7065 research outputs found
Sort by
PERAN GITAR DALAM JARANAN DANGDUT OLEH KELOMPOK NANDA MUSIK JANDHUT
Skripsi berjudul Gitar dalam Jaranan Dangdut Oleh Kelompok Nanda Musik Jandhut, berawal dari ketertarikan penulis melihat fenomena permasalahan pada kajian ini . Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Karakteristik Pola Gitar dan irama Jaranan Dangdut Oleh kelompok NMJ (Nanda Musi Jandhut) Group.karakteristik didalam tidak terlepas dari faktor-faktor adanya pengaruh kebudayaan jaranan yang ada dibalik permasalahan . Kajian ini, ada melalui beberapa hal yaitu instrument gitar sebagai pengaruh dalam aransement lagu-lagu, kedua proses kreatif personil dalam aransement lagu lagu bernuansa dangdut. Yang ketiga kebudayaan masyarakat yang masih merawat kebudayaan itu sendiri sehingga seperti kegiatan kesenian mempengaruhi adanya perkembangan jaranan dangdut sampai sekarang.
Inti permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah bagaimana bagiamana karakteristik gitar pada jaranan dangdut, dan juga bagaiamana proses kreatif kelompok NMJ (Nanda Musik Jandhut) yangberkontribusi dalam pembuatan aransement lagu-lagu dangdut ?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, metode yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif, meliputi observasi, pengumpulan data, analisis data, penyajian data dan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan dua teori, yang pertama, teori perubahan yang menjelaskan mengenai perubahan musikal . yang kedua teori kreativitas alam p meriam untuk mengungjkap permasalahan yang kedua yaitu kreativitas dalam group nmj pada kebudayaan jardut. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik musik jardut, mengungkap sebuah bentuk pertunjukan yang berbeda yang dilatar belakangi dengan kreativitas bermusik yang bermaksud dan bertujuan terhadap sebuah pesan yang abadi. Hal ini sangat berdampak baik bagi manusia karena pertunjukan ini memberi pesan dan doa dengan nilai-nilai positif yang disampaikan melalui bentuk pertunjukan kelompok NMJ (Nanda Musik Jandhut) sebagai salah satu klompok yang berpengaruh dalam perkembangan musik dan kebudayaan nusantara.
Kata Kunci : Jaranan, Dangdut, Kelompok NMJ (Nanda Musik Jandhut
KEDUDUKAN DAN FUNGSI SAXOPHONE DALAM MUSIK PAKELIRAN GAYA AMAR PRADOPO
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya keberadaan saxophone dalam Pakeliran Wayang Pradopo, untuk mengetahui dan mendeskripsikan jangkah dan embat nada diantonis dan pentatonis pada Pakeliran Wayang Pradopo saat digabungkan, dan untuk mengetahui fungsi dari instrumen tersebut dalam pakeliran Wayang Pradopo. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Objek penelitian yaitu fungsi atau kedudukan saxophone dalam musik pakeliran gaya Pradopo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display atau penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi utama saxophone dalam konteks ini adalah untuk menambahkan lapisan musik yang tidak tertuju hanya pada gamelan melainkan ada sentuhan baru dari bunyi yang dihasilkan oleh saxophone sehingga meningkatkan keindahan dan kompleksitas iringan musik pada pakeliran wayang, memberikan variasi, serta menjaga kesegaran dan ketertarikan penonton pada pagelaran wayang semalam suntuk.
Kata Kunci : Saxophone, Wayang, Pradopo, Gamela
DEKONSTRUKSI CITRA TUBUH PEREMPUAN DALAM BUDAYA VISUAL PADA PERTUNJUKAN TUBUH PLASTIK KARYA DEXA HACHIKA
Citra tubuh perempuan yang hadir dalam masyarakat merupakan
bentuk konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh media sosial dan industri
kecantikan. Penelitian ini mencoba melihat bagaimana pertunjukan Tubuh
Plastik karya Dexa Hachika berupaya untuk mengkolerasikan antara
pertunjukan dengan fenomena sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk memahami kritik yang dilakukan Dexa Hachika tentang
kompleksitas dan tekanan yang dihadapi perempuan dalam menjaga citra
tubuh mereka, dengan menggunakan perspektif dekonstruksi Jacques
Derrida, yang melibatkan konsep-konsep seperti différance, trace, écriture,
logocentrism, dan binarism.
