7065 research outputs found
Sort by
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN ALAT PERAGA EDUKASI DENGAN PRINSIP 4R UNTUK PEMBERDAYAAN GURU RA AT TAQWA SAPEN, MOJOLABAN, SUKOHARJO, JAWA TENGAH
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Karya Seni (PKM KS) di Raudhatul Athfal At-
Taqwa (RA At-Taqwa) bertujuan untuk membina kreativitas dalam karya seni dan
meningkatkan kemampuan serta kompetensi guru-guru RA dalam memanfaatkan limbah
sampah sebagai bahan pembuatan Alat Peraga/Permainan Edukatif (APE). Pendekatan ini
mengusung konsep aman bagi anak, ramah lingkungan, bersumber dari bahan yang mudah
diperoleh dari lingkungan sekitar, dengan biaya pembuatan rendah, dan menerapkan prinsip
4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace).
Metode pelaksanaan mencakup pelatihan, pendampingan, dan demonstrasi kepada guru-
guru RA At-Taqwa. Strategi pelaksanaan melalui Participatory Action Research (PAR)
memberikan penekanan pada pemberdayaan, di mana guru-guru didorong untuk meningkatkan
kreativitas dalam memanfaatkan bahan bekas sebagai alternatif pembuatan APE. Program ini
juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekolah dengan
mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya
menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemanfaatan potensi kreativitias
anak dalam proses pembelajaran. Terbatasnya penggunaan APE belum optimal
mengembangkan potensi kreatif anak. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan
antara potensi kreativitas anak dan penggunaan sumber daya yang tersedia dalam
pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan mengenai pemanfaatan barang-
barang bekas menjadi salah satu solusi sebagai sarana untuk merangsang dan mengembangkan
kreativitas anak dalam proses belajar-mengajar
PENDAMPINGAN TEATER UNTUK KONTEN VIDEO PROMOSI UMKM KERIPIK SINGKONG DI DUKUH MIRI, DESA BULU, KECAMATAN POLOKARTO, KABUPATEN SUKOHARJO
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting bagi perkembangan
ekonomi masyarakat. Terbukti, saat krisis moneter pada 1998 serta pandemi Covid-19 sejak
2020, UMKM mampu menjadi pendorong bangkitnya perekonomian di Indonesia. Dukuh Miri,
Desa Bulu, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo merupakan wilayah dengan potensi
pangan berupa singkong yang diolah menjadi keripik. Usaha keripik singkong telah menjadi
bagian integral dari perekonomian lokal di Dukuh Miri, Desa Bulu, Kecamatan Polokarto,
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Produksi keripik singkong ini pemasarannya masih sangat
terbatas, hanya sekadar “getok tular” dan disetorkan dari warung ke warung terdekat. Hal ini
menjadikan pemasaran produk ini masih sangat terbatas. Melalui pendampingan konten video
promosi dan pengembangan e-commerce, usaha ini diharapkan mengalami perkembangan yang
signifikan dalam pemasaran dan distribusi produknya. Program ini bertujuan 1) melakukan
pendampingan teater untuk penguatan konten promosi UMKM Keripik Singkong di Dukuh
Miri, Desa Bulu, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, 2) melakukan pendampingan
desain promosi seperti logo dan kemasan produk keripik singkong di UMKM tersebut.
Pelaksanaan program meliputi 1) mengidentifikasi masalah, melakukan wawancara dan
pengamatan, 2) pembuatan konten video m.elalui tahapan pra produksi, produksi, dan pasca
produksi, 3) perancangan logo dan kemasan. Pelaksanaan perancangan kemasan sekaligus
mencakup sesi pemotretan produk, serta 4) evaluasi konten video, desain logo dan kemasan
mencakup faktor ketepatan dan kesesuaian konten dan rancangan dengan tujuan serta nilai dan
etika yang berlaku dalam komunikasi pemasaran. Luaran program pengabdian ini antara lain,
1) konten video promosi, 2) desain logo dan kemasan, 3) pendaftaran HKI-hak cipta, 4) artikel
ilmiah, dan 5) publikasi media mass
PENERAPAN KOMPOSISI ELEKTRONIC DANCE MUSIC TRIBAL UNTUK PERTUNJUKAN TARI SISWA TUNA RUNGU DI KARANGANYAR
Penelitian terapan kali ini menitik-beratkan masalah pada persoalan bagaimana komposisi musik EDM Tribal diaplikasikan sebagai pendekatan komposisi musik untuk mengoptimaliasi kerja teknologi Budmer Golbrator yang secara khusus diperutukkan bagi bentuk karya tari dengan pelaku Siswa Tuna Rungu. Penelitian ini dikembangkan sebagai sebuah model penciptaan musik dengan penerapan sebuah gaya dan karakter musik untuk mengoptimalisasi kerja teknologi alat pembantu respon musikal Tuna Rungu dalam sebuah pertunjukan. Capaian Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) pada penelitian ini adalah level 6 yaitu perwujudan demonstrasi model atau prototipe karya musik dengan pendekatan komposisi EDM Tribal yang relevan untuk diterapkan secara khusus pada karya tari siswa Tuna Rungu.
