2000 research outputs found
Sort by
STUDI KEDALAMAN AIR TANAH DI KAWASAN WISATA KERTHA SARI KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Pada dasarnya air tanah merupakan sumberdaya alam yang terbarukan
(renewable natural resources), dan memainkan peranan penting pada penyediaan
pasokan kebutuhan air untuk berbagai keperluan. Pemakaian sumberdaya air tanah
dari waktu ke waktu dirasakan semakin terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh
pertumbuhan ekonomi, penduduk dan perkembangan pembangunan lainnya yang juga
semakin berkembang.
Dampak dari pemakaian air tanah yang berlebihan dapat menimbulkan
berbagai permasalahan yang cukup serius, yang sangat sukar untuk
menanggulanginya. Seperti menjadi tidak seimbangnya antara pengambilan airtanah
di daerah keluaran (discharge area) dan daerah pemasukan airtanah (recharge area),
kemudian juga dapat menimbulkan intrusi air laut ke arah daratan yang dapat
mengkontaminasi air tanah.
Untuk itu diperlukan penyelidikan pendugaan geolistrik untuk mengetahui
keberadaanlapisan batuan yang berfungsi sebagai akuifer. Metode yang dilakukan
yaitu dengan melakukanpengukuran resistivity dengan menggunakan alat Multi
Channel Resistivity merk S-Field
Berdasarkan pengukuran geolistrik untuk penyelidikan air tanah, kondisi
kawasan wisata kertha Sari merupakan kawasan perbukitan dan pantai. Sehingga
penampang resistivity yang dihasilkan baik pada kawasan lembah maupun disekitar
datarn, nilai resistivity antara 10-100 Ωm dengan kedalaman berkisar antara 25-27
meter memiliki potensi air tanah (ground water)
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA, TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Kasus di Desa Lingu-Lango, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba-Barat Periode 2010-2014)
Penyelenggaraan pemerintahan desa merupakan upaya pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat dalam mencapai tujuan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dari landasan teori diatas maka di ajukan hipotesis dalam penelitian ini” Jika Kepemimpinan Kepala Desa, Tugas dan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dan Partisipasi Masyarakat di Lakukan dengan Baik maka Penyelenggaraan Pemerintahan Desa juga Akan Tercapai dengan Baik, di Desa Lingu-Lango, Kecamatan Tana-Righu, Kabupaten Sumba-Barat’’.
Dalam penelitian ini yang di jadikan populasi adalah Aparat Desa, Anggota Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat Desa Lingu-Lango yang berumur 17 tahun keatas atau yang sudah mempunyai hak pilih yang berjumlah 529 orang dari populasi tersebut diambil sampel berjumlah 50 orang.
Jenis Data yang dibutuhkan adalah data primer, skunder yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan kuisioner, untuk menganalisi data mengunakan rumus korelasi produck moment dan analisis determinasi, tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan dan pengaruh kepemimpinan kepala desa, tugas dan fungsi badan permusyawaratan desa dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa lingu-lango.
Berdasarkan hasil ahir perhitungan rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Desa (X1) yaitu di ketehui yang mengajukan kategori tinggi yaitu 31 responden atau 62%, Kategori sedang 19 responden atau 38% dan kategori rendah adalah 0 %, selanjutnya berdarkan hasil ahir perhitungan variabel Tugas dan Fungsi Badan Pemusyawaratan Desa (X2) di ketahui yang mengajukan kategori Tinggi 25 responden atau 50%, kategori sedang 23 atau 46%,dan kategori rendah 2 orang atau 4 persen, selanjutnya hasil ahir perhitungan variabel Partisipasi Masyarakat (X3) diketahui yang mengajukan ketegori tinggi 35 responden atau 70%, kategori sedang 14 responden atau 28% sedangkan ketegori rendah 1 responden atau 2%. dan berdasarkan hasil ahir perhitungan variabel Penyelenggaran Pemerintahan Desa (Y) dapat diketahui yang mengajukan ketegori tinggi 30 responden atau 60%, kategori sedang 19 responden atau 38% sedangkan kategori rendah 1 responden atau 2%.
