Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    PERAN SENI TARI DALAM UPAYA PEMERTAHANAN BUDAYA DAERAH

    No full text
    Penelitian tentang Seni Tari Sebagai Upaya Pemertahanan Budaya Daerah ini menarik untuk dilakukan karena memiliki urgensi yang besar. Kesenian khusunya seni tari memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan di masyarakat. Sementara itu, masyarakat dan budaya hidup berdampingan secara dinamis. Peran seni tari menjadi upaya pemertahanan budaya daerah setempat. Keberadaan budaya daerah yang semakin terkikis oleh akulturasi membutuhkan pondasi dalam membetengi diri untuk menjaga eksistensinya. Masalah dalam penelitian ini bagaimana peran seni tari dalam upaya pemertahanan budaya daerah. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah menemukan peran seni tari dalam upaya pemertahanan budaya daerah. Penelitian tentang Peran Seni tari dalam Upaya Pemertahanan Budaya Daerah ini merupakan jenis penelitian Kualitatif. Penelitian kualitatif ini merupakan suatu penelitian yang suatu strategi inquiry yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, simbol, maupun deskripsi tentang suatu fenomena, fokus dan multimetode, bersifat alami dan holistik, mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif. Adapun hasil penelitian ini adalah menemukan langkah-langkah strategis dalam menjaga keberadaan seni tari dan budaya di masyarakat. Kata kunci : seni tari, budaya daerah, pemertahanan, masyaraka

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KEGIATAN SENI DAN BUDAYA DI DESA KELORAN, KECAMATAN SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI

    No full text
    Pemberdayaan masyarakat merupakan bentuk kegiatan yang memberikan manfaat positif guna meningkatkan kemandirian dan berfikir kritis kreatif serta inovatif. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari kerja sama antara Pemerintah Desa dengan lembaga pendidikan Institut Seni Indonesia Surakarta. Tujuan kerjasama yaitu menjawab persoalan yang dialami Desa Keloran untuk meningkatkan kegiatan seni dan budaya sebagai salah satu indikator dalam pemajuan kehidupan di Desa Keloran. Metode yang digunakan Participatory Rural Appraisal (PRA) sebuah metode pelibatan masyarakat dalam seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan. Upaya yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi Pelatihan Manajemen Seni Pertunjukan dalam merencanakan dan mengimplementasikan konsep acara Hari Lahir Desa Keloran, Penciptaan Karya Tari Sesaji, serta marketing branding dengan membuat video dokumenter terkait kinerja desa dalam ranah pemajuan kegiatan seni dan budaya serta pelestarian situs budaya Pasiraman Sendang Sinangka dan Watu Kosek yang ada di Desa Keloran

    USER CENTERED DESIGN SEBAGAI KONSEP PENGEMBANGAN DESAIN INKLUSIF PADA INTERIOR FASILITAS PENDIDIKAN YAYASAN RUMAH PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN DISABILITAS KANWIL DIY- JAWA TENGAH

    No full text
    Penelitian Terapan ini mengambil judul User Centered Design Sebagai Konsep Pengembangan Desain Inklusif Pada Interior Fasilitas Pendidikan Yayasan Rumah Pengembangan Dan Pemberdayaan Disabilitas Kanwil DIY-Jawa Tengah. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan konsep User Centered Design pada interior fasilitas pendidikan Yayasan Rumah Pengembangan dan Pemberdayaan Disabilitas Kanwil DIY dan Jawa Tengah? dan (2) Bagaimana bentuk desain inklusif sebagai model pengembangan fasilitas pendidikan Yayasan Rumah Pengembangan dan Pemberdayaan Disabilitas di setiap kabupaten DIY dan Jawa Tengah? Tujuan penelitian yaitu: 1) Mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan pola desain interior fasilitas pendidikan disabilitas berdasarkan User Centered Design sehingga pengguna dapat menggunakan ruang dengan rasa aman, nyaman, percaya diri, dan lebih bermartabat 2) Membuat alternatif model desain inklusif sebagai model pengembangan fasilitas Pendidikan yang secara psikologis memberikan rasa adil dan kejelasan fungsi ruang sehingga pengguna secara alamiah dapat berpartisipasi terhadap ruang karena tidak adanya sekat-sekat pemisah, dan pengguna juga lebih mandiri dan efektif terhadap aktifitas yang dilakukannya. Penelitian terapan ini merupakan penelitian kualitatif dengan deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan penelitian dijadwalkan dalam jangka waktu enam bulan. Kata Kunci: User Centered Design, Desain Inklusif, Interior, Disabilita