Kata kunci: optimalisasi teknologi, budmer golbrator, gaya komposisi EDM Tribal, pertunjukan tari, Tuna Rung
CINEMATIC LOOK VIDEO: INTERPRETASI DAN PREFERENSI VIDEO SINEMATIK MASYARAKAT DIGITAL ERA MEDIA SOSIAL
Istilah sinematik dewasa ini menjadi istilah yang selalu disematkan pada sebuah
video estetik oleh masyarakat digital di era media sosial. Klaim video sinematik banyak
bermunculan di platform Youtube atau Instagram. Lebih jauh dari itu, klaim istilah
sinematik pada video estetik di media sosial menjadi rancu karena tidak lagi sesuai
dengan kaidah-kaidah film, asal mula istilah sinematik digunakan. Sinematik secara garis
besar memiliki arti berkenaan atau berhubungan dengan film. Penelitian ini dimaksudkan
untuk menggali alasan dan kebenaran pergeseran makna istilah sinematik dan video
sinematik di era media sosial. Fokus persoalannya meliputi interpretasi dan preferensi
video sinematik masyarakat digital. Masyarakat digital dalam penelitian ini diwakili oleh
Generasi Milenial dan Gen Z karena kedua generasi dekat dengan sentuhan
perkembangan teknologi digital.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif.
Pemilihan metode tersebut dinilai tepat karena fokus penelitiannya adalah mencoba
memahami fenomena empiris terkait pemahaman dan kecenderungan kelompok
masyarakat digital terkait istilah sinematik dan video sinematik dalam bentuk paparan
yang deskriptif dan mendalam. Teknik pengumpulan datanya menggunakan model
triangluasi yakni data dokumen, wawancara, dan kuosioner untuk dengan pendekatan
komparatif. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data kesimpulan yang lebih konkret
dari hasil analisis ketiga metode pengumpulan data yang diperbandingkan satu sama lain.
Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan kajian bagi mahasiswa dan
masyarakat yang lebih luas dalam bidang keilmuan audio visual, baik sinematografi
ataupun videografi
INSTAGRAM FILTER WITH AR TECHNOLOGY AS AN INNOVATION FOR INTRODUCING FAUNA TO GENERATION Z IN INDONESIA
Fauna preservation is a crucial undertaking necessary for sustaining the survival of animal
species globally. However, the issue of wildlife conservation often lacks widespread
recognition, particularly among individuals aged between 13 and 28 years old, commonly
referred to as Generation Z. To address this gap, the author proposes a solution utilizing
Augmented Reality (AR) technology through Instagram filters to introduce fauna to the
Generation Z demographic in Indonesia. Employing the Double Diamond method,
consisting of four key stages (Discover, Define, Develop, and Deliver), the author aims to
develop an effective solution for fauna preservation in Indonesia. The research findings
indicate that Instagram filters incorporating AR technology significantly enhance the
public's understanding of fauna in Indonesia. Furthermore, these filters successfully
capture the attention of the public, particularly the younger generation, known for their
preference for engaging and captivating content. Consequently, Instagram filters
leveraging AR technology emerged as an innovative solution for fauna preservation in
Indonesia
PERANCANGAN INTERIOR CREATIVE HUB DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK DI KOTA SURAKARTA
Perancangan Interior Creative Hub daur ulang sampah plastik di kota Surakarta ini bertujuan untuk menunjang kegiatan dan gerakan-gerakan lingkungan yang ada di kota Surakarta dalam upaya penanganan sampah. Beberapa Solusi umum untuk mengurangi produksi sampah di masyarakat diantaranya adalah dengan sosialisasi, gerakan lingkungan, kebijakan pemerintah yang mendukung, serta pengembangan industri daur ulang sampah. Salah satu cara lain untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan konsep Sustainable Design pada objek rancang produk – produk yang berhubungan langsung dengan Masyarakat. Konsep Sustainable Design ini merupakan penjabaran dari konsep Sustainable Development, yang menitik beratkan pada konsep filosofi perancangan obyek fisik, lingkungan binaan, dan layanan yang mematuhi prinsip-prinsip ekonomi, sosial dan ekologi yang berkelanjutan. Dengan dibangunnya Creative Hub, diharapkan dapat menjadi ruang yang menyediakan wadah untuk melakukan riset dan memberikan edukasi tentang pentingnya konsep Sustainable Design untuk menyadarkan masyarakat dan menularkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Kata kunci: Creative Hub, Daur Ulang, Perancangan Interior, Sampah Plastik, Sustainable Design
KACAMATA SEBAGAI BAGIAN DARI OUTFIT GENERASI MILENIAL DALAM KARYA CETAK SILKSCREEN
