Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    PERANCANGAN INTERIOR SULUR CREATIVE AGENCY DENGAN GAYA SCANDINAVIAN DI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kota Yogyakarta merupakan kota yang kaya akan seni, tradisi, dan budaya di Indonesia, menciptakan konteks yang unik untuk eksploitasi seni dalam berbagai bentuk, termasuk desain interior. Perancangan Sulur Creative Agency ini menjadi objek perancangan untuk menggali dan mengimplementasikan Batik Cemukiran dengan Gaya Scandinavian dan pendekatan konsep grow creativity dalam perancangan interior Sulur Creative Agency ini. Perancangan ini bertujuan mengidentifikasi manfaat desain interior berbasis budaya lokal, seperti Batik Cemukiran di Yogyakarta, serta mengintegrasikan elemen gaya Scandinavian yang dikenal dengan kesederhanaan, fungsionalitas, dan estetika yang bersih. Metode perancangan yang digunakan dengan acuan Pamudji Suptandar, yaitu input, sintesa/analisis, dan output. Manfaat dari perancangan ini mencakup lebih lanjut keberlangsungan desain interior serta berkelanjutannya seni Batik Cemukiran, penerapan gaya Scandinavian, dan konsep grow creativity, serta kontribusi terhadap pelestarian seni batik tradisional sebagai integral dari identitas budaya Yogyakarta. Diharapkan bahwa penggunaan desain interior yang menggabungkan budaya lokal dan gaya Scandinavian di Sulur Creative Agency dapat mendorong perusahaan lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih kreatif, fungsional, dan inspiratif. Penerapan pendekatan konsep grow creativity dalam desain interior diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kepuasan karyawan. Dampak dari pendekatan ini diharapkan tercermin dalam peningkatan daya saing perusahaan di industri creative agency yang kompetitif. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak positif dari desain interior berbasis budaya lokal dan gaya Scandinavian, yang mencakup peningkatan kreativitas dan produktivitas karyawan, serta kepuasan kerja, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja Sulur Creative Agency dalam memanfaatkan warisan budaya lokal dalam konteks bisnis modern

    GIGS UNDERGROUND YOGYAKARTA DALAM FOTOGRAFI SERI

    No full text
    Gigs Underground adalah pertunjukkan musik yang diselenggarakan dengan skala yang kecil dan menampilkan beberapa aliran musik underground seperti rock, punk, metal, hardcore, dan lainnya. Yogyakarta hingga sekarang masih aktif dalam menggelar gigs underground, terbukti dengan adanya gigs underground yang digelar setiap minggunya. Gigs Underground biasa digelar pada tempat dengan skala yang kecil seperti café, bar, coffee shop, dan lainnya. Dengan tempat yang kecil maka kapasitas penonton terbatas, set up panggung yang sederhana serta digelar tanpa adanya pagar pembatas antara musisi dan penggemar membuat terciptanya interaksi-interaksi antara musisi dan penggemar seperti bernyanyi bersama dalam satu microphone hingga menari bersama. Banyak cara penggemar menikmati aksi panggung musisi favoritnya salah satunya adalah dengan menari moshing, tiap aliran musik dalam panggung gigs underground memiliki karakter penonton yang berbeda. Aktivitas yang terjadi dalam gigs underground menjadi daya tarik dalam penciptaan karya tugas akhir yang dibuat. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya tugas akhir ini dengan melalui pendekatan fotografi. Dalam penciptaan tugas akhir karya yang dibuat menggunakan 2 teknik fotografi yaitu eksplorasi penggunaan shutter (rana) dan teknik curtuan sync dengan menggunakan flash eksternal. Dalam penciptaan tugas akhir karya ini menggunakan pencahayaan mix light, perpaduan antara cahaya panggung dengan flash eksternal. Penciptaan karya ini memvisualisasikan aktivitas-aktivitas yang terkandung dalam berlangsungnya 6 pertunjukkan dalam panggung gigs underground Yogyakarta dan menghasilkan 25 karya foto yang dimuat kedalam 4 sajian tema seri seperti musisi, penonton, interaksi dan suasana. Fotografi seri adalah foto-foto yang terdiri atas lebih dari satu foto tetapi memiliki tema yang sama

    PERBANDINGAN DESAIN KARAKTER SUPERHERO PADA KOMIK GUNDALA TAHUN 1969-2019 DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHANNYA

