Institut Seni Indonesia Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta
Not a member yet
    7065 research outputs found

    Database Terpusat, Mimpi Royati Musik Adil

    No full text
    Artikel ini membahas persoalan royalti musik di Indonesia yang masih menyisakan berbagai ketidakadilan bagi para pencipta, musisi, dan pemilik hak cipta. Salah satu penyebab utamanya adalah ketiadaan sistem database terpusat yang mampu mencatat, mengelola, dan mendistribusikan hak secara transparan. Selama ini, mekanisme pengelolaan royalti menghadapi kendala dalam hal akurasi data, tumpang tindih kepemilikan, hingga kurangnya koordinasi antar lembaga. Situasi ini membuat banyak musisi, terutama yang berasal dari daerah, tidak memperoleh hak finansial secara layak meskipun karya mereka diperdengarkan di ruang publik. Artikel menekankan bahwa mimpi tentang royalti musik yang adil hanya dapat terwujud melalui sistem yang modern, akuntabel, serta didukung teknologi digital untuk pemantauan dan pendistribusian royalti secara real time. Selain itu, peran negara, lembaga kolektif manajemen, serta kesadaran industri musik menjadi faktor kunci dalam mewujudkan ekosistem yang sehat. Artikel ini mengajak pembaca untuk melihat pentingnya reformasi sistemik, dengan menempatkan database terpusat sebagai fondasi tata kelola musik di era digital. Hanya dengan demikian, mimpi royalti musik adil dapat menjadi kenyataan dan memberikan penghargaan layak bagi para pencipta

    SWIKE DALAM KARYA FOTOGRAFI ESSAI

    No full text
    SWIKE DALAM KARYA FOTOGRAFI ESSAI Oleh : Iko Nurbaiti ABSTRAK Tugas Akhir Karya ini berjudul "Swike Dalam Karya Fotografi Essai". Karya ini merupakan penelitian artistik mengenai hidangan swike. Swike merupakan kuliner atau hidangan yang berasal dari daging katak. Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa stigma daging katak buruk karena mengandung racun dan menyebabkan beberapa penyakit. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang menilai hidangan berbahan dasar daging katak ini bergizi dan lezat. Penelitian artistik dengan pendekatan fotografi essai ini menerapkan metode EDFAT dan menyajikan informasi secara deskriptif. Alasan menggunakan fotografi essai dan metode EDFAT adalah karena keduanya dapat membantu penulis dalam proses pengerjaan karya dan memberikan informasi yang menarik serta membentuk argumentasi yang mudah dipahami masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hidangan swike masih diminati oleh beberapa masyarakat, pengolahannya dapat dijadikan sebagai mata pencaharian, dan rangkaian karya fotografi essai dengan metode EDFAT mampu memvisualisasikan serta menginformasikan proses hidangan swike kepada masyarakat yang . Penelitian artistik ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang positif melalui visualisasi proses hidangan swike dan dapat meningkatkan ekonomi serta dapat berkontribusi dalam pariwisata di daerah-daerah

    PERANCANGAN INTERIOR COMMUNITY CENTER BERKONSEP CREATIVE PLACEMAKING SEBAGAI PENGEMBANGAN BUDAYA & SOSIAL EKONOMI EKS GEPENG DI KAMPUNG TOPENG MALANG