    BUBUKSAH DAN GAGANG AKING SEBAGAI IDE PENCIPTAAN WAYANG BEBER KONTEMPORER PADA PANEL DINDING BUATAN

    Get PDF
    vi ABSTRAK Zefanya Erwanti Palupi. NIM: 191471024 “BUBUKSAH DAN GAGANG AKING SEBAGAI IDE PENCIPTAAN WAYANG BEBER KONTEMPORER PADA PANEL DINDING BUATAN” Tugas Akhir Karya, Program Studi S-1 Kriya, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Wayang beber merupakan salah satu seni tradisional Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri karena berbentuk lembaran kain panjang dengan adegan yang berurutan yang ditampilkan dengan cara dibentangkan. Dalam era modern, seni ini tetap relevan dan dapat diadaptasi ke dalam berbagai cerita dan media salah satunya pada panel dinding berbahan spon ati. Penggunaan spon ati dirasa efektif karena memiliki tekstur yang lembut dan fleksibel. Dalam proses penciptaan karya, penulis menggabungkan unsur modern dan tradisional untuk menciptakan karya yang unik dan inovatif. Hasil penciptaan karya ini diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan cerita tradisional dan pengenalan wayang beber kepada generasi muda, serta memberikan alternatif baru dalam mempertahankan dan menghidupkan kembali warisan budaya melalui visual yang lebih modern. Pendekatan dalam tugas akhir karya ini didukung dengan teori Dharsono Sony Kartika yang memiliki tiga komponen proses penciptaan karya yaitu tema, bentuk, dan isi. Metode penciptaan karya yang digunakan adalah tiga tahap penciptaan SP Gustami yang terdiri dari tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, penciptaan karya wayang beber kontemporer dengan ide cerita Bubuksah dan Gagang Aking pada panel dinding dapat menjadi karya yang, serta membawa pesan dan cerita yang lebih bisa diterima semua kalangan

