Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    ANALISIS FOTO MAJALAH NATIONAL GEOGRAPHIC EDISI COVID-19 ARTIKEL PENUGASAN KHUSUS INDONESIA

    Full text link
    Artikel foto “Penugasan Khusus Indonesia” menampilkan sepuluh foto jurnalistik karya Muhammad Fadli tentang pandemi covid-19 di Indonesia, berangkat dari artikel foto tersebut mendorong dilakukannya analisis untuk menggali sepuluh foto yang ditampilkan dengan korelasi tema, caption dan narasi artikel dalam berita yang diangkat. Selain itu, juga ingin mengidentifikasi sepuluh jurnalistik dengan metode 5W+1H menggunakan teori utama kritik seni menurut Feldman melalui empat tahapan yaitu deskripsi, analisis formal, interpretasi, serta evaluasi. Melalui penelitian ini mendapatkan hasil sebuah kesimpulan, yakni dari kesepuluh foto yang ditampilkan ada 4 foto yang ada korelasinya dengan caption tetapi tidak ada korelasinya dengan narasi yaitu pada foto kesatu, keempat, kelima, dan kesembilan. Ada 4 foto yang kurang sesuai untuk menggambarkan caption dan tidak ada korelasinya dengan narasi, yaitu pada foto ketiga, keenam, ketujuh, dan kedelapan. Ada 2 foto yang ada korelasinya dengan caption dan ada korelasinya dengan narasi, yaitu pada foto kedua dan kesepuluh. Selain itu, keseluruhan sepuluh foto yang disajikan sesuai dengan tema pandemi covid-19 dan memiliki unsur-unsur berita fotografi jurnalistik dalam metode 5W+1H

    MEMBACA FOTO DALAM KARTU POS ERA KOLONIAL

    Full text link
    Kartu Pos Era Kolonial merupakan bagian dari sejarah fotografi di Indonesia, dalam kartu pos ditampilkan apa yang terjadi di kehidupan Indonesia pada masa penjajahan belanda. Hal tersebut mendorong dilakakukannya analisis terhadap 5 karya foto dalam kartu pos. Kelima kartu pos yang diteliti lebih menitik beratkan kepada objek yang terdapat manusia dan pekerjaan yang di ambil semuanya menggambarkan tentang potret pengrajin karena pengrajin di Jawa merupakan pekerjaan yang dekat dengan kegiatan berkesenian. Para pengrajin Jawa ini pada umumnya menggunakan keahlian dan keterampilannya dalam menciptakan kerajinan. Dari kartu pos yang ada dianalisis terhadap foto dalam kartu pos tersebut, untuk mengetahui pesan yang ingin disampaikan dari fotografer dengan membaca visual yang ada dalam kartu pos era kolonial. dengan membaca visual yang ada dalam kartu pos tempo dulu, Pembacaan visual yang ada dilakukan dengan cara mengidentifikasi menggunakan teori semiotika Roland Barthes

    MEMBACA NILAI ESTETIS FOTO-FOTO PARA PEMENANG PRABANGKARA AWARDS TAHUN 2022

    Full text link
    Skripsi berjudul “Membaca Nilai Estetis Foto-Foto Para Pemenang Prabangkara Awards Tahun 2022” bertujuan untuk mengidentifikasi nilai estetis yang terkandung dalam ketiga foto pemenang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Analisa menggunakan teori estetika Dharsono Sony Kartika dengan 3 tingkatan estetika. Tingkatan pertama yaitu pengamatan material, warna, suara, gerak. Tingkatan kedua penyusunan dan pengorganisasian hasil pengamatan. Tingkatan ketiga susunan hasil presepsi. Ketiga tingkatan ini bertujuan memaparkan nilai estetis yang terdapat pada foto pemenang Prabangkara Awards tahun 2022

    PELATIHAN PENERAPAN MOTIF TRADISI JAWA PADA PENGRAJIN ASESORIS DI PRAPEN JEWELRY DENPASAR

    Full text link
    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengrajin aksesori di Prapen Jewelry, Denpasar, dalam menerapkan motif tradisional Jawa pada produk mereka. Motif tradisional Jawa memiliki nilai estetika tinggi dan sarat akan filosofi budaya yang dapat memperkaya daya tarik aksesori kontemporer. Metode pelatihan meliputi sesi teori untuk memperkenalkan sejarah dan makna motif Jawa, serta praktik langsung untuk mengintegrasikan motif tersebut dalam desain produk. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas dan inovasi pengrajin dalam mengembangkan produk yang memadukan elemen tradisional dan modern. Pelatihan ini juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk aksesori dengan sentuhan budaya lokal. Dengan demikian, penerapan motif tradisional Jawa tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi pengraji