    No full text
    Komik Gundala menjadi salah satu komik superhero Indonesia yang memiliki popularitas yang cukup tinggi. Dengan adanya komik-komik baru yang rilis dengan mengikuti perkembangan zaman, Gundala masih tetap eksis dan mendapat banyak respon dari masyarakat. Salah satu responnya adalah perhatian masyarakat terhadap perubahan desain karakter Gundala yang berbeda dari tahun 1969 dengan komik Gundala yang rilis di tahun 2019.Perubahan desain karakter ini tentu terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunkana teori dari McCloud sebagai teori pendekatan analisis untuk menjabarkan apa saja variabel yang membentuk suatu karakter superhero. Serta menggunakan terori Soewardikoen untuk mencari faktor yang mempengaruhi perubahan desain karakter.Pada komik Gundala Putra Petir 1969 , Gundala Tirani Keadilan 2019, dan Gundala Takdir (Movie Adaptation) mengalami perubahan signifikan pada aspek seperti inner life, visual distinction, dan expressive traits. Hal ini dipengaruhi oleh aspek produksi (perkembangan teknologi cetak dan digital, teknik penciptaan visual, kapasitas media dan platform distribusi) dan aspek imaji (humanisme universal,, budaya massa, keyakinan dan tradisi) Perubahan desain ini mencerminkan transformasi Gundala dari sosok pahlawan yang sangat dipengaruhi oleh elemen- elemen budaya massa dan budaya, lokal, menjadi karakter yang lebih realistis dan relevan dengan kondisi zaman dan harapan pembaca modern. Kata Kunci: komik, Gundala, desain karakter, superhero, McClou

    “TO SAMA”

    No full text
    Kehadiran Bissu sebagai penghubung antara manusia dan Dewa dipercayai oleh masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan karena memiliki pengetahuan tentang tradisi, sisilah keluarga, adat istiadat, kehidupan sosial di dunia dan kehidupan para Dewata. Zaman dahulu Bissu sangat di istimewakan karena memiliki peran sentral dalam menentukan hajat masyarakat Bugis. Sifat dualitas yang terwujud dalam tubuh Bissu ialah laki-laki dan perempuan tetapi dalam jiwanya tidak mewakili gender manapun atau meta gender. Saat ini keberadaan Bissu mulai mengalami pergeseran nilai budayanya karena pandangan masyarakat Bugis terhadap Bissu yang negatif. Karya “To Sama” melihat isu sosial yang terjadi pada komunitas Bissu yang mengalami pergeseran nilai budaya dan aktivitasmya. Metode yang digunakan pada penciptaan karya “To Sama” yaitu Kreasi Artistik oleh Dharsono dengan langkah eksperimen, perenungan dan pembentukan. Karya ini secara keseluruhan membaca isu sosial yang terjadi pada komunitas Bissu. Saat ini Bissu telah melebur dan beraktivitas seperti manusia pada umumnya, tetapi Bissu masih memiliki ruang khusus dari aspek spiritual dan derajat

    KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI KURSI MACAN DI DESA TLOGOTIRTO, KECAMATAN GABUS, KABUPATEN GROBOGAN

    No full text
    Kursi dikenal pada bidang ilmu Desain Interior sebagai elemen pengisi ruang. Secara umum kursi berguna untuk tempat duduk bersama dengan ciri khas bentuk memanjang. Unsur menarik di pengkajian kursi pertama tentang bentuk, makna yang mendasari dari bentuk, kedua fungsi personal, sosial, fisik. Kursi Macan adalah kursi model bangku, objek termasuk karya seni dan desain yang fungsional serta memiliki makna tersendiri. Pesan dari balik bentuk kursi tersebut dikulik untuk mendapatkan ciri serta alasan kepemilikannya dan mengetahui fungsi secara personal, sosial, fisik. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dimana jenis data yang digunakan berupa deskritif dan eksploratif. Metode pengumpulan data yang meliputi pengumpulan data secara primer dan sekunder melalui survei observasi, wawancara dengan narasumber, dan pencarian data dengan mengulik literatur yang ada sesuai bahasan dalam skripsi ini. Teori analisis pada penelitian ini menggunakan semiotika roland barthes, teori estetika fungsi Edmund Burke Feldman, teori ergonomi Julius Panero sebagai pembanding secara antropometri guna mendapat kajian desain pengisi ruang kursi yang baik dan benar mengacu pada ukuran antropometri manusia. Hasil penelitian diharapkan dapat memberi ilmu, informasi dan pengetahuan tentang kursi macan dalam konteks desain interior, seni, estetika, budaya, dan sosial lalu memahami penjelas secara tersurat berupa bentuk dan fungsi kursi macan baik secara tersirat berupa pemaknaan simbolik atau semiotikanya seperti pesan di balik desainnya representasi yang mewakili bentuk dari kursi macan dan stasus sosial para pemakai yang tercipta. Bentuk kursi terpengaruh dari unsur apa saja. Informasi tersebut dapat di manfaatkan baik untuk kalangan terpelajar mahasiswa dan dosen maupun masyarakat umu

