2000 research outputs found
Sort by
FERTILIZER RAW MATERIAL PRODUCTION OF ACTIVATED SLUDGE WASTE WATER TREATMENT PROCESS RESULTS CONVENTIONAL
Suspended solids in the effluent MLSS (mixed liquid suspended solid) or often called organic active ingredient (activated sludge) is a result of fertilizer raw materials and treatment process of wastewater treatment technologies. Through the stages of the process and waste water treatment technology that consist of physical treatment, chemical, biological, such as filtration, flotation, sedimentation, chlorines, coagulation and regulate environmental conditions such as the addition of 6-9 hours of oxygen, 35% recirculation, nutrient addition of 0.24 g/g BOD/day/g MLSS, sludge age of 8.2 days, will produce the raw material quality of the effluent BOD efficiency and the parameters 88%, efficiency 17% total solids, suspended solids of 78% efficiency and the parameters of BOD, COD, TSS, ammonium, nitrate, nitrite tends to decline. The whole process of these technologies will produce the quantity and quality of fertilizer raw materials in the form of suspended solids in the effluent of about 640kg/day of elemental nitrogen containing 375 kg/day of elemental phosphorus and 75 kg/day. The results showed that the fertilizer raw material from the conventional technology affect the growth and yield of mustard (Brassica juncea L) and safe for consumption
CONSTRUCTING ECOTOURISM-BASED BUSINESS COMPETENCY AND ENTREPRENEURAL SPIRIT
Ecotourism is a part of a tourism development as a catalisator of the economy in rural areas. It is established in rural areas as an effort to improve the quality of life and social identity and to give employment opportunities, income, education and skills, cultural understanding, and to bring the development of entrepreneurial spirit and community welfare. The contribution of income from ecotourism ranges from 15 to 57%, with an average of 12.6% per year. As the title implied, this explorative study with a semantic analysis is done to construct ecotourism-based business competencies and entrepreneural spirit. Primary and secondary data analysis are used through survey and interview. Ecotourism-based business competence can be formed by the community behavior in protecting the natural resources, such as forest as water buffer, entrepreneurship development. The formation of internal competence through the perspective, experience, education, learning by 80% and very dominant influence external competence in the group that can produce human capital. The proportion of internal competence attached to individuals has a very high strength compared to external competencies in ecotourism support services. Internal competence and external competence as the basis of business competence is crucial to the development and sustainability of ecotourism as the basis for developing tourist village. Building an understanding of business competence and entrepreneurial spirit in the development of tourist villages such as ecotourism is expected to have a positive impact to improve the welfare of rural communitie
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN DAERAH SEMPADAN SUNGAI TUKAD AYUNG
Sempadan sungai meliputi ruang atau daerah yang merupakan batas atau
pemisah antara daerah sungai dengan daerah dataran yang berfungsi sebagai
penyangga. Tukad Ayung merupakan sungai terpanjang di Provinsi Bali yang
memiliki fungsi sebagai sumber air baku, air irigasi dan juga sebagai saluran
pembuangan.Untuk mengetahui batas atau lebar minimal sempadan sungai di Tukad
Ayung dilakukan analisa terhadap peraturan-peraturan yang terkait dengan
sempadan sungai. Untuk mengetahui pemanfaatan daerah sempadan sungai
dilakukan dengan menganalisa citra satelit google earth. Hasil analisa menunjukkan
bahwa lebar minimal sempadan sungai di Tukad Ayung adalah 15 m. Hal ini
disebabkan karena Tukad Ayung merupakan sungai yang tidak bertanggul dengan
kedalaman 3 – 20 m. 2. Pemanfaatan daerah sempadan sungai di Tukad Ayung
adalah sawah sebanyak 45%, tegalan/lahan kosong sebanyak 20%, pemukiman dan
hotel sebanyak 15%, pertokoan sebanyak 15%, fasiltias umum sebanyak 5%. Rencana
pengembangan kawasan yang tercantum dalam Rencana Pola Ruang Kota Denpasar,
akan banyak digunakan sebagai permukiman, maka perlu upaya untuk segera
menetapkan batas sempadan sungai
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN (STUDI KASUS RUAS JALAN WATURENGGONG) DI KOTA DENPASAR
Kota Denpasar merupakan Ibukota Provinsi Bali, yang merupakan pusat
segala aktivitas perekonomian. Dampaknya adalah lalu lintas yang terdapat di
Kota Denpasar sangat padat, sehingga sering terjadi kemacetan pada beberapa
ruas jalan tertentu. Hal tersebut terjadi karena banyaknya kendaraaan yang melaui
jalur tersebut yang tidak diimbangi dengan kapasitas jalan serta tingginya aktivitas
hambatan samping.