Selanjutnya berdasarkan hasil analisis data dengan rumus korelasi produc moment di ketahui bahwa kepemimpinan kepala desa, Tugas dan Fungsi badan permusyawaratan desa mempunyai hubungan yang kuat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa lingu-lango dan analisis determinasi untuk mengetahui adanya Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa, Tugas dan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Desa lingu-lango mempunyai pengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, sehingga hipotesis yang di ajukan yaitu jika Kepemimpinan Kepala Desa, Tugas dan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dan Partispasi Masyarakat di lakukan dengan Baik, Maka Penyelenggaraan Pemerintahan Desa juga akan tercapai dengan baik terbukti kebenarannya
ENGLISH USED BY ARTSHOP ATTENDANTS IN KUTA AREA
The Title of this paper is English Used by Art Shop Attendants in Kuta Area. I am interested in investigating this topic since I want to know about the English used in real life by certain people. The analysis concerns with English functions and expressions that are used by art shop attendants and tourist.
In analyzing those English functions and expressions, this paper applied the theory of English functions taken from the book Function in English by John Blundell (1987) as the main theory and the supporting theory was taken from the book of Leo Jones in his book entitled Function of Language (1977) . Beside the other theories about, some theories that are considered relevant to the topic were also use in this paper.
In collecting the data, I used field research technique by applying the method of recording and note taking. The data collected then analyzed based on the scope of discussion. Then the data they analyzed by according to their functions and formality of the expressions used by the art shop attendants.
After all the data analyzed, I can make some conclusions such as there are eight language functions appears in their conversation with the tourists. The eight functions are: greeting, inviting, giving information, offering something, refusing, asking quantity, thanking and saying goodbye. The art shop attendants used the English function in informal expression although there were some art shop attendants used the formal expressions in using the English functions. Most of them used ungrammatical sentences to express the English functions but their purpose can be understood by the tourists when they serve the tourists in a friendly and polite manner
PEMAKAIAN NONSENTENCE DI TEMPAT-TEMPAT UMUM
This research is to find out the use of nonsentence at public areas, such as hotels, public offices, and others. This includes its forms and functions. The data were taken by observation method through photo-taking and note-taking technics. The data are qualitative data.
Seen from the forms, nonsentence can be noun phrase, adjective phrase, preposition phrase, or vocative. The functions of nonsentence include disapproval/scornful disapproval/strong disapproval function, approval function, command/requesting function, offering/inviting function, asking function, giving information function, warning function, prohibition function, sociability function, and introduction function.
The result of the research shows that nonsentence is usually found in public areas, such hotels and public offices. The forms of nonsentence found are noun phrase and prepositional phrase. The nonsentences found show command function, giving information function, and prohibition function
HUBUNGAN BUDAYA PATRIARKI DENGAN SIKAP DAN PERILAKU PEMILIH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) LANGSUNG TAHUN 2015 DI KABUPATEN SUMBA TIMUR (Studi Kasus di Kecamata Tabundung Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur)
Semangat dilaksanakannya Pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung adalah koreksi
terhadap sistem demokrasi tidak langsung (perwakilan) di era sebelumnya, dimana kepala daerah
dan wakil kepala daerah dipilih oleh DPRD, menjadi demokrasi yang berakar langsung pada
pilihan rakyat (pemilih). Oleh karena itu, keputusan politik untuk menyelenggarakan Pemilihan
kepala daerah (Pilkada) adalah langkah strategis dalam rangka memperluas, memperdalam, dan
meningkatkan kualitas demokrasi. Sejumlah argumentasi dan asumsi yang memperkuat
pentingnya Pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung adalah: Pertama, Pemilihan kepala
daerah (Pilkada) diperlukan untuk meningkatkan kualitas akuntabilitas para elit politik lokal,
termasuk kepala-kepala daerah. Kedua, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) diperlukan untuk
menciptakan stabilitas politik dan efektifitas pemerintahan di tingkat lokal. Ketiga, Pemilihan
kepala daerah (Pilkada) akan memperkuat dan meningkatkan kualitas seleksi kepemimpinan
nasional karena makin terbuka peluang bagi munculnya pemimpin-pemimpin nasional yang
berasal dari bawah/daerah. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung merupakan ekspresi
paling nyata dari kedaulatan rakyat sehingga rakyat (khususnya di daerah) tidak hanya menjadi
penonton tapi ikut menentukan masa depan mereka dan daerah mereka.
