Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    OPRESI PADA MASYARAKAT SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS TEKNIK DRYPOINT

    Full text link
    v ABSTRAK Karya tugas akhir yang berjudul: Opresi Pada Masyarakat Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Grafis Teknik Drypoint ini, merupakan bagian proses ketertarikan penulis tentang opresi yang mana belum pernah mengenal kata opresi. Pada proses mencari informasi di internet penulis menemukan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang mana di dalamnya terdapat tindakan opresi yang membuat penulis semakin tertarik dengan opresi. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menjelaskan konsep penciptaan, proses penciptaan dan mendeskripsikan hasil karya seni grafis. Landasan visual yang digunakan untuk pembentukan karya adalah realisme sosial dengan teknik drypoint. Adapun Metode penciptaan karya menggunakan tahapan- tahapan berdasarkan teori Hawkins dalam bukunya Creating Through Dance yang diterjemahkan oleh RM. Soedarsono (2001:207) yakni eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Penciptaan karya opresi ini menghasilkan karya seni grafis dengan sumber opresi yang terjadi di masyarakat menggunakan teknik drypoint. Pesan moral pada keseluruhan karya tugas akhir ini adalah masyarakat perlu memiliki wawasan dan waspada akan tindakan opresi yang memiliki dampak negati

    RANCANGAN ANIMASI EXPLAINER DENGAN VISUAL ANTROPOMORFISME: PENGHUBUNG ORANG TUA DENGAN ANAK PENGIDAP ADHD

    Full text link
    Artikel ini menguraikan pengembangan kampanye edukasi tentang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak-anak melalui pendekatan visual dan animasi explainer. Kampanye ini bertujuan memberikan informasi yang jelas tentang gejala, dampak, dan solusi ADHD kepada orang tua. Studi ini menggunakan metode perancangan animasi dengan menggabungkan pendekatan User-Centered Design (UCD) dan Traditional Animation Pipeline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye ini berhasil menarik perhatian, membangkitkan minat, dan menghasilkan keinginan untuk bertindak serta mendapatkan respons positif dari audiens. Penelitian ini menegaskan pentingnya visual dan animasi explainer dalam mendukung pemahaman orang tua tentang ADHD, yang dapat membantu mereka memahami kondisi anak mereka dan memberikan panduan yang relevan. Penelitian ini memiliki implikasi dalam meningkatkan pemahaman dan dukungan bagi orang tua dan anak-anak dengan ADHD

    Kampus Seni di Persimpangan

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji peran kampus seni dalam menghadapi persimpangan antara pelestarian tradisi dan inovasi kontemporer. Fokus utama adalah bagaimana kampus seni, khususnya Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, merespons perubahan zaman sambil tetap menjaga identitas budaya dan seni tradisional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISI Surakarta berperan penting dalam menjaga warisan budaya melalui kurikulum yang seimbang antara seni tradisional dan kontemporer. Tantangan utama yang dihadapi adalah tekanan globalisasi dan kebutuhan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan tren seni modern. Namun, melalui berbagai inovasi dan adaptasi, kampus seni ini berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan pengembangan seni yang relevan dengan konteks saat ini. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi yang adaptif dan fleksibel dalam pengelolaan pendidikan seni untuk memastikan keberlanjutan budaya dan relevansi di era modern

    Ilusi Digital, Menolak Kontestasi, dan Merangkul Ekspresi

    Full text link
    Di era digital, penggunaan smartphone telah menjadi bagian integral dari kehidupan anak-anak, menyebabkan perubahan signifikan dalam cara mereka berinteraksi dengan dunia sekitar. Fenomena ini tidak hanya mempengaruhi keseimbangan aktivitas fisik dan virtual mereka tetapi juga meningkatkan perilaku narsistik akibat pengejaran validasi sosial melalui media sosial. Selain itu, anak-anak terjebak dalam filter bubble dan echo chamber yang membatasi eksposur mereka terhadap pandangan berbeda. Dampak negatif dari penggunaan smartphone berlebihan ini mencakup masalah kesehatan fisik dan mental, serta gangguan pada perkembangan identitas dan keterampilan sosial. Pendidikan seni menawarkan solusi untuk mengatasi dampak negatif ini dengan menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri secara bebas dan kreatif. Melalui kegiatan seni, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan sosial, empati, berpikir kritis, dan komunikasi. Seni juga membantu mereka mengelola stres dan meningkatkan kesehatan mental. Menolak kontestasi seni, seperti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), dapat mengembalikan seni ke esensi aslinya sebagai medium ekspresi diri dan pemahaman yang mendalam, tanpa tekanan untuk menang. Pendidikan seni yang bebas dari kompetisi memungkinkan anak-anak menikmati proses kreatif, menemukan kebahagiaan, dan mengembangkan potensi diri secara optimal