    INOVASI PENCIPTAAN BATIK DAUN DADAP SEREP DALAM KEBAYA URBAN

    Get PDF
    Tugas Akhir Karya Berjudul : “Inovasi Penciptaan Batik Daun Dadap Serep dalam Kebaya Urban”. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah mengimplementasikan motif batik daun Dadap Serep dalam kebaya urban dimana daun Dadap Serep memiliki nilai profan dan sakral serta kebaya yang kian asing di masyarakat. Gagasan penciptaan dalam pembuatan karya ini difokuskan mengenai: (1) Bagaimana menciptakan desain motif batik dengan sumber ide daun Dadap Serep; (2) Bagaimana menciptakan desain kebaya urban; (3) Bagaimana mengaplikasikan desain motif batik daun Dadap Serep ke dalam kebaya urban. Adapun metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini menganut empat tahap, yaitu eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, dan materialisasi. Proses batik dalam karya ini adalah batik tulis dengan teknik pewarnaan colet dan tutup celup menggunakan remasol, setelahnya ditorehkan prada pada beberapa motif. Luaran Tugas Akhir ini berupa (1) empat pasang kebaya urban; (2) teaser proses pengerjaan Tugas Akhir; (3) katalog; dan (4) draf artikel ilmiah. Karya ini menghasilkan empat motif batik dan empat kebaya urban, yaitu motif batik pertama dengan nama motif Dadap Tarub yang diaplikasikan pada Kebaya urban Serep Sasanti Tarub, motif kedua dengan nama motif batik Dadap Kalpataru yang diaplikasikan pada kebaya urban Serep Ayuning Kalpataru, motif ketiga dengan nama motif batik Dadap Kepyur yang diaplikasikan pada kebaya urban Dadap Kaluna Serep, dan motif keempat dengan nama motif batik Dadap Wiwit yang diaplikasikan pada kebaya urban Dadap Wiwit Abyudaya. Karya pertama membawa filosofi dari nilai sakral Dadap Serep pada prosesi pasang tarub, karya kedua dan ketiga membawa bentuk visual dari pohon Dadap Serep, dan karya keempat membawa bentuk visual daun Dadap Serep pada tradisi wiwitan atau guwakan. Kebaya urban sebagai bentuk penciptaan kebaya dengan sentuhan modern namun masih tampak bentuk aslinya ditonjolkan dengan busana penuh motif batik pada kebaya yang dikombinasikan dengan bentuk lengan puncak sehingga menghasilkan kebaya modifikasi tradisi, kebudayaan, dan modernitas. Hasil akhir penciptaan karya ini sesuai untuk kebaya urban yang dipakai oleh wanita perkotaan untuk menghadiri acara pernikahan. Dengan demikian, budaya Jawa tetap terjaga dalam hiruk pikuk perkotaan melalui kombinasi motif batik menyeluruh dan keaslian kebaya kutu baru, namun diberi sentuhan modernitas agar tetap trendi

    AKULTURASI BUDAYA CHINA JAWA DALAM KESENIAN WAYANG POTEHI MELALUI FOTOGRAFI FEATURE

    Get PDF
    iv AKULTURASI BUDAYA CHINA JAWA DALAM KESENIAN WAYANG POTEHI MELALUI FOTOGRAFI FEATURE Oleh: Handrian Nugraha Abstrak Pementasan Wayang Potehi pada awalnya menggunakan bahasa Hokkien dan dipentaskan oleh orang-orang etnis Tionghoa, namun pada tahun 1967 sesuai dengan INPRES nomor 14 menyatakan pelarangan terhadap seluruh kegiatan yang berhubungan dengan China karena persepsi Presiden Soeharto terhadap negara China yang dianggap sebagai ancaman dengan paham komunismenya. Berdasarkan pada keputusan tersebut, Wayang Potehi yang dahulunya menggunakan bahasa Hokkien akhirnya bersiasat untuk membaur dengan lingkungan sekitar yaitu melibatkan masyarakat keturunan Jawa untuk berkontribusi pada Wayang Potehi dan menggunakan bahasa campuran Indonesia, Jawa, serta selingan bahasa Hokkien di dalam pementasan sehingga terciptanya akulturasi budaya. Penggunaan fotografi feature pada Tugas Akhir karya ini dilakukan dengan tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi dengan penulisan secara deskriptif sehingga menghasilkan sajian karya visual yang bercerita dan menjadikan sebuah informasi yang tak lekang oleh waktu. Pada tahap pra produksi dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada Toni Harsono selaku pelestari Wayang Potehi yang berlokasi di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan pada tahap produksi yang pembuatannya dilakukan di enam tempat bertujuan untuk menunjukkan akulturasi pada Wayang Potehi dari dalang, pemain musik, dan pengrajin Wayang Potehi yang ber-etnis Jawa serta dilanjutkan pasca produksi dengan hasil terpilih berjumlah 18 kary

    BUKU ILUSTRASI CERITA INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA ART THERAPY PADA TAHAP DEPRESI RINGAN GANGUAN MENTAL DISTIMIA