Pada Laporan Tugas Akhir ini , penulis mengangkat topik tentang Analisis
Kinerja Ruas Jalan tepatnya pada ruas jalan Waturenggong. Metode yang
diterapkan dalam menganalisis jalan tersebut menggunakan Metode Manual
Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
Setelah diadakan penelitian di ruas jalan tersebut dapat disimpulkan bahwa
Derajat Kejenuhan (DS) jalan tersebut adalah 0,85 yang artinya tidak memenuhi
persyaratan MKJI 1997. Selanjutnya penulis mencoba memberikan alternatif
pemecahan masalah yang diharapkan dapat membantu instansi terkait dalam
memecahkan masalah ruas jalan tersebut
Diktat Pengelolaan Limbah Pertanian
Diktat berjudul Pengelolaan Limbah Pertanian yang akan dipergunakan sebagai pedoman oleh mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengelolaan Limbah Pertanian. Limbah pertanian merupakan bahan-bahan yang dibuang di sektor pertanian. Dalam buku ini akan dibahas mengenai bagaimana cara mengelola limbah biar bermanfaat supaya bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan perbaikan kualitas lahan pertanian sehingga bisa digunakan secara berkesinambungan
CALONARANG Dalam Kebudayaan Bali
Pertama tama kami memanjatkan puji syukur karena atas rahmat Tuhan Yang Mahaesa, bahwa pelaksanaan penelitian tentang Calonarang dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Adapun maksud atau tujuan untuk mengadakan kajian ini adalah untuk memahami secara lebih baik tentang kisah Calonarang sebagai salah satu peninggalan masa Jawa Hindu yang dikenal di Bali dan Jawa Timur. Peninggalan situs arkeologi dan kesejarahan yang terdapat di Desa Gurah ini merupakan situs penting dalam bentuk lingga yoni dan tinggalan-tinggalan arkeologi lainnya yang dapat digunakan dalam mengkaji kisah Calonarang yang terkenal di Bali dan Jawa Timur itu dalam kaitannya tinggalan historis yang berhubungan dengan Raja Airlangga yang mana Raja Airlangga ini merupakan putra sulung dari Raja Udayana dari Bali dan Ratu Mahendradatta dari Jawa Timur. Tinggalan-tinggalan arkeologi, sejarah dan sastra Jawa Kuna ini merupakan khazanah kekayaan sastra yang perlu dipahami dalam konteks relasi hubungan kebudayaan Jawa dan Bali pada masa Jawa Kuna yang berlangsung sekitar abad ke-10-11 Masehi. Potensi-potensi ini adanya kekayaan yang dapat dikembangkan dalam pengembangan destinasi wisata di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Kediri dan Bali khususnya Kabupaten Gianyar yang sarat dengan nilai-nilai adiluhung, filsafat tentang kehidupan, nilai-nilai karakter yang merupakan potensi kekayaan budaya yang dimilikinya seperti masalah nilainilai budaya, bangunan arsitektur candi yang tersebar di kedua Kabupaten tersebut. Tentu dalam pengembangan kepariwisataan ini yang akan dikedepankan adalah adanya konsep pengembangan potensi kebudayaan Bali sendiri yang memiliki karakter dan ciri khas
iv
masing-masing yang dapat memperkaya kekayaan pariwisata Indonesia pada umumnya. Adanya berbagai konsep tradisi budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa Timur dan Bali, baik yang fisik (tangible) dan non-fisik (intangible) diharapkan mampu diangkat ke permukaan tidak hanya di tingkat lokal Provinsi saja, tetapi juga di tingkat nasional, dan bahkan diharapkan dapat memberikan sumbangan pada nilai-nilai budaya universal. Bertitik tolak dari pandangan dasar dan potensi di atas, maka kajian tentang Calonarang ini dapat dikembangkan secara intensif di masa yang akan datang. Dalam pelaksanaan kajian ini telah dilaksanakan diskusi kelompok Focus Group Discussion yang mengikutsertakan Bapak Lurah, perangkat Desa Krekep Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri Jawa Timur. Untuk itu diucapkan terima kasih atas bantuan dan arahan serta pendampingan ke lokasi penelitian di Situs Calonarang yang terletak di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri Jawa Timur. Tambahan pula telah dilakukan wawancara mendalam (in depth interview) dengan para nara sumber antara lain Juru Kunci Calonarang Ki Suyono Joyo Koentoro di Desa Krekep Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri Jawa Timur. Mbah Jani yang merupakan sesepuh dan Juru Kunci Situs Semen di Kediri. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Kabupaten Gianyar atas bantuan biaya yang telah diberikan sehingga penelitian ini dapat berjalan sesuai dengan rencana terutama kepada Bapak Bupati Gianyar, Wakil Bupati Gianyar, Sekda Gianyar, Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar beserta jajarannya, dan Rektor Universitas Udayana. Ucapan terima kasih juga disampaikan terutama kepada Bapak Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kediri, Bapak Lurah Desa Gurah dan jajarannya, budayawan, tokoh adat (Juru Kunci), staf pegawai Museum Airlangga di Kabupaten Kediri di Jawa Timur. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para peneliti Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, M.A., Dr. I Ketut Setiawan, M. Hum, Dra. Sulandjari, M. A. dan Dr.A.A. Gd. Raka, M.Si..