Metode yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan
Dexa Hachika selaku pengkarya dan Kana sebagai salah satu talent, serta
observasi digital dari dokumentasi pertunjukan di channel YouTube IB
Creative Arts. Pendekatan ini memberikan wawasan langsung tentang
proses kreatif dan eksekusi pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Tubuh Plastik mencerminkan pengalaman pribadi dan pengaruh
eksternal terhadap konsep kecantikan. Dexa menggunakan elemen visual
dan performatif untuk menggambarkan ketidakstabilan makna
kecantikan.
Kata Kunci : Citra Tubuh, Konsep Kecantikan, Dekonstruksi, Tubuh
Plasti
Analisis Visual Merchandising pada Market Offline dan Online Informa
Penerapan dan pengembangan elemen-elemen unsur visual merchandising menjadi kunci keberhasilan dalam era
penjualan secara offline maupun online dikarenakan e-commerce yang semakin berkembang seiring kemajuan
teknologi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen unsur visual merchandising pada toko offline dan
online (website dan aplikasi) Informa. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik
pengambilan data penelitian ini menggunakan analisis konten (content analysis) dengan mencari data dari toko
offline, website, dan aplikasi Informa, serta kajian pustaka dari artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan
penerapan visual merchandising pada toko offline maupun online, kemudian akan dianalisis dan berorientasi pada
pendalaman makna isi sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini berupa analisis hasil dari
visual merchandising pada toko offline dan online (website dan aplikasi) Informa beserta dampak signifikan bagi
ketertarikan customers dalam membeli produk. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan mengenai
keefektivitasan penerapan visual merchandising pada toko yang bisa menarik perhatian customers untuk
mengunjungi, melihat, dan membeli produk di toko tersebut
IKON SOLO SAFARI SEBAGAI IDE MOTIF BATIK BUSANA KERJA KARYAWAN SOLO SAFARI
Ikon Solo Safari adalah Sebuah penanda wahana wisata kebun binatang yang
berada di Solo. Ikon Solo Safari terwakili dari Visual gajah yang mengakat
belalai dengan ,warna hijau dan di bawah gambar tersebut terdapat tulisan ,Solo
Safari. Tujuan dari penelitian karya ini sebagai ide motif batik busana kerja
karyawan Solo Safari. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya yaitu
dari eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, Karya yang di hasilkan berupa busana
Aur,Chilotis,Menagarie,Arium.kesimpulanya bahwa busana kerja yang
mengambil suatu ide ikon solo safari tersebut untuk busana kerja lapangan solo
safari . Motif batik yang diciptakan menjadi busana kerja dan bawahan atau satu
kesatuan. Busana kerja merupakan busana yang dapat digunakan untuk
berkerja. Tahapan dan proses penciptaan seni dapat menghasilkan 4 desain
nuansa dan motif yang bersumber dari ikon solo safari sebagai ide motif batik
busana kerja karyawan solo safari , serta memiliki nilai keindahan yang dapat
digunakan dalam busana kerja
BUAH MANGGA DAN ANGGUR KOTA PROBOLINGGO SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK BUSANA READY TO WEAR
ABSTRAK
Tujuan Tugas akhir Karya Buah Mangga dan Anggur Kota Probolinggo
Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Pada Busana Ready To Wear. Dalam
penciptaan karya ini menggunakan metode yang terdiri dari eksplorasi, inkubasi,
konseptualisasi dan materialisasi. Dalam proses penciptaan karya dimulai dari
tahap eksplorasi. Proses selanjutnya adalah tahap perwujudan, dalam tahap ini
