Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    PELATIHAN PENCIPTAAN MUSIKALISASI PUISI PADA KOMUNITAS ARJASURA SURAKARTA

    No full text
    Pengabdian Karya Seni ini bertujuan untuk memberikan pelatihan musikalisasi puisi pada Komunitas Arjasura Surakarta. Program ini melibatkan anggota komunitas Arjasura Surakarta yang terdiri dari penulis puisi dan musisi. Program ini merupakan lanjutan dari program PKM Karya Seni yang dibiayai DIPA ISI Surakarta tahun 2023 yang fokus pada penguatan literasi melalui seni penciptaan puisi. Program ini merupakan usaha supaya puisi-puisi yang telah tercipta pada program tersebut dapat dikemas dalam wujud musikalisasi puisi. Temuan riset awal ini menunjukkan bahwa seni musikalisasi puisi berperan penting dalam meningkatkan nilai artistik anggota komunitas. Melalui program ini, mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, interpretasi teks, dan pengetahuan tentang struktur Bahasa serta menuangkannya dalam wujud seni musikalisasi puisi. Selain itu, program ini juga memberikan ruang bagi ekspresi emosi dan pemikiran yang mendalam serta refleksi diri yang lebih baik. Komunitas Arjasura Surakarta menjadi tempat yang mendukung kolaborasi dan pembelajaran timbal balik antara anggota komunitas, yang memperkaya pengalaman artistic mereka. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang pentingnya metode penyusunan musikalisasi puisi dalam upaya meningkatkan daya asrtistik komunitas Arjasura dan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan komunitas seni di Surakarta

    ORNAMEN RUMOH ACEH: BENTUK DAN ESTETIKA

    Get PDF
    Dinamika ornamen rumoh Aceh dalam ruang publik, dengan fokus bentuk dan transformasi estetika, menunjukkan bahwa ornamen rumoh Aceh memiliki peran integral dalam memperkaya warisan budaya. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap ornamen rumoh Aceh tidak hanya bertahan dalam tradisi, tetapi juga mengalami perkembangan yang dinamis di dalam ruang publik. Metode penelitian kualitatif, ini didasarkan pada data yang diperoleh melalui observasi, tinjauan literatur, wawancara dengan para pakar, pengamat, dan stakeholder. Adapun zona penelitian terdapat di tiga daerah; Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie. Analis data menggunakan interpretasi dan interaksi data kualitatif. Hasil penelitian menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terhadap makna ornamen, yang bukan hanya sebagai elemen dekoratif tetapi juga sebagai ciri identitas budaya. Integrasi ornamen dalam desain bangunan publik menunjukkan transformasi keberlanjutan warisan budaya Aceh dengan cara yang inovatif, dan kebijakan pemerintah dalam mengintegrasikan ornamen rumoh Aceh dalam berbagai struktur publik menjadi langkah positif dalam memperkuat identitas budaya Aceh. Meskipun demikian terdapat tantangan, seperti risiko ketidakseimbangan estetika dan potensi komodifikasi budaya. Adapun konsep estetika antara lain; alam benda, ketuhanan, dan falsafah, ikut melatarbelakangi hadirnya motif dan pola dalam penerapan ornamen rumoh Aceh. Dalam keseluruhan, studi ini mengungkapkan bahwa bentuk dan estetika ornamen rumoh Aceh dalam bangunan publik bukan hanya cerminan warisan budaya yang berharga, tetapi juga evolusi dinamis dalam menjawab tuntutan zaman. Ornamen rumoh Aceh dipadatkan dalam wajah arsitektur post-modern, tetap mempertahankan sejarah dan identitas masyarakat Aceh

    PERAHU TRADISONAL IJON-IJON DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER

    Get PDF
    iv PERAHU TRADISIONAL IJON-IJON DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Oleh : Allif Abdullah Fajar Sugeng Susanto Abstrak Penciptaan tugas akhir karya yang berjudul “Perahu Ijon-ijon Dalam Fotografi Dokumenter” merupakan upaya untuk mewujudkan dan mengenalkan budaya dan usaha pesisir pantai utara Jawa Timur salah satunya yang berada di Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yaitu pembuatan Perahu tradisional Ijon-ijon yang masih menggunakan proses tradisional. Tujuan dari penciptaan karya fotografi dokumenter tentang Perahu Ijon-ijon untuk mengetahui bagaimana fotografi dokumenter dapat menyampaikan pesan terhadap khalayak ramai mengenai pembuatan perahu dari awal hingga akhir, dan mengetahui faktor-faktor pendukung yang dapat menunjang keberhasilan pada saat melakukan pemotretan, serta diharapkan dapat melengkapi foto-foto yang beredar dimedia sosial yang hanya menampilkan para pekerja sedang bekerja di galangan tanpa mengetahui urutan dan makna yang terkandung dalam proses pembuatan perahu. Dipilihnya fotografi dokumenter sebagai media pendekatan dalam pembuatan karya, karena fotografi dokumenter dapat menyampaikan pesan dan informasi ke masyarakat umum dengan singkat, padat serta menarik. Selain itu pembuatan karya fotografi dokumenter ini didukung dengan gaya bercerita secara deskriptif bertujuan untuk memvisualisasikan hasil cerita dari sudut pandang pengkarya melalui sumber wawancara secara langsung yang telah dilakukan dengan pemilik galangan yang berada di Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pemotretan ini juga mempertimbangkan aspek visual seperti unsur komposisi dan unsur pencahayaan. Pencahayaan yang digunakan menggunakan cahaya utama available light dari matahari secara langsung, mengingat tempat pembuatan perahu yang berada di bibir pantai, serta pemanfaatan cahaya buatan mix light digunakan untuk mengisi intensitas cahaya yang minim pada proses pembuatan ruangan tertentu pada perahu