    SINDHÈNAN GENDHING JOKODHOLOG KETHUK 2 KEREP MINGGAH 4 LARAS PÉLOG PATHÊT NEM

    Full text link
    Skripsi karya seni yang berjudul “Sindhènan Gendhing Jokodholog Kethuk 2 Kerep Minggah 4 Laras Pélog Pathêt Nem” ini menjelaskan garap sindhènan gendhing Jokodholog. Hal-hal yang dikaji yaitu berkenaan dengan garap mandhêg dan andhêgan sêlingan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya: konsep garap, mungguh, mandhêg, dan konsep pathet. Data penelitian dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara kepada beberapa seniman karawitan. Hasil dari penelitian ini adalah gendhing Jokodholog memiliki sajian garap yang terdiri dari garap mandhêg pasrèn dan andhêgan sêlingan. Garap mandhêg pasren tersaji pada bagian mérong dan inggah. Mandhêg pasren bagian mérong terletak pada gatra ke satu kênong ke dua ngêlik. Mandhêg pasren bagian inggah terletak pada gatra ke tiga kênong satu dan kênong dua. Andhêgan sêlingan terletak pada gatra ke tiga kênong ke empat. Garap mandhêg yang dilakukan menciptakan sajian gendhing Jokodholog menjadi dinamis, menarik, dan tidak monoton. Kata Kunci: Jokodholog, Gendhing, Andhêgan, Sindhèna

    PAKELIRAN PADAT LAKON “RAJAMALA KRIDHA”

    Full text link
    Sajian karya seni menyajikan dan menggarap sanggit baru tentang tokoh Rajamala dengan mengambil sisi protagonis sebagai patriot pembela negara yang disusun dengan judul “Rajamala Kridha”. Permasalahan yang diangkat dalam sajian karya seni ini adalah (1) apa alasan Rajamala berjuang membela tanah airnya, (2) dan bagaimana Rajamala mengatasi masalah keutuhan negara yang datang dari saudarasaudaranya sendiri. Dua permasalahan ini dikaji dan digarap berdasarkan kaidah-kaidah yang tertera dalam konsep sanggit, catur, dan sabet yang diwadahi dengan sajian pakeliran padat. Data-data penelitian dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara kepada sejumlah senior seniman pedalangan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa kisah Rajamala dalam lakon “Rajamala Kridha” memiliki latar belakang yang ingin memperjuangkan harkat dan martabat negara Wiratha dengan menjadi benteng pertahanan negara, meskipun musuhnya adalah kedua kakaknya, Kincaka dan Rupakinca. Namun dengan tekad dan niat yang kuat, Rajamala bisa menyelesaikan segala rintangan dan hambatan tanpa harus menimbulkan adanya korban. Kata Kunci : sanggit, pakeliran padat, Rajamala, bela negara

    PANCA INDERA MANUSIA SEBAGAI MOTIF BATIK UNTUK BUSANA CASUAL

    Full text link
    Panca Indera manusia adalah sistem fisiologis yang berfungsi mengenali, merasakan, dan merespons berbagai rangsangan fisik. Sistem ini memiliki keunikan tersendiri dan kaya akan nilai-nilai kehidupan. Tugas akhir ini bertujuan mendeskripsikan gagasan dan menciptakan busana casual dengan menerapkan motif panca indera sebagai motif batik tulis. Proses penciptaan dimulai dengan tahap eksplorasi, di mana dilakukan pengamatan langsung terhadap panca indera, yang kemudian dituangkan ke dalam desain alternatif motif batik. Setelah itu, motif terpilih diaplikasikan pada busana casual. Tahap selanjutnya adalah perwujudan, yang meliputi proses pembuatan pola busana, menyorek, mencanting, pewarnaan, penguncian warna, pelorotan, hingga jahit dan finishing. Teknik yang digunakan dalam pewarnaan adalah teknik colet, dengan bahan seperti lilin, canting, remasol, serta kain primisima, sutra, dan brokat. Karya yang dihasilkan berupa lima busana casual, dengan masing-masing karya diberi judul sesuai dengan fungsi panca indera, yaitu Grana, Sesanti, Tutur, Gegaran, dan Senguhan. Hasil karya ini menawarkan inovasi dalam dunia fashion, sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan fungsi panca indera manusia melalui seni batik

