2000 research outputs found
Sort by
RENCANA BIAYA PELAKSANAAN (RBP) YANG PALING MUNGKIN PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN BANTUAN PROGRAM @RISK
Seperti diketahui salah satu parameter yang berpengaruh terhadap nilai biaya
langsung adalah harga satuan bahan, yang sekali mengalami fluktasi, sehingga,
sering mengalami ketidakpastian. Cara yang umum digunakan adalah memakai 3
angka harga satuan, yaitu Optimistic Cost (Biaya yang paling optimis) = MIN, Most
Likely Cost (Biaya yang paling mungkin) = (ML) dan Pessimistic Cost (Biaya yang
paling pesismis) = MAX. Program @Risk merupakan salah satu program komputer
yang berfungsi sebagai alat bantu dalam analisis risiko. Berdasarkan hal tersebut di
atas, maka saya melakukan kajian tentang Perencanaan Biaya Pelaksanaan (RBP)
dengan harga satuan yang bervariasi pada Proyek Konstruksi dengan bantuan
Program @Risk. Berdasarkan pembahasan, didapat total biaya proyek yang paling
mungkin yang dihasilkan dari simulasi Monte Carlo ini adalah = Rp. 64,714,692.83,
ini berarti probalitas proyek tersebut dapat dilaksanakan dengan sukses sekitar =
45%. Jika dana yang tersedia = Rp. 66,505,763.50, berarti probalitas proyek tersebut
dapat dilaksanakan dengan sukses sekitar = 75 %. Semua keputusan ada ditangan
pemilik proyek, apakah menginginkan probalitas proyek 45%, atau 75%
KERETA API PILIHAN UTAMA SEBAGAI MODA ALTERNATIF ANGKUTAN UMUM MASSAL
Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari
lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian
kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta
atau gerbong tersebut berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang
maupun barang dalam skala besar. Mengingat sifatnya sebagai angkutan massal
efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat
transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antar
negara. Dilain pihak kereta api bisa dijadikan sebagai alternatif moda angkutan
umum massal yang cepat, aman, nyaman dan terjangkau di sekuruh dunia. Hal ini
dibuktikan bahwa baik negara-negara maju maupun negara-negara yang berkembang
sedang menggalakkan penggunaan kereta api sebagai moda pilihan masyarakat
dalam melakukan perjalanan
PERSEPSI DAN SIKAP MAHASISWA UNIVERSITAS WARMADEWA TERHADAP DUALISME PEMERINTAHAN DESA PEKRAMAN DAN DESA DINAS DI BALI SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NO 6 TAHUN 2014
Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia dimana dalam sistem pemerintahan desanya terdapat dualisme yang terdiri dari desa dinas dan desa pakraman. Dimana desa pakraman merupakan suatu struktur pemerintahan desa asli Bali yang berlandaskan desa, kala, patra. Sedangkan desa dinas yang memiliki struktur sama dengan desa pakraman namun terdapat perbedaan dalam struktur dan pelaksanaan tugasnya. Ketika diterbitkannya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, terjadi polemik berkepanjangan khususnya di Bali. Yang dimana di dalam Undang-undang ini menginginkan pemerintahan desa yang profesional, efisien, dan efektif serta bertanggungjawab dengan ketentuan adanya pembentukan, penghapusan, penggabungan, perubahan status, dan penetapan desa. Disini menimbulkan rasa kekhawatiran oleh masyarakat Bali. Dengan adanya permasalahan diatas peneliti tertarik untuk mendalami masalah tersebut yang dimana mahasiswa dijadikan bahan penelitian karena mahasiswa identik dengan daya kritis yang tinggi. Maka penulis merasa tertarik untuk meneliti bagaimana persepsi dan sikap mahasiswa universitas Warmadewa Denpasar terhadap adanya dualisme pemerintahan desa dinas dan desa pakraman di Bali setelah berlakunya undang-undang nomor 6 tahun 2014.
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap mahasiswa Universitas Warmadewa terhadap adanya dualisme pemerintahan desa dinas dan desa pakraman di Bali setelah berlakunya undang-undang nomor 6 tahun 2014 baik dari segi aspek pandangan, tanggapan, kognitif, afektif, dan evaluasi.