Laporan penciptaan Karya Tugas Akhir yang berjudul “Kacamata Sebagai Bagian Dari Outfit Generasi Milenial Dalam Karya Cetak Silkscreen” ini mengeksplorasi penggunaan kacamata sebagai bagian dari outfit di kalangan generasi milenial, yang berfungsi tidak hanya sebagai alat bantu penglihatan tetapi juga sebagai aksesori fesyen untuk mengekspresikan identitas diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Berawal dari ketertarikan pada tren outfit berwarna – warni, penciptaan karya ini menggunakan pendekatan gaya visual Pop Art dan teknik cetak silkscreen untuk menciptakan karya seni grafis. Karya tersebut menampilkan berbagai aktivitas dan gaya hidup milenial dengan kacamata sebagai fokus utamanya, menggambarkan situasi seperti toko kacamata, olahraga skateboard, festival musik, dan berjemur di kolam renang. Penelitian ini juga mengangkat aspek budaya konsumtif generasi milenial, di mana kacamata menjadi bagian integral dari gaya hidup mereka. Hasil karya ini diharapkan dapat menginspirasi semua Kalanga muda hingga tua mengenai pentingnya kacamata Gaya dalam berfesyen
Pidato Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Drs. R.M. Pramutomo., M. Hum. : PANORAMA ETNOKOREOLOGI NUSANTARA
Pidato ini mengkaji perkembangan etnokoreologi sebagai cabang ilmu yang mempelajari tari etnik dalam konteks budaya, yang berakar pada tradisi antropologi dan estetika. Etnokoreologi muncul pasca-Perang Dunia II sebagai upaya memahami tari sebagai ekspresi budaya dalam lingkungannya. Contoh penerapan disiplin ini di Indonesia mencakup Bedaya Ketawang di Surakarta dan Tayub di Gunung Kidul, yang merepresentasikan hubungan tari dengan ritual. Selain itu, pengaruh luar, modernisasi, dan industri kreatif mengubah konfigurasi budaya tari di Nusantara. Etnokoreologi berfungsi sebagai medium untuk mempertahankan identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman. Kajian ini menyoroti pentingnya pemahaman tradisi tari secara multidisipliner dan pelestarian yang memperhatikan konteks lokal. Pendekatan fungsionalisme dalam etnokoreologi juga digunakan untuk mengeksplorasi fungsi sosial, estetika, dan ekonomi dari tarian tradisional
PERISTIWA DIBALIK TEMPAT IKONIK DI SURABAYA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Penciptaan karya seni lukis tugas akhir ini berangkat dari pengalaman
seorang penulis yang lahir dan dibesarkan di kota metropolitan yaitu Surabaya.
Kota Surabaya selain disebut sebagai kota metropolitan juga kerap dijuluki kota
pahlawan karena memiliki sejarah perjuangan bangsa pada masa penjajahan 10
November 1945. Banyak bangunan cagar budaya yang menjadi saksi bisu
perjuangan arek-arek Surabaya kini dijadikan sebagai tempat ikonik sehingga
menarik untuk dijadikan sebagai sumber ide penciptaan karya seni lukis.
Konsep non visual yang dihadirkan pada penciptaan karya tugas akhir ini
terdiri 8 tempat ikonik bersejarah spesifik tentang kepahlawanan. Konsep visual
penciptaan tugas akhir ini menggunakan gaya kartun karena dianggap sesuai
dengan karya penulis.
Penciptaan karya tugas akhir ini menggunakan landasan penciptaan yang
dikemukakan oleh L.H. Chapman. Menjelaskan 3 tahapan, yaitu: 1). Upaya
menemukan gagasan, 2). Menyempurnakan, mengembangkan, dan pemantapan
gagasan awal, 3). Visualisasi ke dalam medium.
Hasil karya seni lukis tugas akhir dengan tema “Peristiwa Dibalik Tempat
Ikonik di Surabaya” diharapkan dapat memberikan wawasan baru untuk khalayak
luas yang masih belum mengerti sejarah singkat pada masing-masing bangunan
tersebu
MODEL OF DAN FOR BINDU MATOGUH SEBAGAI SISTEM SOSIAL DALAM KARYA SENI MASYARAKAT BATAK TOBA SUMATRA UTARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat model for dan model of dari sisitem social Bindu matoguh Masyarakat Batak Toba. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutik dan partisipatif, peneltian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi partisipasi, wawancara dan FGD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bindu Matoguh telah mengalami proses transformasi dari model of dan model for yang berkembang di masyarakat. Terutama pada media yang digunakan, yakni dari bentuk ornament hingga dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap bertumpu pada model of dan model for Bindu Matoguh. Dari hasil penelitian yang bersifat partisipatif juga menemukan bahwa. Bindu Matoguh ini juga teraplikasi dalam pertunjukan yang di lakukan, seperti warna yang dipilih, jumlah pemaion dan Gerakan tubuh yang terpola pada Bindu Matoguh.
Kata Kunci: Model Of dan Model for, Bindu matoguh, Festival 100 Tenda, Batak Tob