Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    PATIRTAN JOLOTUNDO SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA BUSANA CARNIVAL UNTUK YUK KABUPATEN MOJOKERTO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menciptakan busana karnaval wanita yang mengintegrasikan motif batik dengan sumber inspirasi dari Patirtan Jolotundo, sebuah situs sejarah di Mojokerto, untuk digunakan oleh duta wisata "Yuk" Kabupaten Mojokerto. Metode penciptaan mengikuti tiga tahapan utama: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Eksplorasi mencakup pengumpulan data dari literatur, observasi langsung, dan dokumentasi visual. Perancangan melibatkan pembuatan sketsa motif batik berbasis stilasi elemen Patirtan Jolotundo seperti candi, sesajen, dan air, yang kemudian diaplikasikan pada desain busana. Tahap perwujudan dilakukan melalui teknik batik tulis dengan pewarnaan remasol, disertai konstruksi busana karnaval dengan konsep geometris tiga dimensi yang kokoh dan estetis.Hasil karya terdiri dari tiga busana karnaval: "Putri Abirupa," "Putri Anindya," dan "Putri Anindyaguna," yang menggabungkan keindahan motif batik dengan konsep desain modern. Warna-warna dominan seperti abu-abu, biru, dan putih digunakan untuk merepresentasikan karakteristik Patirtan Jolotundo. Proyek ini tidak hanya bertujuan melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Mojokerto, tetapi juga menginspirasi inovasi dalam seni kriya dan desain busana karnaval di Indonesia

    TIWUL WONOGIRI DALAM FOTOGRAFI ESAI

    Full text link
    Tiwul merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Wonogiri yang masih ada hingga saat ini. Tiwul merupakan jenis makanan yang terbuat dari singkong. Produksi dan pedagang tiwul adalah Ibu Eni yang berada di Desa Sanggrong, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Dalam tugas akhir karya yang berjudul “Tiwul Wonogiri dalam Fotografi Esai” bertujuan untuk memvisualisasikan tiwul Wonogiri ke dalam karya fotografi esai yang bisa menjadi media informasi, menyajikan rangkaian proses pembuatan tiwul yang masih menggunakan alat tradisional seperti lumpang, kukusan, tungku tanah liat / sabrok dan tampah. Cara pengolahannya masih menggunakan kayu untuk mempertahankan cita rasa tradisional tiwul yang masih terjaga. Salah satu produksi dan pedagang tiwul secara tradisional di Kabupaten Wonogiri ini menjadi daya tarik untuk divisualisasikan proses pembuatan tiwul. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya tugas akhir tersebut melalui rangkaian pendekatan Fotografi Esai yang disusun secara naratif, menggunakan metode EDFAT dengan pencahayaan mix light. Proses penciptaan tugas akhir karya ini memvisualisasikan proses produksi hingga distribusi tiwul, sehingga menghasilkan visual foto yang berurutan agar dapat mengenalkan dan bernostalgia dengan makanan tradisional ini untuk masyarakat Wonogiri maupun masyarakat luar

    PERANCANGAN INTERIOR TOKO RILISAN FISIK MUSIK DI SURAKARTA

    Full text link
    Industri musik dalam perjalanannya telah mengalami banyak perkembangan khususnya pada produk rilisan musik yang dihasilkan. Rilisan fisik menjadi salah satu produk rilisan yang tetap eksis di tengah teknologi platform musik digital. Para penikmat musik tetap mengkonsumsi produk rilisan fisik musik (vinyl, kaset, CD, dan merchandise) sebagai salah satu bentuk apresiasi dan kecintaan mereka terhadap musisi yang mereka sukai, salah satunya melalui Toko Rilisan Fisik Musik. Toko Rilisan Fisik Musik di Surakarta menjadi wadah bagi para musisi atau label musik khususnya musisi dan label lokal dalam menyalurkan produk rilisannya kepada konsumen. Selain itu para musisi dapat mempresentasikan karyanya secara langsung pada para pengunjung di ruang pertunjukan yang ada di lingkup toko. Para pengunjung dapat melakukan aktivitas berburu rilisan musik yang mereka inginkan sembari menikmati suasana toko yang mengusung tema Cakra Manggilingan dengan pendekatan gaya Kontemporer menggunakan konsep Culture and Flux sebagai perwujudan budaya rilisan musik yang terus mengalami perkembangan dan perputaran dan tidak lekang oleh zaman. Kata Kunci: Rilisan Fisik, Musik, Toko, Cakra Manggilingan, Kontemporer, Culture and Flu

