7065 research outputs found
Sort by
BENTUK DAN STRUKTUR MUSIK CHANTS PADA SUPORTER BOLA SOLO FANS di SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk dan struktur chants yang dinyanyikan oleh suporter Solo Fans dalam mendukung. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi pada komunitas Solo Fans. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota komunitas Solo Fans, Partisipan observan selama pertandingan Persis Solo, serta analisis lirik-lirik Chants yang dinyanyikan. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul hasil analisis nyanyian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chants Solo Fans memiliki karakteristik yang mendukung terciptanya suasana damai, seperti pesan-pesan positif dalam lirik, penggunaan bahasa yang tidak provokatif, serta melodi yang mudah diikuti dan dinikmati oleh berbagai kalangan. Selain itu, chants ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota komunitas, yang pada akhirnya dapat mengurangi potensi konflik. Temuan ini mengindikasikan bahwa Chants suporter Solo Fans bisa menjadi alat efektif dalam menghadirkan nilai-nilai perdamaian di kalangan penggemar sepak bola. Oleh karena itu, disarankan agar klub sepak bola dan komunitas suporter bekerja sama untuk menciptakan dan menyebarluaskan Chants yang mendukung perdamaian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan citra positif suporter sepak bola di Indonesia dan mendorong terciptanya budaya dukungan yang lebih damai dan konstruktif.
Kata Kunci: Bentuk, Struktur Musik Chant
GAYA MENYANYI MINI SATRIA PADA LAGU LANGGAM JAWA MUSIK KERONCONG STUDI KASUS PEMBAWAAN LAGU “WUYUNG”
Skripsi berjudul “Gaya Menyanyi Mini Satria pada Lagu Langgam Jawa Musik Keroncong (Studi Kasus Pembawaan Lagu Wuyung)” ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada gaya ataupun teknik yang menjadi kekhasan dari Mini Satria dalam menyayikan lagu keroncong.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif secara mendalam. Analisis tersebut diperkuat oleh konsep dasar Alan Lomax tentang gaya dalam teknik menyanyi untuk memaparkan lebih mendalam atas sejumlah pengetahuan teknik vokal dan gaya menyanyi lagu Langgam Jawa yang dibawakan oleh Mini Satria dalam musik keroncong.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menyanyikan lagu keroncong, Mini Satria menggunakan teknik suara berupa luk, gregel, dan nggandul sebagaimana dalam praktik vokal sindhenan. Nuansa nglanggami menjadi sesuatu bagian yang tidak disadari oleh Mini Satria tetapi telah tertanam dalam pengalaman ketubuhannya. Pada saat yang sama, ia menggunakan teknik-teknik penyuaraan yang umum, seperti: pernafasan diafragma, artikulasi, serta bernyanyi sesuai karakter lagu. Teknik tersebut diperkuat dengan Gesture, Mimik Wajah dan Penguasaan Panggung yang dibawakannya pada saat bernyanyi. Mini satria selalu membawakan lagu dengan gaya yang khas yaitu feminim dan kemayu.
Kata Kunci : Mini Satria, Gaya Menyanyi, Musik Keroncong, Langgam Jawa, Lagu Wuyung
BANJARAN ANTASENA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS
Penciptaan karya tugas akhir berjudul Banjaran Antasena Sebagai Ide
Penciptaan Karya Seni Grafis bertujuan untuk melestarikan budaya wayang
melalui visual yang berbeda. Agar generasi muda dapat mengenal cerita dan
karakter tokoh wayang kulit terutama pada cerita Banjaran Antasena. Penulis
menggunakan ide dan gagasan yang berdasarkan dari pengamatan dan
pengalaman pribadi yang kemudian muncul sebuah inspirasi dan menjadikannya
ide gagasan sebagai konsep visual dan non visual. Metode yang akan digunakan
dalam pembuatan karya seni grafis ini mengikuti pendekatan penciptaan yang
dikembangkan oleh Alma Hawkins yang melibatkan tiga tahapan penting:
eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Hasil yang diperoleh dari karya tugas
akhir ini, adalah karya seni cetak grafis silkscreen dengan visual dan deskripsi
yang dihadirkan terinspirasi dari lakon pewayangan Banjaran Antasena. Pesan
dari penciptaan seni grafis ini diharapkan dapat solusi untuk melestarikan
budaya Nusantara khususnya wayang dan juga meneladani sisi positif dari cerita
Banjaran Antasen
Evaluation of System Access Security in The Implementation of MultiFactor Authentication (MFA) in Educational Institutions
Information systems in educational institutions have the potential to be targeted by various parties, especially unauthorized parties, so
they require a higher layer of security to protect sensitive data and secure user access. One solution that can be implemented is the
implementation of Multi-Factor Authentication (MFA), a security approach that utilizes more than one authentication method to
secure access to the system. MFA is a security method that requires more than one way to verify a user's identity when accessing a
system, application, or service that aims to increase security by adding an additional layer of protection beyond using a single passphrase
or password. This research aims to evaluate the effectiveness and impact of implementing MFA in the context of system access security
in educational environments. The research methodology involves surveying system users, statistical analysis, and monitoring access activity
to assess the extent to which MFA is successful in reducing security risks and protecting sensitive information. The research results
show that the use of MFA in educational institutions can significantly increase system access security. Several obstacles that arise become
challenges in solving problems regarding the use of MFA. Therefore, this article also examines recommendations for increasing the
implementation of MFA in educational institutions. It is hoped that this research can contribute to the positive impact of MFA in
improving system access security in the context of educational institutions by optimizing information technology in protecting data
integrity and user access security
KREATIVITAS PENCIPTAAN MEGA DUSTA MELALUI MEKANISME PERTAHANAN EGO SIGMUND FREUD
Penciptaan karya ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas
melalui mekanisme pertahan ego pada naskah mega dusta, dengan sudut
pandang penyaji yang berupaya melawan kecemasan yang bersemayam
dalam diri berwujud duka, trauma maupun rasa bersalah. Naskah drama
Mega Dusta karya Agus Prasetya berisi tentang tahapan perjalanan ruh
manusia setelah bertemu dengan kematian. Kecemasan dan empiris
penyaji menjadi dasar kreativitas penciptaan karya mega dusta sebagai
perjalanan mengikhlaskan dan memaafkan diri sendiri. Proses
penciptaan karya menggunakan teori kreativitas Graham Wallas dan
tahapan penyutradaraan Suyatna Anirun. Deskriptif kualitatif digunakan
sebagai metode penjabaran mekanisme pertahanan ego Sigmund Freud.
