Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    RANCANG BANGUN SISTEM BIMBINGAN TUGAS AKHIR MAHASISWA INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) SURAKARTA BERBASIS WEBSITE

    No full text
    Perkembangan teknologi dan internet membuka peluang dalam kemajuan sistem informasi dan manajemen di berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satu sistem informasi yang krusial adalah sistem bimbingan Tugas Akhir (TA) online mahasiswa. Pemantauan TA penting untuk mahasiswa yang mengambil mata kuliah skripsi, namun proses bimbingan di ISI Surakarta saat ini masih dilakukan secara manual dengan tatap muka. Metode ini terbukti kurang efektif, karena sering kali terjadi kendala dalam penjadwalan bimbingan antara mahasiswa dan dosen, sehingga perkembangan TA tidak sesuai dengan timeline program studi. Pembangunan sistem bimbingan TA online diharapkan dapat memfasilitasi interaksi antara dosen pembimbing dan mahasiswa, serta menyimpan riwayat tinjauan dan revisi secara digital. Dengan demikian, pengumpulan data untuk keperluan administrasi dapat berjalan lebih efisien. Sistem ini juga dirancang untuk memberikan pengumuman dan timeline dari pengajuan proposal hingga ujian kelayakan, membantu mahasiswa mengukur kinerja mereka agar dapat lulus tepat waktu. Dalam perancangan sistem ini, metode Waterfall diterapkan untuk memastikan setiap tahap pengembangan dilaksanakan secara sistematis. Metode ini dimulai dengan analisis kebutuhan, diikuti oleh desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pendekatan Waterfall memungkinkan identifikasi masalah sejak dini dan memastikan semua kebutuhan pengguna terpenuhi sebelum peluncuran sistem. Diharapkan, sistem bimbingan TA ini akan meningkatkan kualitas bimbingan, memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan dosen di ISI Surakarta

    PENGALAMAN TOURING MENGGUNAKAN VESPA EXTREME SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS

    No full text
    Laporan karya tugas akhir berjudul ”Pengalaman Touring Menggunakan Vespa Extreme Sebagai Ide Penciptaan Seni Grafis Cetak Tinggi” berlatarbelakang pengalaman empiris ketika touring menggunakan vespa extreme. Rumusan masalah dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini adalah bagaimana konsep karya Tugas Akhir, bagaimana proses penciptaan karya Tugas Akhir, dan bagaimana deskripsi karya Tugas Akhir. Teknik yang digunakan adalah teknik grafis cetak tinggi MDF di atas kanvas. Proses penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan metode L.H Chapman, meliputi : upaya menemukan gagasan, menyempurnakan, mengembangkan dan mematangkan gagasan awal, serta visualisasi pada media. Karya yang diciptakan ini mepresentasikan sepuluh karya seni grafis cetak tinggi yang bergaris besar representasi dari pengalaman yang dialmi ketika touring menggunakan vespa extreme