    BUNGA ANGGREK DENDROBIUM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF PADA JARIT KOMBINASI BATIK DAN ECOPRINT

    Full text link
    Deva Ramadani. NIM: 191471031 “Bunga Anggrek Dendrobium Sebagai Ide Penciptaan Motif Jarit Kombinasi Batik Dan Ecoprint” Tugas Akhir Karya, Program Studi S-1 Kriya, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Bunga anggrek memiliki berbagai macam varietas, warna, bentuk, manfaat, serta memiliki bentuk kelopak yang unik cenderung bergelombang yang berbeda di setiap jenisnya. Visualisasi bunga anggrek yang menarik dapat dijadikan sebagai sumber ide penciptaan dalam membuat motif batik kreasi baru. Ecoprint merupakan teknik pencetakan alami yang memanfaatkan warna serta corak alami tumbuhan yang dapat dituangkan diberbagai media. Kombinasi batik dan ecoprint dalam wujud karya jarit menciptakan inovasi dalam seni tekstil yang memancarkan keindahan, keanggunan, dan kemurnian. Permasalahan penciptaan difokuskan pada (1) Bagaimana desain motif bersumber pada anggrek dendrobium pada jarit dengan perpaduan batik dan ecoprint (2) Bagaimana mewujudkan desain motif anggrek dendrobium pada jarit dengan perpaduan batik dan ecoprint (3) Bagaimana mendeskripsikan perwujudan desain motif anggrek dendrobium yang dibuat dengan perpaduan teknik ecoprint dan teknik batik pada jarit. Pembuatan karya ini menggunakan teori pendekatan estetis Husen Hendriyana dalam perwujudannya meliputi utility (kegunaan), signifinance (makna), dan asthethic (keindahan), serta menggunakan tahapan penciptaan berdasarkan teori SP. Gustami meliputi tiga tahap dan enam langkah pengerjaan meliputi tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Karya tugas akhir ini berjumlah empat buah karya berjudul (1) Lelakon, (2) sawawa urip, (3) Kusuma Ati, (4) Tonggo Teparo dengan menampilkan visualisasi, serta bobot yang berbeda dalam bentuk jarit

    DAUN JATI SEBAGAI IDE MOTIF PENCIPTAAN TAS KULIT SELEMPANG

    Full text link
    Maulana Rizal Muhanny, 17147124, 2024. “Daun Jati Sebagai Ide Motif Penciptaan Tas Kulit Selempang” Deskripsi Karya Program Studi S-1 Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Penciptaan karya tugas akhir dengan judul Daun Jati Sebagai Ide Motif Penciptaan Tas Kulit Selempang bertujuan mendeskripsikan segala hal yang berkaitan dengan penciptaan tugas akhir ini. Jati merupakan pohon yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Selain kayunya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan perabot mebel, daunnya juga memiliki manfaat yang dapat mengobati beberapa penyakit dan mampu memberikan manfaat yang sangat berguna bagi manusia. Jati atau dengan nama ilmiah Tectona Grandis tersebar di berbagai wilayah di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pohon jati banyak tumbuh di Kawasan yang beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sampai dengan musim kemarau. Bagan utama yang digunakan dalam penciptaan karya terdiri dari kulit nabati, yang mempunyai sifat mudah di bentuk ke berbagai macam bentuk dan berbagai jenis tas yang terdapat di pasaran. Selain itu kulit nabati juga dapat di kreasikan dengan memberi hiasan atau motif sesuai dengan keinginan yang kita mau, sehingga motif daun jati dapat di terapkan sebagai elemen hias pada tas kulit selepang dengan cara menggunakan teknik phyrography dan cat akrilik. Dalam proses perwujudan bentuk tas menggunakan teknik jahit mesin agar dapat membuat jahitan pada tas menjadi lebih rapi dan menghemat waktu karena mempercepat dalam proses pengerjaan. Penciptaan karya tugas akhir ini mengacu pada teori estetika Monroe Beardsley yang dibagai menjadi tiga, kesatuan, kerumitan, kesungguhan. . Sedangkan proses penciptaan karya tugas akhir mengacu pada SP. Gustami yang dibagi menjadi tigs tahap enam langkah, dan melalui metode-metode pengumpulan sumber data dan Teknik pengolahan/eksplorasi serta menjabarkan deskripsi perancangan dan penciptaan karya sebagai bahan penyusunan naskah yang tepa

