Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    API BIRU SEBAGAI SUMBER INPIRASI PENCIPTAAN DESAIN MOTIF HIAS PADA DESAIN BUSANA UNISEX

    Get PDF
    Tugas akhir desain ini mengangkat judul Api Biru Sebagai Sumper Inspirasi Penciptaan Desain Motif Hias Pada Busana Unisex. Api biru merupakan salah satu objek fenomena alam langka yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen Banyuwangi. Proses penciptaan desain motif ini menggabungkan studi kasus sosial masyarakat yaitu “Gender Diversity”. Bentuk visual dari busana dengan motif hias yang sederhana ini memiliki makna dan pesan yang mendalam terkait keberagaman gender. Motif hias ini diterapkan pada karya purwarupa berupa busana kasual dengan gaya Unisex. Karya purwarupa ini menggunakan metode penciptaan tiga tahap dari SP. Gustami yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan seperti dalam penggalian ide, tema, bentuk, bahan, proses perwujudan sampai finishing. Pada pembuatan karya purwarupa ini dimulai dari tahapan pembuatan desain alternatif, desain terpilih, dan proses pembuatan motif dengan teknik batik serta pembuatan busana dengan teknik mesin jahit. Perwujudan karya dengan motif hias ini diberi judul “Androgyne” dan “Queer”

    Musik Pop Berlirik Sederhana

    Get PDF
    Musik pop dengan lirik sederhana merupakan fenomena menarik yang terus mendapatkan perhatian di kalangan pendengar. Lirik yang mudah dipahami dan disertai dengan melodi yang catchy menjadi daya tarik utama genre ini. Dalam studi ini, kami mengeksplorasi berbagai aspek dari musik pop berstruktur lirik sederhana, termasuk karakteristik umum, pengaruh pada pendengar, dan tren terkini. Fenomena ini menandai puncak popularitas sejumlah lagu pop dengan lirik yang minimalis namun berkesan. Analisis menunjukkan bahwa kesederhanaan lirik berkontribusi pada daya tarik universal lagu-lagu pop, memungkinkan penonton dari berbagai latar belakang untuk terhubung dengan pesan yang disampaikan. Selain itu, penggunaan lirik sederhana memungkinkan komposer untuk menciptakan lagu-lagu yang lebih mudah diingat dan dinyanyikan ulang oleh pendengar. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para peneliti dan praktisi dalam memahami dinamika musik pop modern

    KAJIAN ESTETIK WAYANG BEBER KARYA SUBANDI GIYANTO

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang estetika karya Subandi Giyanto, yang berfokus pada biografi seniman, ide atau konsep penciptaan, wujud dan makna pada karya. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika yang dirumuskan oleh A.A.M Djelantik serta pendekatan lainnya seperti ilmu semiotika, ikonografi dan biografi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan alur pengumpulan data, analisis data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Proses pengumpulan data melalui observasi langsung untuk menemukan fakta di lapangan dengan menggunakan informan, pustaka, serta internet sebagai sumber data. Penelitian ini berfokus pada karya dengan tema pesan moral berupa sindiran politik. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Dukungan keluarga, proses pendidikan, pengalaman sejak kecil hingga dewasa mempengaruhi Subandi Giyanto untuk terus berkembang, sehingga mampu mengekspresikan ide kreatifnya ke dalam sebuah karya seni berupa eksplorasi dan pengembangan wayang, serta berhasil mendapatkan berbagai penghargaan (2) Ide penciptaan didapatkan dari pengamatan peristiwa di sekitar, divisualisasikan ke dalam karya dengan tetap memperhatikan prinsip etika (3) Terdapatnya makna, penyimbolan, bentuk tokoh dan warna yang mengacu pada wayang kulit purwa gaya Yogyakarta serta bentuk wayang beber Wonosari yang dikembangkan, sehingga memiliki keunikan tersendiri dari karya wayang beber lainnya. Kata kunci : Subandi Giyanto, wayang beber, wayang beber Wonosar