    EKSISTENSI KERTAS GENDHONG PONOROGO: REKONSTRUKSI TEKNIK PEMBUATAN KERTAS TRADISIONAL SEBAGAI WARISAN BUDAYA LOKAL

    No full text
    Pondok Pesantren Gebang Tinatar atau Pondok Pesantren Tegalsari berdiri tahun 1700 M. Sejarah panjang Pondok Tegalsari dalam perkembangannya tidak hanya meninggalkan warisan budaya fisik pesantren seperti Masjid Agung Tegalsari dan Makam para Kyai pemimpin tersebut, tetapi juga mewariskan tradisi pembuatan Kertas Tradisional. Dalam pengalaman kolektif masyarakat setempat, mereka menyebutnya dengan istilah kertas gendhong atau gedhog. Kertas gedhog dibuat dari pohon glugu, yang banyak ditanam di sekitar masjid dan Pesantren Tegalsari. Kertas gendhong sebagai media tulis memiliki peran penting dalam budaya literasi masyarakat Jawa, khususnya sebagai media tulis di lingkungan pesantren Tegalsari. Berkaitannya fungsinya pada masa itu tradisi pembuatan kertas gendhong menyimpan nilai literasi yang tinggi, hal ini menunjukkan bahwa budaya intelektual sudah dibangun sejak lama. Penelitian ini berupaya untuk menggali kembali proses pembuatan kertas tradisional gendhong. Penelitian ini sebagai usaha untuk menjaga keberadaan budaya, meliputi sistem pengetahuan serta teknologi tradisional pembuatan kertas gendhong. Eksistensi kertas gendhong merupakan warisan local genius masyarakat nusantara. Proses pembuatan kertas gendhong memiliki sejarah serta nilai budaya yang kaya. Berdasarkan uraian latar belakang maka pertanyaan penelitian diarahkan pada dua hal sebagai berikut; Bagaimana eksistensi kertas gendhong sebagai warisan budaya lokal yang berorientasi pada tradisi Pesantren Tegalsari?; Bagaimana rekonstruksi proses pembuatan kertas gendhong Ponorogo?. Ketertarikan dan landasan dalam penelitian ini bertujuan mengungkapkan aspek eksistensi kertas tradisional gendhong terhadap nilai-nilai budaya pondok pesantren Tegalsari, sehingga dapat mengungkap sistem budaya yang berkembang saat itu. Selain itu juga untuk merekonstruksi kembali proses pembuatan kertas gendhong, sebagai upaya melestarikan kertas gendhong sebagai warisan budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian awal terhadap eksistensi keberadaan kertas gendhong. Sehingga usulan penelitian pemula ini merupakan langkah awal rekonstruksi proses pembuatan kertas gendhong untuk pemberdayaan masyarakat Tegalsar

    STYLE DADAISME PADA DESAIN KEMASAN PARFUM LOKAL MONJI SEBAGAI STRATEGI PROMOSI UNTUK MERESPON TREN UNBOXING DI MEDIA SOSIAL

    No full text
    Pada era modern kemasan dapat digunakan sebagai bagian promosi untuk mencapai target pasar bahkan menaikkan penjualan. Sebagai alat komunikasi, kemasan juga harus dapat mengikuti perkembangan jaman dan merespon tren terbaru. Fenomena menarik terkait kemasan yang sering muncul di beranda media sosial seperti Tiktok yaitu tren unboxing yang dilakukan pada saat melakukan pembelian. Video unboxing sendiri biasa digunakan oleh konten kreator untuk mereview suatu produk yang ingin diiklankan. Parfum lokal di Indonesia mulai marak dijual secara online kira-kira pada tahun 2019. Salah satu parfum lokal yang masuk ke kancah persaingan industri parfum yaitu Monji Perfumery yang berasal dari kota Solo. Salah satu strategi untuk merespon tren unboxing yang dapat diterapkan Monji Perfumery untuk mendapat perhatian target audiencenya secara online yaitu membuat visual desain kemasan yang menarik. Pada penelitian ini penulis menerapkan style dadaisme dengan teknik kolase digital pada desain kemasan parfum Monji. Style dadaisme dengan teknik kolase digital dipilih karena sesuai dengan target audience Monji yaitu generasi y dan z yang aktif di media sosial terutama Tiktok dan menyukai sesuatu yang unik dan artsy. Perancangan ini menggunakan pendekatan metode design thinking Eric Karjaluoto yang secara umum dibagi menjadi empat tahapan utama yaitu discovery, planning, creative, dan application. Melalui perancangan ini diharapkan desain kemasan yang di buat dapat menjadi strategi promosi untuk menaikkan penjualan. Hasil dari perancangan yang telah dilaksanakan tersebut menggambarkan bahwa style dadaisme yang diterapkan pada desain kemasan parfum lokal monji sebagai strategi promosi untuk merespon tren unboxing di media sosial berhasil mencapai tujuannya. Hal tersebut dapat dilihat dari feedback dari hasil view, likes, komen, save, share, dan konversi pembelian yang di dapat dari unggahan para konten kreator melalui video media sosial Tikto

