Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    Workshop Publikasi Ilmiah: Mengubah Ide Menjadi Karya Terbitan yang Berdampak

    No full text
    Publication of scientific papers is one of the main indicators of academic productivity that plays an important role in the development of science and the advancement of researchers' careers. However, many academics and researchers face obstacles in transforming research ideas into quality publications that have an impact. This workshop aims to provide comprehensive guidance and practical strategies in the process of writing scientific publications, from the conceptualization stage of ideas to the publication process and dissemination of research results. The methods used include material presentation, interactive discussions, writing practices, and scientific article clinics. The material focuses on strategies for finding relevant research ideas, compiling a good article structure, and understanding ethical and technical standards in scientific publications. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the process of writing and scientific publication, which was demonstrated through an increase in the quality of participants' article drafts before and after the workshop. This activity is expected to encourage a culture of writing and publication in the academic environment, as well as contribute to improving institutional performance in the field of the Tri Dharma of Higher Education

    Industri Pertunjukan Musik Yang Terancam

    Full text link
    ndustri musik Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan festival besar seperti Djakarta Warehouse Project (DWP), mengalami tantangan serius akibat insiden pemerasan yang melibatkan oknum polisi terhadap penonton luar negeri. Kejadian ini berpotensi merusak reputasi Indonesia sebagai tuan rumah acara musik internasional, mengurangi kepercayaan sponsor, serta menurunkan minat wisatawan mancanegara untuk menghadiri acara musik di Indonesia. Penurunan jumlah pengunjung internasional berdampak pada sektor ekonomi seperti perhotelan, transportasi, dan kuliner yang selama ini mendapatkan manfaat dari acara musik. Selain itu, insiden tersebut juga dapat menghambat pertumbuhan industri musik elektronik Indonesia dan memperburuk hubungan dengan industri musik global. Untuk mengatasi dampak ini, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, promotor, dan komunitas musik untuk memperbaiki sistem pengamanan dan memastikan profesionalisme penyelenggara acara. Pengamanan yang berlebihan juga perlu dievaluasi, karena dapat memberikan kesan negatif dan merusak suasana acara. Dengan memperbaiki pendekatan pengamanan dan transparansi, Indonesia masih memiliki potensi untuk memulihkan citra dan menjadi tuan rumah acara musik internasional kembali

    REGENERASI MUSIK KERONCONG DI KAMPUNG NGEPUNG KECAMATAN PASAR KLIWON KOTA SURAKARTA

    Full text link
    Penelitian ini membahas proses regenerasi musik Keroncong di Kampung Ngepung yang telah berlangsung sejak tahun 1970 hingga saat ini. Aktivitas regenerasi tersebut menghasilkan 5 grup musik keroncong dari OK. Swara Bengawan, OK. Gema 99, OK. Pandawa, OK. Bareta hingga OK. Cas Cos. Gaya musik dan teknik diantara berbagai kelompok telah berkembang mengikuti arus waktu, namun tetap mempertahankan nilai – nilai dan esensinya sebagai musik keroncong. Hal yang demikian menunjukan keberhasilan regenerasi membentuk ekosistem Musik Keroncong di Kampung Ngepung atas peran Hartono, Agung Suprapto, masyarakat sekitar dan pemerintah di lingkungan tersebut. Penelitian ini mencoba memahami faktor – faktor penunjang keberhasilan regenerasi melalui pengamatan dan melakukan analisis pada strategi rekrutmen, metode pelatihan, serta peran masyarakat dan pemerintah. Aktivitas musik keroncong menjadi inklusif di wilayah tersebut melalui pola regenerasi dengan sistem pewarisan vertical transmission dan horizontal transmission dengan strategi rekrutmen relasi pertemanan dan relasi organisasi pemuda. Kajian ini juga menguraikan metode pengajaran praktis oleh Agung Suprapto yang menggunakan beberapa tahapan mulai dari mendengar, melihat, menirukan, mengenal jenis konvensi lagu Keroncong hingga memainkan arransemen Keroncong. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan terkait dinamika musik, strategi rekrutmen, metode transmisi serta membangun ekosistem kebudayaan khususnya musik Keroncong di Kampung Ngepung. Kata Kunci : Keroncong, Regenerasi, Kampung Ngepun

