Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    KEPENARIAN SRI WARDOYO DALAM TARI GAMBIRANOM

    Get PDF
    Tari Gambiranom adalah tarian yang bertema gandrungan menggambarkan sang Prabu Gambiranom atau lebih dikenal dengan Bambang irawan. Sedang jatuh cinta dengan Dewi Titisari, tarian ini ditarikan oleh Sri Wardoyo guna penentuan gelar sarjana S1 di pendopo STSI Surakarta tahun 1990. Penelitian ini menggunakan landasan teori bentuk yang dikemukakan oleh Suzane K. Langer, dan sebagai model analisis untuk mendeskripsikan tari Gambiranom, menggunakan teori Janet Adshead yang saling berkaitan, yaitu penari, gerak, music, iringan, rias dan busana. Penelitian ini menggunakan deskriptif analisis yaitu mengaji secara faktual riwayat kehidupan Sri Wardoyo dari masa anak-anak hingga dewasa. Dengan memaparkan perkembanganya serta wawancara yang mendukung sebagian besar penelitian dengan diperoleh dari data wawancara dan observasi, hasil pengumpulan data selanjutnya diseleksi dan diklarifikasikan sesuai dengan tujuan dan perumusan masalah dalam penulisan ini. Sesudah itu hasilnya di analisis dan disimpulkan. Hasil penelitian ini dapat diperoleh bahwa gambaran yang berkaitan dengan kepenarian Sri Wardoyo dalam tari Gambiranom. Dengan adanya kemauan secara total menjadi penting dengan adanya motivasi yang tumbuh kuat, dalam dari seseorang maka hal itu merupakan modal utama dalam menjalani dunia hingga nyawa seseorang berhenti berdetak. Motivasi yang terbangun pada diri SriWardoyo merupakan bukti nyata akan terbentuknya kepenarian Sri Wardoyo yang baik. Kata kunci : Tari Gambiranom, Riwayat kehidupan, Bentuk

    MANUSIA PURBA SANGIRAN SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN BATIK TULIS DENGAN PEWARNAAN ALAMI UNTUK BUSANA CASUAL

    Get PDF
    Penciptaan karya Tugas Akhir dengan judul “Manusia Purba Sangiran sebagai sumber ide perancangan Batik Tulis dengan Pewarnaan Alami untuk Busana casual ”. Tugas akhir karya seni ini bertujuan untuk mendeskripsikan gagasan dan menciptakan busana casual, dengan menerapkan motif manusia purba sebagai ide dasar penciptaan motif batik yang menekankan kenyamanan tanpa melupakan trend mode busana saat ini. Sumber utama dari ide penciptaan karya tersebut adalah situs purba sangiran yang ada di kota Sragen, berbagai komponen cerita dan bentuk yang sangat unik membangun jiwa pengkaryaan untuk mengeksplorasi lebih lanjut ke dalam bentuk motif batik dengan tujuan sebagai salah satu cara untuk mengenalkan sebuah peninggalan sejarah yang dikemas menjadi sebuah karya batik kepada masyarakat. Proses dalam pembuatan karya dimulai dari mencari informasi tentang situs manusia purba sangiran melalui buku, jurnal, maupun dari media online lainnya yang kemudian dituangkan dalam desain alternatif, kemudian dipilih menjadi motif batik yang akan diterapkan pada busana casual. Proses pembuatan karya di awali dengan membuat desain alternatif, desain terpilih, persiapan alat dan bahan, memindahakan motif kekain, mencanting, pewarnaan, fiksasi, nemboki, pewarnaan kedua, fiksasi,ngelorod, membuat pola busana, memotong, menjahit, finishing. Teknik yang digunakan dalam proses ini adalah teknik batik tulis dengan proses pewarnaan tutup celup. Pemilihan warna yang digunakan pada pembuatan batik ini adalah warna alam. Hasil karya yang berjumlah 4 busana dengan judul : Amreta, Basundari, Pawana

    REPRESENTASI GORGA SI MATANIARI KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA MEAT PADA KARYA SENI MEMORIES OF TOBA