Terdapat enam bentuk mekanisme pertahanan ego yang
diimplementasikan dalam penciptaan karya yaitu denial, reaksi formasi,
regresi, sublimasi, rasionalisme, dan pengalihan
TARI SAMAN ACEH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA READY TO WEAR
Tari Saman, yang berasal dari suku Gayo Aceh, adalah tarian tradisional yang melibatkan lebih dari 10 penari laki-laki yang duduk berlutut dan berjajar, melakukan gerakan kompak yang diiringi oleh nyanyian. Dalam penciptaan desain motif ini, tema Tari Saman dipilih untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya. Tari Saman juga menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif batik, yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah berkembang secara unggul dalam desain, teknik, dan proses. Koleksi busana siap pakai (ready to wear) ini menggunakan motif batik yang terinspirasi dari Tari Saman dengan ukuran standar yang umum. Proses penciptaan melalui tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil karya ini meliputi empat desain motif batik yang bersumber dari Tari Saman, empat desain busana siap pakai untuk pria dan wanita, hiasan yang cocok digunakan dalam acara formal dan semi formal, serta video teaser dan katalog
PENCIPTAAN BATIK MOTIF EKSELSA PADA BUSANA CASUAL
Biji kopi ekselsa merupakan salah satu jenis biji kopi yang beredar secara komersial di dunia, termasuk di Indonesia.Biji Kopi Ekselsa memiliki bentuk yang cukup unik mirip dengan tetesan air dan berukuran kecil berbeda dengan varietas biji kopi lainnya.Kekaguman penulis akan biji kopi ekselsa menggugah keinginan untuk membuat karya batik yang mengangkat motif biji kopi ekselsa sebagai sumber ide dan diaplikasikan pada busana casual. Inspirasi yang diambil lebih ke bentuk visual dari biji kopi ekselsa tersebut. Landasan penciptaan pada proses penciptaan tugas akhir ini menggunakan metode penciptaan dengan 3 tahap yang diperkenalkan oleh Gustami, yaitu dimulai dari tahap eksplorasi, dengan melakukan pengamatan melalui media internet. Tahap dua yaitu perancangan desain, dimulai dengan alternatif desain untuk dipilih sebagai motif batik yang diaplikasikan pada busana casualdan terakhir tahap perwujudan yang diterapkan pada keseluruhan karya dengan menggunakan bahan pewarna remasol. Diawali dari proses pola, nyorek, membatik, mewarna, melorod, menjahit hingga finishing. Batik tulis merupakan batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting tulis sebagai alat melekatkan malam.Batik digunakan sebagai motif baju, salah satunya baju casual.Busana casual merupakan busana yang dikenakan sehari-hari dan dalam suasana santai atau tidak formal, namun harus disesuaikan dengan kegiatan yang sedang dilakukan, misalnya dirumah, kuliah, belanja, jalan-jalan.Batik dengan motif Biji Kopi Ekselsa diwujudkan menjadi busana casual dengan menggunakan pewarnaan remasol yang berwarna coklat keemasan, coklat tua, dan hitam sebagai warna utama.Pada karya tugas akhir ini menghasilkan 4 karya yang berjudulMandala, Aamodini, Saujana, Dan Dara
MEMORI AIR: FILM PENDEK INTERPRETASI TRAGEDI DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI, PENGASUHAN DAN MITOS
Karya dari tesis ini adalah film pendek yang berjudul Memori Air. Karya ini akan mengangkat cerita tentang seorang anak bernama Banyu yang menjadi satu-satunya saksi dari tenggelamnya Dhika melalui sebuah film pendek berdurasi 10 menit. Film Memori Air hadir dengan tujuan untuk menceritakan kisah tentang bagaimana anak-anak berjibaku sendiri dengan trauma masa kecilnya namun harus berhadapan dengan prasangka dan rasa tidak percaya orang dewasa. Penciptaan karya ini menggunakan metode riset otoetnografi, karena kisah dalam film berasal dari pengalaman pribadi pengkarya. Metode ini memungkinkan pengkarya untuk mampu menggali lebih dalam isi cerita dengan subjek-subjek terdekat. Memori Air berangkat dari pengalaman pribadi pengkarya, yaitu Dhika dalam film ini terinspirasi dari sosok Amin, kakak