Untuk memecahkan masalah dibutuhkan landasan teori sebagai penuntun pemecahan masalah yang dimana dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif yang dipadukan dengan teknik analisis kuantitatif. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan metode observasi dan kuisioner.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh simpulan bahwa persepsi dan sikap mahasiswa Universitas Warmadewa Denpasar terhadap dualisme pemerintahan desa pakraman dan desa dinas setelah berlakunya undang undang nomor 6 tahun 2014 termasuk dalam kategori sedang. Dimana dalam persepsi, mahasiswa menunjukkan persepsi negatif atau kurang paham, ini terlihat dari kecenderungan mahasiswa atau 37 reponden (39,15%) menjawab sedang. Dalam aspek sikap, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kurang mendukung. Ini terlihat dari rata-rata skor masing-masing aspek (kognitif, afektif, dan evaluasi) yang termasuk dalam kategori sedang, karena berada dalam kisaran interval 1,67-2,3
HUBUNGAN INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI TAHUN 2014 DENPASAR
Seiring dengan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat dalam aspek kehidupan masyarakat, maka setiap institusi bidang pendidikan kesehatan diharapakan mampu secara cepat tuntutan sebagai harapan masyarakat dalam kualitas pendidikan kesehatan.
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : ”Seberapa besar hubungan insentif terhadap peningkatan kinerja karyawan STIKes Wira Medika PPNI Bali Tahun 2014?”
Untuk dapat memecahkan masalah tersebut maka diperlukan landasan teori. Landasan tori ini kemudian diajukan hipotesis sebagai berikut : ” Semakin tinggi pemberian Insentif maka Kinerja Karyawan semakin meningkat di STIKes Wira Medika PPNI Bali Tahun 2014”.
Untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini digunakan metode statistic. Setelah diadakan penelitian berdasarkan statistik, pada variable Insentif bahwa jawaban responden yang termasuk kategori tinggi sebanyak 25 orang atau 50 %, yang termasuk kategori sedang sebanyak 19 orang atau 38 % dan kategori rendah sebanyak 6 orang atau 12 %. Sedangkan pada variabel Kinerja karyawan jawaban responden yang termasuk kategori tinggi sebanyak 10 orang atau 20 %, yang termasuk kategori sedang sebanyak 32 orang atau 64 % dan kategori rendah sebanyak 8 orang atau 16 %.
Dari analisis Product Moment dapat diketahui bahwa korelasi antara Insentif dengan Kinerja mempunyai hubungan Korelasi sebesar 0,64 berarti korelasi positif tinggi. Karena berada diantara 0,60 sampai 0,799.Berdasarkan tes signifikan diperoleh Dengan taraf signifikan 5% dengan N=50 dimana nilai T – test lebih besar dari nilai T – table yaitu 5,772.≥ 2,021 (lihat lampiran T – table ).
Jadi berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Insentif mempunyai hubungan yang kuat terhadap peningkatan Kinerja karyawan yaitu 0,64 adalah signifikan. Berarti kinerja karyawan dipengaruhi oleh nominal insentif, hal ini diprediksi karena karyawan akan semakin meningkatkan kinerjanya, dimana karyawan telah memiliki uraian tugas sebagai tanggung jawabnya
Untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang berhubungan terhadap Kinerja Karyawan maka perlu diadakan penelitian lagi dengan variable lain selain variable Insentif
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN NEW KUTA HOTEL
Kompensasi merupakan bentuk penghargaan atau balas jasa yang
diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya,baik dalam bentuk financial
maupun non financial. Dengan adanya pemberian kompensasi, maka kehidupan
dan status karyawan akan lebih terjamin di tengah – tengah masyarakat sehingga
yang bersangkutan merasa bahagia diperhatikan. Dengan sistem kompensasi yang
baik, para karyawan akan lebih survival bekerja pada perusahaan. Hal ini berarti
mencegah keluarnya karyawan dari perusahaan itu. Dalam penelitian ini penulis
memilih judul “ Pengaruh Kompensasi terhadap Semangat Kerja Karyawan New
Kuta Hotel”.