    REVITALISASI NDALEM PURWODININGRATAN SEBAGAI HOMESTAY DENGAN KONSEP KAPANGERANAN

    No full text
    REVITALISASI NDALEM PURWODININGRATAN SEBAGAI HOMESTAY DENGAN KONSEP KAPANGERANAN, Tugas Akhir Karya S-1 Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Ndalem Purwodiningratan merupakan sebuah rumah kapangeranan bersejarah di Surakarta, saat ini mengalami penurunan kondisi drastis akibat tidak adanya perawatan. Pada perancangan ini, dilakukan revitalisasi untuk mengalihfungsikan bangunan ini menjadi homestay. Revitalisasi ini dirancang dengan konsep kapangeranan yang bertujuan untuk menyediakan akomodasi dengan sentuhan tradisional Jawa. Perancangan interior untuk homestay ini mengusung tema dan gaya Tradisional Jawa kontemporer, dengan fokus pada pelestarian identitas keaslian Ndalem Purwodiningratan. Desain ini menonjolkan estetika dan kreativitas melalui pilihan furniture, elemen dekoratif yang inovatif dan suasana interior. Homestay ini dilengkapi ddalem Purwodiningratan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang mendukung penyebaran budaya dan sejarah Ndalem Purwodiningratan serta Indonesia. Fasilitas tersebut meliputi restaurant yang menyajikan masakan khas Jawa, ruang pertunjukan untuk budaya tari dan gamelan, workshop batik untuk edukasi mengenai batik Nusantara, serta galeri yang menampilkan sejarah dan seni Ndalem Purwodiningratan. Homestay ini juga memamerkan spot foto dan kebun bunga yang menambah kenyamanan. Fasilitas-fasilitas ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman menginap yang nyaman tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang budaya dan sejarah lokal

    “JALA RAGA”: ALAM DAN FENOMENA SOSIAL BEJI WARINGIN PITU DALAM KARYA MUSIK

    No full text
    Penciptaan karya musik Jala Raga merupakan sebuah eksplorasi artistik yang menggabungkan elemen-elemen musik gamelan Bali dengan suara alam Beji Waringin Pitu seperti gemericik air, suara serangga, dan suara angin yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman audiovisual yang memperkaya hubungan manusia dengan lingkungan alam. Karya ini digubah sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konservasi lingkungan alam Beji Waringin Pitu agar tidak kehilangan nilai sakralitas dan kelestariannya melalui karya musik yang diselaraskan dengan penuh rasa penghormatan. Karya ini bukan hanya merupakan sebuah pencapaian artistik, tetapi juga merupakan sebuah panggilan untuk memelihara dan memperjuangkan keberlanjutan lingkungan alam Beji Waringin Pitu agar tetap sakral dan lestari. Karya ini diwujudkan dengan menggunakan media gamelan Gender Wayang, 5 buah instrumen Reyong, 4 buah Suling, 1 Rebab, Kempur lima nada, vokal, bunyi alam Beji Waringin Pitu, dan pemrograman supercollider. Karya musik Jala Raga terdiri dari tiga bagian pokok, yaitu Macepuk, Waringin Pitu, dan Mulia ka Mula. Bagian Macepuk menggambarkan masyarakat Beji Waringin Pitu berkumpul dengan tekad yang kuat untuk melaksanakan konservasi lingkungan, menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keberlangsungan ekosistem alam Beji Waringin Pitu. Bagian Waringin Pitu menggambarkan fenomena sosial yang terjadi di Beji Waringin Pitu, seperti masyarakat yang mengambil air minum, mandi, dan ritual pembersihan diri. Bagian terakhir yaitu Mulia ka Mula, menggambarkan pemuliaan Beji Waringin Pitu agar mencapai keharmonisan melalui melantunkan nyanyian pemujaan kepada segala elemen yang ada di Beji Waringin Pitu, memainkan melodi dengan hentakan yang tegas dan gembira, dimaknai sikap semangat memperjuangkan dan mempertahankan keasrian dan kesakralan alam Beji Waringin Pitu. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya Jala Raga melalui proses riset artistik, laku doa, dan proses mewujudkan karya seni (latihan, refleksi, revisi), hingga desain dan penyajian karya