dimulai dengan membuat pola busana, mencorek, mencanting, pewarnaan kain,
melorod kain batik, dan menjahit serta finishing. Teknik yang digunakan dalam
proses penciptaan karya yaitu Teknik colet dan usap. Bahan dan yang digunakan
malam (lilin), canting, remasol, kain primissima dan kain toyobo. Penciptaan
karya busana ready towear ini digunakan pada kegiatan perayaan hari jadi kota
probolinggo, pertemuan rekan bisnis, busana ini digunakan pada pria dan wanita
dengan sasaran dewasa usia 17-28. Karya ini memiliki judul karya masing-
masing dengan mengambil dari Bahasa sansekerta dan nama buah yang sudah
ada. Karya 1 dengan judul “Mider”, karya 2 dengan judul “Berawa”, karya 3
“Andakara”, karya 4 dengan judul “Lalijiwo”. Penciptaan karya ini dengan motif
buah mangga dan anggur, dengan diaplikasian pada busana ready to wear. Dalam
proses perwujudan pada desain busana ready to wear ini dalam bentuk busana
jas,celana, rok, dan jari
PERANCANGAN INTERIOR DAYCARE CENTER DI SURAKARTA DENGAN TEMA BATIK KAWUNG
Perancangan Interior Daycare Center di Surakarta dengan tema Batik Kawung merupakan perancangan desain Taman Penitipan Anak (TPA) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini, khususnya pada masa Golden Age. Masa ini merupakan periode keemasan perkembangan anak yang membutuhkan lingkungan kondusif untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Sebagai Kota Layak Anak, Surakarta terus berkomitmen memenuhi hak anak melalui penyediaan fasilitas ramah anak. Namun, jumlah Daycare yang memenuhi standar Sekolah Ramah Anak (SRA) masih terbatas, hanya delapan unit. Oleh karena itu, dirancanglah Daycare Center yang memenuhi Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) untuk usia 2–6 tahun. Perancangan ini mengusung konsep Playful dengan gaya modern serta mengintegrasikan motif Batik Kawung. Konsep Playful dipilih untuk menciptakan lingkungan yang imajinatif, menyenangkan, dan edukatif bagi anak-anak. Sementara itu, Batik Kawung dengan elemen geometri diterapkan pada elemen interior seperti dinding, lantai, dan furnitur. Proses perancangan mengadopsi metode penciptaan karya Pamudji Suptandar, yang terdiri dari tahapan Input, Sintesa, dan Output. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan teknis, tema dan gaya, serta psikologi anak. Batasan ruang lingkup garap dalam perancangan ini meliputi lobby, kantor, Toddler Room, Preschool Room dan Perpustakaan Anak. Daycare ini dirancang dengan layanan fleksibel yang meliputi penitipan sementara, setengah hari, hingga penuh waktu, dengan lokasi strategis di kawasan permukiman. Diharapkan, fasilitas ini dapat memberikan solusi bagi orang tua bekerja, meningkatkan jumlah Daycare ramah anak, serta mempertahankan status Surakarta sebagai Kota Layak Anak
PERANCANGAN INTERIOR ART SPACE GALLERY DI SURABAYA
Perancangan Interior Art Space Gallery merupakan wadah/ kanvas kosong yang dapat menyediakan ruang untuk menampung berbagai kegiatan positif para pelaku seni dan komunitas-komunitas lokal serta mengenalkan pada masyarakat agar lebih mencintai seni. Perancangan Interior Art Space Gallery menggunakan pendekatan Bioclimatic Design yang memungkinkan adanya konsep hemat energi. Selain itu iklim tropis di Indonesia lebih spesifiknya di Surabaya menuntut penyelesaian desain yang memperhatikan segala bentuk potensi dan kendala untuk mendapatkan bangunan sebagai wadah kegiatan yang nyaman dan aman. Selain itu banyak nya ventilasi alami pada bangunan dengan konsep bioklimatik desain juga membuat udara yang dihasilkan alami, Tumbuhan dan lanskap membuat