    No full text
    Kemiskinan dan pengangguran memicu fenomena gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Indonesia. Program "Desaku Menanti" di Kampung Topeng Malang telah berupaya memberdayakan eks Gepeng melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan ekonomi kreatif. Namun, ketergantungan pada sektor pariwisata yang stagnan, ditandai dengan kurangnya inovasi fasilitas wisata dan menurunnya jumlah pengunjung, telah menyulitkan warga binaan untuk mempertahankan pendapatan mereka. Beberapa bahkan kembali ke kehidupan jalanan. Untuk mengatasi permasalahan ini, perancangan interior Community Center berkonsep Creative Placemaking dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang mengintegrasikan pelestarian budaya Topeng Malang dengan pemberdayaan sosialekonomi. Community Center ini mendukung aktivitas budaya, pelatihan keterampilan, serta kegiatan kreatif yang mencerminkan identitas lokal. Pendekatan Creative Placemaking diterapkan melalui optimalisasi potensi sosial, rancangan fisik yang mendukung fungsi, dan penciptaan kualitas tempat yang memperkuat "sense of place". Perancangan ini diharapkan menjadi solusi inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan eks Gepeng sekaligus menghidupkan kembali daya tarik Kampung Topeng Malang sebagai destinasi wisata budaya

    SISTEM KERJA DAN MOTIVASI AKTOR ART JAKARTA: DINAMIKA, TANTANGAN DAN FAKTOR PENDORONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami sistem kerja para aktor dalam Art Jakarta, dengan meninjau struktur peran mereka serta mekanisme kerja yang berfokus pada management production team. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi motivasi, tantangan dan pengalaman para aktor dalam penyelenggaraan event seni rupa. Dunia seni rupa sendiri memiliki kompleksitas yang melibatkan hubungan erat antara berbagai agen seni, dimana setiap agen menempati posisi tertentu dalam struktur dan fungsi ekosistem seni. Sejak tahun 2000-an, kehadiran art fair di Indonesia menandai perkembangan baru dalam pasar seni rupa nasional. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengacu pada teori penelitian kualitatif H. B Sutopo yang menitikberatkan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial melalui observasi serta pendekatan riset yang menyeluruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem kerja aktor dalam Art Jakarta sejalan dengan teori Art World yang dikemukakan oleh Howard Becker, di mana jaringan, konvensi dan sumber daya (resources) saling berkaitan dalam mekanisme kerja production team Art Jakarta. Motivasi utama dalam Art Jakarta adalah mengadaptasi dan mengintegrasikan sumber daya dari art fair internasional ke dalam konteks Indonesia, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap dinamika pasar seni rupa di dalam negeri

    Analisis Kepuasan Mahasiswa terhadap Layanan Pendidikan di Program Studi Kriya ISI Surakarta dengan Metode SERVQUAL

    Full text link
    Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan pendidikan di Program Studi Kriya ISI Surakarta menggunakan metode SERVQUAL. Metode ini mengukur kesenjangan antara harapan dan persepsi mahasiswa berdasarkan lima dimensi, yaitu: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara kuantitatif untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa kesenjangan antara harapan dan persepsi mahasiswa. Secara umum, ditemukan bahwa mahasiswa memiliki harapan yang cukup tinggi terhadap kualitas layanan pendidikan. Mereka menginginkan layanan yang lebih responsif, fasilitas yang lebih baik, dan perhatian yang lebih personal dari dosen. Persepsi mahasiswa terhadap kualitas layanan bervariasi. Beberapa aspek layanan dinilai sudah cukup baik, namun ada beberapa aspek lain yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memenuhi harapan mahasiswa secara optimal

    SEJARAH DESA SAPEN SEBAGAI STRATEGI KREATIF REBRANDING IDENTITAS VISUAL KLUB SEPAK BOLA PERKASA DESA SAPEN SUKOHARJO

    Full text link
    Sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer dan memiliki banyak penggemar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Klub sepak bola Perkasa Sapen Sukoharjo, yang dikenal melalui kompetisi tarkam, memerlukan identitas visual yang kuat untuk meningkatkan citra dan motivasi pemain, serta mempererat hubungan dengan para pendukungnya. Artikel ini membahas penerapan pendekatan design thinking dalam perancangan identitas visual baru untuk klub tersebut, dengan tujuan untuk menciptakan branding yang lebih kuat, termasuk logo, jersey, dan maskot, serta penerapannya pada media promosi seperti merchandise. Kata kunci : rebranding, identitas visual, klub sepakbola, sapi, design thinkin