    RINDING KO PRING MINGGARHARJO: STUDI TENTANG INSTRUMEN, AKTIVITAS MUSIKAL AGRARIS, DAN NILAI-NILAI

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Rinding Ko Pring: Studi Tentang Instrumen, Aktivitas Musikal Agraris, dan Nilai-Nilai”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan organologi dari alat musik rinding ko pring; menjelaskan aktivitas musikal rinding; menjelaskan fungsi dan makna musik rinding ko pring pada komunitas petani Desa Minggarharjo. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Metode penelitian pada penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Landasan teori yang digunakan meliputi teori organologi oleh Hornbostel dan Curt Sach, serta teori aktivitas musikal, dan teori fungsi dari Alan P.Merriam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan pada setiap bagian dari rinding ko pring yang memiliki makna, sesuai dengan dedikasi dari kehidupannya. Musik rinding tidak hanya sekedar musik, tetapi juga mencerminkan identitas dan sejarah komunitas petani Desa Minggarharjo. Komunitas petani Desa Minggarharjo masih memiliki hubungan dengan masa lalu melalui musik rinding. Hal tersebut dapat dilihat melalui aktivitas musikal dengan rinding yang tetap mereka pertahankan sampai saat ini yang berupa tradisi dalam budaya pertanian. Kata kunci: Musik Rinding, Komunitas Petani, Desa Minggarharjo

    Pidato Ilmiah Pengukuhan Jabatan Guru Besar Bidang Sastra Tembang ISI Surakarta Prof. Dr. Suyoto, S.Kar., M.Hum.:KONSEP LULUH PENYAJIAN TEMBANG JAWA SEBAGAI KARYA SASTRA KLASIK KEHADIRANNYA DALAM KARAWITAN JAWA

    Full text link
    Pidato ilmiah ini membahas konsep Luluh dalam penyajian tembang Jawa sebagai karya sastra klasik dalam konteks karawitan Jawa. Tembang, yang sering dianggap terpisah dari karawitan, memiliki peran penting dalam seni pertunjukan, setara dengan instrumen lainnya. Luluh, yang secara harfiah berarti meleleh atau lebur, adalah proses penyatuan dua suku kata atau nada yang berbeda dalam tembang untuk menciptakan keharmonisan. Konsep ini terbagi menjadi dua kategori: Luluh tembung (penyatuan dua suku kata) dan Luluh lagu (penghalusan nada). Pidato ini juga mengungkap pentingnya bahasa dalam tembang, yang menggunakan tiga lapis bahasa: ngoko, krama, dan kawi, serta penggunaan purwakanthi untuk memperkaya estetika. Penekanan pada estetika tembang Jawa dalam karawitan ini bertujuan untuk menunjukkan keselarasan antara lirik, lagu, dan penghayatan penonton, serta untuk mengkritisi pandangan yang menganggap tembang bukan bagian dari karawitan. Pidato ini juga menegaskan bahwa tembang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan seni pertunjukan Jawa. Sebagai penutup, pembicara menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya mencapai jabatan Guru Besar

    i MEDIA VIRTUAL REALITY SEBAGAI DISTRAKSI KECEMASAN ANAK USIA 6-13 TAHUN PADA PROSES SUNAT KONVENSIONAL MELALUI PERANCANGAN ANIMASI 2D “MISI SPESIAL ALI“

