7065 research outputs found
Sort by
PENERAPAN KONSEP ADAPTIVE REUSE PADA DESAIN INTERIOR “KAFE SURAKARTEA” DI SURAKARTA
Penelitian ini membahas penerapan konsep adaptive reuse pada interior kafe
Surakartea di Kota Surakarta. Tujuan utamanya adalah memahami perubahan desain
pendhapa yang kini berfungsi sebagai ruang komersial serta mengidentifikasi gaya desain
interior yang diterapkan. Kafe ini, yang awalnya merupakan bangunan milik pejabat Keraton
Kasunanan Surakarta, kini bertransformasi menjadi ruang publik dengan konsep kafe.
Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis interior, penelitian ini mengumpulkan
data melalui literatur, wawancara, serta observasi langsung. Pendekatan ini membantu
memahami transformasi desain interior dalam konteks adaptive reuse serta penerapan gaya
desainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep adaptive reuse terlihat dalam perubahan
pendhapa menjadi ruang kafe. Elemen interior, seperti pembentuk, pengisi, dan pengkondisi
ruang, mengadopsi gaya Indis, perpaduan budaya Eropa dan Jawa. Gaya ini tercermin pada
atap, dinding, pintu, jendela, dan ornamen bangunan. Interior kafe menonjolkan nuansa Indis
dengan sentuhan ornamen Jawa, terutama di area indoor. Lokasinya yang berada di kawasan
wisata serta konsep unik yang menggabungkan kafe teh dan seni pertunjukan menjadikannya
daya tarik tersendiri bagi pengunjung
The Role of Buntari Ceramic Studio in Preserving the Pagerjurang Pottery Tradition
The Buntari Ceramic Studio, founded in 2014 in Yogyakarta, was established with a strong sense of cultural responsibility to help safeguard the endangered Pagerjurang pottery tradition. This local heritage is recognized for its distinctive reddish-brown clay and
the application of a unique slant-turning technique, which sets it apart from other pottery forms in Indonesia. In recent years, however,the tradition has been facing a serious decline due to the absence of younger generations willing to carry it forward. This research
aims to explore the role of Buntari Ceramic Studio in maintaining the continuity and relevance of Pagerjurang pottery in
contemporary cultural life. Using a qualitative descriptive method and triangulation of sources, the study finds that the studio actively promotes traditional techniques through educational workshops, collaborative exhibitions, and public engagement. These efforts not only revitalize interest in traditional crafts but also strengthen the identity of local cultural practices. The results offer meaningful
insights for cultural sustainability and inspire further studies on heritage preservatio
Membaca Gerakan Budaya di Jawa Timur
Artikel ini mengulas dinamika gerakan kebudayaan di Jawa Timur yang berkembang melalui inisiatif organik dari para pelaku seni dan budaya setempat. Melalui wawancara dengan beberapa inisiator seperti Joko Winarko, Joko Susilo, Suwandi, dan Abing Santosa, tergambar bagaimana pemajuan kebudayaan tidak semata-mata bergantung pada program formal pemerintah, melainkan berakar pada partisipasi masyarakat. Dukungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur bersifat fasilitatif, dengan memberi ruang bagi ide dan kreativitas pelaku budaya sebagai aktor utama. Artikel menyoroti sejumlah pergelaran partisipatoris, seperti rekontekstualisasi ritus “Gegeni” di Tengger dan pertunjukan Topeng Malangan di Malang, yang menunjukkan keterlibatan aktif generasi muda serta tingginya animo masyarakat. Fenomena ini menegaskan bahwa seni tradisi masih relevan, bahkan dapat menarik penonton muda di tengah arus digitalisasi. Gerakan budaya berbasis komunitas dianggap mampu menciptakan model pengelolaan yang lebih berkelanjutan dibandingkan pendekatan top-down yang cenderung seremonial. Dengan orientasi pada partisipasi, relevansi, dan keberlanjutan, pemajuan kebudayaan dipandang sebagai kerja kolektif jangka panjang yang menuntut konsistensi, kesabaran, dan keseriusan. Artikel ini menekankan bahwa kebudayaan akan tetap hidup bila berpijak pada akar tradisi sekaligus mampu merespons tantangan zaman
IMAJINASI PERMAINAN MASA KECIL SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI PATUNG
Penciptaan karya seni patung dengan tema “Imajinasi Permainan Masa
Kecil Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Patung.” Fokus utama
karya ini adalah mengangkat isu psikologi dan permainan anak masa kini yang
terpengaruh oleh perubahan sosial serta kemajuan teknologi. Melalui eksplorasi
visual dan penggunaan teknik assembling, karya ini memadukan bahan-bahan
seperti mainan bekas, resin, dan material daur ulang untuk menciptakan
komposisi estetis yang menggambarkan dunia imajinatif anak-anak.
Karya ini dirancang sebagai media nostalgia yang merepresentasikan
kegembiraan masa kecil, sekaligus menyampaikan pesan edukatif kepada
masyarakat mengenai pentingnya ruang bermain yang sesuai bagi anak-anak.