    POLA PENCITRAAN KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TENGAH DALAM LOGO DAN TAGLINE

    No full text
    Penggunaan logo menunjukkan orientasi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengkomunikasikan pesan tentang citranya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memaparkan mengenai unsur-unsur brand identity dan pola pencitraan daerah dalam konteks city branding kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang difokuskan pada analisis isi logo dan tagline. Di sisi lain, pendekatan kuantitatif diterapkan untuk mengukur tingkat relevansi aspek-aspek kunci dalam desain logo. Dalam analisis, pendekatan signature, analisis unsur brand visual identity, serta analisis pertimbangan desain logo untuk menentukan kriteria desain logo yang baik, analisis model brand DNA, dan citra daerah. Hasil penelitian menunjukkan (1) bahwa jumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang diteliti yaitu 35, ditemukan bahwa 20 entitas daerah telah menerapkan strategi visual melalui penggunaan logo dan tagline. (2) Kecenderungan logo city branding kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggunakan signature lengkap dengan jenis logo abstract/symbolic mark. Warna biru mendominasi pilihan, diikuti hijau dan hitam. Unsur alam dan budaya menjadi inspirasi dalam desain logo. Jenis huruf Miscellaneous dan Script dengan huruf Sans Serif mendominasi tagline. Mayoritas tagline disusun dalam Bahasa Inggris. Analisis logo city branding menunjukkan keseluruhan unsur yang baik seperti original, mendukung budaya lokal, simple, persuasif, memorable. Brand DNA menegaskan dominasi nilai-nilai budaya, potensi pariwisata, dan keindahan alam di Jawa Tengah, sementara citra daerah menyoroti fokus dengan penekanan pada lokasi, alam, dan sejarah. Kesimpulannya, karena setiap daerah merupakan unit rumit yang terdiri dari keanekaragaman budaya, sosial, geografis dan politik yang kaya. Ini berarti ketika satu detail disajikan, detail lainnya mungkin hilang

    IM PAGEANT BODY CHECKING TANAM TUAI

    No full text
    Im Pageant Body Checking Tanam Tuai merupakan pengamatan terhadap nilai sikap yang berdasarkan dari pengalaman empiris di dunia Beauty Pageant dan model, dimana banyak praktik yang melibatkan nilai sikap dan sifat yang mempengaruhi perilaku dalam berkehidupan dimasyarakat. Banyaknya isu dan fenomena tentang terkikisnya nilai moral menjadi penting untuk dikaji kembali tentang bagaimana manusia berperilaku. Berdasarkan dari pengamatan dan pengalaman empiris pengkarya melihat adanya konsep tanam tuai didalam perjalanan setiap individu yang kemudian mempengaruhi cara individu bertindak. Konsep tanam tuai juga berkorelasi dengan syair Gurindam Duabelas yang merupakan karya sastra karangan Raja Ali Haji. Fasal Keempat Gurindam Duabelas membahas tentang tabiat yang ada pada diri manusia. Im Pageant Body Checking Tanam Tuai berfokus terhadap nilai sikap dan perilaku manusia berdasarkan hasil pengalaman yang kemudian dikaji kembali melalui konsep Body Checking Tanam Tuai dengan spirit Gurindam Duabelas. Hasil dari perjalanan manusia melahirkan sifat yang didalamnya mengandung nilai moral, nasihat, petuah hidup, dan budi pekerti yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Metode dalam penciptaan karya ini, yaitu: Re- Visiting, Re-Questioning, Re-Interpretating dan Langkah Penciptaan. Metode 3R menghasilkan dan melahirkan sebuah proses refleksi yang berdasar dari pengalaman empiris dan latar belakang budaya individu. Proses Penciptaan berdasarkan dari Konsep Garapan, Isi Karya, dan Langkah Penciptaan. Melalui karya Im Pageant Body Checking Tanam Tuai, memberikan tawaran mengenai refleksi diri terhadap perilaku sebagai sesama manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat

    OPTIMALISASI UMKM DESA BAGOR, MIRI SEBAGAI PENOPANG OBYEK WISATA THE NEW KEMUSUK, SRAGEN MELALUI PELATIHAN ASPEK PEMASARAN MEDSOS INSTAGRAM DAN PRODUK KEMASAN (PACKAGING)

    No full text
    Objek wisata religi The New Kemukus yang terletak di Kecamatan Sumberlawang, Sragen terus dipercantik yang dulu dikenal karena stigma negatifnya itu, kini telah bertransformasi menjadi ikon wisata baru di Bumi Sukowati. Pemkab Sragen mengalokasikan anggaran pembangunan serta mempersiapkan badan layanan umum daerah (BLUD) untuk mengelola Gunung Kemukus. Wilayah The New Kemukus terletak dari bagian wilayah Desa Bagor, Miri, Sragen sebagai desa agraris dengan kondisi sosial budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur masyarakat yang memiliki 18 UMKM, seperti produk olahan makanan, konveksi, kuliner, mainan anak, dan usaha lainnya. Pemberdayaan masyarakat merupakan konsep pembangunan ekonomi pada masyarakat yang merangkum nilai-nilai masyarakat untuk membangun cara pandang baru masyarakat terhadap diri dan lingkungannya yang bersifat people centered, partisipatif, pemberdayaan, dan berkelanjutan. Beberapa pelatihan dalam rangka peningkatan baik secara produk, baik kuantitas, pengolahan produk olahan maupun aspek manajerial lainnya. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ini dari observasi terdiri 2 (dua) aspek, seperti belum adanya kemampuan promosi di medsos Instagram dan kemasan (packaging) dalam meningkatkan pemasaran produknya. Hootsuite Social trends 2021 menyebutkan bahwa Instagram menduduki posisi pertama sebagai platform media sosial paling efektif untuk mempromosikan bisnis. Instagram memiliki penetrasi tinggi langsung ke pasar sebesar 70%, sehingga berbagai bisnis mengikuti trend untuk menggunakan Instagram dalam mempromosikan produknya. Kegiatan ini sesuai Rencana Induk PPM ISI Surakarta bidang fokus PPM Penerapan Seni dan Teknologi Tepat Guna pada PPM untuk rekayasa aplikasi teknologi berbasis seni yang bertujuan Penerapan seni untuk diversifikasi produk kreatif. Metode kegiatan pendampingan promosi medsos (Instagram) dan kemasan menggunakan metode Design Thinking (Gavin Ambrose dan Paul Harris, 2010) melalui tahapan, yaitu : Define, Research, Ideate, Prototype, Select, Implementation, dan Learn. Luaran wajib PKM berupa artikel ilmiah (submitted) di jurnal terindeks Sinta, presentasi hasil kegiatan, Surat Keterangan Penerapan IPTEKS dari mitra, serta luaran tambahan berupa publikasi kegiatan di media massa, dan ajuan KI berupa Hak Cipta Desain Feed Instagram UMKM Desa Bagor

    PEMBERDAYAAN PEMUDA DENGAN PEMBEKALAN TEKNIK UKIR KAYU SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN TENAGA UKIR KAYU YANG SEMAKIN LANGKA DI DESA SERENAN KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN

    No full text
    Desa Serenan memiliki sekitar lebih dari 200 (dua ratus) pelaku usaha industri rumah tangga permebelan, yang memproduksi berbagai mebel kayu seperti meja, kursi, almari, hiasan dinding dan sebagainya. Desa ini pernah berjaya di masa lalu, dikenal dengan sebutan sentra ukir kayu yang cukup terkenal di jamannya. Namun kini eksistensinya mulai tergerus perlahan. Pemuda pengrajin kayu desa Serenan masa kini hanya berfokus pada desain ukir sederhana, yang mudah untuk dikerjakan. Sedangkan persaingan semakin tinggi, terutama dengan industri mebel besar. Selain itu, teknik penjualan yang masih konvensional juga menyumbang efek domino yang bermuara pada rendahnya pemasukan mereka. Pemuda pengrajin kayu desa Serenan kini mulai menyadari pentingnya memberikan “nilai tambah” pada produk kayu mereka, yaitu dengan menambahkan elemen ukir kayu yang memiliki nilai estetika tinggi, Namun mereka terhambat dengan minimnya kemampuan ukir kayu, sedangkan para maestro ukir kayu di desa Serenan kini sudah tidak mampu memberikan pelatihan ukir kayu secara komprehensif dikarenakan keterbatasan kondisi fisik mereka. Oleh karena itu, program PKM ini hadir untuk memberikan wawasan dan pelatihan ukir kayu, mulai dari desain, ukir, hingga finishing. Pelatihan pemasaran secara online melalui media sosial juga diberikan dalam rangka mengatasi rendahnya pembelian yang disebabkan karena target pasar yang sangat terbatas (efek praktek penjualan konvensional)

    EKSOTISME RELIEF CANDI PENATARAN DALAM VISUAL WAYANG BEBER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karya dua dimensi, berupa karya hasil eksplorasi relief candi Penataran dengan gaya wayang beber. Selain itu relief candi Penataran dapat menjadi background karya-karya lukis wajah meski berupa sketsa. Menggunakan material kaca dan akrilik, dengan menerapkan tehnik manual dan CNC. Menggunakan metode pendekatan masalah miliknya I Wayan Seriyoga Parta untuk memcahkan masalah di lapangan dan pendekatan Artistik milik Monrue Bardsley yaitu kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Adapaun untuk perwujudannya menggunakan teori milik SP Gustami, yang dikenal dengan tiga tahap enam langkah. Tidak menutup kemungkinan akan digunakan teori lain guna menyempurnakan penciptaan karya ini. Diharap karya-karya yang tercipta dapat menginspirasi para perajin dan seniman di Blitar dalam menghasilkan karya. Demikian secara tidak langsung akan menanamkan kecintaan masyarakat terhadap budaya peninggalan nenek moyang berupa candi, selain juga dapat meningkatkan referensi produk souvenir yang dijual di obyek-obyek wisata di Blitar. Kata kunci: Relief, candi, Penataran, lukis, kac

    DIGITALISASI NASKAH DAN DOKUMENTASI VIDEO PERTUNJUKAN TEATER GAPIT TAHUN 1980-AN DI SURAKARTA

    No full text
    Dalam bidang teater, Surakarta tidak pernah dilihat, padahal kota ini pada era tahun 1980-an pernah berdiri kelompok Teater Gapit yang turut mewarnai wajah teater modern Indonesia. Capaian estetika Teater Gapit di tahun 1980-an menjadi penting untuk dilihat kembali, baik dijadikan sebagai obyek kajian penelitian, maupun bahan pembelajaran teater. Penelitian tersebut selama ini terkendala, karena semua video pertunjukan masih dalam format VHS, dan tidak tersedianya alat pemutar VHS menjadikan dokumentasi tersebut tidak pernah dapat diakses. Begitu juga keberadaan naskah drama Teater Gapit yang berbentuk buku kumpulan naskah drama, menjadikan naskah tidak mudah untuk diakses dan dimainkan. Oleh karena itu, dibutuhkan digitalisasi terhadap naskah drama dan semua dokumentasi pertunjukan Teater Gapit yang terdapat di perpustakaan Taman Budaya Surakarta (TBS). Digitalisasi terhadap naskah dan dokumentasi pertunjukan Teater Gapit tidak hanya akan mendudukkan Surakarta dalam perkembangan teater modern di Indonesia, tetapi juga memperkaya bahan pembelajaran teater bagi Prodi Teater di ISI Surakarta

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