    PENERAPAN BRANDING TOUCHPOINT PADA MAJELIS TAKLIM ZAADUL MUSLIM

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masifnya jumlah jamaah Majelis Taklim Zaadul Muslim walaupun konten pengajiannya bersifat tertutup dan eksklusif, penelitian ini menjadi penting karena akan menguak faktor apa saja yang menjadikan Majelis Taklim tersebut begitu diminati oleh para jamaahnya dengan segala kelebihan yang diterapkan secara khas dan dapat menggaet segemen pasar tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengungkap pemikiran yang disebarkan oleh Habib Allwi As-Segaf selaku pendiri Majelis Taklim tersebut, 2. Menjelaskan disiminasi pemikiran melalui aktivitas brand touchpoint yang dilakukan, dan 3. Mengungkap presepsi jamaah terhadap aktivitas Branding yang diterapkan oleh Majelis Taklim Tersebut. Penelitian ini menggunakan metode touchpoint oleh Alina Wheeller yang diterapkan oleh Majelis Taklim Zaadul Muslim melalui pendekatan kualitatif. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami hubungan emosional yang kuat antara jamaah dan Majelis Taklim, yang tercermin dalam tingkat loyalitas dan fanatisme mereka terhadap Majelis Taklim tersebut. Pendekatan kualitatif dari aspek sistim kebudayaan oleh Talcott Parsons digunakan untuk menggali perspektif mendalam dari partisipan terkait dengan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan Majelis Taklim. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat entitas kuat yang menjadi indikator berhasilnya brand touchpoint tersebut yang memberi dampak bertambahnya jumlah para jamaah secara masif dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. Temuan tersebut berupa 1. model dakwah yang disebarkan oleh sosok Habib Alwi As-Segaf selaku pendiri Majelis Taklim beraqidah Asy’ariyah wal Maturidiyyah. 2. Seluruh aktivitas branding touchpoint yang dilakukan oleh Majelis Taklim Zaadul Muslim menghasilkan hubungan emosional yang baik dan citra kelompok yang kuat, 3. Presepsi jamaah terhadap aktivitas branding Majelis Taklim Zaadul Muslim berhasil melekatkan citra sebagai Majelis Taklim yang positif di benak para jamaahnya. Ranah spiritual sangat melekat pada penelitian ini dan ditemukan juga sistim kepercayaan yang sangat otentik pada para jamaahnya, maka rekomendasi untuk keberlanjutan pada penelitian ini akan sangat menarik jika diteliti pada pendekatan antropologi, sehingga diharapkan muncul kebaruan lain dari objek penelitian ini. Penelitian ini juga dapat menjadi alternatif untuk para Majelis Taklim baru dalam mengembangkan branding untuk menarik minat para calon jamaahnya

    KREATIVITAS PENCIPTAAN MEGA DUSTA MELALUI MEKANISME PERTAHANAN EGO SIGMUND FREUD

    No full text
    Penciptaan karya ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas melalui mekanisme pertahan ego pada naskah mega dusta, dengan sudut pandang penyaji yang berupaya melawan kecemasan yang bersemayam dalam diri berwujud duka, trauma maupun rasa bersalah. Naskah drama Mega Dusta karya Agus Prasetya berisi tentang tahapan perjalanan ruh manusia setelah bertemu dengan kematian. Kecemasan dan empiris penyaji menjadi dasar kreativitas penciptaan karya mega dusta sebagai perjalanan mengikhlaskan dan memaafkan diri sendiri. Proses penciptaan karya menggunakan teori kreativitas Graham Wallas dan tahapan penyutradaraan Suyatna Anirun. Deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode penjabaran mekanisme pertahanan ego Sigmund Freud. Terdapat enam bentuk mekanisme pertahanan ego yang diimplementasikan dalam penciptaan karya yaitu denial, reaksi formasi, regresi, sublimasi, rasionalisme, dan pengalihan. Kata kunci : Penciptaan, Kreativitas, Kecemasan, mekanisme pertahanan ego

    PENDAMPINGAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MOOI INDIE DALAM BENTUK EDIBLE ART SEBAGAI STRATEGI INOVASI PEMASARAN WARISAN REMPAH DI SAECA CAFÉ, SURAKARTA

    No full text
    Perancangan edible art rempah Nusantara dengan inspirasi seni lukis mooi indie sebagai rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat akan berkolaborasi dengan mitra UMKM, Saeca, yang fokus pada bisnis minuman rempah dan jamu modern di lingkungan urban. Metode penciptaan produk yang menggambarkan karya seni sejarah rupa dan rempah Nusantara ini akan dilaksanakan sesuai tahapan teori Design Thinking, yakni Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Selain itu, pendekatan penelitian ini melibatkan analisis kualitatif terhadap karakteristik rempah-rempah tradisional Indonesia serta pemahaman mendalam tentang elemen seni Mooi Indie yang meliputi penggunaan warna, pola, dan tekstur. Metode eksplorasi praktis dilakukan melalui perancangan karya Edible Art yang memadukan rempah-rempah dengan teknik aplikasi yang terinspirasi oleh seni Mooi Indie. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang penggunaan rempah-rempah dalam seni kuliner serta memberikan alternatif kreatif dalam merancang pengalaman sensori visual melalui makanan. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang seni kuliner yang menggabungkan unsur-unsur budaya lokal dengan estetika kontemporer. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan produk yang tidak hanya mengangkat nilai budaya lokal, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar yang beragam dalam konteks urban yang modern

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