kandung pengkarya yang meninggal tenggelam pada usia 7 tahun di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. Proses penciptaan karya ini melewati langkah-langkah mulai dari riset dan observasi, penyusunan skenario, persiapan produksi karya, produksi, pasca-produksi hingga presentasi karya film. Dari penelusuran pengalaman personal inilah pengkarya mendapati hasil bahwa trauma anak-anak tidak bisa dituntaskan sendiri, melainkan harus ada peran orang dewasa, khususnya orang tua untuk membawa anak-anak melampaui dan berdamai. Film ini menghasilkan sumbangsih tidak hanya bagi dunia perfilman dengan nilai-nilai lokalitas, tetapi juga menjadi landasan kuat untuk menggambarkan betapa pentingnya bantuan psikis dalam pemulihan anak-anak dari pengalaman traumatis. Melalui Memori Air, pengkarya ingin menunjukan tentang bagaimana setiap insan seharusnya saling menguatkan dalam sebuah tragedi yang tentu tidak diinginkan oleh semua orang. Sebagai tindak lanjut dari karya ini usai selesai diproduksi, Memori Air akan menyasar audiens dengan kategori SU-BO dan akan diedarkan pada berbagai festival film dan pemutaran film di berbagai kota
PERANCANGAN REBRANDING DAN PENERAPANNYA DALAM MEDIA PROMOSI KASANG KULIM ZOO RIAU
ABSTRAK
PERANCANGAN REBRANDING DAN PENERAPANNYA DALAM
MEDIA PROMOSI KASANG KULIM ZOO RIAU
Oleh
Alya Nur Fadilla
201511013
Kasang Kulim Zoo sebagai objek wisata rekreasi dan edukasi serta sebagai
Lembaga konservasi satwa yang berada dibawah naungan balai konservasi sumber daya
alam (BKSDA) Riau menjadi satu-satunya kebun binatang yang dimiliki oleh provinsi
Riau. Namun, statistik pengunjung mengalami peningkatan yang tidak besar setiap
tahunnya dikarenakan citra negatif yang dimiliki Kasang Kulim Zoo dan kurangnya
kegiatan promosi yang konsisten. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode
kualitatif. Metode penciptaan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode design
thinking. Berdasarkan perancangan yang dibuat, maka tercipta identitas visual yang
meliputi logo, maskot, typography,dan supergrafis. Selain itu juga tercipta media promosi
yang meliputi sosial media dan fisik, stationary, merchandise. Hasil dari perancangan
desain ini diharapkan dapat membantu Kasang Kulim Zoo untuk konsisten dalam
penggunaan media promosi yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan
“GEREJA MUDA”
“Gereja Muda” Praktik Performatif Religiusitas dan Sosial dalam Jurnal Konflik, Rahasia, dan Kepercayaan merupakan karya yang terinspirasi dari kegiatan komunikasi sosial dan religiusitas dalam kehidupan bermasyarakat. Pengkarya mencoba memahami dan membaca ulang kegiatan interaksi antara manusia dengan kepercayaannya dan manusia dengan lingkungan sosialnya. Kesamaan yang terjadi dalam dua kegiatan tersebut adanya aktivitas untuk saling membagi dan menerima informasi yang disuguhkan. Pengkarya melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan sosial dan religiusitas adalah pembacaan jurnal atau catatan sebuah perjalanan yang mengandung konflik dan rahasia dimana hanya dibagikan oleh pihak yang dipercayai dan mempercayai satu dengan yang lain. Pengalaman pengkarya sebagai umat Katolik membawanya untuk membaca ulang praktik performatif yang terjadi dalam ibadah Misa. Penyamaan arah hadap secara massa telah memberi makna pada penyimpanan rahasia dan kepercayaan. Konflik kehidupan disuguhkan dalam ketenangan yang bersifat individualis selama ibadah berlangsung. Penciptaan karya ini menggunakan metode Artistic Research dan Practice-led Research. Tahap artistik, pengkarya telah mengumpulkan jurnal dari beberapa orang selama tiga tahun terakhir dan dibaca kembali untuk digabungkan pada tahap praktik kreatif, metode kreatif dan hasil kreatif menjadi sebuah desain penelitian dan juga sebagai bagian dari hasil penelitian yang diwujudkan dalam bentuk karya performatif. “Gereja Muda” merupakan ruang terbuka untuk saling memberi dan menerima pengalaman kehidupan