    HIPHOP DANCE MOTION DALAM KARYA FOTOGRAFI

    Full text link
    Hiphop dance adalah suatu genre tari modern yang merupakan hasil dari pergerakan budaya hiphop di Amerika Serikat pada era 1970-an. Seiring berjalannya waktu, hiphop dance banyak melahirkan style yang memiliki ciri khas gerakan seperti popping, locking, waacking dan krumping. Berdasarkan fenomena tersebut muncul ketertarikan untuk mencari informasi lebih lanjut agar dapat memvisualisasikan gerakan hiphop dance sesuai dengan style masing-masing. Dengan menggunakan media fotografi motion dan teknik open flash, yaitu teknik pencahayaan yang menggunakan lampu strobist dan bisa menangkap beberapa gerakan dalam satu foto, dapat menjadi upaya untuk merealisasikan konsep yang diinginkan guna menghasilkan visual yang memperlihatkan gerakan hiphop dance dari berbagai style yang berbeda dalam satu foto. Penggunaan artificial light berupa lampu continuous sebagai pencahayaan yang dapat diatur sedemikian bebasnya dari posisi, intensitas, jumlah cahaya yang dibutuhkan dan bagian pada objek yang akan disinari oleh cahaya agar dapat menghasilkan visual motion blur yang disebabkan oleh perpindahan gerakan yang diperagakan oleh penari hiphop dance

    ECOPRINT DALAM FOTOGRAFI FESYEN

    Full text link
    Ecoprint dalam Fotografi Fesyen menampilkan karya berupa fotografi fesyen dari produk-produk ecoprint. Dengan adanya fesyen ecoprint ini menjadi trend baru dimaraknya trend fesyen masa kini. Penciptaan tugas akhir karya ini menggunakan pendekatan fotografi fesyen. Dengan konsep dengan konsep pembagian lokasi dengan 3 bagian yaitu nature, public space, industrial. Hal ini bermanfaat dalam memperkuat visual yang dihasilkan. Penataan pencahayaan dalam penelitian ini menggunakan Teknik mixlight, yaitu memanfaatkan cahaya alam dan penambahan cahaya buatan. Sedangkan angle yang dipakai dalam penciptaan karya ini menggunakan frog eye hal ini dimaksudkan untuk membuat kesan tinggi dan elegan. Dalam penelitian ini menggunakan produk ecoprint sebanyak 12 produk dan 3 produk dipadupadankan. Busana tersebut dikenakan pada 5 model yang dipilih untuk mendukung pemotretan. Dalam penelitian ini dihasilkan 16 karya fotografi fesyen yang berhasil menampilkan produk ecoprin dalam sebuah karya fotograf

    BATIK MOTIF CHANOS CHANOS DALAM PERANCANGAN BUSANA READY TO WEAR

    Full text link
    LINDA DESMAHENI, 201541013, 2024, “BATIK MOTIF CHANOS CHANOS DALAMPERANCANGAN BUSANA READY TO WEAR” Deskripsi karya program studi : D-4 Desain Mode Batik, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Kabupaten Pati merupakan salah satu sentra budidaya Ikan Bandeng Chanos chanos di Provinsi Jawa Tengah. Karya tugas akhir ini mengangkat tema “Ikan Bandeng Chanos chanos” dalam menciptakan motif batik pada busan ready to wear. Tugas akhir karya ini penulis juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Kabupaten Pati merupakan sentra Chanos chanos dengan perairan payau. Chanos chanos memiliki karakteristik tubuh langsing seperti torpedo, moncong agak runcing, ekor bercabang dua, sisik halus berwarna putih gemerlap seperti perak. Karakteristik tersebut menjadikan inspirasi untuk penciptaan karya. Penciptaan karya batik tulis ini menggunakan metode penciptaan seni berupa eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, dan materialisasi. Hasil yang didapatkan adalah empat karya motif batik dengan sumber ide Chanos chanos yang berjudul “ Ceplok Chanos”, “Olakan Chanos”, “Rancak Chanos”, Plungker Chanos” tersebut diaplikasikan untuk empat busana ready to wear. Empat karya busana tersebut berjudul “EL Chanos”, ES Chanos”, “EN Chanos”, “TE Chanos”. Keempat karya tersebut memiliki filosifi dan makna tersendiri. Dengan terciptanya karya busana dengan motif “Chanos chanos” kedepanya bisa dikenal oleh masyarakat luas dan mengajak masyarakat untuk melestarikan dan membudidayakan ikan bandeng Chanos chanos. Kata Kunci : Chanos chanos, Ready to wear, Batik, Remekan, Smock