v
Selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan kepada tenaga di lapangan yang sangat membantu terlaksananya penelitian ini antara lain: Wahyudi, Endang Sunarti, dan Rita Prihatiningsih. Semoga hasil kajian yang dilakukan ini dapat memberikan sumbangan dalam memahami hubungan mengenai kisah tokoh Calonarang yang ada di Bali dan Kediri Jawa Timur, dan juga bagi pengembangan kepariwisataan di kedua wilayah Bali dan Jawa Timur pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya
Purana Pura Masceti
It is with the blessing of Tuhan Yang Maha Esa (the God Almighty) that I can accomplish the writing of Purana Pura Masceti, Desa Medahan-Keramas, Blahbatuh, Gianyar as my goal. For the reason, I should express my sincere gratitude feeling to the God Almighty. Story of the temple consists of temple’s background, aim, structures, and the functions of each courtyard and shrines or the Istadewata (the Gods and Goddesses) who have the stana in the shrines, the conducted religious ceremonies and its procedure to do the events and managements of the temple. This writing can be done surely with a long and such an endeavour that was begun from the preparation, process, finishing as well as get permissions of related parties. On this special opportunities, warmheartedly thanks to all for helping me to achieve my goal of writing the temple story, those who facilitate the story, and assist the finishing steps. May our endeavour will be blessed by Ida Bhatara in Masceti temple as the manifestation of Ida Sang Hyang Widhi Wasa. We do hope, this Purana Pura can use as a reference towards our social-religious attitude of the temple, by the
xiv
pangempon (community who responsible to the temple’s need), pangemong (community who protect the temple) and panyungsung (all prayers) as well as all Hindu community. Before we end our preface, we kindly apologize for the inadequacy of this Purana Pura writing, we do realize it would be impossible for us to attain perfection, and we apologize also for unpurposedly mistake we have done during the writing of this Purana Pura
Penataan Aset Daerah dan Pengelolaan Dana Bergulir
The administrating of local assets must comply to the regulation on the local assets management in which in the regula tion nowadays is used the term ‘Local Goods’. The arrangement of local assets administration can be done effectively if the regulation that arranges the admn istration of local assets fulfills law substance, law structure and law culture of the administrator and the good user of local assets, clear and easy to be understood and undertaken. While from the law prevailing, the effectiven ess of arrangement of admistrating local assest can be seen if the arrangement based on philosophy aspect, juridical aspect, and sociological aspect. The management of fund distribution through PNPM Mandiri of urban and rural area program with the activity of loan distribution to poor group/community member in order to im prove the welfare if it is done bu optimalizing the criterion prevailing for the management, user, and related parties, such as LKM, UPK, UPK controller, KSM and member of KS
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENYELENGERAAN PELAYANAN PUBLIK PADA KEPEMIMPINAN BUPATI ERA PILKADA LANGSUNG TAHUN 2013 (Studi Kasus di Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur)
Melihat kenyataan yang terjadi selama ini, yang mana konsep pemilihan kepala daerah
secara langsung ini dirasakan tidak memberikan solusi terkait masalah penyelenggaraan
pelayanan publik di daerah, maka menjadi relevan untuk melakukan pengkajian secara
mendalam terkait hubungan antara pemilihan kepala daerah secara langsung dengan kualitas
pelayanan publik yang efektif dan efisien. Berdasarkan pada kenyataan ini, maka ditentukan
judul penelitian “EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENYELENGGARAAN PELAYANAN
PUBLIK PADA KEPEMIMPINAN BUPATI ERA PILKADA LANGSUNG TAHUN 2013”.
Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sumba Barat Daya Propinsi Nusa Tenggara
Timur. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah
Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kabupaten Sumba Barat Daya Pada Kepemimpinan Bupati
Era Pilkada Langsung Tahun 2013 Sudah Berjalan Efektif dan Efisien ? dan yang menjadi tujuan
dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyelenggaraan pelayanan publik di
iii
Kabupaten Sumba Barat Daya Pada Kepemimpinan Bupati Era Pilkada Langsung Tahun 2013
Sudah berjalan Efektif dan Efisien.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada
beberapa pelaksana pemerintahan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sampel dalam penelitian ini
berjumlah 16 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang
mana penentuan sampel didasarkan pada kebutuhan penelitian.
Berdasarkan hasil analisis terhadap variabel Efektivitas (X1) ditemukan bahwa analisis
terhadap indikator pencapaian tujuan, indikator integrasi dan indikator adaptasi dapat
disimpulkan bahwa pelayanan sudah cukup efektif. Berdasarkan hasil analisis terhadap variabel
Efisiensi (X2) dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelayanan publik di Kabupaten Sumba
Barat Daya, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelayanan sudah cukup efisiensi berdasarkan
penilaian terhadap indicator biaya pelayanan dan lama waktupemberianlayananpublik. Dan
berdasarkan hasil analisis terhadap variabel Pelayanan Publik (X3) dapat disimpulkan bahwa
pelaksanaan pelayanan publik sudah berjalan dengan baik.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik dikabupaten
Sumba Barat Daya sudah berjalan dengan efektif dan efisien, artinya bahwa pelayanan yang
diberikan oleh pemerintah daerah sebagai penyedia jasa layanan publik sudah sesuai dengan apa
yang diharapkan masyarakat yaitu hasil pelayanan yang efektif dan efisien
KEDUDUKAN HUKUM ANAK LUAR KAWIN DALAM PERSPEKTIF PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 46/PUU-VIII/2010
Pembangunan sumber daya manusia merupakan sasaran utama tujuan pembangunan, karena secara implisit manusia adalah subjek dan sekaligus objek pembangunan.1 Sejak manusia pertama (Adam dan Hawa), fitrah manusia untuk memperoleh keturunan selalu diatur oleh hukum untuk mewujudkan keturunan yang sah. Secara historis, perspektif ketentuan-ketentuan hukum perkawinan tidak terlepas dari ketentuan hukum yang berlaku, baik hukum agama, hukum adat, maupun hukum perundang-undangan. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai harkat dan martabat yang lebih tinggi (sempurna) dibanding dengan makhluk-makhluk lainnya. Oleh sebab itu diantara fitrah yang dimiliki oleh manusia sejak lahir adalah hidup dalam lingkungan sosial dan berintegrasi dengan kelompok sosial lainnya dalam masyarakat. Salah satu bentuk kebutuhan hidup manusia adalah kebutuhan biologis dalam pergaulan suami isteri, sekaligus bertujuan untuk memenuhi harapan agar memperoleh keturunan yang sehat jasmani dan rohani.