    Get PDF
    ABSTRACT This research aims to uncover issues related to Gorga Si Mataniari and the lives of the Meat Village community in the artwork “Memories of Toba”. Memories of Toba is an artwork resulting from the creative process of the Meat Village community, which tells about the customs and traditions of the Batak Toba ethnic group as well as the life of the Meat Village Community. Focusing on the study of representasion. This research uses Stuart Hall`s theory of representation. The research applies qualitative descriptive methods with participant observation. For the data collection process, the researcher uses observation and interview techniques. This results of this study show that Gorga Si Mataniari and the lives of the Meat Village community are represented in the artwork “Memories of Toba”. The forms of representation of Gorga Si Mataniari and the lives of the Meat Village community are shown through three scenes, namely the birth scene, the life scene, and the death scene. Keyword : Representation, Gorga Si Mataniari, Artwork “Memorief of Toba” ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan permasalahan yang berkaitan dengan Gorga Si Mataniari dan kehidupan masyarakat Desa Meat pada karya seni Memories of Toba. Memories of Toba adalah karya seni hasil dari proses kreatif masyarakat Desa Meat, yang menceritakan tentang adat istiadat yang berlaku pada Suku Batak Toba serta kehidupan masyarakat Desa Meat. Penelitian ini berfokus pada kajian representasi. Penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall. Penelitian ini menerapkan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipasi. Untuk proses pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Gorga Si Mataniari dan kehidupan masyarakat Desa Meat merepresentasikan hasil karya seni Memories of Toba. Adapun bentuk representasi dari Gorga Si Mataniari dan kehidupan masyarakat Desa Meat ditunjukkan lewat 3 adegan, yakni adegan kelahiran, adegan kehidupan, dan adegan kematian. Kata kunci : Representasi, Gorga Si Mataniari, Karya Seni Memories of Tob

    PEMBERDAYAAN UMKM BERBAHAN BEKATUL DI SURAKARTA MELALUI DESAIN RAK DISPLAY DAN MEDIA PROMOSI GUNA MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN

    No full text
    Kegiatan Penelitian Terapan “Pemberdayaan UMKM Berbahan Bekatul di Surakarta Melalui Desain Display dan Media Promosi Guna Meningkatkan Omset Penjualan” ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra agar dapat menambah penghasilan ekonomi keluarga. Mitra dari kegiatan ini adalah UMKM Dbroo Kichen, Jawa Tengah. Kegiatan yang dilakukan meliputi; penelitian serta perancangan/desain rak display dan media promosi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar mitra memiliki kemampuan tumbuh dan berkembang pasca pandemi setelah memiliki materi promosi dan rak display yang menarik konsumen sesuai karakter produk UMKM Bekatul. Luaran kegiatan ini diharapkan berupa naskah publikasi ilmiah, presentasi hasil Penelitian Terapan, Surat Keterangan Penerapan IPTEKS dari mitra, Publikasi di media massa, Kekayaan Intelktual (KI) berupa desain industri. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh dosen dan mahasiswa ISI Surakarta, pada akhirnya dapat meningkatkan mitra untuk mengembangkan diri. Kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan IKU dua, IKU tiga, dan IKU lima. Kegiatan ini juga merupakan pengayakan dari MK Kewirausahaan dan MK. Desain Mebel yang ada pada Prodi Desain Interior dan Prodi Desain Komunikasi Visual. Kata Kunci: Perancangan, Rak Display, Promosi, UMKM, Bekatu

    MEDIA PEMBELAJARAN AKTIF: ISLAMIC BOARD GAME BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI 1 YOGYAKARTA

    No full text
    Pada dasarnya manusia diciptakan sebagai makhluk bertuhan. Kewajiban sesudahnya adalah bagaimana upaya untuk terus meningkatkan ketakwaan dan keimanan yang dimilikinya. Hal ini berlaku bagi siapapun, tak terkecuali pada anak berkebutuhan khusus. Peningkatan ketakwaan ini bisa dilakukan melalui pembelajaran di kelas, sehingga proses pembelajaran sebaiknya dilakukan dengan suasana yang menarik dan menyenangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat board game yang sesuai dengan target audience berupa anak tunagrahita. Penelitian ini akan memadukan beragam disiplin ilmu yang berperan dalam merancang sebuah permainan sebagai solusi dalam memecahkan permasalahan yang ada, berupa lintas bidang desain produk, desain komunikasi visual dan bidang ilmu agama Islam yang akan sangat memperhatikan perencanaan dan perancangan media edukasi dan informasi berupa permainan anak yang tidak terlepas dari aspek organisasi bidang dan organisasi visual. Kombinasi dari kedua bidang tersebut dapat merangsang pembelajaran aktif pada Anak Berkebutuhan Khusus tunagrahita. Berdasarkan latar belakang tersebut kemudian dilakukan upaya menawarkan solusi berupa perancangan media permainan anak dengan konten Islam sebagai media untuk merangsang pembelajaran aktif pada Anak Berkebutuhan Khusus tunagrahita yang dapat digunakan sebagai media penyampaian informasi dan permainan sehingga pembelajaran dapat menyenangkan. Menggunakan metode dari Luther, board game yang diciptakan diharapkan benar-benar akan sesuai dengan anak tunagrahita yang merupakan target audience dari penelitian ini