    REVITALISASI INTERIOR DALEM KAWEDANAN BEKONANG DI SUKOHARJO MENJADI LIBRARY CAFE DENGAN GAYA INDISCHE

    Full text link
    Revitalisasi interior Dalem Kawedanan Bekonang menjadi library cafe dengan gaya indische merupakan upaya menyelamatkan dan menghidupkan kembali bangunan Dalem Kawedanan Bekonang sebagai cagar budaya yang sudah mulai terbengkalai, sekaligus memberikan fungsi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Dalem Kawedanan Bekonang sebagai bangunan yang bernilai historis, memiliki potensi besar untuk dijadikan ruang publik yang dapat memperkenalkan nilai sejarahnya, sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal melalui alih fungsi menjadi kafe bernuansa perpustakaan untuk mendukung keberlanjutan bangunan. Seiring dengan kemajuan zaman, menunjukkan bahwa tren kafe multifungsi sebagai ruang belajar dan berkumpul semakin diminati, sehingga konsep library cafe menjadi solusi revitalisasi bangunan yang tepat. Revitalisasi ini juga bertujuan untuk mendukung rekreasi dan edukasi, sekaligus melestarikan sejarah Sukoharjo. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fungsi, pendekatan ergonomi, pendekatan tema nostalgic colonial Java dan pendekatan gaya interior Indische. Metode penciptaan menggunakan tiga proses tahapan desain meliputi input, sintesa atau analisis dan terakhir output. Hasil perancangan berupa desain interior library cafe yang meliputi fasilitas resepsionis, area makan dan minum (indoor, semi outdoor dan outdoor), ruang meeting, dapur, bar, area mencuci, gudang, kantor pengelola, ruang owner, ruang karyawan, taman, mushola, ruang wudhu, ruang janitor dan toilet, sebagai batasan ruang lingkup garapnya

    PEDAGANG PASAR KLITHIKAN NOTOHARJO SEMANGGI DALAM FOTOGRAFI PORTRAIT

    No full text
    PEDAGANG PASAR KLITHIKAN NOTOHARJO SEMANGGI DALAM FOTOGRAFI PORTRAIT ABSTRAK Oleh: Dendy Pasar Klithikan Notoharjo yang berlokasi di Jalan Sungai Serang I No.313, Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Pasar ini berdiri sejak tahun 2006. Pasar Klithikan Notoharjo dikenal sebagai pasar barang-barang bekas satu-satunya di Solo. Sehingga menjadikan pasar ini sebagai pasar primadona bagi warga Solo dan sekitarnya. Pasar Klithikan dipilih sebagai lokasi untuk penciptaan karya fotografi karena pengalaman pertama penulis saat mengunjungi pasar tersebut di Solo. Di tempat tinggal penulis, tidak terdapat pasar yang serupa dengan Pasar Klithikan Notoharjo. Hal ini memunculkan ide untuk memvisualisasikan Pasar Klithikan Notoharjo dalam karya ini. Pasar tersebut menawarkan beragam barang, baik yang bekas maupun yang baru, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk mengeksplorasi dan memvisualisasikannya. Pendekatan penciptaan ini memanfaatkan fotografi portrait dengan mengatur komposisi setiap subjek yang dipilih, guna memaksimalkan representasi para pedagang pasar klithikan Notoharjo. Peran fotografi potret dalam konteks ini berfungsi sebagai media untuk mendokumentasikan individu-individu yang berkontribusi dalam menghidupkan pasar klithikan Notoharjo, sekaligus menjadi arsip visual yang memungkinkan masyarakat umum untuk lebih mengenal para pedagang yang berjualan melalui medium visual

    Sustainability and Ethics in Information Systems

    No full text
    Hak Paten Karya Tulis dengna judul : Sustainability and Ethics in Information System

    4,416

    full texts

    7,065

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Seni Indonesia Surakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