    DEWA NAGA ANANTABOGA SEBAGAI MOTIF BATIK PADA BUSANA MENSWEAR

    Full text link
    Tugas akhir yang berjudul “Dewa Naga Anantaboga sebagai Motif Batik pada Busana Menswear” ini merupakan karya busana dengan motif batik yang terinspirasi dari tokoh pewayangan Anantaboga. Sang Hyang Anantaboga atau biasa disebut Antaboga merupakan ular-naga bermahkota sebagai penanda bahwa derajatnya adalah seorang raja sekaligus dewa yang berjaga dan bersemayam dibumi lapis ketujuh bernama Saptapratala. Tujuan pembuatan karya tugas akhir ini adalah menciptakan motif batik Anantaboga yang diaplikasikan pada busana menswear. Proses pembuatan karya dimulai dengan metode 3 tahap. Tahapan awal adalah mengeksplorasi bentuk, wujud, dan bahan yang digunakan sebagai karya busana. Kedua, perancangan karya dari tahapan pradesain hingga gambar kerja. Ketiga, perwujudan karya dari persiapan alat dan bahan hingga finishing. Tahapan dan proses penciptaan seni yang dilakukan dapat menghasilkan 4 busana menswear gaya berkain dengan motif batik Anantaboga yang menggunakan teknik batik tulis, teknik pewarnaan tutup-celup dengan pewarna sintetis, dan teknik jahit. Proses penciptaan karya ini menghasilkan sebuah karya koleksi “NAGARASA” yang terdiri dari beberapa karya berjudul Bajoe, Latoe, Toja, dan Bhoemi dengan masingmasing motif batik bernama Jagabayu, Jagalatu, Jagatoya, dan Jagabumi beserta makna, pesan, dan doanya pada setiap karya. Karya busana ini terdiri dari atasanbawahan yang bisa digunakan terpisah dan untuk target pengguna kisaran umur 1828 tahun

    PEMERANAN TOKOH VIRGIN DALAM NASKAH PELACUR KARYA PUTU WIJAYA SKRIPSI KARYA SENI

    Full text link
    Pertunjukan monolog ini hadir dikarenakan penyaji mencoba untuk memberikan sudut pandang yang berbeda dari sisi pelacur untuk memahami lebih dalam tentang realitas hidup seorang pelacur, termasuk perjuangan, prinsip, dan rasa sakit yang dialami. Penyaji juga ingin menyampaikan melalui pemeranan tokoh Virgin sebagai seorang pelacur, bahwa pelacur pada naskah tersebut mengkritik sistem dan masyarakat yang sering kali gagal melindungi yang paling rentan. Tujuan pemeranan tokoh Virgin adalah untuk memahami stigma, diskriminasi, dan kekerasan yang masyarakat alami, dalam topik ini adalah seseorang dengan profesi sebagai pelacur. Penyaji ingin menyampaikan pada penonton untuk memahami dan menyadari kondisi yang sering diabaikan oleh masyarakat. Penyaji memerankan karakter Tokoh Virgin menggunakan teori akting representasi yang dirasa mampu mewujudkan tokoh Virgin secara utuh. Proses perwujudan tokoh Virgin dilakukan oleh penyaji dengan menggunakan metode akting Stanislavsky “magic if” yaitu aktor akan lebih menekankan kepada imajinasi “seandainya”. Refleksi kekaryaan pada proses kreatif penciptaan tokoh Virgin dalam naskah "Pelacur" karya Putu Wijaya merupakan pengalaman yang bermakna bagi penyaji serta memerankan tokoh yang tabu dan memiliki stigma negatif dalam lingkup sosial. Karakter Virgin ini menjadi medium untuk menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan. Memerankan tokoh ini bukan hanya tentang menghidupkan karakter di atas panggung, tetapi juga tentang menyampaikan pesan kemanusiaan yang mendalam, mengkritik ketidakadilan, dan mendorong empati serta pemahaman di kalangan penonton.

    TARI KEPRAJURITAN KRIDHO TURONGGOSARI (PENCIPTAAN TARI BERSAMA MASYARAKAT)

    Full text link
    Penelitian dengan judul Tari Keprajuritan Kridho Turonggosari “Penciptaan Tari bersama Masyarakat” di Paguyuban Kridho Turonggosari Kota Salatiga yang membahas tentang proses penciptaan dan kajian bentuk pertunjukan. Pembahasan tersebut dikaji berdasarkan metode penciptaan yang dijabarkan oleh Guntur dan di perkuat dengan Langkah-langkah penciptaan metode 3R (Re-Visiting, Re-Questioning, Re-Interpreting), yang dikemukakan Eko Supriyanto, dan elemen-elemen konsep bentuk pertunjukan dari Sumandiyo Hadi. Penelitian ini bersifat kualitatif. Metode penelitian ini melibatkan peneliti secara aktif kerja di lapangan dan di dukung dengan data-data yang dikumpulkan dari wawancara, analisis data serta pengolahan data terhadap karya tari Keprajuritan Kridho Turonggosari. Hasil penelitian menunjukkan proses penciptaan karya Tari Keprajuritan Kridho Turonggosari bersama Paguyuban Kridho Turonggosari berupa deskripsi proses kreatif koreografer berawal dari mengamati, berinteraksi, dan berwawancara guna memunculkan karya garap baru. Kedua, koreografi kelompok dijabarkan dengan mendeskripsikan bentuk pertunjukan Tari Keprajuritan Kridho Turonggosari. Kata Kunci : Tari, Penciptaan, Keprajuritan, Kridho Turonggosar

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