    Get PDF
    Kesehatan mental merupakan bagian dari keselarasan hidup manusia. Berdasarkan Riskesadas 2018 jumlah penderita depresi di Indonesia mencapai 6,1% atau setara dengan 11 juta orang. Depresi terdiri dari dua jenis yaitu, depresi mayor dan depresi minor. Depresi minor atau distimia merupakan gejala depresi yang yang dialami penderita dalam kurun waktu 2 bulan hingga 2 tahun atau lebih secara berturut-turut. Tahapan awal sebelum penderita didiagnosis distimia, yaitu depresi ringan. Depresi ringan ditandai dengan gejala depresi yang dialami penderita dalam waktu kurang dari 2 bulan atau 2 tahun. Maka sebelum depresi tersebut menjadi lebih parah, perlu adanya intervensi untuk mengurangi tingkat depresi seseorang. Salah satu media intervensi yang terbukti kefektifannya adalah Art Therapy. Art Therapy merupakan sebuah proses pemulihan yang dilakukan dengan menciptakan suatu karya seni yang kreatif. Hal tersebutlah yang menginisiasi ide pembuatan buku ilustrasi cerita interaktif sebagai media art therapy pada tahap depresi ringan gangguan mental distimia. Buku interaktif ini berjenis participation, dimana pembaca akan melakukan intruksi atau perintah pada buku tersebut. Buku ciptaan ini menggunakan metode ADDIE sebagai tahap penciptaannya dan AISAS sebagai penyebaran karya secara online. Setelah proses perancangan selesai, terciptalah buku berjudul “The Adventure of Me.” Karya ciptaan tersebut, kemudian diujikan melalui testing alfa dan testing beta. Hasil testing beta diuji melalui metode uji kuesioner. Hasilnya menyatakan adanya penurunan tingkat depresi bagai 9 orang dari 10 responden yang diujikan. Maka, dapat disimpulkan bahwa buku ciptaan ini dapat bermanfaat positif bagi pembaca

    MAKNA SIMBOLIK PATUNG MARIA ASSUMPTA DI GUA MARIA KEREP AMBARAWA

    Get PDF
    Makna Simbolik Patung Maria Assumpta di Gua Maria Kerep Ambarawa (Albert Bagas Kusuma Arif, 2024, xiii dan 115 Halaman) Skripsi S-1 Program Studi Seni Murni, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Tugas Akhir Skripsi ini berjudul “Makna Simbolik Patung Maria Assumpta”. Patung Maria Assumpta merupakan salah satu patung tokoh suci Katolik yang didirikan di Gua Maria Kerep, Ambarawa. Patung Maria Assumpta mencitrakan sosok Bunda Maria sebagai seorang tokoh yang dihormati oleh umat Katolik. Bunda Maria memiliki peran yang sangat besar dalam kisah perjalanan hidup Yesus dalam melakukan karyaNya. Besarnya kontribusi Bunda Maria dalam mendampingi puteranya untuk mewartakan karya keselamatan menjadi dasar penghormatan gereja Katolik terhadap Bunda Maria. Bunda Maria menerima berbagai macam gelar, salah satunya Maria Assumpta. Maria Assumpta diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Maria diangkat ke Surga. Patung Maria Assumpta mengangkat citra sosok Bunda Maria yang diangkat ke Surga. Keberadaan patung Maria Assumpta di Ambarawa menarik perhatian peneliti untuk mengetahui makna simbolik patung tersebut. Tujuan penelitian Tugas Akhir Skripsi ini, yaitu: mengetahui latar belakang penciptaan patung Maria Assumpta, mengetahui visualitas patung Maria Assumpta dan mendapatkan makna simbolik patung Maria Assumpta. Makna simbolik patung Maria Assumpta diteliti dalam perspektif semiotika menggunakan teori hubungan simbolik yang dirumuskan oleh Roland Barthes. Penelitian makna simbolik patung Maria Assumpta menggunakan metode semiotik. Penelitian makna simbolik patung Maria Assumpta menghasilkan pemaknaan patung Maria Assumpta di Gua Maria Kerep, Ambarawa sebagai simbol penghormatan pada Bunda Maria sebagai ibu bagi umat Katolik di Jawa