Dengan pendekatan visual yang ceria dan dinamis, karya ini menampilkan
warna-warna simbolis yang membangkitkan emosi positif seperti kegembiraan
dan kreativitas. Penciptaan karya seni patung ini bertolak dari metode penciptaan
rumusan L.H Chapman. Mencakup tiga tahap proses penciptaan karya yaitu,
menemukan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan, dan memantapkan
gagasan awal, serta visualisasi.
Hasil dari riset dan penerapan metode penciptaan secara sistematis,
Tugas Akhir ini mempresentasikan 4 karya seni patung. Setiap karya yang telah
diciptakan menunjukkan bahwa seni patung dapat menjadi sarana ekspresi yang
efektif untuk menyampaikan pesan sosial dan psikologis tentang permainan
anak, sekaligus mendorong apresiasi terhadap nilai-nilai edukatif dalam
permainan anak. Selain itu, karya ini menyoroti perlunya peran aktif orang tua
dalam membimbing dan mengawasi aktivitas bermain anak demi perkembangan
mental dan emosional yang sehat
REVITALISASI BUDAYA MELALUI DESAIN KEMASAN: ANALISIS ILUSTRASI DOLANAN PADA KEMASAN TEHBOTOL SOSRO TAHUN 2024
Kreativitas dalam desain kemasan produk yang terus tumbuh memiliki peran penting dalam menarik konsumen. Tehbotol Sosro menjadi salah satu brand yang mengusung keberagaman kebudayaan Indonesia melalui kompetisi desain kemasan tahunan khususnya di tahun 2024 dengan salah satu pemenang yang mengangkat ilustrasi Dolanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ilustrasi pada kemasan Tehbotol Sosro versi dolanan 2024 dengan menggunakan prinsip desain teori Robin Landa. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode interaktif model untuk menganalisis data lebih mendalam yang terdiri dari 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis ditemukan penerapan asimetris, tidak ada hierarki visual dan penekanan karena fokus utama tersebar, ritme dalam pengulangan bentuk, garis, dan warna namun kesan monoton, kesatuan pada konsistensi gaya visual, dan hukum organisasi persepsi terdapat similarity, proximity, closure, common fate, dan continuing line, continuity tidak ditemukan. Hasilnya adalah ilustrasi hampir memenuhi keseluruhan prinsip desain. Keberadaan ilustrasi dengan mengangkat permainan tradisional di kemasan selain sebagai estetika, tetapi juga bagian dari revitalisasi budaya dengan menghadirkan kembali dan perkenalkan permainan tradisional dengan visual bermakna.
Kata Kunci: Ilustrasi Kemasan Tehbotol Sosro, Prinsip Desain, Revitalisasi, Ilustrasi, Kemasan
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Kustomisasi Buku Gambar Panel dan Elemen Dekoratif Keramik
Advances in Artificial Intelligence (AI) technology have opened new opportunities in the fields of art and design,
including in the development of ceramic-based panel drawing books and decorative elements. This study
explores the use of AI as a tool in the design customization process with a focus on translating the visual and
textural characteristics of ceramics into an illustrative panel format. Through a machine learning and
generative design-based approach, AI can analyze the motifs, shapes, colors, and textures typical of traditional
ceramics to then produce unique and personal designs. This customization realizes the creation of panel
drawing books that are not only aesthetic but also have a closeness to the preferences of certain users and
cultures. The results of the study shows that the use of AI in this context accelerates the design process, expands
the visual image, and increases the relevance of the work to modern audiences. However, the integration of
technology also raises ethical and artistic challenges that need to be responded to with a collaborative approach
between artists, designers, and technology
The Story of R.A Kartini As A Source of Ideas For Creating Digital Designs In The Wayang Beber Style
The creation of this digital design was inspired by the story of the struggle of R.A. Kartini,
a female figure who pioneered women's emancipation in Indonesia. Through a visual approach that
combines the style of wayang beber with modern digital design techniques, this work presents a
harmony between tradition and innovation. Wayang beber, as one of Indonesia's traditional performing
arts, is known for its rich symbolism and narrative power. These values are the main source of
inspiration in designing a work that is not only aesthetic, but also full of meaning.By utilizing digital
illustration techniques and image manipulation, this design presents distinctive patterns, strong color
palettes, and dynamic visual compositions. This visual style not only strengthens the artistic aspect, but
also represents the social and cultural values fought for by Kartini—such as equality, education, and
freedom of thought for women
REPRESENTASI VISUAL DESAIN KARAKTER EMOSI DALAM FILM ANIMASI INSIDE OUT 2 DENGAN TEORI SCOTT MCCLOUD
Penelitian ini merepresentasikan visual desain karakter emosi dalam film animasi Inside Out 2 dengan menggunakan teori desain karakter Scott McCloud. Kajian ini berfokus pada aspek inner life, visual distinction, dan expressive traits
dari karakter Joy, Sadness, Anger, Disgust, Fear, Anxiety, Envy, Ennui, dan Embarrassment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap karakter emosi dalam Inside Out 2 dirancang secara cermat dengan memanfaatkan elemen visual seperti warna, bentuk tubuh, gestur, dan ekspresi wajah untuk merepresentasikan fungsi psikologis dan emosionalnya. Melalui pendekatan teori desain karakter McCloud, penelitian ini menyimpulkan bahwa desain karakter dalam Inside Out
2 berhasil memberikan visualisasi yang efektif dan relevan untuk setiap emosi. Elemen visual seperti warna, bentuk tubuh, gestur, dan ekspresi wajah memiliki peran penting dalam memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan oleh
masing-masing karakter.
