2000 research outputs found
Sort by
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK AGRODYKE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG MERAH ( Phaseolus vulgaris L. )
Budidaya tanaman kacang merah memberikan banyak keuntungan, yaitu
memberikan nilai tambah pendapatan petani pembudidaya, dapat menyuburkan
tanah dan melestarikan lingkungan. Tanaman kacang merah juga dapat
meningkatkan nitrogen dari udara bersimbiosis dengan bakteri sehingga nitrogen
tersedia di dalam tanah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jarak
tanam dan dosis pupuk Agrodyke, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan
hasil tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris L.).
Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan rancangan acak
kelompok dan analisis sidik ragam serta dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%,
sedangkan apabila pengaruh interaksinya berpengaruh nyata sampai sangat nyata
akan dilanjutkan dengan uji Duncan’s taraf 5%. Percobaan ini dilaksanakan di
Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem dengan ketinggian
tempat ± 986 m di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal
18 Mei sampai dengan 6 Agustus 2015.
Berat kering oven biji per hektar tertinggi diperoleh pada jarak tanam 20 cm x
40 cm dan dosis pupuk 10 kg Agrodyke/ha (J2D2) yaitu 4,57 ton. Tingginya
berat kering oven biji per hektar didukung oleh adanya korelasi untuk variabel
yang diamati seperti jumlah cabang primer (r = 0,50**), jumlah polong per
tanaman (r = 0,58**), jumlah biji per tanaman (r = 0,60**), berat basah biji per
tanaman (r = 0,54**), berat kering oven biji per tanaman (r = 0,55**), dan indeks
panen (r = 0,58**).
Hasil analisis regresi antara dosis pupuk agrodyke dengan berat kering oven
biji per hektar pada jarak tanam 20 cm x 30 cm menunjukkan hubungan kuadratik
dengan persamaan garis regresiY ˆ = 2,933 + 0,1895 X – 0,0067 X2, dengan
koefisien determinasi (R2) sebesar 82,7%, dimana diperoleh dosis optimum untuk
jarak tanam 20 cm x 30 cm yaitu 14,14 kg Agrodyke/ha. Demikian pula pada
jarak tanam 20 cm x 40 cm menunjukkan hubungan kuadratik dengan persamaan
garis regresi Y ˆ
= 2,367 + 0,5294 X – 0,027 X2, dengan koefisien determinasi (R2)
sebesar 86,3%, dimana diperoleh dosis optimum untuk jarak tanam 20 cm x 40
cm yaitu 9,8 kg Agrodyke/ha. Dari hasil analisis regresi antara jarak tanam 20 cm
x 50 cm dan dosis pupuk 15 kg Agrodyke/ha menunjukkan hubungan linier
dengan persamaan garis regresi Y ˆ
= 2,668+0,2016 X dengan koefisien
determinasi (R2) sebesar 99,1%. Dari persamaan garis regresi pada jarak tanam
20 cm x 50 cm nampak bahwa berat kering oven biji per hektar makin meningkat
dengan makin meningkatnya dosis pupuk Agrodyke dari 0 kg Agrodyke/ha
sampai 15 kg Agrodyke/ha
Workshop “Pengembangan Sarana dan Prasarana Perpustakaan”
Pelatihan ini bertujuan meningkatakan wawasan pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi melalui pengenalan, dan pemahaman terhadap isu-isu etis dan sosial terkait tentang sarana prasarana di perpustakaan.