    PARADIGMA DAN PROSES PEMBELAJARAN VOKAL DI MNV MUSIC COURSE AND RECORDING PONOROGO

    No full text
    Penelitian dengan judul “Paradigma dan Proses Pembelajaran Vokal di MnV Music Course and Recording Ponorogo ini merupakan penelitian kualitatif. Data-data yang dikumpulkan melalui wawancara, studi pustaka, dan pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran di MnV Music Course and Recording. Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mendeskripsikan tiga pokok permasalahan, meliputi: 1) Bagaimana paradigma pembelajaran vokal yang diacu oleh MnV Music Course and Recording. 2) Bagaimana paradigma tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran vokal di MnV Music Course and Recording. 3) Bagaimana dampak pembelajaran yang ada di MnV Music Course and Recording. Untuk menemukan fenomena-fenomena yang tedapat dalam proses pembelajaran di MnV Music Course and Recording ini, penulis menggunakan teori belajar behavioristik, kognitivisme, humanistic dan sosial. Makamemberi dorongan kepada murid agar menimbulkan reaksi yang tepat seperti yang diinginkan. di dalam pembelajaran selalu terjadi aksi dan reaksi, selanjutnya bila murid mengalami masalah atau kesulitan disinilah tugas guru membimbing murid agar murid dapat berusaha memperbaiki dan memperoleh hasil yang baik. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, profil dan sejarah MnV Music Course and Recording. Kedua, Paradigma pembelajaran yang diacu oleh MnV Music Course and Recording strategi guru memberi materi sesuai kreativitas kepada murid. Ketiga Paradigma pembelajaran yang diterapkan guru kepada murid serta dampak selama belajar di MnV Music Course and Recording. Kata Kunci: Pembelajaran,Vokal, Paradigma, Guru, Muri

    NGGÊRÊNG, “NYANYIAN TENGGOROKAN” FAJAR SATRIADI DALAM PENCIPTAAN MU SIK MEDITATIF

    No full text
    Penelitian ini bertujuan memahami teknik seni suara atau vokal Nggêrêng yang dilakukan seniman bernama Fajar Satriadi. Kajian ini menjelaskan bahwa Nggêrêng tidak hanya hasil letupan suara melalui mulut saja, tetapi juga bagian dari peristiwa musik. Nggêrêng merupakan seni suara yang muncul dari aktivitas pernapasan perut melalui teknik pengolahan tenggorokan hingga menciptakan suara yang berkarakter berat, bernada rendah menyerupai suara geraman. Dasar teori yang digunakan adalah Fenomenologis dengan pendekatan Etnografi untuk mengungkap: 1) kenyataan Nggereng itu sendiri sebagai peristiwa yang tampak oleh kesadaran, 2) keterkaitan antara Nggereng dan konteks pengalaman pribadi pelakunya sebagai ekspresi yang tidak dapat dipisahkan. Hasil penelitian ini menjabarkan bagaimana Nggêrêng tercipta dan dibawa Fajar Satriadi dari ruang meditatif ke seni pertunjukan. Kajian berjudul Nggêrêng “Nyanyian Tenggororkan” Fajar Satriadi dalam Penciptaan Musik Meditatif ini diharapkan dapat menjadi pemantik untuk membuka wawasan bahwa kehadiran Nggêrêng dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat terhadap musik meditatif. Signifikasi penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan bahwa Nggêrêng merupakan salah satu peristiwa musik yang lekat dengan persoalan getaran dan frekuensi ini dapat dibawa ke ruang seni pertunjukan

    Pendampingan Kuratorial dan Promosi Festival Film Desa Berbasis Masyarakat di Desa Perfilman Karang