Kata Kunci: desain karakter, inside out 2, scott mcclou
MEMBANGUN KREATIVITAS DAN APRESIASI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 10 KOTA DEPOK, JAWA BARAT TERHADAP MUSIK SUNDA MELALUI PEMBELAJARAN PARTISIPATIF
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mengenai proses dan pengaruh pembelajaran partisipatif dalam membangun kreativitas dan apresiasi peserta didik kelas XII di SMA Negeri 10 Kota Depok terhadap musik Sunda. Latar belakang dari penelitian ini adalah fenomena menurunnya minat generasi muda di Kota Depok, Jawa Barat terhadap budaya musik lokal. SMA Negeri 10 Kota Depok melakukan salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut melalui mata pelajaran Seni Budaya di sekolah yang berfokus pada seni musik Sunda yakni angklung, gamelan degung, dan suling degung. Teori yang menjadi landasan pada penelitian ini adalah teori mengenai pembelajaran, pembelajaran partisipatif, serta kreativitas dan apresiasi. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi, kemudian dilakukan analisis data yang terdiri dari proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pembelajaran partisipatif pada mata pelajaran Seni Budaya sub materi seni musik Sunda pada kelas XII di SMA Negeri 10 Kota Depok dalam membangun kreativitas dan apresiasi peserta didik terhadap musik Sunda pada tahun ajaran 2019/2020 dan 2022/2023 membuahkan hasil yang baik. Namun, pada tahun ajaran 2023/2024 terjadi penurunan kreativitas dan apresiasi peserta didik kelas XII karena pertunjukan dilakukan secara tertutup yang mengakibatkan menurunnya motivasi dan semangat peserta didik dalam menciptakan karya. Peran pengajar dalam pembelajaran partisipatif tidak mendominasi akan tetapi kurang dalam memotivasi peserta didik. Penelitian ini dapat menjadi sebuah pertimbangan bagi pihak sekolah untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran partisipatif dengan lebih matang serta menyediakan wadah bagi peserta didik untuk berkarya, sebagaimana merupakan tujuan awal dari diterapkannya pembelajaran partisipatif dalam membangun kreativitas dan apresiasi peserta didik terhadap musik Sunda.
Kata kunci: Pembelajaran Partisipatif, Musik Sunda, Kreativitas, Apresias
KREASI MUSIKAL WAKIDI DALAM MEMAINKAN WILEDAN KENDANG CIBLON GAYA SURAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kreasi musikal Wakidi dalam memainkan wiledan kendang ciblon gaya Surakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas Wakidi dalam memainkan wiledan kendang ciblon gaya Surakarta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilandasi oleh teori yang dikemukakan Rahayu Supanggah mengenai persoalan kreativitas atau gaya dari pernyataan Rahayu Supanggah (2002) yang berjudul “Bothekan Karawitan II” bahwa gaya atau kreativitas memiliki beberapa hal penting didalamnya, diantaranya kekhasan atau kekhususan, estetik (musikal), dan sistem bekerja (garap). Kemudian gaya dimiliki atau berlaku pada (tercipta atas inisiatif dan kreativitas) perorangan, kelompok seni dan kawasan budaya. Hasil dalam penelitian ini, perjalanan Wakidi memainkan kendang dengan kreativitasnya memiliki faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung menjadikan semangat untuk terus berkarya guna mendapatkan hasil yang maksimal, sedangkan faktor penghambat dijadikan motivasi serta keprihatinan Wakidi dalam menjalani sebuah proses perjalanan pembentukan garap kendangan yang menjadi ciri khas kendangan gaya Wakidi. Ciri khas Wakidi terletak pada teknik permainan kendang ciblon gaya Wakidi yang membutuhkan kebukan tangan dengan wijang terhadap organologi instrumen kendang, pola permainannya sungguh kaya akan cengkok wiledan yang digarap sedemikian rupa sehingga berbeda dengan bentuk permainan kendang ciblon versi orang lain. Proses kreativitas tersebut menunjukkan bahwa karakteristik atau ciri khas seorang pengendang dapat dilihat dari tata penyusunan pola tabuhan kendang ciblon serta penggunaan cengkok dan wiledan yang digunakan.
Kata kunci: kreasi musikal, kendang ciblon, wiledan