Dengan adanya Workshop ini natinya para peserta diharapkan untuk terispirasi dan termotipasi untuk memberikan layanan yang terbaik bagi Pengguna perpustakaan, mengerti ,mampu merespon isu-isu yang terkait dengan etika dan aspek sosial dari informasi dalam menjalankan propesinya dan tidak terbatas sekedar pada teknis pengelolaan perpustakaan
FERTILIZER RAW MATERIAL PRODUCTION OF ACTIVATED SLUDGE WASTE WATER TREATMENT PROCESS RESULTS CONVENTIONAL
Suspended solids in the effluent MLSS (mixed liquid suspended solid) or often called organic active ingredient (activated sludge) is a result of fertilizer raw materials and treatment process of wastewater treatment technologies. Through the stages of the process and waste water treatment technology that consist of physical treatment, chemical, biological, such as filtration, flotation, sedimentation, chlorines, coagulation and regulate environmental conditions such as the addition of 6-9 hours of oxygen, 35% recirculation, nutrient addition of 0.24 g/g BOD/day/g MLSS, sludge age of 8.2 days, will produce the raw material quality of the effluent BOD efficiency and the parameters 88%, efficiency 17% total solids, suspended solids of 78% efficiency and the parameters of BOD, COD, TSS, ammonium, nitrate, nitrite tends to decline. The whole process of these technologies will produce the quantity and quality of fertilizer raw materials in the form of suspended solids in the effluent of about 640kg/day of elemental nitrogen containing 375 kg/day of elemental phosphorus and 75 kg/day. The results showed that the fertilizer raw material from the conventional technology affect the growth and yield of mustard (Brassica juncea L) and safe for consumption
BRANDING KABUPATEN GIANYAR Representasi Identitas Kabupaten Seni dan Kabupaten Pusaka di Tengah Komunikasi Lokal, Nasional dan Internasional
dengan yang direncanakan berkat perkenaan Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu kami patut menghaturkan rasa angayu bagia dan parasuksma atas kebesaranNya. Sebelum buku ini ditulis oleh Tim Penyusun, terlebih dahulu dilakukan sejumlah kegiatan akademik dan kegiatan lapangan yang dapat memperkaya data dan informasi rancangan Branding Kabupaten Gianyar. Kegiatan akademik yang dimaksud adalah melakukan studi pustaka dan Diskusi Kelompok Terpunpun atau disebut juga Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali dan mengkaji sumber-sumber rujukan yang dapat dijadikan dasar konseptual Branding Gianyar. Selain itu, Panitia Perancangan Branding Kabupaten Gianyar juga melakukan rapat-rapat dan diskusi terbatas untuk mewujudkan dua hal, yaitu (1) tersedianya rancangan desain grafis dan (2) terwujudnya sebuah buku Branding Kabupaten Gianyar. Dalam buku Branding Kabupaten Gianyar ini dikaji tujuh aspek: Bab I Pendahuluan (oleh Drs. I Wayan Geriya), Bab II Gambaran Umum Kabupaten Gianyar: Kabupaten Seni dan Kota Pusaka (oleh Prof.Dr.Phil. I Ketut Ardhana, M.A.), Bab III Branding di Era Modern: Arti, Fungsi, Makna (oleh I Wayan Geriya), Bab IV Transformasi Seni Kecak sebagai Basis Branding Kabupaten Gianyar (oleh Dr. Drs. Anak Agung Gd. Raka, M.Si.), Bab V Aplikasi Branding dalam Pembangunan Kabupaten Gianyar (oleh Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A.), Bab VI Legislasi, HaKi dan Sosialisasi Branding (oleh Prof. Dr. I Wayan Pastika, M.S.), dan Bab VII Penutup (oleh Prof. Dr. I Wayan Pastika, M.S.). Di samping ketujuh bab tersebut, buku ini juga dilengkapi sejumlah lampiran yang menginformasikan proses persiapan perancangan Branding Kabupaten Gianyar: hasil rumusan FGD, catatan notulis
vi