    No full text
    Film sebagai simbol modernitas bertolak belakang dengan perdesaan yang identik dengan kehidupan tradisi agraris. Hal ini menyebabkan budaya film belum menjadi budaya desa. Untuk mengembangkan perfilman desa, diperlukan upaya menjadikan film sebagai budaya desa, salah satunya dengan mengadakan aktifitas perfilman menurut perspektif masyarakat desa. Dalam mengembangkan hal tersebut diperlukan suatu pengelolaan kegiatan perfilman yang dilakukan oleh masyarakat desasendiri,sesuai dengan sudutpandang danbudayanya. Upaya melahirkan aktifitas tersebutdilakukanmelaluipengembangan kuratorialperfilmandesa. Pelatihankurator dilakukan untuk memberi wawasan masyarakat desa tentang bagaimana film dapat menjadi budaya baru desa, dengan diletakkan menurut sudut pandang masyarakat desa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dari catatan kritis dari kegiatan pelatihan ini menggunakan pendekatan kuratorial reflektif partisipatif Cara Hagan. Kegiatan dilakukan melalui kegaitan diskusi, penyamaan persepsi dan konfirmasi. Praktek kuratorial dilakukan secara dialogis, dan dipertenggungjawabkan melalui kegiatan pemutaran film. Pendampingan kuratorial ini menekankan pada pemahaman perspektif lokal. Kurator desa ditempatkan sebagai ahli desa alih-alih ahli perfilman. Kurator memahami film sebagai materi tontonan yang menyampaikan tema-tema yangrelevandengankonflikdesa,denganmengaitkanteradenganrealitasyangadadi desa, serta mengaitkan dengan kebutuhan dan selera masyarakat desa. Dalam proses kuratorial, film menjadi media partisipatif dan reflektif

    PENDAMPINGAN TEMAN DISABILITAS MELALUI PELATIHAN FILM PENDEK UNTUK MENUMBUHKAN KREATIFITAS DAN RASA PERCAYA DIRI BERSAMA PERSATUAN ARTIS INDONESIA (PARFI) CABANG SUKOHARJO

    No full text
    Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Bagian Kedua Belas Hak Kebudayaan dan Pariwisata Pasal 16 menjelaskan bahwa hak kebudayaan dan pariwisata untuk Penyandang Disabilitas meliputi hak memperoleh kesamaan dan kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan seni dan budaya. Seni identik dengan keindahan, kesenangan, dan imajinasi. Seni tidak hanya menjelma menjadi sebuah karya yang hanya bisa dinikmati saja, akan tetapi seni juga memiliki fungsi komunikasi, rekreasi/hiburan, artistik, peneguhan eksistensi diri, edukasi, dan terapi. Seni juga memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan mental maupun fisik bahkan dengan pendidikan melalui seni, perilaku peserta didik dapat terbentuk ke arah yang lebih baik karena seni dapat mengenalkan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat kepada peserta didik. Program kerja PARFI Bersama Disabilitas : Sebuah Perjalanan Untuk Masa Depan, Salah satu program kegiatannya berupa pelatihan produksi film pendek, dan permasalahan yang muncul adalah perlunya materi pendampingan dan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman tentang seni khususnya bidang film. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada sahabat disabilitas untuk mengembangkan rasa percaya diri dan berekspresi untuk mengembangkan kemampuan yang ada dan tumbuhnya rasa mencintai diri, menghargai diri, dan menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Hasil pelatihan berupa video puisi berjudul Aku Bisa dengan durasi 3 menit, bercerita seorang anak disabiltas dengan segala kekurangannya, tetapi selalu berusaha dan dengan penuh keyakinannya untuk bisa meraih cita-citanya

    PENERAPAN BAHASA INGGRIS DALAM ADEGAN GARA-GARA GUNA MENJAWAB TANTANGAN GLOBAL

    No full text
    Wayang merupakan seni tutur dengan selalu mengikuti perkembangan zaman. Di Karanganyar, lebih tepatnya Perumahan RC, Ngringo, Jaten, Karanganyar terdapat sebuah sanggar seni “Sekar Laras” yang eksis dalam mengembangkan dan mempertahankan seni pedalangan secara tradisi maupun kontemporer. Akan tetapi, untuk menjawab tuntutan zaman sanggar masih kurang memiliki dobrakan bentuk baru sebagai penguat perkembangan kontemporer seni pedalangan. Sangat sayang apabila hanya mampu mempertahankan tradisi seni pedalangan namun kurang berani mendobrak dengan gaya Bahasa Inggris, padahal di masa kini Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan dapat dicoba dalam bentuk pergelaran wayang dalam adegan Gara-Gara. Oleh karena itu, melalui skim PKM Tematik ini akan dilakukan pelatihan seni tutur (catur pedalangan) dalam mempergelarkan Wayang dalam adegan Gara-gara dengan Bahasa Inggris di Sanggar Sekar Laras. Dengan harapan, siswa generasi muda di Sanggar Sekar Laras sebagai generasi muda tidak hanya mempelajari wayang secara tradisi namun secara kontemporer. Target luaran dari PKM Tematik ini, yaitu: (1) Karya seni pertunjukan wayang adegan Gara-gara yang dipegelarkan oleh siswa Sanggar Sekar Laras; (2) Naskah artikel yang diterbitkan di Abdi Seni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISI Surakarta: dan (5) Pendaftaran Hak Cipta Naskah Wayang adegan Gara-gara dengan Bahasa Inggris ke Kemenkumham RI

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