    PENAMBANG MINYAK TRADISIONAL TEKSAS WONOCOLO DALAM KARYA FOTOGRAFI POTRET

    Get PDF
    ABSTRAK Teksas Wonocolo singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera adalah tambang minyak tradisional yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Proses secara tradisional ini turun temurun di lakukan warga sejak zaman penjajahan Belanda sampai sekarang. Pengambilan minyak dilakukan dengan mesin-mesin mobil, dan menggunakan tiang dari kayu jati. Penambang juga melakukan kegiatan menambang tanpa menggunakan alat pengaman selain sepatu boots dan topi ala kadarnya. Hal tersebut dirasa menarik untuk memvisualkan penambang minyak tradisional Teksas Wonocolo yang sudah bertahun-tahun bekerja menggunakan peralatan sederhana dan alat keselamatan kerja ala kadarnya melalui fotografi potret. Fotografi potret menjadi pilihan yang tepat, karena ekspresi personal dari penambang minyak tersebut bisa dimunculkan secara alami. Dengan menggunakan teknik fotografi yang benar maka tercipta hasil foto potret yang menarik. Dalam karya ini menggunakan teknik strobist sehingga menghasilkan foto yang lebih berdimensi serta membuat cahaya antara objek dan background seimbang. Selain itu pendekatan terhadap objek juga berperan sangat penting untuk mendapatkan foto yang lebih natural

    PENGEMBANGAN MOTIF CEPLOK KAKAO DENGAN KOMBINASI TEKNIK MAKRAME PADA BUSANA MODEST FASHION

    No full text
    Tugas Akhir karya yang berjudul “Pengembangan Motif Ceplok Kakao dengan Kombinasi Teknik Makrame pada Busana Modest Fashion” ini bertujuan mengembangkan kemudian mengaplikasikan motif ceplok kakao salah satu caranya dengan menjadikannya busana Modest Fashion, yang kita ketahui saat ini sedang menjadi trend dalam dunia fashion. Salah satu motif yang banyak dikenal oleh masyarakat sekaligus menjadi ciri khas dari kota Jember adalah motif ceplok yang merupakan kategori ragam hias berdasarkan pengulangan bentuk geometri. Konsep penciptaan motif ini adalah menggambarkan kesuburan alam Jember yang subur dengan tanaman kakao dan semangat bekerja serta kerukunan masyarakat Jember. Selain itu, salah satu teknik mengolah bahan kain dari serat adalah membuat anyaman simpul yang sering disebut makrame. Teknik ini dijadikan salah satu aksen dalam memperindah busana yang bertemakan Modest fashion. Metode yang digunakan dalam proses ini yaitu, Eksplorasi, Perancangan, dan Perwujudan, yang akhirnya dapat tercipta dua motif batik dengan nama Ceplok Soklat dan Ceplok Kembang Soklat, kemudian dikembangkan menjadi dua pasang busana. Judul dari masing-masing busana memiliki makna yang tersirat, karya satu dengan judul Sumrah Satyawada, karya dua Suwigya Sumyah, karya tiga Bhadra Tisna, dan karya empat Sarkara Tisna. Pengembangan motif dalam karya ini dilakukan karena adanya keresahan dalam menemukan cara bagaimana memperkenalkan budaya Indonesia yaitu batik terhadap masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jember. Sehingga dalam proses tugas akhir ini dipublikasikan kedalam bentuk video teaser dan katalog

    OMBAK SAMUDRA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK PADA BUSANA KEBAYA MODERN