Masalah yang diangkat adalah "Bagaimanakah pengaruh kompensasi
terhadap semangat kerja karyawan New Kuta Hotel ?. Tujuan dari penelitian ini
adalah Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap semangat kerja
karyawan New Kuta Hotel. Dan Hipotesis yang penulis ajukan yaitu
“Meningkatnya kompensasi yang diterima oleh karyawan secara nyata akan
meningkatkan semangat kerja karyawan New Kuta Hotel”. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan analisa data
kuantitatif. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan
karyawan New Kuta Hotel yang berjumlah 160 orang, sedangkan yang menjadi
sampel sebanyak 110 orang yang akan dijadikan responden dalam penelitian ini.
Teknik pengumpulan data nya menggunakan rumus perhitungan product moment,
yang bertujuan untuk mencari korelasi antara variable kompensasi dengan
semangat kerja karyawan.
Berdasarkan hasil analisis rata – rata skor jawaban variabel kompensasi (X)
diperoleh nilai rata – rata sebesar 2,760 dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa rata – rata jawaban responden variabel kompensasi (X) termasuk dalam
katagori tinggi. Berdasarkan hasil analisis rata – rata skor jawaban variabel
semangat kerja (Y) diperoleh nilai rata – rata sebesar 2,919 dengan demikian ,
dapat disimpulkan bahwa rata – rata jawaban responden variabel semangat kerja
karyawan (Y) termasuk dalam kategori tinggi. Hasil analisis korelasi sederhana
yang diperoleh hasil rxy = 0,235 yang artinya terdapat hubungan yang lemah
antara variabel kompensasi (X) dengan variabel semangat kerja karyawan (Y) di
New Kuta Hotel karena berada diantara 0,200 – 0,399, karena nilai r-hitung lebih
besar dari nilai r-tabel, yaitu 0,235 0,187 maka hubungan variabel kompensasi
dengan semangat kerja karyawan New Kuta Hotel adalah signifikan. Hasil
analisis regresi linier yang diperoleh adalah Y’ = 2,787 + 0,132 X Ada hubungan
positif yang ditujukan dengan analisis regresi antara variabel kompensasi (X) dan
variabel semangat kerja karyawan (Y) di New Kuta Hotel. Hasil analisis
determinasi yang diperoleh adalah sebesar 5,5 % yang menunjukkan bahwa
besarnya pengaruh variabel kompensasi (X) terhadap semangat kerja karyawan
(Y) sebesar 5,5 % dan sisanya 94,5 % dipengaruhi oleh variabel lain. Dengan
demikian hipotesis yang berbunyi meningkatnya kompensasi yang diterima oleh
karyawan secara nyata akan meningkatkan semangat kerja karyawan New Kuta
Hotel terbukti kebenarannya
TELAAH UNSUR-UNSUR ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI PADA FASAD BANGUNAN CITY HOTEL DI KOTA DENPASAR BALI
Kota Denpasar merupakan kota terbesar di Bali yang memiliki motto "Berwawasan Budaya". Implementasi berwawasan budaya tersebut salah satunya pada tata ruang kota dan bangunan di Kota Denpasar yang mencerminkan unsur-unsur arsitektur tradisional Bali. Unsur-unsur tradisional Bali tersebut berupa konsep bangunan, wujud, bahan, warna, maupun ornamen yang diterapkan pada tata bangunan di Kota Denpasar. Dan unsur-unsur tersebut menjadi salah satu aspek yang penting dalam undang-undang perijinan mendirikan bangunan di kota Denpasar. Hal tersebut bertujuan untuk mempertahankan eksistensi nilai-nilai budaya Bali pada bidang arsitektur sehingga kearifan lokal budaya Bali dapat dilestarikan di tengah-tengah kemajuan jaman. Fenomena yang berkembang menunjukan bahwa penerjemahan unsur-unsur arsitektur tradisional Bali pada fasad bangunan-bangunan city hotel di kota Denpasar tidak relevan dan cenderung mengarah kepada lahirnya gaya arsitektur baru yang instan. Oleh karenanya, maka perwujudan unsur-unsur arsitektur tradisional Bali pada fasad bangunan-bangunan tersebut menjadi semakin kabur (bersifat simulakra). Tampilan fasad bangunan cenderung ke arah bentuk minimalis, menggunakan warna-warna pop, minimnya penerapan bahan bangunan lokal, menggunakan bentuk-bentuk ornamen dengan sentuhan modern serta penempatan ornamen-ornamen yang tidak tepat sehingga berkesan tempelan semata. Di samping itu juga prosentase penerapan bentuk-bentuk arsitektur tradisional Bali sangat minim dibandingkan dengan bentuk-bentuk modern bahkan cenderung tidak ada. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik kualitatif dengan merumuskan grand theory dalam menelaah unsur-unsur arsitektur tradisional Bali pada fasad bangunan-bangunan city hotel di Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa perwujudan unsur-unsur arsitektur tradisional Bali pada fasad bangunan-bangunan city hotel di kota Denpasar mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini terlihat dari bentuk fasad bangunan, penggunaan warna, ornamen Bali, dan bahan bangunan yang cenderung modern sehingga identitas lokal menjadi memudar. Hasil akhir dari penelitian ini sebagai masukan kepada Pemerintah Kota Denpasar dalam merumuskan kebijakan tentang tata bangunan dan kota
Dinamika Politik Kebudayaan, Hukum dan Pariwisata Bali
Membangun kebudayaan Bali yang bernafaskan agama Hindu, budaya dan adat terus di pupuk sehingga betul-betul agama hindu, budaya Bali mampu memfilter keangkuhan budaya materialisme/kapitalisme yang menyerbu Bali. Bagaimana tidak Bali sebelum dan sesudah menjadi tujuan wisata telah terjadi dialog multikultural. Namun dengan adanya dialog multikultural dan interaksi pariwisata ternyata banyak terjadi pergeseran ruang yang diakibatkan oleh aktivitas pariwisata serta akibat sosial budaya yang menyertai kepentingan pariwisata
THE EFFECT OF HOW THE BAMBOO BIOCHAR PLACEMENT AND DOSE TOWARDS THE GROWTH AND PRODUCTION OF SWEET CORN
This study aims to determine the effect of how biochar placement and dose and also its interaction on the growth and production of sweet corn. This experiment is a faktorial experimental with basic design using an incomplete randomized design. The treatment consists of two factors: placement way (P) and biochar dose (B). The first factor is how the placement of fertilizer (P) as follow: P1 = Spreading, P2 = Lining, and P3 = Spotting. The second factor, the Biochar dose (B) consists of 3 levels of dose and one control: namely: B0 = treatment without biochar as the control, B1 = Biochar 5 tonnes/ha dose, B2 = Biochar with 10 tonnes / ha dose, B3 = Biochar with 15 tonnes/ha dose. Thus, there were 10 combinations treatments and each treatment was repeated three times, so there are 30 experimental plots. The results showed that the fresh cob weight per heaviest plant obtained in the treatment of spotting placement, namely 211.89 g increased 38.59% when compared to spreading placement which was 152.89 g. This was also in lining with the results of the fresh weight of 100 seeds per plant that showed the highest value obtained in spotting placement of biochar treatment, namely 27.56 g, which has an increase of 18.13% when compared to spreading placement with was 23.33 g. The result of the heaviest of the fresh weight of 100 seeds per plant was biochar dose treatment obtained at 15 tonnes/ha which was 26.78 g, increased 15.33% and also increased 43.44% when compared to the lowest biochar dose which was 23.22 g and 18.67 g of biochar control. The result of the regression analysis between the biochar dose and the fresh weight of 100 seeds showed a linear relationship with the equation: Ŷ = 19.58 + 0.5379 X with coefficient of determination (R2) amount 77.50%
HASIL PROSES TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SECARA BIOLOGI TERHADAP KUALITAS DAN PRODUKSI BAHAN BAKU PUPUK