bangunan lebih sejuk serta memberikan efek dingin pada bangunan dan membantu proses penyerapan O2, dan pelepasan CO2. Hal tersebut sangat cocok untuk kota Surabaya dengan suhu udara yang sangat tinggi. Sedangkan gaya yang digunakan adalah gaya kontemporer yang sustainable. Gaya kontemporer mewakili unsur masa kini, tidak hanya secara langgam atau style namun juga issue masa kini seperti pemanasan global yang berkaitan erat dengan green design atau sustainable design sebagai bentuk respon terhadap issue masa kini. Sehingga dirasa cocok apabila tema atau konsep bioklimatik desain disandingkan dengan gaya kontemporer sustainable. Yang dimana sama-sama memiliki visi mengurangi pemanasan global dan menerapkan prinsip hemat energi. Perancangan ini juga mengangkat unsur lokalitas daerah yaitu batik khas Surabaya yang baru saja diresmikan pada 2022 kemarin, yaitu batik kintir-kintir. Motif ini menggambarkan kota Surabaya dikelilingi beberapa sungai. Batik ini juga mencerminkan arek-arek Surabaya yang memiliki sifat mudah mengikuti perkembangan zaman dengan tekad yang kuat. Motif kintir-kintiran terdapat garis bergerigi dan lengkungan yang menjadi lamba ng aliran Sungai dan akar-akar hutan mangrove yang tajam. Serta terdapat daun semanggi yang menjadi lambang loyalitas serta perjuangan. Motif semanggi juga berasal dari salah satu makanan khas kota Surabaya yaitu pecel semanggi. Dalam perancangan Art Space Gallery motif semanggi pada batik kintir-kintir diimplementasikan menjadi meja makan, display lukisan dan juga tege
Lagu Waktu Ku Kecil dan Fenomena Earworm
Lagu berjudul Waktu Ku Kecil akhir-akhir ini viral. Artikel ini menelisik dan menengarai viralnya lagu tersebut sebagai fenomena earworm. Earworm dipicu oleh struktur musik yang memiliki kombinasi antara melodi sederhana, tempo cepat, struktur musik pendek, dan ritme berulang. Elemen-elemen tersebut merangsang pusat memori otak memungkin lagu untuk terseimpan dengan mudah dan bertahan lama dalam pikiran pendengar. Dari perspektif perilaku earworm dapat memberikan persoalan dalam hal fokus dan konsentrasi. Tak heran pernah terjadi pelarangan terhadap lagu yang memicu fenomena earworm seperti yang terjadi di Korea Selatan terhadap lagu APT. Media sosial memiliki peran besar dalam fenomena earworm. Earworm adalah sesuatu yang menarik sekaligus membingungkan. Ada hubungan kompleks antara kreativitas musik, eksposur, dan pengalaman psikologis individu
ANALISIS SEMIOTIKA PADA FOTO ARTIKEL ‘DARAH, KERINGAT, DAN AIR MATA MANGGARAI’ DALAM SISIPAN NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA EDISI DESEMBER 2008
iv
ABSTRAK
Fotografi berfungsi sebagai penyampaian informasi yang mempunyai
pesan, maksud dan tujuan. Dalam foto artikel yang berjudul “Darah, Keringat dan
Air Mata Manggarai” memuat kebudayaan Manggarai yaitu Caci, sebuah Tarian
yang melambangkan kejantanan dan sportifitas. Dengan prosesi tradisi yang
menyertainya, Caci mempunyai kaitan erat dengan gagasan kepercayaan orang
Manggarai terkait dengan korban darah yang sakral. Penelitian yang berjudul
Analisis Semiotika Pada Foto Artikel ‘Darah, Keringat, dan Air Mata Manggarai’
Dalam Sisipan National Geographic Indonesia edisi Desember 2008. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.
Teori yang digunakan untuk menganalisis foto-foto tersebut adalah Semiotika
Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna denotasi
dan memahami makna konotasi serta mitos, ketiga tahapan tersebut dianalisis untuk
mengetahui makna dan memahami budaya Manggarai yang direpresentasi dalam
foto tersebut