    Kementerian Kebudayaan dan Nasib Kampus Seni di Indonesia

    Full text link
    Artikel ini menyoroti harapan besar civitas kampus seni di Indonesia terkait pembentukan Kementerian Kebudayaan di bawah pemerintahan presiden baru. Selama ini, kebudayaan hanya menjadi subordinat di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang mengakibatkan kampus-kampus seni kesulitan dalam memenuhi standar penilaian yang sama dengan kampus-kampus umum. Dengan adanya Kementerian Kebudayaan, kampus seni diharapkan mendapatkan payung utama yang lebih sesuai dengan misi mereka dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisi. Artikel ini juga menekankan pentingnya kampus seni sebagai penjaga warisan budaya dan katalisator untuk perkembangan seni tradisi, serta kebutuhan akan penilaian keberhasilan yang tidak hanya berbasis kuantitatif, tetapi juga mencakup dimensi budaya, sosial, dan kreatif. Penempatan kampus seni di bawah Kementerian Kebudayaan akan memfasilitasi kolaborasi yang lebih kuat antara kampus, lembaga budaya, dan komunitas seni, yang pada akhirnya akan memperkuat ekosistem seni dan budaya Indonesia

    GUNUNGAN GREBEG KERATON SURAKARTA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA KEBAYA MODERN

    Full text link
    Gunungan Grebeg sebagai Motif Batik pada Busana Kebaya Modern, merupakan sebuah karya yang terinspirasi dari bentuk gunungan grebeg. Tujuan dari tugas akhir karya ini yaitu menciptakan motif batik gunungan grebeg yang diaplikasikan pada busana kebaya modern. Proses penciptaan karya dimulai tahap yaitu pengamatan dari beberapa macam jenis gunungan yang diaplikasikan pada busana kebaya modern dan juga perwujudannya. Teknik perwujudan yang diterapkan pada keseluruhan karya dengan menggunakan teknik batik tutup celup dengan menggunakan pewarna sintesis napthol. Diawali dengan proses pola, mordanting, nyorek, nyanting, pewarnaan, nglorod, potong kain, menjahit hingga proses finishing. Hasil dalam penciptaan karya ini berupa 4 busana kebaya modern, yang dobeeri judul sesuai filosofi makna yang tersirat dalam setiap motif yakni karya 1 dengan judul kutugepak, karya 2 dengan judul Kutu pawuhan, karya 3 dengan judul Bayasetri, karya 4 yang berjudul Gunejaler. Perancangan ini menghasilkan karya busana dengan motif gunungan grebeg. Dengan terciptanya karya busana yang mengangkat motif gunungan grebeg dapat menumbuhkan masyarakat luas agar terus mencintai dan melestarikan kesenian daerah

    PERANCANGAN INTERIOR GALERI SENI LUKIS DENGAN PENDEKATAN GAYA INDUSTRIAL DI KOTA SURAKARTA

    Full text link
    Seni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa yang tertua diantara cabang seni rupa lainnya. Keberadaannya sudah terlihat sejak zaman praaksara dengan coretan coretan yang ada pada dinding gua-gua yang ditinggali oleh manusia purba. Coretan tersebut didominasi oleh tujuan spiritual yaitu bentuk komunikasi dengan Tuhan mereka pada zaman itu. Metode desain oleh Sunarmi memuat data dan informasi mengenai permasalahan desain dan proses pengolahan informasi tersebut menjadi sebuah desain yang memecahkan masalah desain yang ditemui. Setelah pengolahan data selesai barulah tahap eksekusi desain dapat dilakukan dengan membuat gambar kerja dan dokumen pendukung lainnya.Tujuan dari Perancangan Galeri Seni Lukis dengan Pendekatan Gaya Industrial di Kota Surakarta diharapkan dapat mendorong kemajuan seni lukis dan pelestarian budaya Kota Surakarta melalui Lukisan yang dipamerkan dalam galeri seni lukis. Gaya Interior Industrial dipilih karena mampu memenuhi kebutuhan Galeri Seni Lukis yang ideal baik secara fisik maupun psikologis bagi pengunjung maupun pengelola galeri.Perancangan Interior Galeri Seni Lukis dengan Pendekatan Gaya Industrial di Kota Surakarta diharapkan mampu memberi pemecahan masalah bagi galeri-galeri seni lukis yang sudah ada, agar lebih mampu mengembangkan Galeri Seni Lukis yang lebih diminati oleh masyarakat. Hasil dari Perancangan Interior Galeri Seni Lukis Bergaya Industrial di Kota Surakarta juga diharapkan dapat menampung kebutuhan seniman lukis dalam berkarya dan penikmat seni lukis dalam mengapresiasi lukisan. Kata kunci : Seni Lukis, Galeri, Industria

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