    KARAKTERISTIK PENYAJIAN KESENIAN SHALAWATAN JAENO DI DESA KAYUMAS KECAMATAN JATINOM KLATEN

    Get PDF
    Penelitian dengan judul “Karakteristik Penyajian Kesenian Shalawatan Jaeno Di Desa Kayumas, Kecamatan Jatinom, Klaten” ini berawal dari ketertarikan mengamati bentuk shalawat di daerah Kecamatan Jatinom, tepatnya di Desa Kayumas. Terdapat satu bentuk kesenian shalawat tradisi dengan lantunan yang berbeda dengan kebanyakan bentuk kesenian shalawat di wilayah Jatinom. Di dalam penyajiannya, shalawat ini pun masih terdapat praktik kejawen seperti pembakaran kemenyan dan sesajen. Bentuk kesenian shalawat yang berada di Desa Kayumas masih kental dengan logat bahasa daerah setempat. Perihal tersebut, peneliti berusaha ingin mengetahui dan mengungkap dua pokok permasalahan dalam penelitian ini, meliputi: (1) Apa yang melatar belakangi seni shalawatan Jaeno di Desa Kayumas, (2) Bagaimana karakteristik penyajian seni shalawatan Jaeno. Dua permasalahan tersebut dikaji menggunakan teori Rusiani tentang bentuk pertunjukan, dan teori seni pertunjukan oleh Edi Sedyawati. Data-data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, dan pengamatan terhadap seni shalawat Jaeno yang berada di Desa Kayumas. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, bahwa kebertahanan shalawatan Jaeno di Desa Kayumas terdapat motivasi warga dan anggota kelompok seni shalawat Jaeno dalam melestarikan kesenian tersebut. Shalawat Jaeno di Desa Kayumas menjadi kesenian pelengkap kegiatan tradisi di Desa Kayumas seperti bersih desa, khitan masal, upacara pernikahan, dan peringatan kelahiran Nabi serta hari besar Islam, ini menjadi faktor pendukung keberadaan shalawat Jaeno di Desa Kayumas. Kedua, bentuk penyajian shalawat ini terdapat struktur penyajian seperti pembukaan, sajian inti, dan penutup. Unsur-unsur yang terdapat dalam sajian antara lain: persiapan pentas, instrumen yang digunakan, kitab yang digunakan, dan pembagian kelompok. Gaya pada vokal yang diekspresikan oleh pelaku seni shalawat Jaeno muncul dan terpola secara personal. Identifikasi karakteristik gaya pelaguan dalam bentuk lagu shalawat Jaeno banyak mengeksplorasi nada-nada tinggi yang paling berdekatan dengan laras Slendro pada notasi kepatihan Jawa. Kata Kunci: Karakteristik, Bentuk Penyajia

    PROBLEMATIKA DRIVER OJEK ONLINE SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

    Get PDF
    ABSTRAK Penciptaan karya seni lukis dengan tema Problematika Driver Ojek Online sebagai sumber ide dalam penciptaan Karya Seni Lukis berlatarbelakang pengalaman hidup yang bekerja sebagai driver ojek online. Dalam era modernisasi, popularitas layanan transportasi online seperti Uber, Gojek, Grab, maxim dan lainnya meningkat pesat, namun, terdapat ketidaksesuaian antara popularitas ini dengan realitas kemitraan, termasuk persoalan hak – hak kemitraan yang belum sepenuhnya diterima, kebijakan kerja yang ditetapkan terkesan tanpa musyawarah bersama seperti perubahan konstan pembagian order, perlindungan tarif, potongan komisi driver yang tinggi, naungan payung hukum dan regulasi pekerja mitra driver ojek online yang belum jelas. Tujuan penciptaan karya seni Lukis ini adalah untuk mendeskripsikan konsep penciptaan karya, proses penciptaan karya seni dan deskripsi hasil karya seni Lukis. Landasan visual yang digunakan dalam pembentukan karya adalah deformatif naif dalam bentuk kartun. Penciptaan karya mengacu pada tiga tahapan yang dikemukakan oleh Herman Von Helmhotz, diataranya tahap saturation yakni pengumpulan fakta, data serta sensasi, kemudian tahap incubation yakni tahap pengendapan dan yang terakhir tahap illumination. Penciptaan karya seni Lukis Tugas Akhir ini menghasilkan beberapa karya antara lain, “Kerja Menyerupai Permaianan”, “Bertahan”, “Kelas Buruh Modern”, “Kerja Cerdas”, “Separuh Nyawa”, “End Of Problem”, “Struggle In Highway”, “Bukan Akhir Dari Dunia”. Pesan moral dalam keseluruhan karya Tugas Akhir ini adalah untuk kepada pihak terkait lebih mempertimbangkan lagi dari kebijakan dan aturan kerja dalam kemitraan khususnya hak – hak mitra dalam kemitraan jasa layanan transportasi online ini karena hal tersebut berdampak pada kerberlangsungan platform itu sendir