Berdasarkan uji laboratorium menunjukkan bahwa limbah cair yang berasal dari kegiatan RSUP Sanglah di Denpasar Bali, termasuk jenis limbah cair domestik. Limbah cair domestik didominasi kandungan bahan organik berupa protein dan karbohidrat yang ditunjukkan oleh parameter BOD (22,63 mg/l), COD (47 mg/l), TSS (25.83 mg/l), amonia (0,17 mg/l), nitrat (4 mg/l) dan nitrit (0,20 mg/l). Bahan–bahan ini bersumber dari kegiatan medis dan non medis RSUP Sanglah. Bahan baku pupuk harus mengandung bahan organik berupa karbohidrat dan protein (Caldwel, 2001)
Hasil analisis terhadap tahapan proses perlakuan teknologi biodetox menunjukkan bahwa teknologi tersebut sudah memenuhi standar operasional yaitu menekankan prinsip biologi dengan konsep pemanfaatan dan hasil kualitas limbah aman, efisien, ramah lingkungan. Hal ini terlihat dari kualitas limbah cair yang dihasilkan sudah memenuhi standar baku mutu dan aman dimanfaatkan terutama pada tahap stabilisasi (stasiun C) dan tahap akhir pembuangan (stasiun D) melalui Permenkes RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 dan standar mutu air golongan D Kepmen KLH No -02/MENKLH/1/ 1988, juga karakteristik limbah cair yang dihasilkan sudah memenuhi standar bahan baku pupuk yang ditetapkan terutama pada tahap stabilisasi. Menurunnya nilai kekeruhan, padatan terlarut dan padatan tersuspensi (Gambar 4.2a, 4.2b) diakibatkan perlakuan tahapan proses (pretreatment, treatment dan stabilisasi) dimana terjadi penurunan kandungan zat padat dan pemisahan komponen partikel dari zat cair. Penurunan kandungan zat padat dan pemisahan akan berpengaruh terhadap tingkat sidementasi dan bentuk komponen partikel yang lebih sederhanan ( Gegner, 2002). Penurunan nilai parameter BOD,COD (Gambar 4.5) diikuti parameter amonia, nitriat (Gambar 4.4) disebabkan proses, perlakuan fisik dan biologi secara terpadu dan perlakuan teknis operasional teknologi. Perlakuan teknologi yang diberikan pada tahap treatment dan stabilisasi (Tabel 4.2) bertujuan untuk mempercepat proses, dan mengatur jumlah komponen dan menjaga kondisi lingkungan. Perlakuan aerasi 3,3 jam akan berpengaruh terhadap bioaktivitas dan biodegradasi bahan organik oleh mikroorganisme terutama bakteri aerob. Perlakuan F/M 0,24-0,5 g/BOD/hari/g/MLSS akan berpengaruh terhadap keseimbangan jumlah makanan dan populasi mikroorganisme berdasarkan kebutuhan energi seperti: bakteri hetrotrof dan autrotrof. Perlakuan waktu tinggal limbah 2-4 hari dan aliran limbah cair sebesar 35% berpengaruh terhadap ketersediaan oksigen, jumlah zat makanan (bahan organik), waktu tinggal limbah dan akhirnya berpengaruh terhadap jumlah dan komponen unsur
KONSEP EKOHIDRAULIK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN EROSI
Menurut Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 16 Tahun 2009 tentang tata
ruang wilayah Provinsi Bali tahun 2009-2029, beberapa ketentuan umum dalam
Peraturan Daerah tersebut menyebutkan bahwa di Provinsi Bali terdapat Kawasan
Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK), kawasan Lindung serta kawasan budidaya.
Seperti halnya pada daerah-daerah wisata lainnya, selain memberikan banyak
keuntungan dari segi ekonomi, kemajuan pariwisata juga banyak meninggalkan
catatan-catatan penting diantaranya terjadinya bahaya erosi. Untuk menanggulangi
masalah erosi tersebut, dalam Undang Undang No. 7 tahun 2004, kegiatan konservasi
sumber daya air menempati urutan pertama. Eko-engineering merupakan salah satu
komponen dalam teknologi ecological-hydraulik (ekohidraulik) dan prinsip-
prinsipnya dapat digunakan juga untuk menanggulangi abrasi pantai, danau dan lain
sebagainya