    MOTIF BATIK KAWUNG DAN PARANG SEBAGAI ELEMEN DESAIN KOSTUM GAME PLAYER UNKNOWN BATTLEGROUND MOBILE

    Full text link
    Desain kostum merupakan sebuah rancangan kostum yang meliputi dari bentuk hingga fungsinya. Motif Batik Kawung dan Parang merupakan motif batik yang berasal dari Jawa Tengah menjadi ide tambahan untuk menciptakan desain kostum yang indah dan berwibawa. Metode penciptaan untuk membuat desain kostum ini menggunakan metode dari Prof. Drs. SP Gustami, S.U. yang meliputi tiga tahap, tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap penciptaan. PUBG Mobile sebuah permainan pertempuran battleground yang sedang di gemari oleh pemain game di seluruh dunia, dimana permainan tersebut merupakan permainan survival atau bertahan hidup hingga fase terakhir adalah pemenangnya. Permainan PUBG Mobile tidak hanya fokus pada cara bermain, namun ada kostum yang digunakan oleh pengguna permainan tersebut sebagai gaya atau gengsi setiap karakter agar mampu menaikan tingkat popularitas pemain dan mendapat gelar tertentu di dalam game tersebut. Pada tahun 2020 terbentuklah PUBGM Creative sebagai wadah untuk menampung desain kostum yang dikemas sebagai kontes perlombaan desain kostum yang meliputi tiga tahap penilaian, tahap kurasi, tahap penilaian dan tahap voting. Kostum yang dipadukan dengan Motif Kawung dan Parang merupakan sebuah upaya untuk melestarikan budaya nusantara. Selain itu juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada seluruh dunia dan upaya untuk menjangkau generasi muda melalui game online PUBG Mobile. Kata Kunci: Motif Kawung, Motif Parang, PUBG Mobile, Desain Kostu

    PENCIPTAAN MEJA DAN KURSI MAKAN MINIMALIS MODERN DENGAN ELEMEN HIAS MOTIF KAWUNG

    Full text link
    Risma Bariyah, 17147129, 2024, “PENCIPTAAN MEJA DAN KURSI MAKAN DENGAN ELEMEN HIAS MOTIF KAWUNG” Deskripsi Karya Program Studi: S-1 Kriya, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Penciptaan meja dan kursi makan minimalis modern dengan elemen motif kawung merupakan upaya untuk menggabungkan keindahan tradisional dengan estetika kontemporer. Motif kawung, yang berasal dari budaya Jawa kuno, memberikan sentuhan klasik yang harmonis pada desain modern yang sederhana. Meja dan kursi makan ini dirancang dengan memperhatikan proporsi yang proporsional dan detail yang halus, menciptakan kesan elegan namun tetap fungsional. Pemilihan bahan menggunakan kayu ringan namun kuat, seperti kayu jati, untuk memastikan kekokohan serta daya tahan produk. Proses pembuatan dilakukan dengan teknik modern yang menggabungkan keahlian tukang kayu tradisional dengan presisi mesin, memastikan kualitas yang konsisten dan detail yang presisi. Penyelesaian akhir menggunakan pelapis ramah lingkungan yang menonjolkan keindahan alami dari serat kayu. Desain meja dan kursi makan minimalis ini tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga kenyamanan pengguna. Kursi didesain ergonomis untuk memberikan dukungan maksimal pada tubuh, sementara meja dilengkapi dengan permukaan yang tahan lama dan mudah dibersihkan. Integrasi motif kawung pada bagian-bagian tertentu dari furnitur memberikan nilai tambah seni dan kultural yang mendalam. Dengan demikian, penciptaan meja dan kursi makan ini tidak hanya menjembatani masa lalu dan masa kini dalam satu produk, tetapi juga menawarkan pengalaman berdining yang memadukan estetika yang timeless dengan kepraktisan modern