Budaya patriariki ini juga kemudian memberikan dampak yang sangat besar dalam
dunia birokrasi di Sumba Timur. Saat ini, dari seluruh instansi di lingkup pelayanan Kabupaten
Sumba Timur, tercatat hanya ada 1 (Satu) orang Perempuan yang mendapatkan kesempatan
untuk memegang jabatan penting dalam struktur birokrasi daerah yakni sebagai
BendaharaUmum Pemegang Kas Daerah. Begitu pula yang terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Timur. Dari 30 (Tiga Puluh) kursi yang diperebutkan, kaum
Perempuan hanya mampu mewakilkan 2 (Dua) orang di kursi legislatif daerah. Dalam pemilihan
kepala daerah secara langsung pada tahun 2010, tercatat hanya 1 (satu) orang kader Perempuan
yang berani mengambil kesempatan untuk ikut bertarung sebagai calon wakil bupati. Berangkat
dari kajian ini,mendorong penulis melakukan penelitian dengan memilih judul“HUBUNGAN
BUDAYA PATRIARKI TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU PEMILIH DALAM
PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) LANGSUNG TAHUN 2015 DI KABUPATEN
SUMBA TIMUR (Studi Kasus di Kecamatan Tabundung Kabupaten Sumba Timur Propinsi
Nusa Tenggara Timur)”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan budaya
patriarki terhadap sikap dan perilaku politik pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada)
kabupaten Sumba Timur tahun 2015.
Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa hasil analisis rata-rata 8 (Delapan)
kategori jawaban variabel budaya patriarki (X) diperoleh nilai rata-rata 2,06 dan termasuk dalam
kategori sedang. Selanjutnya, berdasarkan hasil rata-rata 9 (Sembilan) kategori jawaban variabel
sikap dan perilaku politik (Y) diperoleh nilai rata-rata 2,34 dan termasuk dalam kategori tinggi.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh keputusan tidak ada hubungan signifikan antara
budaya patriarki (X) dan sikap dan perilaku politik masyarakathasil rxy 0,099 < rtabel 0,205.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan yakni “Budaya patriarki
berHubungan signifikan terhadap sikap dan perilaku pemilih di Kecamatan Tabundung
Kabupaten Sumba Timur”, tidak dapat dibuktikan kebenaranny
UJI EFEKTIVITAS ESKTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) PADA PROSES SANITASI PARASIT PADA BENIH IKAN SIAP KIRIM
Ikan air tawar merupakan komoditas perikanan yang saat ini banyak menghasilkan devisa
bagi negara. Pada budidaya ikan air tawar rentan terhadap penyakit. Untuk mengurangi
penggunaan bahan kimia, maka dipilih daun dari tumbuhan Mimba (Azadirachta indica A. Juss)
sebagai bahan pengendali parasit.
Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Penebel, Kecamatan Penebel,
Kabupaten Tabanan, pada Februari 2014. Penelitian ini menguji efektivitas ekstrak daun mimba
untuk memberantas parasit yang menginfeksi benih ikan karper, lele dan nila. Secara keseluruhan
pada ikan uji ditemukan 11 spesies parasit diantaranya Tricodina spp, Argulus, Gyrodactylus sp,
Oodinium spp, Dactylogyrus sp, Myxobolus, Haneguya, Saprolegnia, Ichtyopthirius multifuliis,
Gauhatiana batrachii, Transversotrema sp. Ekstrak daun mimba sangat efektif untuk
memberantas 11 jenis parasit yang menyerang benih ikan karper, lele dan nila.