FGD, materi pengantar FGD dari Ketua Panitia, daftar peserta FGD, usulan rancangan grafis Branding Kabupaten Gianyar dari Panitia, dan Pedoman Lomba Branding Kabupaten Gianyar. Pada kesempatan yang baik ini kami patut menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat Bupati Gianyar yang telah memberikan jalan kepada kami untuk mengerjakan tugas mulia ini. Ucapan yang sama kami sampaikan kepada Rektor Universitas Udayana beserta jajarannya yang telah menugasi kami melalui Pusat Kajian Bali Unud untuk bekerja sama menyukseskan penciptaan Branding Kabupaten Gianyar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar beserta jajaran yang telah memfasilitasi kami melalui kerja sama yang sangat baik sehingga semua kegiatan dapat terlaksana dengan lancar. Kepada seluruh tokoh masyarakat Gianyar dan anggota Panitia, kami juga mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangan pemikira
Diktat Pengelolaan Air
Diktat berjudul Pengelolaan air yang akan dipergunakan sebagai pedoman oleh mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengelolaan air. Diktat ini bersumber dari berbagai referensi, buku, jurnal ilmiah, hasil diskusi/konferensi, forum ilmiah. Diktat ini juga diambil dari hasil pengembangan penelitian, bahan-bahan dari praktisi, kebijakan pemerintah dan penelitian Pengelolaan ai
RANCANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH PADAT DENGAN SISTEM LAND FILL
Kemajuan teknologi akan menambah jumlah maupun kualitas sampah, karena pemakaian bahan baku yang semakin beragam, cara pengepakan dan produk manufaktur yang semakin beragam pula. Permasalahan sampah secara umum memerlukan perhatian dari segenap pihak. Peningkatan jumlah penduduk yang semakin lama semakin besar sedangkan ruang atau tempat untuk mengelola sampah semakin sedikit. Berbagai aktivitas kehidupan manusia banyak menimbulkan timbulan sampah
KORELASI HUKUM, BUDAYA DAN PARIWISATA BALI DALAM MASYARAKAT YANG BERUBAH
Pariwisata sebagai generator ekonomi masyarakat global adalah suatu paradoks, di satu sisi pariwisata adalah bersentuhan dengan kesejahteraan masyarakat, di sisi lain pariwisata membutuhkan lahan (tanah) untuk beraktivitas baik sebagai hotel, restorant dan fasilitas lainnya yang bersentuhan dengan pariwisata
Ruang Ritual pada Sumber Mata Air dan Aliran Air di Bali
Masyarakat Hindu Bali memandang sumber mata air sebagai bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena air sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia di dunia ini, sehingga penghargaan dan penghormatan oleh masyarakat Hindu Bali dilakukan melalui upacara ritual keagamaan. Kegiatan upacara ini memerlukan suatu ruang yang disebut dengan ruang ritual baik pada skala makro maupun mikro. Pada skala makro yaitu pada konteks desa, kota, maupun wilayah pesisir; sedangkan skala mikro yaitu permukiman penduduk. Ruang ritual ini memiliki makna sebagai tempat untuk melakukan upacara penghormatan kepada sumber mata air yang telah memberikan kehidupan pada semua makhluk di dunia ini. Wujud ruang ritual ini ada yang berwujud pelinggih pura ataupun ruang kosong yang sederhana yang didasari oleh lokalitas masyarakat setempat. Kehadiran ruang ritual akan menciptakan regulasi lokal yang khusus kepada pengguna ruang dan menciptakan ruang yang bersifat niskala (abstrak) dan skala (konkrit). Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah konsep keruangan (abstrak dan konkrit) berupa ruang ritual dalam menjaga dan melestarikan zone sumber mata air dan aliran air di Bali dari pengerusakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desk study dengan analisis deskriptif kualitatif
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PANTAI KEDUNGU DAN MUARA SUNGAI DI KABUPATEN TABANAN
Pulau Bali memiliki pantai yang indah serta merupakan aset yang tidak ternilai
harganya. Bagi masyarakat Bali sendiri, pantai memiliki fungsi religius sebagai
tempat ibadah bagi umat Hindu. Pulau Bali juga merupakan salah satu pulau tujuan
wisata nasional maupun internasional, dengan obyek pariwisata yang menarik
terutama keindahan pantai-pantainya.