    Full text link
    iv ABSTRAK Putra Akbar Wahyu Hidayat, 191511054, 2024. Media Virtual Reality Sebagai Distraksi Kecemasan Anak Usia 6-13 Tahun Pada Proses Sunat Konvensional Melalui Perancangan Animasi 2D “Misi Spesial Ali”. Prodi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta Sirkumsisi atau sunat merupakan tindakan bedah yang umum dilakukan di seluruh dunia khususnya bagi masyarakat beragama muslim. Di Indonesia sendiri, sunat banyak dilakukan pada saat anak menginjak usia sekolah antara 6-13 tahun. Manfaat dari sunat atau sirkumsisi sendiri tidak lain adalah mencegah masalah kesehatan dan kebersihan alat reproduksi. Namun sering kali pada proses tindakan sirkumsisi, anak-anak merasa cemas dan takut. Faktor terbesar anak-anak merasa gelisah dan cemas adalah ketakutan akan rasa sakit dan nyeri ketika proses sirkumsisi berlangsung. Kecemasan ini dapat berpengaruh pada proses sunat berlangsung dan dapat beresiko terjadi hal-hal berbahaya saat tindakan dilakukan. Distraksi dari luar merupakan salah satu upaya dalam menurunkan kecemasan pada anak ketika sunat, seperti teknik distraksi dengan memanfaatkan audio visual seperti animasi 2D. Distraksi ini mampu memaksimalkan pengalihan fokus anak ke hal-hal lainnya seperti gambar dan suara. Animasi 2D yang digunakan sendiri merupakan kumpulan gambar yang dibuat dan disusun sesuai dengan cerita yang ada menjadi suatu bentuk gerakan dalam sebuah adegan atau scene. Animasi 2D sangat lekat dengan anak-anak karena sifatnya yang menghibur dan lucu, dari segi cerita maupun karakter di dalamnya. Perancangan animasi ini menggunakan metode Design Thinking (Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Testing) untuk menemukan solusi dari permasalahan yang terjadi Perancangan animasi 2D ini didukung dengan penggunaan media virtual reality (VR) untuk memaksimalkan distraksi ketika proses sunat atau sirkumsisi ini berlangsung. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, dirancanglah sebuah media virtual reality (VR) melalui perancangan animasi “Misi Spesial Ali” untuk membantu mendistraksi kecemasan dan ketakutan anak-anak ketika proses sunat. Cerita dalam animasi 2D yang dibuat disusun sedemikian rupa untuk membantu anak dalam mengalahkan ketakutannya sehingga dapat memaksimalkan distraksi kecemasan pada saat tindakan sunat berlangsung

    PERANCANGAN INTERIOR TEA HOUSE SEBAGAI FASILITAS AGROWISATA KEBUN TEH DI KALIGUA KABUPATEN BREBES

    Full text link
    PERANCANGAN INTERIOR TEA HOUSE SEBAGAI FASILITAS AGROWISATA KEBUN TEH DI KALIGUA KABUPATEN BREBES ( M. Ziddan Maulana M, 2024, hal 1-100 ). Laporan Tugas Akhir Karya S-1 Prodi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta. Perancangan Interior Tea House di Kebun Teh Kaligua Brebes termasuk ke dalam kategori wisata edukasi yang mempunyai tujuan untuk memberikan pemahaman, pembelajaran (edukasi) tentang teh (baik dari segi produk, tanaman, dan manfaatnya) yang aman dan nyaman. Tema yang digunakan dalam perancangan ini adalah teh dan gaya modern natural dengan metode perancangan Pamudji Suptandar yaitu melalui tahapan input, sintesa, output. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsi, pendekatan ergonomi, dan pendekatan tema / gaya. Hasil desain mengambil tema dari teh (baik dari tanamannya seperti daun dan batang, maupun dari budaya minum teh) yang diterapkan pada interior ruang publik Tea House antara lain hasil perancangannya yaitu lobby, gallery, ruang transit workshop, café, store. Kata Kunci : Desain Interior, Tea House, Wisata Edukasi, Teh, Modern Natural