    Get PDF
    Ombak samudra merupakan salah satu elemen alam yang memiliki keindahan dan makna filosofi yang mendalam, menjadikannya sebagai inspirasi dalam penciptaan motif batik tulis. Tugas Akhir ini mengangkat gagasan penciptaan motif batik Ombak sebagai sumber ide dalam pengembangan desain busana kebaya modern. Batik sebagai warisan budaya Indonesia memiliki nilai estetika dan filosofi yang kaya, sehingga relevan untuk disesuaikan dalam desain kebaya yang mewakili perpaduan antara tradisi dan modernitas. Penulis mengfokuskan pada proses penciptaan desain motif batik yang terinspirasi dari bentuk dan dinamika Ombak samudra dan perancangan desain kebaya modern yang memadukan nilai tradisional sekaligus memenuhi selera modern. Tujuan dari penciptaan motif karya berfungsi sebagai media untuk melestarikan tradisi batik, sekaligus mengekspresikan keindahan alam. Kebaya Modern ini bertujuan untuk menarik minat generasi baru, memperkuat identitas budaya, dan memberikan nilai estetika yang relevan degan perkembangan fashion saat ini. Metode penciptaan karya yang digunakan memanfaatkan teori Guntur meliputi tahap eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi dan materialisasi. Teknik yang digunakan adalah batik tulis, dengan bahan utama kain primisima kupu, dan pewarna sintetis. Hasil yang didapatkan adalah empat karya motif batik dengan sumber ide Ombak yang berjudul Ati Segara, Golong Gilig, Muncar Surut, dan Teteg. Hasil karya ini diharapkan dapat menjadi media untuk memperkenalkan keindahan laut kepada masyarakat luas serta sebagai inovasi dalam industri fashion indonesia khususnya batik

    GARAP KENDHANGAN GENDHING SARIMADU

    No full text

    Taylor Swift, Musik, dan Sains

    Get PDF
    Artikel ini menyoroti kekurangan dalam kurikulum kampus seni yang kurang memperhatikan studi musik populer secara komprehensif. Kurangnya pemahaman terhadap dampak ekonomi, sosial, politik, dan hukum dari industri musik populer menyebabkan kurangnya landasan sosial dan kultural yang kuat dalam musik pop lokal. Penulis mengusulkan integrasi musik populer dalam kurikulum pendidikan musik untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dan peluang di industri musik. Melalui pendekatan holistik, mahasiswa dapat memahami model bisnis musik, strategi pemasaran, hubungan parasosial dengan penggemar, dan membangun jaringan global

    Festival Seni Nasional, Sekolah, dan Kontestasi

    Get PDF
    Fenomena Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Indonesia telah menjadi sorotan menarik dalam dunia pendidikan seni. Artikel ini menyoroti paradigma kontestasi yang mengubah esensi seni dari medium berbagi pengalaman ke dalam arena kompetisi. Meskipun memberi kesempatan bagi siswa untuk mengasah bakat seni, FLS2N juga menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan. Artikel ini membahas perbedaan antara belajar seni dan belajar melalui seni, menekankan pentingnya seni sebagai medium untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan empati. Namun, kontestasi dalam FLS2N sering kali menghilangkan esensi keaslian dan kreativitas siswa, menyebabkan stres dan ketidaksetaraan. Selain itu, artikel ini mengulas dampak kompetisi terhadap kondisi guru seni dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Dengan menyoroti ketidakadilan dalam partisipasi serta tekanan yang dialami guru, artikel ini mengajukan pertanyaan kritis tentang peran dan tujuan pendidikan seni di sekolah. Dalam konteks ini, penting untuk mengevaluasi ulang pendekatan kompetisi dalam dunia seni dan mendorong pendekatan yang lebih inklusif, kreatif, dan mendukung bagi perkembangan siswa secara menyeluruh

    DANAU SINGKARAK: MENCIPTA IDENTITAS MELALUI DESAIN MASKOT SEBAGAI PENGUATAN BRAND WISATA DAERAH

    Get PDF
    Danau Singkarak menjadi destinasi wisata yang unggul di Provinsi Sumatera Barat terletak di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu tujuan destinasi wisata rekreasi dengan keindahan alamnya secara alami dan didukung oleh bentuk wisata budaya, wisata sarana prasarana, wisata kuliner dan kerajinan. Peluang destinasi wisata menjadi pesona profil dalam branding dengan keunikannya dapat menjadi nilai jual dalam menentukan identitas, salah satu tujuan branding menciptakan desain maskot menghasilkan karakter lokal sebagai identitas brand Danau Singkarak kedudukanya sebagai tujuan wisata dan pengaplikasian desain maskot ke media souvenir untuk memperkuat promosi daerah. Metode penciptaan desain maskot menggunakan penelitian artistik merupakan penyelidikan secara orijinal dengan cara observasi, wawancara, hasil data yang dikumpulkan diproses dengan penelitian berbasis praktik (practice-led research) ditunjukan melalui hasil kreatif berupa teknik grafis desain menggunakan sofware untuk menghasilkan maskot vector hingga bentuk final maskot 2D. Tujuan penelitian untuk menemukan konsep strategi adaptasi desain maskot sebagai identitas wisata daerah dari bentuk ikan bilih kedalam bentuk wujud desain maskot. Ikan bilih merupakan “keunikan alam” sesuatu yang khas potensi dari daerah Danau Singkarak. Hasil penciptaan maskot diaplikasikan kedalam media souvenir seperti boneka maskot, totebag, payung, baju kaos, topi, mug, botol minum, gantungan kunci, sebagai media promosi untuk kenang-kenangan saat berkunjung ke daerah wisata Danau Singkarak

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