    FOTOGRAFI 3D ANAGLYPH: AIR DALAM RITUAL ADAT KAWIN CAI

    Get PDF
    Disertasi penciptaan fotografi 3D anaglyph ini memilih air dan pelaksanaan ritual adat Kawin Cai yang berasal dari Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sebagai objek penciptaan. Penciptaan ini bertujuan untuk menyajikan karya fine-art photography dalam bentuk 3D Anaglyph melalui kolaborasi tradisi dan teknologi modern yang khas, unik, exotic, dan imajinatif. Karya fotografi yang dihasilkan juga bertujuan turut andil dalam melestarikan dan mengenalkan budaya kepada masyarakat luas. Penciptaan ini merupakan sebuah penelitian artistik dengan mengimplementasikan metode practice-based research. Karena berkaitan dengan pelaksanaan budaya, maka data mengenai adat Kawin Cai dikumpulkan menggunakan pendekatan etnografi selama dua tahun (2022 dan 2023) menggunakan teknik obervasi, wawancara dan studi pustaka. Karya terbagi menjadi tiga seri: Karya Seri I Fotografi Air, Karya Seri II Dokumenter Kawin Cai, dan Karya Seri III Gabungan Air dan Dokumentasi Kawin Cai. Seluruh karya yang diciptakan berupa fotografi 3D anaglyph sehingga audience membutuhkan kacamata 3D untuk mengamati karya secara utuh. Keterbaharuan pada aspek teoritis khususnya digitalisasi fotografi dalam penciptaan ini terletak pada teknik 3D anaglyph yang diterapkan. Karya fotografi 3D anaglyph dihasilkan dari proses penggabungan gambar dengan satu objek yang memiliki depth dan gambar dengan dua objek yang berbeda melalui digital imaging

    BENTUK HEKSAGONAL SARANG LEBAH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MEJA WASTAFEL

    Get PDF
    Penciptaan karya tugas akhir berjudul “BENTUK HEKSAGONAL SARANG LEBAH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MEJA WASTAFEL” berawal dari ketertarikan penulis terhadap struktur sarang lebah yang berbentuk segi enam atau heksagonal yang ternyata memiliki kegunaan dalam efisiensi ruang guna dan penggunaan bahan baku. Penciptaan karya ini mengeksplorasi bentuk heksagonal pada sarang lebah yang kemudian diadopsi sebagai ide penciptaan meja westafel. Maka dari itu penelitian penciptaan ini menggunakan teori estetika oleh Monroe Beardsley dalam Problems in the Philosophy of criticism yang menjelaskan bahwa ada 3 unsur yang menjadi sifat membuat baik atau memperindah suatu karya estetik yang diciptakan oleh seniman, ketiga unsur tersebut adalah unity (kesatuan), compleksity (kerumitan), intensity (kesungguhan). Untuk menguatkan dan melengkapi teori tersebut penulis menggunakan teori trilogi keseimbangan oleh Prof. Gustami yaitu tentang pemahaman metode tiga tahap enam langkah yang menjadi dasar pijakan metode penciptaan karya penulis. Penciptaan karya ini menggunakan material utama kayu mahoni dan proses pengerjaannya menggunakan beberapa teknik, yaitu teknik proyeksi, teknik kerja bangku, teknik pahat/ukir ornamen, serta teknik finishing rastik. Hasil penelitian penciptaan ini adalah terwujudnya tiga buah karya meja westafel yang mengimplementasikan konsep struktur heksagonal pada sarang lebah sesuai interpretasi penulis. Selain itu, penelitian penciptaan karya ini juga menghasilkan pemahaman penulis mengenai arsitektur sarang lebah yang mengandung banyak nilai, seperti nilai filosofis, nilai kegunaan, serta nilai estetika yang luar biasa dan dapat diterapkan pada desain produk furnitur, serta dapat menghasilkan desain yang menarik dan hasil karya yang elok

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