    RINDU IBU DALAM KARYA FOTOGRAFI

    Full text link
    Berawal dari seorang ibu yang bekerja di Hongkong selama kurang lebih 20 tahun, membuat waktu yang seharusnya diberikan ibu kepada anak menjadi berkurang dan hampir tidak pernah, kehadiran ibu hanya terjadi saat mengambil cuti kerja selama dua minggu selain itu terjadi kekosongan waktu bersama ibu. Pada saat anak berusia 25 tahun, perasaan rindu seorang anak terhadap kehadiran sosok ibu tumbuh semakin kuat. Berdasarkan argumentasi diatas timbul ide untuk membuat karya fotografi untuk mengungkapkan kerinduan tersebut. Pendekatan fotografi fine art digunakan untuk mengungkapkan ekspresi serta emosi kerinduan anak pada kehadiran ibu dan digunakan untuk mengakomodir simbolsimbol yang ingin disampaikan kedalam bahasa visual untuk mengungkapkan perasaan kerinduan. Sosok Ibu direpresentasikan dalam bentuk gambar dua dimensi yang dilakukan pemotretan dengan objek anak. Director of Photography (DOP) serta Operator Camera digunakan karena relasi kehadiran pemilik ide dibutuhkan untuk mempertajam makna yang dihadirkan. Artificial light digunakan pada penciptaan ini digunakan untuk mendukung dalam penyampaikan simbol yang dihadirkan dalam penciptaan ini. Salah satu pencapaian dari penciptaan karya tugas akhir ini adalah mampu menyampaikan perasaan rindu yang selama ini dirasakan oleh anak melalui lima belas adegan dikemas kedalam bentuk fotografi series

    “IN PAIN” HISTORY OF DENTAL DISEASE DALAM KARYA FOTOGRAFI

    Full text link
    “IN PAIN” History Of Dental Disease dalam karya fotografi adalah ide gagasan tugas akhir karya untuk merepresentasikan riwayat sakit gigi yang telah dialami oleh pengkarya. Melalui medium fotografi still life, penciptaan karya ini akan mengangkat objek - objek benda yang berhubungan dengan sakit gigi. Fotografi Still life biasanya dibuat dalam latar studio dimana pengkarya menggunakan komposisi dan pencahayaan yang tepat untuk menampilkan bentuk, menunjukkan kualitas permukaan objek, membangun suasana hati, dan menarik perhatian penonton pada elemen tertentu. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Sausurre dalam pemilihan objek-objek agar mampu hadir secara simbolik, menyampaikan narasi dan pesan yang kuat bagi penikmat karya. Pilihan presentasi karya menggunakan pendekatan fotografi still life dengan tehnik artificial light untuk memvisualisasikan peristiwa. Artificial light digunakan agar dapat mengatur dengan bebas arah cahaya yang masuk dan bagian mana saja yang perlu disinari. Pengkarya menggunakan softbox dan studio strobe light sebagai alat pencahayaannya dikarenakan mudah untuk dipindah dan digerakkan. Softbox digunakan pada pemotretan beberapa karya yang membutuhkan pencahayaan lebut dan rata, sehingga bayangan yang dihasilkan relatif terlihat lembut dan rata. Sedangkan studio strobe light digunakan pada pemotretan beberapa karya yang membutuhkan pencahayaan keras atau kuat, sehingga bayangan yang dihasilkan juga relatif terlihat kuat dan jelas untuk memaksimalkan tekstur dan dimensi objek

    ANALISIS VISUAL COVER BOARDBOOK ANAK SERI PENUNTUN ISLAM PENERBIT PELANGI MIZAN

    Full text link
    Literasi visual diperlukan pada masa balita dan anak-anak karena memiliki sifat egosentrisme. Sifat egosentrisme pada usia balita dan anak-anak harus dikontrol oleh orang tua agar akhlak dan adab tertanam sejak dini pada diri anak sehingga tidak mempertanyakan atau bahkan menjadi tidak percaya pada Allah, Tuhan Semesta Alam. Boardbook sebagai media edukasi menggunakan ilustrasi yang mengandung nilai norma dan etika yang sangat berpengaruh dalam pendidikan dan rekreasi anak pada usia dini. Teknik pengumpulan data, menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data menggunakan Teori Interaktif Modern dan Teori Apresiasi Seni melalui penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian didapat bahwa penggunaan elemen visual Islami pada halaman sampul boardbook anak dapat memberikan nilai edukatif dan kultural, khususnya bagi anak-anak Muslim. Elemen visual seperti kaligrafi, motif geometri, dan gambar yang merepresentasikan nilai-nilai Islami dapat memperkenalkan anak pada identitas dan warisan budaya sejak dini. Hasil dari penelitian ini difokuskan pada unsur sosial dan pendidikan serta penerbitan yang divisualisasikan sesuai dengan pemahaman anak-anak

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