meliputi pemilihan warna adegan, kerumitan (complexity) meliputi teknik pewarnaan, sampai teknik pembuatan, dan kesungguhan (intensity) meliputi pengumpulan data yang dikumpulkan harus bisa dipertanggungjawabkan. Hasil karya ini terbagi menjadi 5 panel resin, berjudul Miwiti, Nlateni, Ngedumi, Nyawiji dan Ngeringkesi. Masing-masing panel menggambarkan 3 proses pembuatan kain tenun Goyor yang saling bersambung dari awal hingga akhir.
Kata Kunci : Tenun, Goyor, Wayang Beber, Panel Resi
KARAKTERISTIK KARYA BATIK LUKIS SETYA DAN BATIK MAHKOTA LAWEYAN SURAKARTA
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Objek penelitian adalah batik lukis yang ada di Kampung Batik Laweyan yaitu karya Batik Setya dan Batik Mahkota. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika dari A.A.M Djelantik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis interactive model oleh Miles dan Huberman.
Pembahasan penelitian Karakteristik Karya Batik Lukis Setya dan Batik Mahkota Laweyan Surakarta ini meliputi: (1) Latar belakang berdirinya Batik Lukis Setya dan Batik Mahkota Laweyan Surakarta (2) Identifikasi proses kreatif dan teknik pembuatan batik lukis (3) Mendeskripsikan Karakteristik batik lukis motif pewayangan dari karya Batik Setya dan Batik Mahkota.
Semua data didapatkan melalui studi Pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data yang dilakukan dengan triangulasi dan ketekunan pengamatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini dapat mengetahui dua home industry yang memproduksi batik lukis yang bertema pewayangan, yaitu Batik Setya dan Batik Mahkota. Mengetahui keunikan yang terdapat pada identifikasi proses kreatif, berupa proses pembuatan karya dengan teknik penguasan dan teknik gelap terang. Mengetahui karakteristik batik lukis motif pewayangan dari karya Batik Setya dan Batik Mahkota, yang sudah melalui proses sampling data. Terdapat persamaan dan juga perbedaan karya batik lukis dari kedua home industry di Kampung Batik Laweyan tersebut, keduanya memiliki keunikan dan juga ciri khasnya masing-masing.
Kata kunci : Karakteristik, Karya, Batik Lukis, Laweya
KAJIAN VISUAL MOTIF BATIK GROBOGAN KOLEKSI RUMAH BATIK SEKARTAJI DESA SAMBUNGHARJO PULOKULON GROBOGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Latar belakang rumah batik Sekartaji,
2) Bentuk motif dan struktur motif batik simpang lima Purwodadi, 3) Latar belakang dan
tujuan diciptakannya motif batik simpang lima Purwodadi dan motif batik daun jati.
Lokasi penelitian ini berada di Rumah Batik Sekartaji Jl. Danyang-Kuwu Km.12 Desa
Sambungharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Data
penelitian diperoleh melalui tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan
alur pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Analisis
visual motif batik simpang lima Purwodadi dan motif daun jati menggunakan pendekatan
estetika. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Latar belakang Batik
Grobogan dan rumah batik sekartaji, 2) Biografi Suyanto dan system manajemen
pemasaran rumah batik sekartaji, 3) Bentuk visual motif batik simpang lima Purwodadi
dan motif daun jati yang terdiri dati motif utama, motif pendukung, serta isen-isen 4)
terdapatnya makna atau simbol pada motif batik simpang lima Purwodadi dan motif daun
jati. Motif batik simpang lima Purwodadi dan daun jati secara keseluruhan mengandung
tiga aspek keindahan yang mendasar yaitu wujud atau rupa suatu karya, bobot atau isi
yang ingin disampaikan dan penampilan atau penyajian yang ditampilkan dalam karya