Akhir-akhir ini, masalah yang muncul di daerah pantai tidak hanya rusaknya
kawasan tepi pantai dengan berubahnya garis pantai baik oleh erosi, atau abrasi
maupun sedimentasi, namun juga penanganan kerusakan daerah pantai dan muara
sungai yang belum optimal, karena dalam penanganan masalah pantai tidak hanya
dilihat pada pantai itu saja, namun merupakan suatu sistem kawasan pantai yang
mencakup muara sungai yang ada, masyarakat dan aktivitasnya maupun utilitas serta
sejarah kegiatan masyarakat yang mungkin berpengaruh terhadap kondisi pantai di
kawasan tersebut. Suatu perencanaan, penataan dan pengembangan wilayah yang
baik memerlukan data spasial dan non-spasial yang kompleks dan sanga banyak,
sehingga perlu adanya alat yang dapat menghubungkan, mengelola, menganalisis,
dan menampilkan data serta informasi secara baik tentang lingkungan Pantai
Kedungu dan muara Sungai Bungbung yang ada disekitarnya. Pengelolaan
lingkungan Pantai Kedungu dan muara sungai Bungbung, ini diarahkan berdasarkan
prioritas sebagai berikut : pelestarian kawasan sempadan pantai, pemeliharaan lebar
mulut muara sungai dari penutupan sedimen, menjadi zona lindung , zona penyangga
dan zona pemanfaatan
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU SATU PINTU & PENANAMAN MODAL (BPPTSP & PM) KOTA DENPASAR
Pelayanan publik yang menjadi fokus studi disiplin ilmu Administrasi Negara di Indonesia, masih menjadi persoalan yang perlu memperoleh perhatian dan penyelesaian yang komprehensif. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS), salah satu kegiatan dalam upaya meningkatkan pelayanan publik adalah menyusun Indeks Kepuasan Masyarakat sebagai tolok ukur terhadap optimalisasi kinerja pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat sehingga ditetapkan Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat unit pelayanan Instansi Pemerintah dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No: Kep/25/M.PAN/2/2004. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengetahui bagaimanakah indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dengan melakukan penelitian dan mengangkat judul “Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu & Penanaman Modal (BPPTSP & PM) Kota Denpasar” dengan mengacu pada tujuh belas indikator yang digunakkan untuk mengukur indeks kepuasan masyarakat dan dikelompokkan ke dalam 5 variabel dari pelayanan publik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel sebanyak 180 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner.
Dari 17 unsur atau indikator pelayanan, 14 unsur termasuk kedalam kinerja pelayanan Sangat Baik yaitu unsur kenyamanan dan keamanan lingkungan, unsur kesopanan dan keramahan petugas pelayanan, unsur tanggung jawab petugas pelayanan, unsur kenyamanan masyarakat dalam berinteraksi dengan petugas pelayanan, unsur kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan, unsur kejelasan persyaratan pelayanan, unsur kesungguhan petugas unit pelayanan dalam membantu masyarakat, unsur kejelasan prosedur pelayanan, unsur kejelasan petugas unit pelayanan, unsur kewajaran biaya pelayanan, unsur kepastian biaya pelayanan, unsur kedisplinan petugas dalam memberikan pelayanan, unsur keadilan dalam mendapatkan pelayanan dan unsur kepedulian petugas unit pelayanan terhadap masyarakat. 3 unsur lainnya termasuk kedalam kinerja pelayanan Baik yaitu unsur respon terhadap keluhan dan saran dari masyarakat, unsur kecepatan dan ketepatan pelayanan dan unsur kepasian jadwal pelayanan. Sedangkan dari 5 variabel pelayanan publik, 3 variabel termasuk kedalam kinerja pelayanan Sangat Baik yaitu Tangible, Reliability dan Emphaty. 2 variabel lainnya termasuk dalam kinerja pelayanan Baik yaitu Assurance dan Responsive.
Hasil penelitian secara keseluruhan untuk Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu & Penanaman Modal (BPPTSP & PM) Kota Denpasar menunjukkan nilai indeks sebesar 3.261 dan nilai IKM setelah dikonversi menjadi 81.52 maka dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan adalah ‘A’ dan kinerja pelayanan adalah ‘Sangat Baik’