    SUTRADARA LAGA DALAM MEWUJUDKAN ADEGAN PADA FILM AKSI SATRIA DEWA: GATOTKACA

    Full text link
    Penelitian ini berfokus pada peran sutradara laga dalam seluruh rangkaian proses perancangan adegan aksi dalam film Satria Dewa: Gatotkaca. Kehadiran sutradara laga yang sering tidak terlihat sangatlah penting jika membicarakan film aksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahui lebih jauh terkait peran sutradara laga dalam mewujudkan adegan ksi di film Satria Dewa: Gatotkaca. Sumber data primer yang digunakan adalah wawancara yang dilakukan pada sutradara laga dan salah satu tim penata laga dari film Satria Dewa: Gatotkaca. Sedangkan sumber data sekunder yang digunakan adalah film Satria Dewa: Gatotkaca itu sendiri. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi nonpartisipan, studi pustaka. Wawancara Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian Data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Tujuannya adalah mendeskripsikan secara detail terkait langkah apa saja yang dilakukan sutradara laga dalam proses pembuatan adegan aksi sampai diaplikasikan sesuai dengan SKKNI Penata Laga. Hasil penelitian ini berisi tentang proses sutradara laga dalam merancang adegan aksi, menetapkan stunt, mengarahkan latihan, membuat director shot, menetapkan body double, melatih stunts dan pemain, menetapkan alat pendukung adegan, serta menetapkan prosedur keselamatan pada film Satria Dewa: Gatotkaca. Kesimpulannya adalah bahwa peran sutradara dalam adegan aksi film Satria Dewa: Gatotkaca sangat berpengaruh dan penting untuk diketahui eksistensinya

    KONSEP PENGEMBANGAN DESAIN MEBEL ROTAN INDONESIA

    Full text link
    Industri mebel rotan merupakan produk unggulan nasional. Perkembangan terkini kapasitas produksinya mengalami penurunan. Desain berperan penting bagi pemberdayaan industri, karena desain merupakan seperangkat sistem dibangun untuk pengembangan produk. Industri tanpa pengembangan desain hanya akan terjebak pada penjualan bahan baku semata. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tuntutan pasar ekspor dan pengaruhnya terhadap pengembangan desain mebel rotan di Indonesia. Kedua, bagaimana desain dilakukan. Ketiga konsep desain mebel rotan sesuai dengan tuntutan pasar ekspor. Penelitian dilakukan di tiga wilayah sentra industri mebel rotan Indonesia yakni Cirebon, Sukoharjo, dan Surabaya. Pendekatan penelitian dengan menggunakan pendekatan fenomenologis terhadap pelaku desain, praktik dan produk desain. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, observasi, dan wawancara. Sumber data mencakup nara sumber, artefak, dokumen, dan pustaka. Analisis dilakukan dengan Interpretative Phenomenologial Analisis (IPA). Faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan desain mebel rotan untuk pasar ekspor meliputi tuntutan kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan etik. Tuntutan kualitas mencakup aspek teknis dan estetik. Tuntutan kuantitas meliputi produk persatuan dan satu kesatuan produk dalam kontainer. Tuntuan kontinuitas mencakup bahan, tenaga, dan keterampilan yang memadai. Tuntutan etik desain adalah terhadap lingkungan alam dan budaya masyarakatnya. Karakteristik bahan, kompleksitas produksi, tuntutan pasar, dan kondisi lingkungan sosial budaya mendorong berlangsungnya redistribusi produksi dan desain. Redistribusi desain mencakup pelaku, praktik dan produk. Konsep redistribusi desain pada pelaku desain bersifat personal, interpersonal, maupun sosial. Redistribusi praktik desain ditandai dengan adanya pengalihan hak, kewajiban dan kewenangan, redistribusi kompetensi. Konsep redistribusi penciptaan produk berkait sifat dasar rotan, keberadaan supporting dan bentuknya yang organik

    PERAN SANGGAR BROJODENTO DALAM MELESTARIKAN KARAWITAN DI DESA JAMBANAN KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kontribusi Sanggar Seni Brojodento dalam melestarikan seni karawitan di Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan objek penelitian yaitu Sanggar Seni Brojodento yang sebenarnya telah melakukan kontribusi terhadap pelestarian seni karawitan, namun sepanjang penelitian, Sanggar Seni Brojodento masih minim dikaji oleh peneliti sebelumnya terutama berdasarkan perspektif peran dan kontribusi untuk mengetahui bagaimana realisasi perannya terhadap masyarakat di Desa Jambanan. Teori peran yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori oleh Biddle, dengan penekanan pada konsep kontribusi guna memperdalam analisis peran. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, menggabungkan teknik triangulasi data dari studi pustaka, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis, Sanggar Brojodento berhasil merealisasikan perannya dengan baik, didasari upaya signifikan dalam melestarikan seni karawitan di Desa Jambanan. Segi finansial dan promosi, Sanggar Seni Berojodento masih memerlukan dukungan kuat untuk keberlanjutan pendanaan. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi acuan penting dalam pengembangan kebijakan seni dan budaya, serta memberikan wawasan lebih lanjut mengenai peran sanggar seni dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal. Kata Kunci: Sanggar Seni Brojodento, Peran, dan Kontribusi

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