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi instansi dan masyarakat yang memerlukan
acuan dan petunjuk teknis pengendalian penyakit ikan khususnya yang disebabkan oleh parasit
KAJIAN ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM BISNIS KONSTRUKSI INDONESIA
Kurangnya perhatian terhadap etika dan profesionalisme dalam bisnis
konstruksi di Indonesia oleh penyedia jasa konstruksi, pemilik modal, pemerintah
sebagai regulator serta seluruh pihak yang terkait didalamnya, maka secara langsung
mendorong berkembangnya pelanggaran-pelanggaran terhadap etika dan
profesionalisme dalam bisnis konstruksi di Indonesia. Dengan demikian sangatlah
penting untuk mengkaji sasaran, kondisi dan hambatan-hambatan dalam penerapan
etika dan profesionalisme dalam bisnis konstruksi di Indonesia dengan harapan dapat
mengetahui perkembangan bisnis konstruksi dan memperoleh pemahaman tentang
bentuk-bentuk penyimpangan perilaku dalam industri konstruksi. Sehingga dapat
menambah ilmu tentang pentingnya beretika dalam bekerja untuk mencapai
profesionalisme dalam bisnis konstruksi di Indonesia.
Setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontruksi haruslah memenuhi
semua aspek yang mendukung kinerja perusahan itu sendiri, seperti harus memiliki
sumber daya yang dapat berkopeten dalam dunia kerja, baik itu dari segi ilmu
pengetahuan, pengalaman, dan legalitasnya karena legalisasi dari suatu perusaahan
juga salah satu penentu dari predikat profesionalisme
Verb Categories in Dahl’s Chocolate Factory
The title of this paper is “Verb Categories in Dahl’s Chocolate Factory”. This paper discusses about verb categories and function of verb found in the novel. The data were taken from the novel Dahl’s Chocolate Factory.
All the data are analyzed based on the theories which have been explained in chapter II. In this case the basic theory that is use to analyze Verb Categories Found in Novel; it is taken from A University of London: University of Grammar English by Randolph Quirk.
Based on result of the analysis, it is found that Intensive verb, Intransitive verb, Monotransitive verb, Ditransitive verb, and Complex transitive verb in the types of verb. And based on the compenent of verbs found that Intransitive Phrasal verbs, Transitive Phrasal verbs, Prepositional verbs, and Phrasal prepositional verbs
PENGARUH DOSIS PEMBENAH TANAH BIOCHAR BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di Indonesia merupakan komoditas terpenting setelah kedelai yang memiliki peran strategis pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Kacang tanah dimanfaatkan sebagai bahan pangan konsumsi langsung dan bahan makanan, sehingga kebutuhan kacang tanah terus meningkat setiap tahunnya sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk (Balitkabi, 2008). Pengaruh biochar terhadap produktivitas tanaman sangat bergantung pada dosis yang digunakan. Penelitian menunjukkan, pemberian 4 - 8 ton karbon/ha meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 20-220%, bergantung pada komoditas yang dibudidayakan (Gani, 2009).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yaitu satu factor. Percobaan ini berlokasi di Kebun Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perbenihan Palawija dan Hortikultura, Desa Singarata, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, dengan ketinggian tempat + 586 meter di atas permukaan laut. Sebelum penanaman dan pemupukan dilakukan maka tanah tempat percobaan dianalisis di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Udayana Denpasar. Percobaan ini dilaksanakan dari tanggal 7 Maret sampai dengan 7 Juni 2014.
Hasil berat kering oven biji per tanaman terberat diperoleh pada perlakuan biochar dengan dosis 4 ton/ha (B1) yaitu 21,83 g mengalami peningkatan 111,81 % bila dibandingkan dengan tanpa biochar dosis 0 ton/ha (B1) yaitu 10,33 g. Hasil berat kering oven biji per tanaman ini juga didukung variabel berat kering oven berangkasan per tanaman. Hasil berat kering oven berangkasan tertinggi diperoleh pada perlakuan biochar dosis 4 ton/ha (B1) yaitu 46,83 g yang mengalami peningkatan 56,10 % bila dibandingkan dengan tanpa biochar (B1) yaitu 30,00