    KONSEP UROH DALAM KESENIAN RAPAI PASE DI ACEH UTARA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep estetika uroh dalam kesenian rapai pase di Aceh Utara. Uroh merupakan istilah emik komunitas pase di Aceh Utara yang dimaknai sebagai kualitas suara gemuruh (auditif) yang dihasilkan dalam pertunjukan rapai pase. Namun suara ini tidak sekedar gemuruh, melainkan juga terdapat fenomena penting seperti fenomena musikal, pertunjukan, budaya, dan sosial yang dapat mencirikan konsep keindahan lokal komunitas pase di Aceh Utara. Konstruksi uroh sebagai konsep estetika Aceh Utara belum pernah dibahas, khususnya dalam penelitian terhadap kesenian rapai pase. Masalah penelitian ini mengungkap musikalitas uroh, pewujudan uroh dalam pertunjukan dan uroh dalam kehidupan sosial Aceh Utara. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Melalui penalaran induktif, penelitian ini memandang sumber pengetahuan berada pada individual dan komunal pemilik kesenian rapai pase di Aceh Utara. Sumber data primer diperoleh melalui observasi langsung, rekaman audio visual dan wawancara mendalam dengan syeh dan penabuh rapai pase. Data dari sumber sekunder berupa jurnal-jurnal yang berkaitan dengan rapai pase jurnal, buku, media online, video, dan arsip catatan yang ada di Dinas Kebudayaan Provinsi Aceh. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musikalitas uroh terbentuk oleh organologi, akustika, teknik tabuh dan pola ritme rapai pase. Uroh dalam pertunjukan terdiri atas peran penabuh rapai pase, kostum, seung, wasit, taktik, tantangan, ekspresi pemusik dan ekspresi penonton. Uroh dalam kehidupan sosial memiliki makna yang memengaruhi struktur sosial, norma, identitas sosial komunitas pase di Aceh Utara. Konsep uroh juga telah melahirkan spirit ekologi, spirit kohesi sosial, dan menghasilkan relasi transendental. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa uroh sebagai konsep estetika, tidak sebatas persoalan musikal dan pertunjukan rapai pase. Konsep uroh adalah manifestasi falsafah meusaboh dan meutaloe wareh dalam merawat kohesi sosial komunitas pase di Aceh Utara. Uroh memiliki makna mendalam terhadap relasi transendental hablumminnas, hablum minal’alamin dan hablumminallah. Uroh sebagai gagasan konseptual keindahan dapat digunakan dalam penelitian yang lebih luas di konteks lain misalnya dalam politik kebudayaan Aceh, kajian sosio artistik dan penelitian konvervasi hutan khususnya vegetasi pohon tualang

    INOVASI GARAP DALAM PENYAJIAN SALAWAT JAMJANENG DI SANGGAR SENI CIPTOROSO KABUPATEN KEBUMEN

    Get PDF
    Penelitian dengan judul “Inovasi Garap Dalam Penyajian Salawat Jamjaneng Di Sanggar Seni Ciptoroso Kabupaten Kebumen” ini bertujuan untuk menjelaskan secara deskriptif kualitatif mengenai Salawat Jamjaneng Sanggar Seni Ciptoroso. Adapun latar belakang penelitian ini, menunjukan indikasi inovasi garap Sanggar Seni Ciptoroso dalam penyajian Salawat Jamjaneng. Maka timbul pertanyaan (1.) Bagaimana proses inovasi garap Salawat Jamjaneng di Sanggar Seni Ciptoroso? (2.) Mengapa Sanggar Seni Ciptoroso melakukan inovasi garap dalam penyajian Salawat Jamjaneng? Untuk menganalisis permasalahan di atas peneliti menggunakan teori Alma M. Hawkins (1988) dalam mengungkapkan proses inovasi dalam tiga tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Selanjutnya, peneliti menggunakan teori Alvin Boskoff (1964) dalam merumuskan faktor internal dan faktor eksternal perubahan sosial. Metode penelitian yang dipilih peneliti yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian data. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan dengan ditambah penelurusan dokumen dan studi observasi langsung serta di dukung dengan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan cara mereduksi data dan menyimpulkan data. Data disajikan berupa laporan penelitian dalam bentuk skripsi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa inovasi garap Salawat Jamjaneng Sanggar Seni Ciptoroso merupakan pembaharuan garap sebagai bagian peningkatan kualitas seni. Hasil inovasi garap Salawat Jamjaneng Sanggar Seni Ciptoroso dalam penyajiannya merupakan sebuah jawaban terhadap tantangan perubahan dan dinamika zaman saat ini. Kata kunci: Sanggar Seni Ciptoroso, Salawat Jamjaneng, Inovasi Gara

    AMBA PRASAPA WAKYA

    Get PDF
    Skripsi Karya Seni berjudul “Amba Prasapa Wakya” merupakan sebuah interpretasi feminisme dalam penggarapan tokoh Amba. Lakon ini merupakan bagian dari kisah Mahabarata yakni Sayembara Kasi yang menceritakan keberhasilan Dewabrata dalam mendapatkan tiga putri Prabu Darmamuka yakni Amba, Ambika dan Ambalika dengan mengalahkan Wahmuka dan Arimuka. Kisah tersebut akhirnya digubah sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan tema dan gagasan pokok yakni feminisme dan kesetiaan pada janji yang diinterpretasikan dalam tokoh Amba. Langkah-langkah interpretasi menggunakan teori sanggit yang dikemukakan oleh Sugeng Nugroho serta konsep pakeliran padat tulisan Sudarko. Bentuk feminisme yang diaplikasikan melalui penokohan Dewi Amba menentukan alur cerita di dalam lakon ini, adapun bentuk-bentuk feminisme tersebut adalah (1) penolakan Amba akan adanya sayembara di mana Amba memiliki pendapat jika sayembara hanya akan merendahkan derajat wanita karena menjadikan wanita hanya sebagai hadiah dalam peperangan, (2) konsistensi Amba yang digambarkan dengan perilaku kejujurannya kepada Dewabrata jika ia telah memiliki calon suami bernama Salwa, (3) Sumpah kesetiaan Amba terhadap Prabu Salwa, serta konsekwensi dari sumpah yang diucapkan bahwa Amba selamanya tidak akan mencintai seseorang selain pilihannya sendiri. (Kata Kunci : Amba, Sanggit, Pakeliran Padat, Feminisme

    PERANCANGAN INTERIOR PUSAT OLEH-OLEH KERAJINAN TANGAN KHAS KABUPATEN KARANGANYAR

    Get PDF
    ABSTRAK PERANCANGAN INTERIOR PUSAT OLEH - OLEH KERAJINAN TANGAN KHAS KABUPATEN KARANGANYAR (Wahyu Dwi Nurjanah, 2024, XIV dan 175 Halaman). Tugas Akhir Karya S-1 Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Perancangan interior Pusat Pusat Oleh-oleh Kerajinan Tangan Kab. Karanganyar akan menjadi fasilitas baru di sektor pariwisata sebagai sarana wisata, mengedukasi dan mengenalkan seni budaya dan kekhasan benda-benda tradisional maupun kuliner, mewadahi dan mengembangkan banyak ragam kerajinan tangan yang merupakan potensi seni budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar. Perancangan ini akan mengangkat gaya kontemporer dengan tema kearifan lokal dari karanganyar motif Batik Girilayu Tugu Tri Darma, Matesih yang memiliki filosofi dalam sejarahnya. Girilayu merupakan salah satu desa pembatik keraton mangkunegaran. Dalam mewujudkan desain yang nyaman dan aman untuk penggunanya, maka dalam perancangan interior Pusat Pusat Oleh-oleh Kerajinan Tangan ini akan menggunakan beberapa pendekatan sebagai penunjang dalam proses perancangannya diantaranya yaitu pendekatan fungsi, pendekatan ergonomi, pendekatan estetis, dan pendekatan teknis. Metode perancangan yang akan digunakan yaitu metode pemrograman J. Pamudji Suptandar sebagai tahapan dalam proses mendesain. Perancangan ini akan memiliki skema input aktivitas dalam Ruang (Lobby, Retail), kebutuhan ruang (R. Staff, R.Pendidikan, R.Pimpinan), Besaran Ruang, Hubungan Antar Ruang, Unsur Pembentuk Ruang, Unsur Pengisi Ruang (Rak Retail, Furniture dan Akustik), Pengkondisian Ruang (pencahayaan, penghawaan, dan akustik ruang), Layout (tata letak perabot). Hasil perancangan ini dapat menjadi acuan dan referensi dalam merancang interior, khususnya yang sama objek perancangannya dengan perancanganini

    PERANCANGAN INTERIOR KAWASAN SALA RIVER MUSEUM DI KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    Kota Surakarta merupakan kota yang memiliki beragam wisata mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah wisata kuliner, bahkan wisata edukasi. Wisata edukasi rekreasi yang dimiliki Kota Surakarta sebanyak 15 tempat wisata terdiri dari taman, monumen sejarah, kebun binatang, dan termasuk museum. Perancangan Interior Sala River Museummengaplikasikan gaya conpemporary dengan tema flow yang bertujuan agar pengunjung mendapatkan pengetahuan tentang keanekaragaman ekosistem air tawar. Perancangan Sala River Museum ini akan menggunakan skema proses desain dari pemograman Kurtz yang menekankan proses desain selama pemrograman. Pemrograman dilakukan melalui survei, riset data, observasi, dan dokumentasi. Metode pendekatan yang digunakan yaitu ergonomi, estetika, dan fungsi. Hasil akhir dari perancangan ini dalam bentuk final schematic yang berupa gambaran visual dari Sala River Museum. Perancangan ini berfokus pada area lobby and ticketing, restaurant and bar, dan megatank. Kata Kunci: Interior, Museum, Ekosistem, Air Tawar, Surakart

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